alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Diduga karena Ini Embung Binalatung Sering Kekurangan Air Baku

TARAKAN – Sering kehabisan air membuat Embung Binalatung diduga mengalami kebocoran.

Hal itu diungkapkan Direktur Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tarakan, Iwan Setiawan, Selasa (19/7). Mantan Politisi PDIP ini menuturkan bahwa kondisi embung saat ini sama persis ketika musim kemarau, sehingga terpaksa ditunda untuk dioperasikan.

“Seperti kemarin, kondisi embung sudah minus 2 meter lebih. Nggak bisa dihisap, karena lubang hisapnya itu nggak bisa hisap air,” ujar Iwan.

Namun, diungkapkan Iwan, pihaknya menduga adanya kebocoran pada Embung Binalatung saat ini, sebab air yang tertampung di embung  dirasa cepat habis melewati waktu yang diprediksikan PDAM.

“Kelihatannya ada yang bocor. Karena kok cepat betul airnya habis? Makanya mau dianalisa apa masalahnya. Padahal kemarin sempat dua minggu kita operasikan. Pas akhir Juni itu sempat mau kering, tapi hujan lagi. Eh sudah setengah bulan, kering lagi,” jelas Iwan. (*)

Baca Juga :  Usulkan Pemasangan PJU





Reporter: Yedidah Pakondo

TARAKAN – Sering kehabisan air membuat Embung Binalatung diduga mengalami kebocoran.

Hal itu diungkapkan Direktur Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tarakan, Iwan Setiawan, Selasa (19/7). Mantan Politisi PDIP ini menuturkan bahwa kondisi embung saat ini sama persis ketika musim kemarau, sehingga terpaksa ditunda untuk dioperasikan.

“Seperti kemarin, kondisi embung sudah minus 2 meter lebih. Nggak bisa dihisap, karena lubang hisapnya itu nggak bisa hisap air,” ujar Iwan.

Namun, diungkapkan Iwan, pihaknya menduga adanya kebocoran pada Embung Binalatung saat ini, sebab air yang tertampung di embung  dirasa cepat habis melewati waktu yang diprediksikan PDAM.

“Kelihatannya ada yang bocor. Karena kok cepat betul airnya habis? Makanya mau dianalisa apa masalahnya. Padahal kemarin sempat dua minggu kita operasikan. Pas akhir Juni itu sempat mau kering, tapi hujan lagi. Eh sudah setengah bulan, kering lagi,” jelas Iwan. (*)

Baca Juga :  Fatwa MUI Pengaruhi Animo Masyarakat





Reporter: Yedidah Pakondo

Most Read

Artikel Terbaru

/