alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Sudah 35 yang Meninggal Dunia, Kasus Covid-19 Kaltara Makin Memprihatinkan

SEPEKAN terakhir ini, paparan virus corona atau Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) semakin tak terbendung. Setiap harinya, tambahan kasus konfirmasi positif baru terbilang tinggi.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kaltara pada Minggu (20/12), tercatat tambahan 146 kasus konfirmasi positif baru, yang terdiri dari 101 kasus di Tarakan, 14 kasus di Nunukan, dan 31 kasus di Bulungan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, 101 kasus tambahan di Tarakan itu meliputi kasus transmisi lokal, kontak erat, transmisi lokal/suspek, dan pelaku perjalanan. 

“Sedangkan yang 14 kasus di Nunukan itu terdiri dari kontak erat, transmisi lokal/suspek, dan pelaku perjalanan dari Samarinda,” ujarnya kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi.

Sedangkan yang 31 kasus di Bulungan itu meliputi transmisi lokal, kontak erat, dan transmisi lokal/suspek. Dengan bertambahnya 146 kasus konfirmasi positif baru itu, maka total yang terkonfirmasi positif di Kaltara naik menjadi 2.841 kasus.

Dijelaskannya, dari sejumlah yang terkonfirmasi positif ini, sebagian bergejala dan sebagian ditetapkan sebagai orang tanpa gejala (OTG). Untuk yang OTG murni diperbolehkan isolasi mandiri dengan pengawasan. Karena tempat karantina khusus di Tarakan tidak ada.

“Untuk yang transmisi lokal ini ditetapkan jika dalam waktu 14 hari sebelum dinyatakan positif tidak ada riwayat bepergian dan tidak ada riwayat kontak erat. Artinya, penularannya tidak diketahui dari mana atau dari siapa,” tuturnya.

Sementara yang masih dirawat di Kaltara hingga kemarin berjumlah 1.096 orang, dengan sebaran terbanyak di Tarakan yang berjumlah 754 orang, lalu Bulungan 172 orang, kemudian Nunukan 79 orang, berikutnya di Malinau 62 orang, dan yang terakhir di Tana Tidung sebanyak 29 orang.

Selain itu, Sabtu (19/12) juga tercatat ada tambahan satu pasien konfirmasi positif di Tarakan yang meninggal dunia dengan inisial YK (49), seorang perempuan yang hasil pemeriksaannya ditemukan ada pneumonia EC Covid-19 dan penyakit penyerta hipertensi. “Yang bersangkutan merupakan pelaku perjalanan dari Surabaya,” tuturnya.

Dengan bertambahnya satu pasien meninggal dunia itu, maka total yang meninggal dunia di provinsi ke-34 ini menjadi 35 orang, dengan rincian 18 orang di Tarakan, 3 orang di Nunukan, dan 14 orang di Bulungan.

Baca Juga :  Fasilitas Jemaah Eks Ijtima Gowa Diutamakan

Sementara yang dinyatakan sembuh bertambah 46 orang dengan rincian 30 orang di Tarakan dan 16 orang di Nunukan. Dengan begitu, yang dinyatakan sembuh menjadi 1.710 orang.

“Dengan kondisi yang seperti ini, kami dari Satgas masih terus berupaya untuk melakukan tindakan-tindakan pencegahan dan pengobatan terhadap mereka yang terpapar virus ini,” pungkasnya.

 

‘TEMBUS’ JERUJI LAPAS

Tiga warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan terkonfirmasi positif Covid-19. Ketiganya masuk di dalam daftar tambahan pasien positif sebanyak 101 orang, Minggu (20/12).

Hal tersebut juga dibenarkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M. Kes.

“Benar (ada tambahan positif dari warga binaan Lapas Kelas II-A Tarakan),” jawabnya singkat saat dikonfirmasi via WhatsApp, Minggu (20/12) sore.

Namun sebelum itu, dr. Devi merilis tambahan 101 orang terkonfirmasi kasus positif. 101 orang tambahan tersebut terdiri dari pelaku perjalanan dan kontak erat.

