alexametrics
26 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

Di Kaltara, Sudah 34 Pasien Covid-19 Meninggal

SATUAN Tugas Penanganan Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) terus melakukan tracing (penelusuran) terhadap kontak erat dan transmisi lokal kasus Covid-19 di provinsi termuda Indonesia ini.

Bahkan, beberapa sampel yang telah diambil dari kontak erat dan transmisi lokal itu kembali dikirimkan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Karena, laboratorium PCR yang ada di Kaltara ini belum bisa menampung sampel dengan jumlah yang cukup banyak.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, dalam sepekan itu pihaknya mengirimkan sampel ke BBLK Surabaya sebanyak tiga kali, dalam hal ini waktu pengirimannya Senin, Rabu dan Jumat. “Sekali kirim itu jumlahnya lumayan besar. Kemarin (Rabu, 16 Desember 2020) itu kita kirim 700 sampel ke sana dan itu masih proses,” ujarnya kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, (17/12).

Hasil pemeriksaan dari BBLK Surabaya, kata dia, kini lebih cepat dibanding sebelumnya.  Jika tak ada masalah, paling dalam dua atau tiga hari sejak sampel dikirim.

Melihat tingginya tambahan kasus yang terjadi belakangan ini, Agust menyebutkan salah satu penyebabnya adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam hal menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. “Seharusnya tidak boleh seperti itu. Karena jika protokol kesehatan itu dipatuhi, maka kemungkinan tertularnya sangat kecil,” tuturnya.

Seperti kegiatan perjalanan dan acara, misalnya. Beberapa kegiatan itu patut diwaspadai guna memutus rantai penularan.

Tambahan se-Kaltara sebanyak 61 kasus, dengan rincian 36 kasus di Tarakan, 15 kasus di Bulungan, 7 kasus di Tana Tidung, 2 kasus di Nunukan, dan 1 kasus di Malinau. “Dari sejumlah kasus ini, ada yang merupakan kontak erat, transmisi lokal/suspek, serta pelaku perjalanan,” katanya.

Dengan tambahan itu, maka total yang terkonfirmasi positif di Kaltara naik menjadi 2.542 kasus. Kemudian yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 1.524 orang setelah bertambah 24 orang yang sembuh di Tarakan kemarin.

Tak hanya itu, kemarin juga ada tambahan satu pasien Covid-19 meninggal dunia di Tarakan yang berinisial M (64) perempuan dengan hasil pemeriksaan ditemukan pnuemonia EC Covid-19 dengan penyakit penyerta penyakit jantung. Sehingga total yang meninggal di Kaltara menjadi 34 orang.

Dengan begitu, total pasien yang masih dirawat sebanyak 984 orang, dengan rincian 639 orang di Tarakan, 61 orang di Malinau, 54 orang di Nunukan, 27 orang di Tana Tidung, dan 203 orang di Bulungan.

 

SUDAH 17 MENINGGAL DI TARAKAN

Bertambah lagi satu pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia, Kamis (17/12). Sehingga total pasien positif meninggal di Tarakan sebanyak 17 orang.

Diketahui pasien positif yang meninggal tersebut pasien ke-1.442, seorang wanita yang berinisial M. Yang bersangkutan berusia 64 tahun, dan merupakan warga RT 13, Kelurahan Gunung Lingkas.

Sebelumnya M masuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan pada 14 Desember, Senin lalu. Dengan keluhan demam yang sudah berlangsung selama tujuh hari, dan mual sejak 3 hari lalu.

“Keluhannya sudah seminggu di rumah, kemudian ke RSUD Tarakan karena ada sesaknya,” terang dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, selaku juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan.

Dari diagnosa dokter, di paru-paru M menunjukkan adanya pneumonia. Yang kemudian terkonfirmasi positif Covid-19 pada 15 Desember. Namun baru dirawat selama tiga hari, M menghembuskan napas terakhir dengan riwayat penyakit yang memperberat kondisinya.

“Selain demam, sesak napas, ada juga penyakit penyerta yaitu jantung, kolesterol dan asam urat,” bebernya.

Sehingga total pasien positif yang meninggal dunia di Tarakan sebanyak 17 orang. Bertambah juga 36 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Yakni kasus ke-1.407 R (26) merupakan pelaku perjalanan. Kasus ke- 1.408 TBM (34) warga RT 02, Kelurahan Juata Permai. Kasus ke-1.409 AR (34) merupakan pelaku perjalanan.

