alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Semua Menerima, Tak Ada Gugatan Hasil Pilgub Kaltara

TARAKAN – Usai pleno hasil rekapitulasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara) 2020 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara, hampir dipastikan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara nomor urut 3, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, – Dr. Yansen TP, M.Si, melenggang sempurna sebagai pemenang.

Dua pasangan calon lainnya, masing-masing H. Udin Hianggio – Dr. H. Undunsyah (U2OK) dan Dr. H. Irianto Lambrie – H. Irwan Sabri, S.E, (Iraw) hampir dipastikan tak mengajukan gugatan sengketa hasil Pilgub ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Salah satu anggota Tim Pemenangan U2OK, Yulius Dinandus mengatakan, H+1 pencoblosan atau pada Kamis 10 Desember 2020, H. Udin Hianggio telah menyampaikan jika legawa menerima apa pun hasil Pilgub.

“Kami belum bicara sebagai tim. Sebagai pribadi, saya menyatakan sikap, kita legawa terima, soal pesan kepada masyarakat kita harus bersatu, tidak ada lagi nomor 1, 2 dan 3. Siapa pun yang terpilih adalah gubernur kita,” ujar Yulius.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Tarakan ini mengaku jika selisih suara yang cukup jauh enggak memungkinkan untuk mengajukan gugatan ke MK. “Terkecuali ada pelanggaran sifatnya tata usaha negara. Kita terima, kita doakan saja yang terpilih, yang terpenting menjalankan programnya untuk rakyat,” imbuhnya.

Yulius juga mengungkap jika pihaknya akan senantiasa memberi sumbang saran dalam kepemimpinan Zainal-Yansen nanti. “Yang terpilih adalah gubernur kita, kita juga dijamin UU untuk memberikan sumbang saran kepada pemimpin kita. Itu juga harus kita jalani. Bukan lawan, dalam kontestasi kemarin kan, hanya kompetitor,” ujarnya lagi.

Ia pun mengisyaratkan akan ada pertemuan di internal U2OK. “Pak Wagub (Udin) kan sudah menjalankan tugasnya kembali. Pak Udin juga sudah menyampaikan tanggapannya akan hasil pemilu. Pak Zainal juga sudah bertemu dengan Pak Udin,” imbuhnya.

Juru Bicara Iraw, Ricky Valentino, S.Pt, M.Ikom, juga menyampaikan pihaknya mengikuti seluruh prosedur yang ada. “Adapun hasilnya memang agak jauh 9-10 persen selisihnya. Kemungkinan kami tak akan memasukkan gugatan yang berhubungan dengan hasil. Dan itu enggak memungkinkan dimasukkan ke MK, karena MK mensyaratkan di bawah 2 persen. Masing-masing kabupaten/kota juga kami sudah tahu. Kami menerima hasil pleno KPU,” ujar Ricky.

Baca Juga :  Timur Tengah Tertarik dengan Bandeng Kaltara

Sikap itu, kata dia, merupakan sikap dari Irianto-Irwan secara pribadi. “Saya bersama beliau (Irianto), menunggu dan menghargai pleno KPU. Apa pun hasilnya, jika suara itu tidak berselisih di bawah 2 persen, maka kami tak akan mengajukan gugatan. Pak Gub (Irianto), dan Pak Irwan menerima hasil dari KPU,” tukasnya lagi.

Menurut Ricky, secara keseluruhan penyelenggaran Pilgub berjalan dengan baik. Hanya, ia meninggalkan satu catatan menyangkut dugaan pelanggaran yang dilaporkan pihaknya.

“Catatan dalam penyelenggaraan, mungkin kemarin ada beberapa kasus yang secara tidak langsung merugikan Iraw, kami juga punya laporan ke Bawaslu, tapi secara umum, kami menghargai penyelenggaraan. Ini kan bukan pelanggaran penyelenggara, tapi dari oknum lain. Apa pun hasilnya, KPU sudah menjalankan proses pilkada dengan aman dan damai, tanpa ada kerusuhan. Apalagi ini di tengah pandemi Covid-19. Iraw mengevaluasi internal tim setelah berbulan-bulan mengawal,” imbuhnya.

