alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

PCR Mobile Ditarget Beroperasi Awal 2021

BERBAGAI upaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) untuk menangani persoalan Covid-19 yang semakin meningkat.

Salah satunya dengan mengadakan polymerase chain reaction (PCR) mobile melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara. Nantinya, PCR mobile akan disiagakan di Tanjung Selor, ibu kota Kaltara.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, saat ini PCR mobile masih dalam proses perakitan. Ini sama dengan laboratorium PCR permanen lainnya. “Bedanya ini paketannya langsung dalam satu kontainer. Kalau jumlahnya sama saja dengan laboratorium lainnya,” ujar Agust kepada Radar Tarakan, Kamis (17/12).

Namun, hal itu tetap tergantung ketersediaannya juga. Jika maksimal, bisa memeriksa sampai 500 sampel per hari. Dengan sumber daya manusia yang menyesuaikan.

Artinya, jika tenaganya lumayan banyak dan bisa diatur shift kerja, itu bisa lebih banyak yang dihasilkan. Tapi, jika tenaganya tidak banyak, maka tentu hasilnya akan menyesuaikan juga.

Hanya, prosesnya sedikit lama itu biasa pada ekstraksi atau proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut yang berbeda. “Nah, itu yang nanti menentukan orang yang mengerjakannya. Sekarang ini masih proses,” sebutnya.

Selain itu, masalah ketersediaan listrik juga menjadi persoalan. Kebutuhan listrik dari PCR mobile lumayan besar. Jika listriknya diambil dari bangunan yang ada di Dinkes Kaltara saat ini, tidak memungkinkan.  “Sepertinya harus dilakukan penambahan daya atau dipasangkan aliran listrik tersendiri,” katanya.

PCR mobile ini dalam bentuk kontainer yang sifatnya setengah permanen. Ditargetkan, awal tahun depan PCR mobile baru akan beroperasi. “Tapi setahu saya penganggarannya itu di tahun 2021. Pastinya kita berharap PCR mobile itu bisa cepat selesai, supaya pemeriksaan sampel di Kaltara bisa bisa lebih maksimal dilakukan,” pungkasnya.

 

VAKSIN USIA 18-59 TAHUN

Presiden Joko Widodo menyebutkan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat akan diberikan secara gratis yang akan dimulai pada Januari 2021. Dirinya menargetkan pemberian vaksin dilakukan kepada satu juta orang setiap bulannya. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara), Usman, S.KM, M.Kes, menjelaskan vaksin yang recananya akan diberikan kemasyarakat tersebut sebagai salah satu penambah daya kebal tubuh. Sejauh ini, vaksin belum didistribusikan ke wilayah Kaltara.

“Kita juga masih menunggu, kalau nanti sudah ada surat rekomendasi dari BPOM, maka vaksin tersebut akan segera didistribusikkan ke wilayah Kaltara, bahkan saat ini pihak pusat juga masih melakukan uji coba seperti yang disampaikan di sejumlah media,” jelasnya.

Sedangkan untuk jumlah alokasi vaksin yang akan di datangkan di Kaltara jumlahnya sekira 400 ribu lebih. Termasuk dalam dua kali pemberian vaksin kepada  masyarakat nantinya. Satu orang akan dilakukan dua kali vaksin dengan interval selama dua minggu. “400 ribu vaksin itu, nanti akan didistribusikan ke seluruh wilayah kabupaten/kota yang ada di Kaltara. Karena untuk sasaran vaksinasi sendiri akan diperuntukkan yang berumur 18 sampai dengan 59 tahun, jadi untuk umur 17 ke bawah dan 60 tahun ke atas, tidak termasuk prioritas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rp 12 M untuk 4 RT di Pesisir

Namun, yang akan pertama diberikan vaksin tersebut yaitu kepada petugas kesehatan, ataupun yang berupa pelayanan publik.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara, dr. Franky Sientoro, Sp.A, menjelaskan uji kelayakan vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat semuanya sudah bagus, bahkan di luar negeri pun sudah mulai digunakan, sehingga bisa dikatakan untuk uji kliniknya sudah bagus, Efektivitasnya bisa mencapai 70 sampai 80 persen ke atas untuk memperkuat kekebalan tubuh agar bisa melawan penyebaran virus Covid-19.

“Untuk penggunaaan vaksin akan dilakukan secara suntik, dan minimal untuk penggunaannya akan dilakukan sebanyak dua kali, sedangkan untuk jarak suntiknya sekitar satu bulan,” jelasnya.

Walaupun, untuk vaksin sendiri pastinya akan memiliki efek samping, tetapi hal itu dilihat lagi apakah berat ataukah ringan. “Kita ketahui bahwa virus corona ini tidak akan musnah, tetapi dengan adanya vaksin bisa menurunkan kemampuan untuk membunuh manusia, setelah adanya pemberian vaksin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, karena saat ini kita tidak memiliki daya tahan tubuh sama sekali untuk menangkal virus corona,” tuturnya.