Baca Juga :  Vaksin Tahap I untuk 4.949 Nakes

Kasus ke-1.410 JE (51) warga RT 02, Kelurahan Kampung Satu Skip. Kasus ke-1.411 K (35) merupakan pelaku perjalanan. Kasus ke-1.412 MT (26) warga RT 04, Kelurahan Mamburungan. Kasus ke-1.413 S (44) merupakan  pelaku perjalanan.

Kasus ke-1.414 DR (26) warga RT 15, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-1.415 S (63) warga RT 07, Kelurahan Kampung Satu/Skip. Kasus ke-1.416 FH (39) warga RT 06, Kelurahan Sebengkok. Kasus ke-1.417 FIA (22) warga RT 19, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-1.418 (52) warga RT 09, Kelurahan Juata Kerikil.

Kasus ke-1.419 BR (38) warga RT 02, Kelurahan Kampung Empat. Kasus ke-1.420 AZNP (17) warga RT 02, Kelurahan Kampung Empat. Kasus ke-1.421 FNP (5) warga RT 13, Kelurahan Kampung Empat.

Kasus ke-1.422 M (46) warga RT 13, Kelurahan Kampung Empat. Kasus ke-1.423 BM (35) warga RT 11 Kelurahan Kampung Satu/Skip. Kasus ke-1.424 AMI (16) warga RT 11, Kelurahan Kampung Satu Skip. Kasus ke-1.425 AZ (38) warga RT 05, Kelurahan Karang Harapan.

Kasus ke-1.426 IS (56) warga RT 18, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-1.427 HIM (18) warga RT 16, Kelurahan Sebengkok. Kasus ke-1.428 EM (50) warga RT 05, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-1.429 DEF (23) warga RT 18, Kelurahan Pamusian.

Kasus ke-1.430 WL (32) merupakan pelaku perjalanan. Kasus ke-1.431 J (53) warga RT 04, Kelurahan Selumit Pantai. Kasus ke-1.432 SM (45) warga Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-1.433 U warga RT 17, Kelurahan Karang Anyar Pantai. Kasus ke-1.434 ER (50) warga RT 14, Kelurahan Sebengkok. Kasus ke-1.435 EDN (31) merupakan pelaku perjalanan. Kasus ke-1.436 AU (47) warga RT 52, Kelurahan Karang Anyar.

Kasus ke-1.437 A (27) warga RT 20, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-1.438 NTO (27) warga RT 05, Kelurahan Selumit. Kasus ke-1.439 MR (21) warga RT 09, Kelurahan Juata Kerikil. Kasus ke-1.440 M (46) warga RT 02, Kelurahan Kampung Empat. Kasus ke-1.441 M (35) warga RT 02, Kelurahan Kampung Empat. Serta kasus ke-1.442 M (64) warga RT 13, Kelurahan Gunung Lingkas.

“Sehingga jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi sebanyak 1.442 orang. Yang sedang dirawat dan dipantau saat ini sebanyak 641 orang,” katanya.

Disusul juga tambahan pasien yang sembuh dari Covid-19, sebanyak 25 orang. Yaitu kasus ke-830 MKR (11) warga RT 31, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-845 H (29) warga RT 01, Kelurahan Kampung Satu/Skip. Kasus ke-861 GD (10) warga RT 31, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-869 ZAR (6)  warga RT 01, Kelurahan Kampung Satu Skip.

Kasus ke-915 BND (22) warga RT 09, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-918 JK (73) warga 09, Kelurahan Kampung Enam. Kasus ke-926 EKP (67) warga RT 07, Kelurahan Kampung Enam. Kasus ke-934 R (52) warga RT 55, Kelurahan Karang Anyar.

Kasus ke-941 JS (47) warga RT 19, Kelurahan Kampung Satu Skip. Kasus ke-960 YP (55) warga RT 01, Kelurahan Karang Harapan. Kasus ke-963  IZ (46) warga Kelurahan Kampung Satu Skip. Kasus ke-976 H (28) warga RT 26, Kelurahan Karang Anyar pantai.