Dengan tambahan tersebut, jumlah kumulatif kasus konfirmasi di Tarakan mencapai 1.606 orang. Selain tambahan pasien positif yang sangat signifikan, juga disusul tambahan 30 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sedangkan pasien positif Covid-19 yang masih dalam perawatan dan pemantauan sebanyak 756 orang. “Sehingga total pasien yang sembuh sebanyak 832 orang,” katanya.

Di hari yang sama juga bertambah pasien positif yang meninggal dunia. Yakni kasus ke-1.217 YK, seorang perempuan berusia 49 tahun, warga RT 02, Kelurahan Karang Anyar. Sehingga total pasien positif yang meninggal dunia mencapai 18 orang. “Masuk ke rumah sakit tanggal 9 Desember, dan meninggal dunia tanggal 19 Desember. Sebelumnya sudah terkonfirmasi, dan ada komorbid yaitu tekanan darah tinggi,” bebernya.

Terkait warga binaan yang terkonfirmasi positif Covid-19 juga dibenarkan oleh Kepala Lapas Kelas II-A Tarakan, Yosef Yambise. Dia mengatakan sebanyak 3 orang warga binaan yang terkonfirmasi positif, Minggu (20/12).

Seorang di antaranya memiliki komorbid dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan. Sedangkan dua lainnya positif tanpa gejala, dirawat di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT). “Tiga orang yang positif,” terangnya saat dihubungi via telepon.

Baca Juga :  Disdikbud Investigasi Aktor Video Perundungan

Sebelumnya pemeriksaan rapid test, Lapas Kelas II-A Tarakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, sebagai upaya penanggulangan Covid-19. “Kalau ada yang bergejala kita rapid test, kalau reaktif langsung isolasi di kamarnya jadi tidak bergaul (kontak) dengan yang lainnya,” lanjutnya.

Lapas Kelas II-A Tarakan meniadakan jam besuk sekitar Februari lalu. Lantas darimanakah asal penyebaran Covid-19 hingga merambah ke Lapas?

Dia mengatakan sejauh ini Lapas Kelas II-A Tarakan sudah menekankan penerapan protokol kesehatan di lingkungan Lapas. Termasuk barang titipan dari keluarga warga binaan, disemprot disinfektan sebelum diterima. “Kalau kunjungan sudah tidak ada sejak Februari, tapi barang titipan masih masuk. Ini juga rawan, walaupun sudah sesuai protokol kesehatan. Pegawai juga keluar-masuk, walaupun dia tidak terkonfirmasi, tapi kami tidak tahu kalau sudah ada virus. Tapi sejak dulu kami sudah penguatan protokol kesehatan,” jelasnya.

Bentuk penanggulangan lainnya, Lapas Kelas II-A Tarakan juga memberikan vitamin, memberikan kesempatan bagi warha binaan untuk berjemur dan olahraga setiap Selasa dan Jumat. Juga tetap menerapkan pemakaian masker di dalam Lapas, serta setiap hari dilakukan penyemprotan ruangan dengan disinfektan.

“Over kapasitas juga, penghuni Lapas sudah 1.081 orang dari daya tampung 400-an orang. Kami juga masih menerima dari Polres Tarakan dan Malinau, tapi ruangan terbatas. Cukup untuk 10 orang, tapi kalau dipaksakan bisa sampai 15 orang,” bebernya.

Dengan adanya warga binaan yang terkonfirmasi positif ini, menjadi catatan khusus bagi Lapas untuk meningkatkan penanggulangan Covid-19 ke depan.