 

OPERASI LILIN FOKUS CEGAH COVID-19

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), pihak kepolisian akan menggelar Operasi Lilin. Untuk Operasi Lilin tahun ini akan berlangsung pada 21 Desember hingga 4 Januari mendatang. Pihak kepolisian pun mulai mempersiapkan diri menjelang Operasi Lilin yang sudah berlangsung pada pekan depan.

Kapolres Tarakan, AKBP Fillol Praja Arthadira, melalui Kasat Lantas AKP Arofiek Aprilian Riswanto mengungkapkan, untuk Operasi Lilin tahun ini agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain untuk mengamankan perayaan Nataru, juga difokuskan pencegahan Covid-19.

“Kita lebih concern (perhatian) menjaga gereja-gereja persiapan Natal dan pencegahan Covid-19,” ungkapnya.

Kemudian di Operasi Lilin ini juga Satlantas akan lebih gencar melakukan patroli, sambil menggencarkan himbauan kepada pengendara untuk menggunakan masker. Dalam persiapan Operasi Lilin tahun ini, dari Satlantas Polres Tarakan juga akan membuat beberapa pos pelayanan dan pengamanan. Rencananya untuk pos pengamanan akan dibentuk di Pelabuhan Tengkayu II dan Bandara Juwata Tarakan. “Untuk pos pelayanan ada di Pasar Gusher. Kemudian mendekati hari libur maka akan kita bentuk Pantai Amal,” tuturnya.

Baca Juga :  Animo Tinggi, Vaksinasi Melebihi Target

Ditambahkan Arofiek, pencegahan Covid-19 menjadi prioritas utama dalam Operasi Lilin. Maka dari itu, sosialisasi untuk disiplin dalam protokoler kesehatan (prokes) akan terus dilakukan pihaknya. Pihaknya akan berupaya mencegah terjadinya klaster baru pada saat perayaan natal dan tahun baru. “Kalau untuk keramaian di jalanan, maka akan kita bentuk tim urai kemacetan apabila sangat diperlukan,” beber Arofiek.

Pihaknya memastikan tempat keramaian akan menjadi antipasi bagi pihak kepolisian. Semua masyarakat harus dipastikan taat dalam prokes. Terlepas dari itu, ia juga menghimbau kepada semua orang tua untuk tidak sembarangan memberikan kendaraan kepada anak di bawah umur. “Malam tahun baru tidak menggunakan helm dan ugal-ugalan maka akan kami lakukan penindakan. Ini masa masa Covid-19, maka masyarakat harus bisa menghindari kerumunan,” tutupnya.

 

20 RIBU LITER DISINFEKTAN

Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus dilakukan oleh pihak kepolisian. Kemarin (17/12), personel Polres Tarakan menggunakan mobil water cannon melakukan penyemprotan disinfektan. Sejumlah ruas jalan utama menjadi sasaran pihak kepolisian dalam melakukan penyemprotan disinfektan.

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Binmas AKP Subarjo mengatakan, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, lantaran pada pekan ini angka konfirmasi masyarakat terpapar Covid-19 semakin meningkat. “Kami sebetulnya hanya Polres Tarakan saja, namun secara keseluruhan. Jadi memang ada instruksi pencegahan,” katanya.

Dilanjutkan Subarjo, dengan kemampuan terbatas namun pihaknya tetap mengoptimalkan melakukan pencegahan Covid-19. Untuk itu, tempat umum dan jalanan umum menjadi sasaran pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan.

Adapun rute penyemprotan disinfektan dilakukan mulai dari Polres Tarakan menuju ke Jalan Gajah Mada, Jalan Jenderal Sudirman dan kembali ke Jalan Yos Sudarso. Meski hanya menggunakan satu mobil water cannon, namun pihaknya memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan ke depannya. “Jadi satu mobil itu kita punya kapasitas 20 liter cairan disinfektan yang kita semprotkan,” sebutnya.

Tidak hanya upaya yang dilakukan kepolisian, namun pihaknya juga sangat berharap juga terhadap peran masyarakat dalam memutuskan rantai penyebaran. “Itu wajib dilakukan oleh masyarakat. Untuk kegiatan ini, kalau melihat situasi memungkinkan maka akan kita lakukan seminggu sekali,” beber pria berpangkat balok tiga ini.

Kemudian dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran covid-19, berbagai cara sudah dilakukan oleh pihak kepolisian. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran bhabinkamtibmas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap disiplin dalam prokes. “Jadi bhabinkamtibmas di semua keluruhan untuk selalu memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap bahaya dan cara mencegah penyebaran covid-19 ini,” tutup Subarjo. (iwk/agg/zar/lim)

 

BERBAGAI upaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) untuk menangani persoalan Covid-19 yang semakin meningkat.