Kasus ke-981 H (39) merupakan pelaku perjalanan. Kasus ke-983 AT (38) merupakan pelaku perjalanan. Kasus ke-1.001 RN (25) warga RT 08, Kelurahan Selumit Pantai. Kasus ke-1.017 AM (28) wraga RT 17, Kelurahan Sebengkok. Kasus ke-1.020 MYS (47) warga RT 09, Kelurahan Selumit Pantai. Kasus ke-1.022 MZ (53) warga Kelurahan Juata Permai.

Baca Juga :  Satpol PP Akui Belum Ada Regulasi Memberikan Efek Jera Kepada Gepeng

Kasus ke-1.038 B (71) warga RT 21, Kelurahan Sebengkok. Kasus ke-1.039 SA (20) warga RT 20, Kelurahan Selumit Pantai. Kasus ke-1.046 H (70) warga RT 11, Kelurahan Mamburungan. Kasus ke-1.047 AY (63) warga RT 11, Kelurahan Mamburungan. Kasus ke-1.053 R (50) warga RT 02, Kelurahan Gunung Lingkas.

Kasus ke-1.054 ABA (6) warga RT 02, Kelurahan Gunung Lingkas. Kasus ke-1.057 MH (11) warga RT 21, Kelurahan Sebengkok.

“Jadi total pasien yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 784 orang,” lanjutnya.

Kendati demikian diimbaunya agar masyarakat tidak lengah dan tetap mematuhi protokol kesehatan, sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

 

ANAK MUDA JADI CARRIER

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara, dr. Franky Sientoro, Sp.A, mengatakan, dari analisa angka Covid-19 yang meningkat, sangat signifikan pada remaja dan anak muda. Di sisi lain, angka kematian justru pada orang tua.

“Anak muda dan remaja itu biasanya makan-makan di kafe, ngobrol, ngumpul. Diduga salah satu titik penyebarannya, di situ. Ini bahan prioritas kita, diperhatikan, ternyata membawa dampak berat pada warga yang senior. Remaja dan anak muda ini daya tahannya kuat, tapi harus memperhatikan orang tua juga. Baik itu orang tua pribadi, kakek nenek, atau orang tua di lingkungan sekitar,” nilai Franky.

Menurut Franky, meski telah dilakukan pelonggaran, harusnya pemerintah sigap dalam menegakkan protokol kesehatan. “Dari informasi kafe-kafe sekarang kalau malam, pada penuh. Kan pada saat buka masker untuk makan atau minum. Jangkauan penularannya sangat besar. Yang kedua, banyak transmisi dari luar. Banyak dari luar kota. Pesawat ini yang menarik, satu saja yang kena, menyebar ke mana-mana,” tambah Franky.

Tarakan sempat zona hijau, saat dilakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Orang yang ingin masuk Tarakan harus mengantongi hasil swab negatif. “Sekarang dengan rapid test saja, yang nilai diagnostik-nya hanya sekira 30 persen. Pasti ada yang lolos. Dampaknya angka kasusnya meningkat. Angka kematian juga meningkat. Masyarakat harus melindungi diri untuk kebaikan semua. Dengan keadaan seperti ini, disarankan kepada anak muda untuk lebih hati-hati lagi. Sampai dengan bisa dipotong oleh vaksin. Covid-19 tidak hilang secara langsung, semua punya daya tahan tubuh. Akhirnya nanti Covid-19 jadi penyakit tak mematikan, nah, sekarang kita belum punya daya tahan terhadap virus tersebut. Kalau sudah vaksin, baru kita punya daya tahan. Kita enggak punya pelindung spesifik terhadap Covid-19,” ujarnya.

“Menurut saya, pemerintah berdiskusi bersama terutama dengan pelaku usaha, restoran, kafe, warung makan dan warung kopi. Kita duduk bersama, pikirkan bersama, dampak dan akibatnya. Kalau di satu sisi mau menang sendiri, akibatnya akan banyak korban. Mungkin kita bersabar dulu. Salah satu sumber dan penularannya di situ. Kedua di pasar-pasar, terutama di pasar-pasar tradisional. Kalau diberikan pengertian, pemahaman dengan jelas, minimal semuanya pakai masker. Itu sangat membantu menekan angka penularan. Kalau sudah acuh tak acuh, yah setengah mati,” nilainya.

