alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Kaltara Raih Penghargaan IGA 2020

JAKARTA – Sebanyak 21 provinsi di Indonesia menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penghargaan tersebut bertajuk Innovative Government Award (IGA) 2020 yang digelar di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jumat (18/12). “Alhamdulillah Kaltara terima penghargaan lagi. Menjadi salah satu Provinsi Sangat Inovatif yang digelar oleh Kemendagri,” kata Gubernur Kaltara, Dr. H. Irianto Lambrie.

IGA 2020 merupakan upaya untuk merangsang pemerintah daerah agar terus berinovasi dengan meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerahnya. Dengan begitu, daerah mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat. “Yakni melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan perannya, serta peningkatan daya saing daerah,” kata Irianto.

Dengan mendapatkan kembali penghargaan IGA 2020, Pemprov Kaltara akan mendapatkan dana insentif daerah (DID). Sedangkan besarannya akan dihitung oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). “Terima kasih kepada jajaran aparatur sipil negara (ASN) Kaltara yang telah bekerja luar biasa dengan inovasi yang dimiliki,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan ini merupakan bagian dari kewajiban pemerintah untuk mengembangkan invensi dan inovasi. Pemerintah pusat dan daerah wajib menggunakan hasil invensi dan inovasi nasional dalam melakukan pembangunan. Ini seperti diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sisnas Iptek.

Baca Juga :  Inspirasi ‘Dokter Darman’ sejak di Bangku Sekolah Dasar

Dikatakannya, inovasi daerah adalah cikal bakal bakal menuju daya saing daerah, yang terakumulasi menjadi daya saing nasional. Tingkat partispasi daerah pada kegiatan adalah sebesar 89,3 persen atau diikuti 484 daerah (34 pemprov, 360 pemkab dan 90 pemkot). Jumlah inovasi terlaporkan sebanyak 14.897 atau meningkat 85 persen dari tahun 2019 lalu yakni 8.014 inovasi. Secara lengkap, hasil penilaiannya adalah 195 pemda mendapat predikat ‘sangat inovatif’ terdiri dari 21 provinsi, 131 kabupaten dan 43 kota. Selanjutnya 44 pemda kategori ‘inovatif’ terdiri dari 3 provinsi, 30 kabupaten dan 11 kota, 245 pemda ‘kurang inovatif’ terdiri dari 10 provinsi, 199 kabupaten dan 36 kota, serta 58 pemda dinyatakan disclaimer atau tidak dapat dinilai karena tidak melaporkan inovasinya sebanyak 55 kabupaten dan 3 kota.

Kepala Badan Litbang pada Kemendagri, Agus Fatoni pada sambutan juga menjabarkan secara detail beberapa tahapan penilaian mulai inputing data, penjaringan, pengisian online, hingga validasi yang berlangsung pada 22 September-21 Oktober 2020, berikut dengan jumlah penerima penghargaan dari beberapa kategori.

Baca Juga :  Hujan Dua Hari, Belum Tentu Mengalir

Agus menuturkan jika tingkat partispasi daerah pada kegiatan adalah sebesar 89,3 persen atau diikuti 484 daerah (34 pemprov, 360 pemkab dan 90 pemkot). Jumlah inovasi terlaporkan sebanyak 14.897 atau meningkat 85 persen dari tahun 2019 lalu yakni 8.014 inovasi. Secara lengkap, hasil penilaiannya adalah 195 pemda mendapat predikat ‘sangat inovatif’ terdiri dari 21 provinsi, 131 kabupaten dan 43 kota. Selanjutnya 44 pemda kategori ‘inovatif’ terdiri dari 3 provinsi, 30 kabupaten dan 11 kota, 245 pemda ‘kurang inovatif’ terdiri dari 10 provinsi, 199 kabupaten dan 36 kota, serta 58 pemda dinyatakan disclaimer atau tidak dapat dinilai karena tidak melaporkan inovasinya sebanyak 55 kabupaten dan 3 kota.