Salah satunya dengan mengadakan polymerase chain reaction (PCR) mobile melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara. Nantinya, PCR mobile akan disiagakan di Tanjung Selor, ibu kota Kaltara.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, saat ini PCR mobile masih dalam proses perakitan. Ini sama dengan laboratorium PCR permanen lainnya. “Bedanya ini paketannya langsung dalam satu kontainer. Kalau jumlahnya sama saja dengan laboratorium lainnya,” ujar Agust kepada Radar Tarakan, Kamis (17/12).

Namun, hal itu tetap tergantung ketersediaannya juga. Jika maksimal, bisa memeriksa sampai 500 sampel per hari. Dengan sumber daya manusia yang menyesuaikan.

Artinya, jika tenaganya lumayan banyak dan bisa diatur shift kerja, itu bisa lebih banyak yang dihasilkan. Tapi, jika tenaganya tidak banyak, maka tentu hasilnya akan menyesuaikan juga.

Hanya, prosesnya sedikit lama itu biasa pada ekstraksi atau proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut yang berbeda. “Nah, itu yang nanti menentukan orang yang mengerjakannya. Sekarang ini masih proses,” sebutnya.

Selain itu, masalah ketersediaan listrik juga menjadi persoalan. Kebutuhan listrik dari PCR mobile lumayan besar. Jika listriknya diambil dari bangunan yang ada di Dinkes Kaltara saat ini, tidak memungkinkan.  “Sepertinya harus dilakukan penambahan daya atau dipasangkan aliran listrik tersendiri,” katanya.

PCR mobile ini dalam bentuk kontainer yang sifatnya setengah permanen. Ditargetkan, awal tahun depan PCR mobile baru akan beroperasi. “Tapi setahu saya penganggarannya itu di tahun 2021. Pastinya kita berharap PCR mobile itu bisa cepat selesai, supaya pemeriksaan sampel di Kaltara bisa bisa lebih maksimal dilakukan,” pungkasnya.

 

VAKSIN USIA 18-59 TAHUN

Presiden Joko Widodo menyebutkan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat akan diberikan secara gratis yang akan dimulai pada Januari 2021. Dirinya menargetkan pemberian vaksin dilakukan kepada satu juta orang setiap bulannya. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara), Usman, S.KM, M.Kes, menjelaskan vaksin yang recananya akan diberikan kemasyarakat tersebut sebagai salah satu penambah daya kebal tubuh. Sejauh ini, vaksin belum didistribusikan ke wilayah Kaltara.

“Kita juga masih menunggu, kalau nanti sudah ada surat rekomendasi dari BPOM, maka vaksin tersebut akan segera didistribusikkan ke wilayah Kaltara, bahkan saat ini pihak pusat juga masih melakukan uji coba seperti yang disampaikan di sejumlah media,” jelasnya.

Sedangkan untuk jumlah alokasi vaksin yang akan di datangkan di Kaltara jumlahnya sekira 400 ribu lebih. Termasuk dalam dua kali pemberian vaksin kepada  masyarakat nantinya. Satu orang akan dilakukan dua kali vaksin dengan interval selama dua minggu. “400 ribu vaksin itu, nanti akan didistribusikan ke seluruh wilayah kabupaten/kota yang ada di Kaltara. Karena untuk sasaran vaksinasi sendiri akan diperuntukkan yang berumur 18 sampai dengan 59 tahun, jadi untuk umur 17 ke bawah dan 60 tahun ke atas, tidak termasuk prioritas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Animo Tinggi, Vaksinasi Melebihi Target

Namun, yang akan pertama diberikan vaksin tersebut yaitu kepada petugas kesehatan, ataupun yang berupa pelayanan publik.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara, dr. Franky Sientoro, Sp.A, menjelaskan uji kelayakan vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat semuanya sudah bagus, bahkan di luar negeri pun sudah mulai digunakan, sehingga bisa dikatakan untuk uji kliniknya sudah bagus, Efektivitasnya bisa mencapai 70 sampai 80 persen ke atas untuk memperkuat kekebalan tubuh agar bisa melawan penyebaran virus Covid-19.

“Untuk penggunaaan vaksin akan dilakukan secara suntik, dan minimal untuk penggunaannya akan dilakukan sebanyak dua kali, sedangkan untuk jarak suntiknya sekitar satu bulan,” jelasnya.

Walaupun, untuk vaksin sendiri pastinya akan memiliki efek samping, tetapi hal itu dilihat lagi apakah berat ataukah ringan. “Kita ketahui bahwa virus corona ini tidak akan musnah, tetapi dengan adanya vaksin bisa menurunkan kemampuan untuk membunuh manusia, setelah adanya pemberian vaksin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, karena saat ini kita tidak memiliki daya tahan tubuh sama sekali untuk menangkal virus corona,” tuturnya.