Menurut Franky, orang dengan kategori berisiko tinggi kini harus waspada, karena penularan di lingkungan keluarga. “Kalau bicara di RS, kita setengah mati menghadapi kasus ini. Kasus ini obat spesifiknya belum ada, walaupun ada antivirus hanya bersifat general, menaikkan daya tahan tubuh, atau subplasma konvalesen, minimal bisa kita minta dari Jakarta,” sarannya. (iwk/*/one/lim)

SATUAN Tugas Penanganan Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) terus melakukan tracing (penelusuran) terhadap kontak erat dan transmisi lokal kasus Covid-19 di provinsi termuda Indonesia ini.

Bahkan, beberapa sampel yang telah diambil dari kontak erat dan transmisi lokal itu kembali dikirimkan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Karena, laboratorium PCR yang ada di Kaltara ini belum bisa menampung sampel dengan jumlah yang cukup banyak.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, dalam sepekan itu pihaknya mengirimkan sampel ke BBLK Surabaya sebanyak tiga kali, dalam hal ini waktu pengirimannya Senin, Rabu dan Jumat. “Sekali kirim itu jumlahnya lumayan besar. Kemarin (Rabu, 16 Desember 2020) itu kita kirim 700 sampel ke sana dan itu masih proses,” ujarnya kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, (17/12).

Hasil pemeriksaan dari BBLK Surabaya, kata dia, kini lebih cepat dibanding sebelumnya.  Jika tak ada masalah, paling dalam dua atau tiga hari sejak sampel dikirim.

Melihat tingginya tambahan kasus yang terjadi belakangan ini, Agust menyebutkan salah satu penyebabnya adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam hal menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. “Seharusnya tidak boleh seperti itu. Karena jika protokol kesehatan itu dipatuhi, maka kemungkinan tertularnya sangat kecil,” tuturnya.

Seperti kegiatan perjalanan dan acara, misalnya. Beberapa kegiatan itu patut diwaspadai guna memutus rantai penularan.

Tambahan se-Kaltara sebanyak 61 kasus, dengan rincian 36 kasus di Tarakan, 15 kasus di Bulungan, 7 kasus di Tana Tidung, 2 kasus di Nunukan, dan 1 kasus di Malinau. “Dari sejumlah kasus ini, ada yang merupakan kontak erat, transmisi lokal/suspek, serta pelaku perjalanan,” katanya.

Dengan tambahan itu, maka total yang terkonfirmasi positif di Kaltara naik menjadi 2.542 kasus. Kemudian yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 1.524 orang setelah bertambah 24 orang yang sembuh di Tarakan kemarin.

Tak hanya itu, kemarin juga ada tambahan satu pasien Covid-19 meninggal dunia di Tarakan yang berinisial M (64) perempuan dengan hasil pemeriksaan ditemukan pnuemonia EC Covid-19 dengan penyakit penyerta penyakit jantung. Sehingga total yang meninggal di Kaltara menjadi 34 orang.

Dengan begitu, total pasien yang masih dirawat sebanyak 984 orang, dengan rincian 639 orang di Tarakan, 61 orang di Malinau, 54 orang di Nunukan, 27 orang di Tana Tidung, dan 203 orang di Bulungan.

 

SUDAH 17 MENINGGAL DI TARAKAN

Bertambah lagi satu pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia, Kamis (17/12). Sehingga total pasien positif meninggal di Tarakan sebanyak 17 orang.

Diketahui pasien positif yang meninggal tersebut pasien ke-1.442, seorang wanita yang berinisial M. Yang bersangkutan berusia 64 tahun, dan merupakan warga RT 13, Kelurahan Gunung Lingkas.

Sebelumnya M masuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan pada 14 Desember, Senin lalu. Dengan keluhan demam yang sudah berlangsung selama tujuh hari, dan mual sejak 3 hari lalu.

“Keluhannya sudah seminggu di rumah, kemudian ke RSUD Tarakan karena ada sesaknya,” terang dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, selaku juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan.

Dari diagnosa dokter, di paru-paru M menunjukkan adanya pneumonia. Yang kemudian terkonfirmasi positif Covid-19 pada 15 Desember. Namun baru dirawat selama tiga hari, M menghembuskan napas terakhir dengan riwayat penyakit yang memperberat kondisinya.

“Selain demam, sesak napas, ada juga penyakit penyerta yaitu jantung, kolesterol dan asam urat,” bebernya.

Sehingga total pasien positif yang meninggal dunia di Tarakan sebanyak 17 orang. Bertambah juga 36 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Yakni kasus ke-1.407 R (26) merupakan pelaku perjalanan. Kasus ke- 1.408 TBM (34) warga RT 02, Kelurahan Juata Permai. Kasus ke-1.409 AR (34) merupakan pelaku perjalanan.

