alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Pelaku UMKM Minta Subsidi Ongkos Kirim dari Pemerintah

TARAKAN- Rencana pembukaan rute transportasi laut dan udara,Tarakan-Surabaya disambut para pengusaha UMKM.

Hal ini dikarenakan distribusi kebutuhan bahan baku UMKM dapat dilakukan lebih mudah dan lebih cepat dibanding jika tidak adanya jalur transportasi Tarakan-Surabaya.

Namun jika jalur transportasi ini diberlakukan, para pengusaha UMKM meminta adanya subsidi dari pemerintah khusus kepada UMKM agar lebih meringankan ongkos kirim para pengusaha UMKM.

Kepada awak media, Divisi Keanggotaan UMKM Tarakan, Rika Pratiwi mengatakan bahwa saat melakukan pameran stand UMKM di Bali, pihaknya banyak menemukan pelaku usaha yang tertarik dengan produk Kaltara.

Hanya saja terhambat pada proses pengiriman produk.

Sehingga dengan adanya jalur pengiriman Tarakan-Surabaya akan berdampak positif bagi UMKM.

Baca Juga :  Sempat Viral, Barang Bukti Sabu-Sabu Ternyata Tawas

“Yang tadinya kami berpikir pengiriman akan lama, mungkin akan cepat dengan menggunakan sistem antar jemput langsung di Bandara sehingga tidak harus melalui expedisi. Kalau itu ada lagi, pasti akan ada rute tambahan lagi agar pengiriman barang lebih cepat,” ungkap Rika.

Sebagai pengusaha sambal, dirinya merasa tercekik dengan bahan baku cabai yang meningkat sehingga mau tidak mau dirinya meningkatkan harga produk kepada konsumen.

Selama belum adanya jalur Tarakan-Surabaya, dikatakan Rika pengiriman produk ke Jawa membutuhkan waktu yang cukup lama, namun tetap lancar.

Kendati demikian, rencana adanya jalur baru ini dikatakan Rika memang akan mempercepat pengiriman hanya saja ia menjamin adanya perubahan ongkos kirim.

“Semakin cepat (proses pengiriman) ya semakin mahal. Semakin lama, ya semakin mahal. Harapan kami besar, kalau memang ada setidaknya ada harapan bagi kami untuk mendapatkan subsidi dari pemerintah,” tuturnya.

Baca Juga :  Tersangka Beber Keterangan Palsu

Dalam hal ini, Rika menyatakan bahwa pemerintah sudah seharusnya turut campur tangan dalam pemberian subsidi kepada pelaku usaha UMKM yang selama ini rutin melakukan pengiriman produk.

“Belum pernah ada (subsidi). Selama ini kami bergerak sendiri, bukan berarti pemerintah selama ini tidak mendorong kami, ada. Tapi hampir 3 tahun Covid-19 dan pelan-pelan kami mulai bangkit, jadi butuh kontribusi pemerintah. Kami paham sih anggaran pemerintah minim, tapi UMKM belum bisa ikut semua kalau ada pameran di luar,” pungkasnya. (*)






Reporter: Yedidah Pakondo

TARAKAN- Rencana pembukaan rute transportasi laut dan udara,Tarakan-Surabaya disambut para pengusaha UMKM.

Hal ini dikarenakan distribusi kebutuhan bahan baku UMKM dapat dilakukan lebih mudah dan lebih cepat dibanding jika tidak adanya jalur transportasi Tarakan-Surabaya.

Namun jika jalur transportasi ini diberlakukan, para pengusaha UMKM meminta adanya subsidi dari pemerintah khusus kepada UMKM agar lebih meringankan ongkos kirim para pengusaha UMKM.

Kepada awak media, Divisi Keanggotaan UMKM Tarakan, Rika Pratiwi mengatakan bahwa saat melakukan pameran stand UMKM di Bali, pihaknya banyak menemukan pelaku usaha yang tertarik dengan produk Kaltara.

Hanya saja terhambat pada proses pengiriman produk.

Sehingga dengan adanya jalur pengiriman Tarakan-Surabaya akan berdampak positif bagi UMKM.

Baca Juga :  Ini Kebijakan Pemerintah bagi Pelanggar Hukum agar Lapas Tidak Penuh

“Yang tadinya kami berpikir pengiriman akan lama, mungkin akan cepat dengan menggunakan sistem antar jemput langsung di Bandara sehingga tidak harus melalui expedisi. Kalau itu ada lagi, pasti akan ada rute tambahan lagi agar pengiriman barang lebih cepat,” ungkap Rika.

Sebagai pengusaha sambal, dirinya merasa tercekik dengan bahan baku cabai yang meningkat sehingga mau tidak mau dirinya meningkatkan harga produk kepada konsumen.

Selama belum adanya jalur Tarakan-Surabaya, dikatakan Rika pengiriman produk ke Jawa membutuhkan waktu yang cukup lama, namun tetap lancar.

Kendati demikian, rencana adanya jalur baru ini dikatakan Rika memang akan mempercepat pengiriman hanya saja ia menjamin adanya perubahan ongkos kirim.

“Semakin cepat (proses pengiriman) ya semakin mahal. Semakin lama, ya semakin mahal. Harapan kami besar, kalau memang ada setidaknya ada harapan bagi kami untuk mendapatkan subsidi dari pemerintah,” tuturnya.

Baca Juga :  Satu Pasien Positif Covid-19 Masuk Ventilator

Dalam hal ini, Rika menyatakan bahwa pemerintah sudah seharusnya turut campur tangan dalam pemberian subsidi kepada pelaku usaha UMKM yang selama ini rutin melakukan pengiriman produk.

“Belum pernah ada (subsidi). Selama ini kami bergerak sendiri, bukan berarti pemerintah selama ini tidak mendorong kami, ada. Tapi hampir 3 tahun Covid-19 dan pelan-pelan kami mulai bangkit, jadi butuh kontribusi pemerintah. Kami paham sih anggaran pemerintah minim, tapi UMKM belum bisa ikut semua kalau ada pameran di luar,” pungkasnya. (*)






Reporter: Yedidah Pakondo

Most Read

Artikel Terbaru

/