 

OPERASI LILIN FOKUS CEGAH COVID-19

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), pihak kepolisian akan menggelar Operasi Lilin. Untuk Operasi Lilin tahun ini akan berlangsung pada 21 Desember hingga 4 Januari mendatang. Pihak kepolisian pun mulai mempersiapkan diri menjelang Operasi Lilin yang sudah berlangsung pada pekan depan.

Kapolres Tarakan, AKBP Fillol Praja Arthadira, melalui Kasat Lantas AKP Arofiek Aprilian Riswanto mengungkapkan, untuk Operasi Lilin tahun ini agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain untuk mengamankan perayaan Nataru, juga difokuskan pencegahan Covid-19.

“Kita lebih concern (perhatian) menjaga gereja-gereja persiapan Natal dan pencegahan Covid-19,” ungkapnya.

Kemudian di Operasi Lilin ini juga Satlantas akan lebih gencar melakukan patroli, sambil menggencarkan himbauan kepada pengendara untuk menggunakan masker. Dalam persiapan Operasi Lilin tahun ini, dari Satlantas Polres Tarakan juga akan membuat beberapa pos pelayanan dan pengamanan. Rencananya untuk pos pengamanan akan dibentuk di Pelabuhan Tengkayu II dan Bandara Juwata Tarakan. “Untuk pos pelayanan ada di Pasar Gusher. Kemudian mendekati hari libur maka akan kita bentuk Pantai Amal,” tuturnya.

Baca Juga :  Masyarakat Harus Ikut Awasi Penyu Hijau

Ditambahkan Arofiek, pencegahan Covid-19 menjadi prioritas utama dalam Operasi Lilin. Maka dari itu, sosialisasi untuk disiplin dalam protokoler kesehatan (prokes) akan terus dilakukan pihaknya. Pihaknya akan berupaya mencegah terjadinya klaster baru pada saat perayaan natal dan tahun baru. “Kalau untuk keramaian di jalanan, maka akan kita bentuk tim urai kemacetan apabila sangat diperlukan,” beber Arofiek.

Pihaknya memastikan tempat keramaian akan menjadi antipasi bagi pihak kepolisian. Semua masyarakat harus dipastikan taat dalam prokes. Terlepas dari itu, ia juga menghimbau kepada semua orang tua untuk tidak sembarangan memberikan kendaraan kepada anak di bawah umur. “Malam tahun baru tidak menggunakan helm dan ugal-ugalan maka akan kami lakukan penindakan. Ini masa masa Covid-19, maka masyarakat harus bisa menghindari kerumunan,” tutupnya.

 

20 RIBU LITER DISINFEKTAN

Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus dilakukan oleh pihak kepolisian. Kemarin (17/12), personel Polres Tarakan menggunakan mobil water cannon melakukan penyemprotan disinfektan. Sejumlah ruas jalan utama menjadi sasaran pihak kepolisian dalam melakukan penyemprotan disinfektan.

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Binmas AKP Subarjo mengatakan, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, lantaran pada pekan ini angka konfirmasi masyarakat terpapar Covid-19 semakin meningkat. “Kami sebetulnya hanya Polres Tarakan saja, namun secara keseluruhan. Jadi memang ada instruksi pencegahan,” katanya.

Dilanjutkan Subarjo, dengan kemampuan terbatas namun pihaknya tetap mengoptimalkan melakukan pencegahan Covid-19. Untuk itu, tempat umum dan jalanan umum menjadi sasaran pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan.

Adapun rute penyemprotan disinfektan dilakukan mulai dari Polres Tarakan menuju ke Jalan Gajah Mada, Jalan Jenderal Sudirman dan kembali ke Jalan Yos Sudarso. Meski hanya menggunakan satu mobil water cannon, namun pihaknya memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan ke depannya. “Jadi satu mobil itu kita punya kapasitas 20 liter cairan disinfektan yang kita semprotkan,” sebutnya.

Tidak hanya upaya yang dilakukan kepolisian, namun pihaknya juga sangat berharap juga terhadap peran masyarakat dalam memutuskan rantai penyebaran. “Itu wajib dilakukan oleh masyarakat. Untuk kegiatan ini, kalau melihat situasi memungkinkan maka akan kita lakukan seminggu sekali,” beber pria berpangkat balok tiga ini.

Kemudian dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran covid-19, berbagai cara sudah dilakukan oleh pihak kepolisian. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran bhabinkamtibmas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap disiplin dalam prokes. “Jadi bhabinkamtibmas di semua keluruhan untuk selalu memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap bahaya dan cara mencegah penyebaran covid-19 ini,” tutup Subarjo. (iwk/agg/zar/lim)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/