alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

"Kejar-kejaran" Tracing Kontak Erat

SATUAN Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara) terus melakukan berbagai upaya untuk memutus rantai penularan Covid-19 di provinsi termuda Indonesia ini.

Salah satu yang dilakukan saat ini adalah meminta jajaran di kabupaten/kota, khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mempercepat pelaksanaan tracing kontak erat dari seseorang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, guna memutus rantai penularan Covid-19 di provinsi ke-34 ini, kabupaten/kota diharapkan tidak terlambat dalam melakukan tracing kontak.

“Ini harus cepat agar kontak erat tidak semakin menyebar. Karena kita lihat yang banyak ini kan dari kontak erat pasien konfirmasi positif sebelumnya,” ujar Agust kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Selasa (22/12).

Artinya, begitu ada yang terdeteksi terpapar Covid-19, maka tracing harus segera dilakukan. Jangan sampai ditunda-tunda, karena bisa saja yang sudah menjadi kontak erat itu masih berkeliaran lantaran tidak sadar bahwa dirinya sudah terpapar virus ini.

Namun, Agust mengaku pihaknya masih mengalami kendala dalam hal penanganan sejumlah sampel yang sudah diambil, lantaran kapasitas laboratorium polymerase chain reaction (PCR) yang ada di Kaltara ini juga masih sangat terbatas.

“Ini (Lab PCR) kalau dibandingkan dengan jumlah peningkatan kasus yang luar biasa terjadi belakangan ini, tentu juga perlu adanya dukungan dengan melakukan pengiriman sampel ke luar, misalnya ke BBLK Surabaya,” jelasnya.

Adapun data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara kemarin, di Kaltara terdapat tambahan yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 44 kasus. Jumlah itu terdiri dari 24 kasus di Tarakan, 11 kasus di Bulungan, dan 9 kasus di Malinau.

Disebutkannya, sejumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 kemarin itu terdiri dari transmisi lokal/suspek, transmisi lokal/nakes, transmisi lokal, kontak erat/nakes, dan pelaku perjalanan.

“Dengan bertambahnya 44 kasus konfirmasi positif baru itu, maka total yang terkonfirmasi positif di Kaltara naik menjadi 2.949 kasus,” sebutnya.

Baca Juga :  Selama 2021, 35 Kg Sabu Digagalkan BNNP

Sementara yang dinyatakan sembuh bertambah 11 orang dengan rincian 5 orang di Tarakan dan 6 orang di Malinau. Jenis kasusnya merupakan pelaku perjalanan dan transmisi lokal/suspek. Sehingga yang sembuh dari paparan Covid-19 di Kaltara menjadi 1.742 orang.

Selain itu, kemarin juga ada tambahan satu pasien konfirmasi positif yang meninggal dunia di Tarakan dengan inisial AL (22), laki-laki yang hasil pemeriksaannya ditemukan pneumonia EC Covid-19 dan penyakit penyerta penyakit ginjal.

“Jadi total yang meninggal dunia di Kaltara itu menjadi 39 kasus dengan rincian 21 orang di Tarakan, 3 orang di Nunukan, dan 14 orang di Bulungan,” sebutnya.

Dengan begitu, pasien konfirmasi positif yang masih dirawat di Kaltara berjumlah 1.169 orang, dengan rincian di Tarakan 826 orang, Malinau 52 orang, di Nunukan 78 orang, Tana Tidung 29 orang, dan Bulungan 184 orang.

 

TAMBAHAN MENINGGAL

Penambahan jumlah kasus Covid-19 di Tarakan masih terus terjadi, pada Selasa (22/12), penambahan kasus konfirmasi sebanyak 24 orang, pasien sembuh 7 orang dan meninggal dunia 1 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, menjelaskan bahwa dari 24 kasus baru terdapat kasus impor sebanyak 6 orang, kemudian kontak erat dari hasil tracing (penelusuran) dan sisanya melakukan swab mandiri.

Dengan bertambahnya 24 kasus baru, maka total kumulatif kasus konfirmasi positif Covid-19 di Tarakan menjadi 1.689 orang. Hari ini terdapat penambahan pasien sembuh sebanyak 7 orang sehingga total pasien sembuh menjadi 839 orang.

“Dari data penambahan hari ini, sekitar 15 orang melakukan swab mandiri, mereka dari satu perusahaan untuk bekerja, saat melakukan swab mandiri hasilnya ketemu positif,” jelasnya.

