alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Laskar Adat Dayak Nasional Berikan Dukungan Moral ke Mardani H. Maming

TARAKAN- Dukungan moral Laskar Adat Dayak Nasional (LADN) diberikan kepada Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Mardani H. Maming terkait pencekalan untuk ke luar negeri.

Sementara surat penetapan tersangka belum diterima oleh Mardani H Maming dan belum ada konferensi pers resmi dari KPK terhadap penetapan tersangka. Dukungan moral tersebut disampaikan langsung juru bicara (Jubir) LADN Decky Samuel.

“Mardani H. Maming adalah tokoh muda Kalimantan yang selama ini jadi panutan bagi banyak anak-anak muda Kalimantan, terutama dalam dunia usaha,” kata Decky.

Di usia yang masih sangat muda, Mardani H. Maming pernah menjabat sebagai Bupati Tanah Bumbu selama dua periode (2010-2018), saat itu ia baru berusia 28 tahun sehingga membuatnya masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Bupati termuda.

Baca Juga :  10 Persen Masyarakat Tarakan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Tak hanya sampai disitu, Mardani H. Maming juga meraih prestasi pada tahun 2013 lalu dengan penghargaan Innovative Government Award dari Kementerian Dalam Negeri.

LADN memberikan dukungan moral kepada Mardani H. Maming, lantaran Mardani merupakan salah satu pembina dari LADN. Sehingga pihaknya sangat wajib memberikan pernyataan dan dukungan moral kepada Mardani H. Maming.\

“Persaudaran kami antar sesama anggota LADN dan juga sesama anak bumi Kalimantan, akan tetap abadi dalam situasi apapun,baik suka maupun duka,” tegasnya.

Terkait dengan konstruksi perkara hukum yang sedang menimpa Mardani H. Maming, pihaknya berpendapat bahwa cara yang tidak biasa yang dilakukan oleh KPK selama ini. Hal itu dikarenakan KPK melakukan pencekalan tanpa memberikan penjelasan status hukum Mardani H. Maming secara resmi.

Baca Juga :  Masker Masih Langka

“Tapi justru imigrasi yang menjelaskan status hukum tersangkanya, sehingga ini menjadi aneh dan terkesan dipaksakan dengan memainkan opini di media. Sehingga sesuatu yang wajar pro dan kontra bemunculan,” ucap Decky.

Sebagai warga Kalimantan, pihaknya tidak ingin tokoh-tokoh Kalimantan yang memiliki prestasi baik secara nasional, terjadi tindakan kriminalisasi dengan kasus hukum yang kurang kuat dasarnya, sehingga KPK terkesan tebang pilih.

“LADN akan terus mengawal kasus ini agar tegak lurus pada UU dan kebenaran serta keadilan, apabila ada mafia hukum yang bermain, kami akan lawan,” tutupnya. (adv/zar/ana)

TARAKAN- Dukungan moral Laskar Adat Dayak Nasional (LADN) diberikan kepada Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Mardani H. Maming terkait pencekalan untuk ke luar negeri.

Sementara surat penetapan tersangka belum diterima oleh Mardani H Maming dan belum ada konferensi pers resmi dari KPK terhadap penetapan tersangka. Dukungan moral tersebut disampaikan langsung juru bicara (Jubir) LADN Decky Samuel.

“Mardani H. Maming adalah tokoh muda Kalimantan yang selama ini jadi panutan bagi banyak anak-anak muda Kalimantan, terutama dalam dunia usaha,” kata Decky.

Di usia yang masih sangat muda, Mardani H. Maming pernah menjabat sebagai Bupati Tanah Bumbu selama dua periode (2010-2018), saat itu ia baru berusia 28 tahun sehingga membuatnya masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Bupati termuda.

Baca Juga :  PPDB Jadi Fokus Pengawasan Ombudsman

Tak hanya sampai disitu, Mardani H. Maming juga meraih prestasi pada tahun 2013 lalu dengan penghargaan Innovative Government Award dari Kementerian Dalam Negeri.

LADN memberikan dukungan moral kepada Mardani H. Maming, lantaran Mardani merupakan salah satu pembina dari LADN. Sehingga pihaknya sangat wajib memberikan pernyataan dan dukungan moral kepada Mardani H. Maming.\

“Persaudaran kami antar sesama anggota LADN dan juga sesama anak bumi Kalimantan, akan tetap abadi dalam situasi apapun,baik suka maupun duka,” tegasnya.

Terkait dengan konstruksi perkara hukum yang sedang menimpa Mardani H. Maming, pihaknya berpendapat bahwa cara yang tidak biasa yang dilakukan oleh KPK selama ini. Hal itu dikarenakan KPK melakukan pencekalan tanpa memberikan penjelasan status hukum Mardani H. Maming secara resmi.

Baca Juga :  Vaksin Moderna Khusus Lansia

“Tapi justru imigrasi yang menjelaskan status hukum tersangkanya, sehingga ini menjadi aneh dan terkesan dipaksakan dengan memainkan opini di media. Sehingga sesuatu yang wajar pro dan kontra bemunculan,” ucap Decky.

Sebagai warga Kalimantan, pihaknya tidak ingin tokoh-tokoh Kalimantan yang memiliki prestasi baik secara nasional, terjadi tindakan kriminalisasi dengan kasus hukum yang kurang kuat dasarnya, sehingga KPK terkesan tebang pilih.

“LADN akan terus mengawal kasus ini agar tegak lurus pada UU dan kebenaran serta keadilan, apabila ada mafia hukum yang bermain, kami akan lawan,” tutupnya. (adv/zar/ana)

Most Read

Artikel Terbaru

/