Baca Juga :  Irwan Tak Merasa Harus Disanksi

Kasus ke-1.410 JE (51) warga RT 02, Kelurahan Kampung Satu Skip. Kasus ke-1.411 K (35) merupakan pelaku perjalanan. Kasus ke-1.412 MT (26) warga RT 04, Kelurahan Mamburungan. Kasus ke-1.413 S (44) merupakan  pelaku perjalanan.

Kasus ke-1.414 DR (26) warga RT 15, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-1.415 S (63) warga RT 07, Kelurahan Kampung Satu/Skip. Kasus ke-1.416 FH (39) warga RT 06, Kelurahan Sebengkok. Kasus ke-1.417 FIA (22) warga RT 19, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-1.418 (52) warga RT 09, Kelurahan Juata Kerikil.

Kasus ke-1.419 BR (38) warga RT 02, Kelurahan Kampung Empat. Kasus ke-1.420 AZNP (17) warga RT 02, Kelurahan Kampung Empat. Kasus ke-1.421 FNP (5) warga RT 13, Kelurahan Kampung Empat.

Kasus ke-1.422 M (46) warga RT 13, Kelurahan Kampung Empat. Kasus ke-1.423 BM (35) warga RT 11 Kelurahan Kampung Satu/Skip. Kasus ke-1.424 AMI (16) warga RT 11, Kelurahan Kampung Satu Skip. Kasus ke-1.425 AZ (38) warga RT 05, Kelurahan Karang Harapan.

Kasus ke-1.426 IS (56) warga RT 18, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-1.427 HIM (18) warga RT 16, Kelurahan Sebengkok. Kasus ke-1.428 EM (50) warga RT 05, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-1.429 DEF (23) warga RT 18, Kelurahan Pamusian.

Kasus ke-1.430 WL (32) merupakan pelaku perjalanan. Kasus ke-1.431 J (53) warga RT 04, Kelurahan Selumit Pantai. Kasus ke-1.432 SM (45) warga Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-1.433 U warga RT 17, Kelurahan Karang Anyar Pantai. Kasus ke-1.434 ER (50) warga RT 14, Kelurahan Sebengkok. Kasus ke-1.435 EDN (31) merupakan pelaku perjalanan. Kasus ke-1.436 AU (47) warga RT 52, Kelurahan Karang Anyar.

Kasus ke-1.437 A (27) warga RT 20, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-1.438 NTO (27) warga RT 05, Kelurahan Selumit. Kasus ke-1.439 MR (21) warga RT 09, Kelurahan Juata Kerikil. Kasus ke-1.440 M (46) warga RT 02, Kelurahan Kampung Empat. Kasus ke-1.441 M (35) warga RT 02, Kelurahan Kampung Empat. Serta kasus ke-1.442 M (64) warga RT 13, Kelurahan Gunung Lingkas.

“Sehingga jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi sebanyak 1.442 orang. Yang sedang dirawat dan dipantau saat ini sebanyak 641 orang,” katanya.

Disusul juga tambahan pasien yang sembuh dari Covid-19, sebanyak 25 orang. Yaitu kasus ke-830 MKR (11) warga RT 31, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-845 H (29) warga RT 01, Kelurahan Kampung Satu/Skip. Kasus ke-861 GD (10) warga RT 31, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-869 ZAR (6)  warga RT 01, Kelurahan Kampung Satu Skip.

Kasus ke-915 BND (22) warga RT 09, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-918 JK (73) warga 09, Kelurahan Kampung Enam. Kasus ke-926 EKP (67) warga RT 07, Kelurahan Kampung Enam. Kasus ke-934 R (52) warga RT 55, Kelurahan Karang Anyar.

Kasus ke-941 JS (47) warga RT 19, Kelurahan Kampung Satu Skip. Kasus ke-960 YP (55) warga RT 01, Kelurahan Karang Harapan. Kasus ke-963  IZ (46) warga Kelurahan Kampung Satu Skip. Kasus ke-976 H (28) warga RT 26, Kelurahan Karang Anyar pantai.