Anugerah penghargaan provinsi sangat inovatif merupakan penghargaan bergengsi, karena merupakan rangkuman dari seluruh prestasi dan inovasi yang telah mampu dicapai oleh suatu provinsi. (*/lim)

JAKARTA – Sebanyak 21 provinsi di Indonesia menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penghargaan tersebut bertajuk Innovative Government Award (IGA) 2020 yang digelar di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jumat (18/12). “Alhamdulillah Kaltara terima penghargaan lagi. Menjadi salah satu Provinsi Sangat Inovatif yang digelar oleh Kemendagri,” kata Gubernur Kaltara, Dr. H. Irianto Lambrie.

IGA 2020 merupakan upaya untuk merangsang pemerintah daerah agar terus berinovasi dengan meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerahnya. Dengan begitu, daerah mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat. “Yakni melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan perannya, serta peningkatan daya saing daerah,” kata Irianto.

Dengan mendapatkan kembali penghargaan IGA 2020, Pemprov Kaltara akan mendapatkan dana insentif daerah (DID). Sedangkan besarannya akan dihitung oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). “Terima kasih kepada jajaran aparatur sipil negara (ASN) Kaltara yang telah bekerja luar biasa dengan inovasi yang dimiliki,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan ini merupakan bagian dari kewajiban pemerintah untuk mengembangkan invensi dan inovasi. Pemerintah pusat dan daerah wajib menggunakan hasil invensi dan inovasi nasional dalam melakukan pembangunan. Ini seperti diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sisnas Iptek.

Baca Juga :  Pemasangan ATCS Masih Pembahasan

Dikatakannya, inovasi daerah adalah cikal bakal bakal menuju daya saing daerah, yang terakumulasi menjadi daya saing nasional. Tingkat partispasi daerah pada kegiatan adalah sebesar 89,3 persen atau diikuti 484 daerah (34 pemprov, 360 pemkab dan 90 pemkot). Jumlah inovasi terlaporkan sebanyak 14.897 atau meningkat 85 persen dari tahun 2019 lalu yakni 8.014 inovasi. Secara lengkap, hasil penilaiannya adalah 195 pemda mendapat predikat ‘sangat inovatif’ terdiri dari 21 provinsi, 131 kabupaten dan 43 kota. Selanjutnya 44 pemda kategori ‘inovatif’ terdiri dari 3 provinsi, 30 kabupaten dan 11 kota, 245 pemda ‘kurang inovatif’ terdiri dari 10 provinsi, 199 kabupaten dan 36 kota, serta 58 pemda dinyatakan disclaimer atau tidak dapat dinilai karena tidak melaporkan inovasinya sebanyak 55 kabupaten dan 3 kota.

Kepala Badan Litbang pada Kemendagri, Agus Fatoni pada sambutan juga menjabarkan secara detail beberapa tahapan penilaian mulai inputing data, penjaringan, pengisian online, hingga validasi yang berlangsung pada 22 September-21 Oktober 2020, berikut dengan jumlah penerima penghargaan dari beberapa kategori.

Baca Juga :  Usia 5 Tahun ke Atas Wajib Rapid Antigen

Agus menuturkan jika tingkat partispasi daerah pada kegiatan adalah sebesar 89,3 persen atau diikuti 484 daerah (34 pemprov, 360 pemkab dan 90 pemkot). Jumlah inovasi terlaporkan sebanyak 14.897 atau meningkat 85 persen dari tahun 2019 lalu yakni 8.014 inovasi. Secara lengkap, hasil penilaiannya adalah 195 pemda mendapat predikat ‘sangat inovatif’ terdiri dari 21 provinsi, 131 kabupaten dan 43 kota. Selanjutnya 44 pemda kategori ‘inovatif’ terdiri dari 3 provinsi, 30 kabupaten dan 11 kota, 245 pemda ‘kurang inovatif’ terdiri dari 10 provinsi, 199 kabupaten dan 36 kota, serta 58 pemda dinyatakan disclaimer atau tidak dapat dinilai karena tidak melaporkan inovasinya sebanyak 55 kabupaten dan 3 kota.

Anugerah penghargaan provinsi sangat inovatif merupakan penghargaan bergengsi, karena merupakan rangkuman dari seluruh prestasi dan inovasi yang telah mampu dicapai oleh suatu provinsi. (*/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/