Langkah-langkah pencegahan Covid-19 lebih ditingkatkan, yang saat ini tenaga medis di Lapas yang hanya berjumlah satu orang, sudah suagaselama 24 jam. Lapas juga tetap berkoordinasi dengan Dinkes Tarakan dan pihak rumah sakit seperti RSUD Tarakan dan RSUKT. “Kita menyemprot ruangan hampir setiap hari, karena lebih baik antisipasi. Dengan adanya yang positif ini, kita berusaha menenangkan warga dan keluarga, kita tetap melakukan pencegahan,” tutupnya. (iwk/*/one/lim)

SEPEKAN terakhir ini, paparan virus corona atau Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) semakin tak terbendung. Setiap harinya, tambahan kasus konfirmasi positif baru terbilang tinggi.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kaltara pada Minggu (20/12), tercatat tambahan 146 kasus konfirmasi positif baru, yang terdiri dari 101 kasus di Tarakan, 14 kasus di Nunukan, dan 31 kasus di Bulungan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, 101 kasus tambahan di Tarakan itu meliputi kasus transmisi lokal, kontak erat, transmisi lokal/suspek, dan pelaku perjalanan. 

“Sedangkan yang 14 kasus di Nunukan itu terdiri dari kontak erat, transmisi lokal/suspek, dan pelaku perjalanan dari Samarinda,” ujarnya kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi.

Sedangkan yang 31 kasus di Bulungan itu meliputi transmisi lokal, kontak erat, dan transmisi lokal/suspek. Dengan bertambahnya 146 kasus konfirmasi positif baru itu, maka total yang terkonfirmasi positif di Kaltara naik menjadi 2.841 kasus.

Dijelaskannya, dari sejumlah yang terkonfirmasi positif ini, sebagian bergejala dan sebagian ditetapkan sebagai orang tanpa gejala (OTG). Untuk yang OTG murni diperbolehkan isolasi mandiri dengan pengawasan. Karena tempat karantina khusus di Tarakan tidak ada.

“Untuk yang transmisi lokal ini ditetapkan jika dalam waktu 14 hari sebelum dinyatakan positif tidak ada riwayat bepergian dan tidak ada riwayat kontak erat. Artinya, penularannya tidak diketahui dari mana atau dari siapa,” tuturnya.

Sementara yang masih dirawat di Kaltara hingga kemarin berjumlah 1.096 orang, dengan sebaran terbanyak di Tarakan yang berjumlah 754 orang, lalu Bulungan 172 orang, kemudian Nunukan 79 orang, berikutnya di Malinau 62 orang, dan yang terakhir di Tana Tidung sebanyak 29 orang.

Selain itu, Sabtu (19/12) juga tercatat ada tambahan satu pasien konfirmasi positif di Tarakan yang meninggal dunia dengan inisial YK (49), seorang perempuan yang hasil pemeriksaannya ditemukan ada pneumonia EC Covid-19 dan penyakit penyerta hipertensi. “Yang bersangkutan merupakan pelaku perjalanan dari Surabaya,” tuturnya.

Dengan bertambahnya satu pasien meninggal dunia itu, maka total yang meninggal dunia di provinsi ke-34 ini menjadi 35 orang, dengan rincian 18 orang di Tarakan, 3 orang di Nunukan, dan 14 orang di Bulungan.

Baca Juga :  Kebun di Bumi yang Belum Jadi

Sementara yang dinyatakan sembuh bertambah 46 orang dengan rincian 30 orang di Tarakan dan 16 orang di Nunukan. Dengan begitu, yang dinyatakan sembuh menjadi 1.710 orang.

“Dengan kondisi yang seperti ini, kami dari Satgas masih terus berupaya untuk melakukan tindakan-tindakan pencegahan dan pengobatan terhadap mereka yang terpapar virus ini,” pungkasnya.

 

‘TEMBUS’ JERUJI LAPAS

Tiga warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan terkonfirmasi positif Covid-19. Ketiganya masuk di dalam daftar tambahan pasien positif sebanyak 101 orang, Minggu (20/12).

Hal tersebut juga dibenarkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M. Kes.

“Benar (ada tambahan positif dari warga binaan Lapas Kelas II-A Tarakan),” jawabnya singkat saat dikonfirmasi via WhatsApp, Minggu (20/12) sore.

Namun sebelum itu, dr. Devi merilis tambahan 101 orang terkonfirmasi kasus positif. 101 orang tambahan tersebut terdiri dari pelaku perjalanan dan kontak erat.