Baca Juga :  Selama 17 Tahun Mencari Obat Epilepsi untuk Santi

Selain itu, akumulatif pasien aktif yang dirawat dan dilakukan pemantauan saat ini sebanyak 829 orang. Sedangkan untuk kasus suspek yang dipantau oleh Gugus Tarakan sebanyak 178 orang dan kasus kontak erat yang dipantau sampai saat ini sebanyak 1.773 orang. “Innalillahi, hari ini bertambah pasien meninggal dunia yaitu atas nama AI jenis kelamin laki-laki umur 22 tahun warga Kelurahan Juata Laut, sehingga total pasien konfirmasi yang dinyatakan meninggal dunia sebanyak 21 orang,” ungkapnya.

Lanjutnya, pasien meninggal dunia diketahui positif Covid-19 dan dirawat mulai tanggal 19 Desember 2020 lalu. Saat ini jenazah pasien sudah dimakamkan di pemakaman khusus Covid-19 di Kelurahan Juata Laut, Tarakan Utara.

Tambahnya, jubir mengatakan bahwa untuk Tarakan masih masuk ke dalam zona orange menuju merah. “Jadi saat ini kami masih posisi zona orange menuju merah, jika kita melihat penambahan jumlah kasus dan kematian kami masuk zona merah,” paparnya.

Sedangkan untuk menentukan zona itu ada beberapa kriteria yang harus dilakukan tidak hanya melihat dari penambahan kasus, tapi juga melihat jumlah kasus sembuh, berapa banyak hasil swab yang dilakukan, kemudian bagaimana penanganan dan pengendalian kasus Covid-19 dan lainnya.

Devi juga menghimbau kepada masyarakat Tarakan agar dapat meningkatkan keamanan dan menjaga kewaspadaan di lingkungannya, kenali orang-orang di sekeliling rumah, jika ada yang mencurigakan atau warga asing segara melaporkan ke rukun tetangga (RT) atau pihak berwajib.

Selain itu kepada masyarakat yang ingin konsultasi atau menanyakan informasi terkait Covid-19, bisa mengirimkan pesan instan WA di nomor 081351432112. Pelayanan hotline informasi Covid-19 dibuka setiap hari Senin sampai dengan Minggu, pukul 08.00-16.00 WITA. Apabila urgen terkait pasien silakan menghubungi layanan call center 112 yang tetap melayani 24 jam. (agg/iwk/lim)

SATUAN Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara) terus melakukan berbagai upaya untuk memutus rantai penularan Covid-19 di provinsi termuda Indonesia ini.

Salah satu yang dilakukan saat ini adalah meminta jajaran di kabupaten/kota, khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mempercepat pelaksanaan tracing kontak erat dari seseorang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, guna memutus rantai penularan Covid-19 di provinsi ke-34 ini, kabupaten/kota diharapkan tidak terlambat dalam melakukan tracing kontak.

“Ini harus cepat agar kontak erat tidak semakin menyebar. Karena kita lihat yang banyak ini kan dari kontak erat pasien konfirmasi positif sebelumnya,” ujar Agust kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Selasa (22/12).

Artinya, begitu ada yang terdeteksi terpapar Covid-19, maka tracing harus segera dilakukan. Jangan sampai ditunda-tunda, karena bisa saja yang sudah menjadi kontak erat itu masih berkeliaran lantaran tidak sadar bahwa dirinya sudah terpapar virus ini.

Namun, Agust mengaku pihaknya masih mengalami kendala dalam hal penanganan sejumlah sampel yang sudah diambil, lantaran kapasitas laboratorium polymerase chain reaction (PCR) yang ada di Kaltara ini juga masih sangat terbatas.

“Ini (Lab PCR) kalau dibandingkan dengan jumlah peningkatan kasus yang luar biasa terjadi belakangan ini, tentu juga perlu adanya dukungan dengan melakukan pengiriman sampel ke luar, misalnya ke BBLK Surabaya,” jelasnya.

Adapun data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara kemarin, di Kaltara terdapat tambahan yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 44 kasus. Jumlah itu terdiri dari 24 kasus di Tarakan, 11 kasus di Bulungan, dan 9 kasus di Malinau.

Disebutkannya, sejumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 kemarin itu terdiri dari transmisi lokal/suspek, transmisi lokal/nakes, transmisi lokal, kontak erat/nakes, dan pelaku perjalanan.

“Dengan bertambahnya 44 kasus konfirmasi positif baru itu, maka total yang terkonfirmasi positif di Kaltara naik menjadi 2.949 kasus,” sebutnya.