Ricky menyebut secara struktural tim Iraw berakhir mengikuti proses tahapan yang dijalankan KPU. “Tim Iraw secara struktural, pasca kita merasa jauh selisih, atau sepakat kalah, yang di bawah sudah menyatakan diri, menyampaikan terima kasih, dan memberi pesan untuk bersama mengevaluasi diri. Tidak langsung membubarkan diri. Struktur itu berakhir juga dengan adanya proses di KPU,” jelasnya.

Seperti diketahui, Irwan untuk sementara waktu masih fokus pada usahanya. Ia juga belum berfikir untuk bergabung dengan partai politik mana pun setelah tak lagi di Partai Demokrat. “Kan belum ada momentum politik 3 tahun ke depan. Belum sampai berfikir ke parpol mana. Pak Irianto secara substansi setelah mengakhiri masa jabatan sebagai gubernur pertama Kaltara, akan fokus mengurusi cucu, keluarga. Di kepartaian, sampai hari ini belum ada. Agenda untuk bergabung dengan parpol belum ada. Tapi, hubungan dengan parpol harus terjaga,” pungkasnya.

 

ZIYAP UNGGUL 35.810 SUARA

Baca Juga :  Lebih Banyak Menghabiskan Hari-Harinya di Rumah Sakit

KPU Kaltara menuntaskan rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara Pilgub Kaltara 2020, kemarin (18/12). Hasilnya, pasangan Cagub-Cawagub Katara nomor urut 3, Zainal-Yansen (Ziyap) unggul. Khususnya di tiga wilayah, Tarakan, Bulungan dan Malinau. Sementara pasangan Cagub-Cawagub Kaltara nomor urut 1, Udin-Undunsyah (U2OK) unggul di Tana Tidung dan pasangan Cagub-Cawagub Kaltara nomor urut 2, Irianto-Irwan (Iraw) unggul di Nunukan.

Dari 424.221 pemilih, U2OK meraih 62.143 suara, Iraw 109.968 suara dan Ziyap 145.778 suara (selengkapnya grafis). “Kami ucapkan apresiasi ke semua pihak, hari ini membuktikan komitmen paslon mengikuti tahapan hingga selesai. Seluruh saksi hadir dan bertandatangan,” ucap Ketua KPU Kaltara, Suryanata Al-Islami, (18/12).

Dijelaskan, setelah tahapan rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara Pilgub Kaltara 2020, para paslon memiliki waktu selama 3 hari untuk mengajukan pendaftaran gugatan ke MK. Setelah itu, menunggu buku registrasi perkara konstitusi (BRPK) di MK. Ditanya terkait adanya paslon yang berkomunikasi ke KPU Kaltara untuk mengajukan ke MK? Ia mengaku sejauh ini belum ada. Namun, KPU Kaltara tetap menunggu selama waktu yang ditentukan.

“Secara prinsip alhamdulillah berjalan lancar. Tidak ada perbedaan data yang dimiliki paslon berdasarkan rekapitulasi tingkat kabupaten-kota dengan yang dipresentasikan hari ini. Sesungguhnya, pilkada serentak di Kaltara pemilihan yang hebat. Karena paslon mempercayakan dan saling menyapa pasca pemilihan,” jelasnya.

Pilkada yang dilaksanakan pada 9 Desember lalu di Kaltara dari data sementara mencatatkan Tana Tidung sebagai daerah paling tinggi partisipasi pemilih sebesar 98,19 persen, disusul Malinau sebesar 85,78 persen, kemudian Nunukan 81,49 persen, Bulungan 75,8 persen dan Tarakan 68,7 persen.

“Tingkat partisipasi di Kaltara berdasarkan laporan sementara 75,52 persen. Hasil pastinya nanti kita lihat hasil rekap,” sebutnya.

Ia kepada semua pihak agar kembali merawat kebersamaan dan menyudahi segala perbedaan pilihan pada kontestasi Pilkada 2020. “Hentikan semua bentuk ujaran-ujaran yang tidak produktif di media sosial. Mari kita bersama merekatkan silaturahmi dan menguatkan sinergitas sesama warga bangsa di Provinsi Kalimantan Utara,” pesannya. (akz/lim)

 

TARAKAN – Usai pleno hasil rekapitulasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara) 2020 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara, hampir dipastikan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara nomor urut 3, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, – Dr. Yansen TP, M.Si, melenggang sempurna sebagai pemenang.