Dengan tambahan tersebut, jumlah kumulatif kasus konfirmasi di Tarakan mencapai 1.606 orang. Selain tambahan pasien positif yang sangat signifikan, juga disusul tambahan 30 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sedangkan pasien positif Covid-19 yang masih dalam perawatan dan pemantauan sebanyak 756 orang. “Sehingga total pasien yang sembuh sebanyak 832 orang,” katanya.

Di hari yang sama juga bertambah pasien positif yang meninggal dunia. Yakni kasus ke-1.217 YK, seorang perempuan berusia 49 tahun, warga RT 02, Kelurahan Karang Anyar. Sehingga total pasien positif yang meninggal dunia mencapai 18 orang. “Masuk ke rumah sakit tanggal 9 Desember, dan meninggal dunia tanggal 19 Desember. Sebelumnya sudah terkonfirmasi, dan ada komorbid yaitu tekanan darah tinggi,” bebernya.

Terkait warga binaan yang terkonfirmasi positif Covid-19 juga dibenarkan oleh Kepala Lapas Kelas II-A Tarakan, Yosef Yambise. Dia mengatakan sebanyak 3 orang warga binaan yang terkonfirmasi positif, Minggu (20/12).

Seorang di antaranya memiliki komorbid dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan. Sedangkan dua lainnya positif tanpa gejala, dirawat di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT). “Tiga orang yang positif,” terangnya saat dihubungi via telepon.

Baca Juga :  FKUB Kerap Disamakan dengan Ormas

Sebelumnya pemeriksaan rapid test, Lapas Kelas II-A Tarakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, sebagai upaya penanggulangan Covid-19. “Kalau ada yang bergejala kita rapid test, kalau reaktif langsung isolasi di kamarnya jadi tidak bergaul (kontak) dengan yang lainnya,” lanjutnya.

Lapas Kelas II-A Tarakan meniadakan jam besuk sekitar Februari lalu. Lantas darimanakah asal penyebaran Covid-19 hingga merambah ke Lapas?

Dia mengatakan sejauh ini Lapas Kelas II-A Tarakan sudah menekankan penerapan protokol kesehatan di lingkungan Lapas. Termasuk barang titipan dari keluarga warga binaan, disemprot disinfektan sebelum diterima. “Kalau kunjungan sudah tidak ada sejak Februari, tapi barang titipan masih masuk. Ini juga rawan, walaupun sudah sesuai protokol kesehatan. Pegawai juga keluar-masuk, walaupun dia tidak terkonfirmasi, tapi kami tidak tahu kalau sudah ada virus. Tapi sejak dulu kami sudah penguatan protokol kesehatan,” jelasnya.

Bentuk penanggulangan lainnya, Lapas Kelas II-A Tarakan juga memberikan vitamin, memberikan kesempatan bagi warha binaan untuk berjemur dan olahraga setiap Selasa dan Jumat. Juga tetap menerapkan pemakaian masker di dalam Lapas, serta setiap hari dilakukan penyemprotan ruangan dengan disinfektan.

“Over kapasitas juga, penghuni Lapas sudah 1.081 orang dari daya tampung 400-an orang. Kami juga masih menerima dari Polres Tarakan dan Malinau, tapi ruangan terbatas. Cukup untuk 10 orang, tapi kalau dipaksakan bisa sampai 15 orang,” bebernya.

Dengan adanya warga binaan yang terkonfirmasi positif ini, menjadi catatan khusus bagi Lapas untuk meningkatkan penanggulangan Covid-19 ke depan.

Langkah-langkah pencegahan Covid-19 lebih ditingkatkan, yang saat ini tenaga medis di Lapas yang hanya berjumlah satu orang, sudah suagaselama 24 jam. Lapas juga tetap berkoordinasi dengan Dinkes Tarakan dan pihak rumah sakit seperti RSUD Tarakan dan RSUKT. “Kita menyemprot ruangan hampir setiap hari, karena lebih baik antisipasi. Dengan adanya yang positif ini, kita berusaha menenangkan warga dan keluarga, kita tetap melakukan pencegahan,” tutupnya. (iwk/*/one/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/