alexametrics
28.7 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

Polemik Rumah Kemasan, Wali Kota Bakal Panggil Perumda Aneka Usaha 

TARAKAN – Polemik antara Perumda Aneka Usaha dan calon Investor Al-Khanza hingga saat ini masih bergulir. Akibat perkara tersebut, dikabarkan aktivitas rumah kemasan yang berada di Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) dihentikan sementara.

Menanggapi persoalan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berencana memanggil kedua belah pihak untuk mencari tahu duduk perkaranya. Hal itu ditegaskan Wali Kota Tarakan dr. Khairul M.Kes di hadapan awak media.

“Begini, saya kan teknis banget, saya sendiri melihat laporannya simpang siur. Kalau kita melihat dari pihak rekanan begini dari perumda begitu. Memang kami ada upaya juga untuk menemukan memang kita harus mempertemukan mereka untuk mengetahui duduk perkaranya. Jadi saya bisa menyimpulkan penyebabnya,” ujarnya kemarin.

Baca Juga :  Warga Beber Fakta Keberadaan LGBT di Tarakan, Desak Pemerintah Bersikap Tegas

Dengan adanya dua pernyataan yang berbeda, Khairul mengakui dibuat bingung dengan persoalan tersebut. Sehingga menurutnya kedua belah pihak perlu dipertemukan dalam mengetahui kronologi sebenarnya.

“Dari kedua pihak versinya berbeda, saya bingung juga yang mana yang betul. Jadi untuk saat ini saya belum bisa memberi tanggapan panjang lebar tentang ini, karena banyak informasi yang saya terima, informasi pihak yang merasa dirugikan juga ada, sehingga semua merasa benar,” tuturnya. (*)






Reporter: Agus Dian Zakaria

TARAKAN – Polemik antara Perumda Aneka Usaha dan calon Investor Al-Khanza hingga saat ini masih bergulir. Akibat perkara tersebut, dikabarkan aktivitas rumah kemasan yang berada di Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) dihentikan sementara.

Menanggapi persoalan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berencana memanggil kedua belah pihak untuk mencari tahu duduk perkaranya. Hal itu ditegaskan Wali Kota Tarakan dr. Khairul M.Kes di hadapan awak media.

“Begini, saya kan teknis banget, saya sendiri melihat laporannya simpang siur. Kalau kita melihat dari pihak rekanan begini dari perumda begitu. Memang kami ada upaya juga untuk menemukan memang kita harus mempertemukan mereka untuk mengetahui duduk perkaranya. Jadi saya bisa menyimpulkan penyebabnya,” ujarnya kemarin.

Baca Juga :  PTM di 5 SMA-sederajat Dihentikan

Dengan adanya dua pernyataan yang berbeda, Khairul mengakui dibuat bingung dengan persoalan tersebut. Sehingga menurutnya kedua belah pihak perlu dipertemukan dalam mengetahui kronologi sebenarnya.

“Dari kedua pihak versinya berbeda, saya bingung juga yang mana yang betul. Jadi untuk saat ini saya belum bisa memberi tanggapan panjang lebar tentang ini, karena banyak informasi yang saya terima, informasi pihak yang merasa dirugikan juga ada, sehingga semua merasa benar,” tuturnya. (*)






Reporter: Agus Dian Zakaria

Most Read

Artikel Terbaru

/