Dua pasangan calon lainnya, masing-masing H. Udin Hianggio – Dr. H. Undunsyah (U2OK) dan Dr. H. Irianto Lambrie – H. Irwan Sabri, S.E, (Iraw) hampir dipastikan tak mengajukan gugatan sengketa hasil Pilgub ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Salah satu anggota Tim Pemenangan U2OK, Yulius Dinandus mengatakan, H+1 pencoblosan atau pada Kamis 10 Desember 2020, H. Udin Hianggio telah menyampaikan jika legawa menerima apa pun hasil Pilgub.

“Kami belum bicara sebagai tim. Sebagai pribadi, saya menyatakan sikap, kita legawa terima, soal pesan kepada masyarakat kita harus bersatu, tidak ada lagi nomor 1, 2 dan 3. Siapa pun yang terpilih adalah gubernur kita,” ujar Yulius.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Tarakan ini mengaku jika selisih suara yang cukup jauh enggak memungkinkan untuk mengajukan gugatan ke MK. “Terkecuali ada pelanggaran sifatnya tata usaha negara. Kita terima, kita doakan saja yang terpilih, yang terpenting menjalankan programnya untuk rakyat,” imbuhnya.

Yulius juga mengungkap jika pihaknya akan senantiasa memberi sumbang saran dalam kepemimpinan Zainal-Yansen nanti. “Yang terpilih adalah gubernur kita, kita juga dijamin UU untuk memberikan sumbang saran kepada pemimpin kita. Itu juga harus kita jalani. Bukan lawan, dalam kontestasi kemarin kan, hanya kompetitor,” ujarnya lagi.

Ia pun mengisyaratkan akan ada pertemuan di internal U2OK. “Pak Wagub (Udin) kan sudah menjalankan tugasnya kembali. Pak Udin juga sudah menyampaikan tanggapannya akan hasil pemilu. Pak Zainal juga sudah bertemu dengan Pak Udin,” imbuhnya.

Juru Bicara Iraw, Ricky Valentino, S.Pt, M.Ikom, juga menyampaikan pihaknya mengikuti seluruh prosedur yang ada. “Adapun hasilnya memang agak jauh 9-10 persen selisihnya. Kemungkinan kami tak akan memasukkan gugatan yang berhubungan dengan hasil. Dan itu enggak memungkinkan dimasukkan ke MK, karena MK mensyaratkan di bawah 2 persen. Masing-masing kabupaten/kota juga kami sudah tahu. Kami menerima hasil pleno KPU,” ujar Ricky.

Baca Juga :  Polda Cek Kepemilikan Senjata Api HSB

Sikap itu, kata dia, merupakan sikap dari Irianto-Irwan secara pribadi. “Saya bersama beliau (Irianto), menunggu dan menghargai pleno KPU. Apa pun hasilnya, jika suara itu tidak berselisih di bawah 2 persen, maka kami tak akan mengajukan gugatan. Pak Gub (Irianto), dan Pak Irwan menerima hasil dari KPU,” tukasnya lagi.

Menurut Ricky, secara keseluruhan penyelenggaran Pilgub berjalan dengan baik. Hanya, ia meninggalkan satu catatan menyangkut dugaan pelanggaran yang dilaporkan pihaknya.

“Catatan dalam penyelenggaraan, mungkin kemarin ada beberapa kasus yang secara tidak langsung merugikan Iraw, kami juga punya laporan ke Bawaslu, tapi secara umum, kami menghargai penyelenggaraan. Ini kan bukan pelanggaran penyelenggara, tapi dari oknum lain. Apa pun hasilnya, KPU sudah menjalankan proses pilkada dengan aman dan damai, tanpa ada kerusuhan. Apalagi ini di tengah pandemi Covid-19. Iraw mengevaluasi internal tim setelah berbulan-bulan mengawal,” imbuhnya.

