alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Sudah Swasembada, tapi Harga Cabai Rawit Semakin Pedas, Ini Penyebabnya

TARAKAN- Harga cabai rawit kian pedas. Hal ini menjadi permasalahan hampir di tiap daerah Indonesia termasuk di Kota Tarakan. Meski sudah swasembada, namun curah hujan yang tinggi membuat hasil panen cabai rawit gagal hingga menyebabkan kelangkaan di pasaran.

Kepada Radar Tarakan, salah satu pedagang cabai rawit di Pasar Tenguyun Tarakan, Maria Sampe menuturkan bahwa harga cabai rawit saat ini Rp 120 ribu per kilogram, modal cabai Rp 100 ribu.Harga normal cabai rawit lokal Rp 35 ribu per kg. Melonjaknya harga cabai rawit dikarenakan stok sedang kosong sejak seminggu lalu.

“Baru-baru ini kosong lagi. Tapi nanti kalau ada lombok dari Sulawesi agak turun lagi harga cabai. Ini Lombok dari Karungan (cabai lokal), kalau dari Sulawesi biasanya agak murah, itu biasa Rp 70 sampai Rp 80 ribu per kilogram,” bebernya.

Baca Juga :  Wali Kota: Alm Puang H. Sani Banyak Berkontribusi

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Peternakan Pertanian Tanaman Pangan (Disnaktan) Kota Tarakan, Elang Buana mengungkapkan bahwa produksi cabai saat ini sedang merosot. Hanya saja, kabar baiknya Tarakan telah menjadi swasembada cabai, yang dapat menghasilkan 15 ton cabai per minggu. Namun kebutuhan cabai di Tarakan mencapai 9 hingga 24 ton per minggu.

“Tapi ini sifatnya fluktuatif,” ujarnya. (*)






Reporter: Yedidah Pakondo

TARAKAN- Harga cabai rawit kian pedas. Hal ini menjadi permasalahan hampir di tiap daerah Indonesia termasuk di Kota Tarakan. Meski sudah swasembada, namun curah hujan yang tinggi membuat hasil panen cabai rawit gagal hingga menyebabkan kelangkaan di pasaran.

Kepada Radar Tarakan, salah satu pedagang cabai rawit di Pasar Tenguyun Tarakan, Maria Sampe menuturkan bahwa harga cabai rawit saat ini Rp 120 ribu per kilogram, modal cabai Rp 100 ribu.Harga normal cabai rawit lokal Rp 35 ribu per kg. Melonjaknya harga cabai rawit dikarenakan stok sedang kosong sejak seminggu lalu.

“Baru-baru ini kosong lagi. Tapi nanti kalau ada lombok dari Sulawesi agak turun lagi harga cabai. Ini Lombok dari Karungan (cabai lokal), kalau dari Sulawesi biasanya agak murah, itu biasa Rp 70 sampai Rp 80 ribu per kilogram,” bebernya.

Baca Juga :  H-1 Lebaran, Harga Cabai Mulai 'Pedas'

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Peternakan Pertanian Tanaman Pangan (Disnaktan) Kota Tarakan, Elang Buana mengungkapkan bahwa produksi cabai saat ini sedang merosot. Hanya saja, kabar baiknya Tarakan telah menjadi swasembada cabai, yang dapat menghasilkan 15 ton cabai per minggu. Namun kebutuhan cabai di Tarakan mencapai 9 hingga 24 ton per minggu.

“Tapi ini sifatnya fluktuatif,” ujarnya. (*)






Reporter: Yedidah Pakondo

Most Read

Artikel Terbaru

/