Baca Juga :  Pantau Perkara Cukup Akses Aplikasi ‘Hey Penyidik’

Sementara yang dinyatakan sembuh bertambah 11 orang dengan rincian 5 orang di Tarakan dan 6 orang di Malinau. Jenis kasusnya merupakan pelaku perjalanan dan transmisi lokal/suspek. Sehingga yang sembuh dari paparan Covid-19 di Kaltara menjadi 1.742 orang.

Selain itu, kemarin juga ada tambahan satu pasien konfirmasi positif yang meninggal dunia di Tarakan dengan inisial AL (22), laki-laki yang hasil pemeriksaannya ditemukan pneumonia EC Covid-19 dan penyakit penyerta penyakit ginjal.

“Jadi total yang meninggal dunia di Kaltara itu menjadi 39 kasus dengan rincian 21 orang di Tarakan, 3 orang di Nunukan, dan 14 orang di Bulungan,” sebutnya.

Dengan begitu, pasien konfirmasi positif yang masih dirawat di Kaltara berjumlah 1.169 orang, dengan rincian di Tarakan 826 orang, Malinau 52 orang, di Nunukan 78 orang, Tana Tidung 29 orang, dan Bulungan 184 orang.

 

TAMBAHAN MENINGGAL

Penambahan jumlah kasus Covid-19 di Tarakan masih terus terjadi, pada Selasa (22/12), penambahan kasus konfirmasi sebanyak 24 orang, pasien sembuh 7 orang dan meninggal dunia 1 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, menjelaskan bahwa dari 24 kasus baru terdapat kasus impor sebanyak 6 orang, kemudian kontak erat dari hasil tracing (penelusuran) dan sisanya melakukan swab mandiri.

Dengan bertambahnya 24 kasus baru, maka total kumulatif kasus konfirmasi positif Covid-19 di Tarakan menjadi 1.689 orang. Hari ini terdapat penambahan pasien sembuh sebanyak 7 orang sehingga total pasien sembuh menjadi 839 orang.

“Dari data penambahan hari ini, sekitar 15 orang melakukan swab mandiri, mereka dari satu perusahaan untuk bekerja, saat melakukan swab mandiri hasilnya ketemu positif,” jelasnya.

Baca Juga :  Pertama dan Antusias Peserta Luar Biasa

Selain itu, akumulatif pasien aktif yang dirawat dan dilakukan pemantauan saat ini sebanyak 829 orang. Sedangkan untuk kasus suspek yang dipantau oleh Gugus Tarakan sebanyak 178 orang dan kasus kontak erat yang dipantau sampai saat ini sebanyak 1.773 orang. “Innalillahi, hari ini bertambah pasien meninggal dunia yaitu atas nama AI jenis kelamin laki-laki umur 22 tahun warga Kelurahan Juata Laut, sehingga total pasien konfirmasi yang dinyatakan meninggal dunia sebanyak 21 orang,” ungkapnya.

Lanjutnya, pasien meninggal dunia diketahui positif Covid-19 dan dirawat mulai tanggal 19 Desember 2020 lalu. Saat ini jenazah pasien sudah dimakamkan di pemakaman khusus Covid-19 di Kelurahan Juata Laut, Tarakan Utara.

Tambahnya, jubir mengatakan bahwa untuk Tarakan masih masuk ke dalam zona orange menuju merah. “Jadi saat ini kami masih posisi zona orange menuju merah, jika kita melihat penambahan jumlah kasus dan kematian kami masuk zona merah,” paparnya.

Sedangkan untuk menentukan zona itu ada beberapa kriteria yang harus dilakukan tidak hanya melihat dari penambahan kasus, tapi juga melihat jumlah kasus sembuh, berapa banyak hasil swab yang dilakukan, kemudian bagaimana penanganan dan pengendalian kasus Covid-19 dan lainnya.

Devi juga menghimbau kepada masyarakat Tarakan agar dapat meningkatkan keamanan dan menjaga kewaspadaan di lingkungannya, kenali orang-orang di sekeliling rumah, jika ada yang mencurigakan atau warga asing segara melaporkan ke rukun tetangga (RT) atau pihak berwajib.

Selain itu kepada masyarakat yang ingin konsultasi atau menanyakan informasi terkait Covid-19, bisa mengirimkan pesan instan WA di nomor 081351432112. Pelayanan hotline informasi Covid-19 dibuka setiap hari Senin sampai dengan Minggu, pukul 08.00-16.00 WITA. Apabila urgen terkait pasien silakan menghubungi layanan call center 112 yang tetap melayani 24 jam. (agg/iwk/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/