Ricky menyebut secara struktural tim Iraw berakhir mengikuti proses tahapan yang dijalankan KPU. “Tim Iraw secara struktural, pasca kita merasa jauh selisih, atau sepakat kalah, yang di bawah sudah menyatakan diri, menyampaikan terima kasih, dan memberi pesan untuk bersama mengevaluasi diri. Tidak langsung membubarkan diri. Struktur itu berakhir juga dengan adanya proses di KPU,” jelasnya.

Seperti diketahui, Irwan untuk sementara waktu masih fokus pada usahanya. Ia juga belum berfikir untuk bergabung dengan partai politik mana pun setelah tak lagi di Partai Demokrat. “Kan belum ada momentum politik 3 tahun ke depan. Belum sampai berfikir ke parpol mana. Pak Irianto secara substansi setelah mengakhiri masa jabatan sebagai gubernur pertama Kaltara, akan fokus mengurusi cucu, keluarga. Di kepartaian, sampai hari ini belum ada. Agenda untuk bergabung dengan parpol belum ada. Tapi, hubungan dengan parpol harus terjaga,” pungkasnya.

 

ZIYAP UNGGUL 35.810 SUARA

Baca Juga :  Giliran Mabes Polri Selidiki

KPU Kaltara menuntaskan rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara Pilgub Kaltara 2020, kemarin (18/12). Hasilnya, pasangan Cagub-Cawagub Katara nomor urut 3, Zainal-Yansen (Ziyap) unggul. Khususnya di tiga wilayah, Tarakan, Bulungan dan Malinau. Sementara pasangan Cagub-Cawagub Kaltara nomor urut 1, Udin-Undunsyah (U2OK) unggul di Tana Tidung dan pasangan Cagub-Cawagub Kaltara nomor urut 2, Irianto-Irwan (Iraw) unggul di Nunukan.

Dari 424.221 pemilih, U2OK meraih 62.143 suara, Iraw 109.968 suara dan Ziyap 145.778 suara (selengkapnya grafis). “Kami ucapkan apresiasi ke semua pihak, hari ini membuktikan komitmen paslon mengikuti tahapan hingga selesai. Seluruh saksi hadir dan bertandatangan,” ucap Ketua KPU Kaltara, Suryanata Al-Islami, (18/12).

Dijelaskan, setelah tahapan rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara Pilgub Kaltara 2020, para paslon memiliki waktu selama 3 hari untuk mengajukan pendaftaran gugatan ke MK. Setelah itu, menunggu buku registrasi perkara konstitusi (BRPK) di MK. Ditanya terkait adanya paslon yang berkomunikasi ke KPU Kaltara untuk mengajukan ke MK? Ia mengaku sejauh ini belum ada. Namun, KPU Kaltara tetap menunggu selama waktu yang ditentukan.

“Secara prinsip alhamdulillah berjalan lancar. Tidak ada perbedaan data yang dimiliki paslon berdasarkan rekapitulasi tingkat kabupaten-kota dengan yang dipresentasikan hari ini. Sesungguhnya, pilkada serentak di Kaltara pemilihan yang hebat. Karena paslon mempercayakan dan saling menyapa pasca pemilihan,” jelasnya.

Pilkada yang dilaksanakan pada 9 Desember lalu di Kaltara dari data sementara mencatatkan Tana Tidung sebagai daerah paling tinggi partisipasi pemilih sebesar 98,19 persen, disusul Malinau sebesar 85,78 persen, kemudian Nunukan 81,49 persen, Bulungan 75,8 persen dan Tarakan 68,7 persen.

“Tingkat partisipasi di Kaltara berdasarkan laporan sementara 75,52 persen. Hasil pastinya nanti kita lihat hasil rekap,” sebutnya.

Ia kepada semua pihak agar kembali merawat kebersamaan dan menyudahi segala perbedaan pilihan pada kontestasi Pilkada 2020. “Hentikan semua bentuk ujaran-ujaran yang tidak produktif di media sosial. Mari kita bersama merekatkan silaturahmi dan menguatkan sinergitas sesama warga bangsa di Provinsi Kalimantan Utara,” pesannya. (akz/lim)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/