Kasus ke-981 H (39) merupakan pelaku perjalanan. Kasus ke-983 AT (38) merupakan pelaku perjalanan. Kasus ke-1.001 RN (25) warga RT 08, Kelurahan Selumit Pantai. Kasus ke-1.017 AM (28) wraga RT 17, Kelurahan Sebengkok. Kasus ke-1.020 MYS (47) warga RT 09, Kelurahan Selumit Pantai. Kasus ke-1.022 MZ (53) warga Kelurahan Juata Permai.

Baca Juga :  Langgar Larangan Mudik dan Cuti Disanksi

Kasus ke-1.038 B (71) warga RT 21, Kelurahan Sebengkok. Kasus ke-1.039 SA (20) warga RT 20, Kelurahan Selumit Pantai. Kasus ke-1.046 H (70) warga RT 11, Kelurahan Mamburungan. Kasus ke-1.047 AY (63) warga RT 11, Kelurahan Mamburungan. Kasus ke-1.053 R (50) warga RT 02, Kelurahan Gunung Lingkas.

Kasus ke-1.054 ABA (6) warga RT 02, Kelurahan Gunung Lingkas. Kasus ke-1.057 MH (11) warga RT 21, Kelurahan Sebengkok.

“Jadi total pasien yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 784 orang,” lanjutnya.

Kendati demikian diimbaunya agar masyarakat tidak lengah dan tetap mematuhi protokol kesehatan, sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

 

ANAK MUDA JADI CARRIER

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara, dr. Franky Sientoro, Sp.A, mengatakan, dari analisa angka Covid-19 yang meningkat, sangat signifikan pada remaja dan anak muda. Di sisi lain, angka kematian justru pada orang tua.

“Anak muda dan remaja itu biasanya makan-makan di kafe, ngobrol, ngumpul. Diduga salah satu titik penyebarannya, di situ. Ini bahan prioritas kita, diperhatikan, ternyata membawa dampak berat pada warga yang senior. Remaja dan anak muda ini daya tahannya kuat, tapi harus memperhatikan orang tua juga. Baik itu orang tua pribadi, kakek nenek, atau orang tua di lingkungan sekitar,” nilai Franky.

Menurut Franky, meski telah dilakukan pelonggaran, harusnya pemerintah sigap dalam menegakkan protokol kesehatan. “Dari informasi kafe-kafe sekarang kalau malam, pada penuh. Kan pada saat buka masker untuk makan atau minum. Jangkauan penularannya sangat besar. Yang kedua, banyak transmisi dari luar. Banyak dari luar kota. Pesawat ini yang menarik, satu saja yang kena, menyebar ke mana-mana,” tambah Franky.

Tarakan sempat zona hijau, saat dilakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Orang yang ingin masuk Tarakan harus mengantongi hasil swab negatif. “Sekarang dengan rapid test saja, yang nilai diagnostik-nya hanya sekira 30 persen. Pasti ada yang lolos. Dampaknya angka kasusnya meningkat. Angka kematian juga meningkat. Masyarakat harus melindungi diri untuk kebaikan semua. Dengan keadaan seperti ini, disarankan kepada anak muda untuk lebih hati-hati lagi. Sampai dengan bisa dipotong oleh vaksin. Covid-19 tidak hilang secara langsung, semua punya daya tahan tubuh. Akhirnya nanti Covid-19 jadi penyakit tak mematikan, nah, sekarang kita belum punya daya tahan terhadap virus tersebut. Kalau sudah vaksin, baru kita punya daya tahan. Kita enggak punya pelindung spesifik terhadap Covid-19,” ujarnya.

“Menurut saya, pemerintah berdiskusi bersama terutama dengan pelaku usaha, restoran, kafe, warung makan dan warung kopi. Kita duduk bersama, pikirkan bersama, dampak dan akibatnya. Kalau di satu sisi mau menang sendiri, akibatnya akan banyak korban. Mungkin kita bersabar dulu. Salah satu sumber dan penularannya di situ. Kedua di pasar-pasar, terutama di pasar-pasar tradisional. Kalau diberikan pengertian, pemahaman dengan jelas, minimal semuanya pakai masker. Itu sangat membantu menekan angka penularan. Kalau sudah acuh tak acuh, yah setengah mati,” nilainya.

Menurut Franky, orang dengan kategori berisiko tinggi kini harus waspada, karena penularan di lingkungan keluarga. “Kalau bicara di RS, kita setengah mati menghadapi kasus ini. Kasus ini obat spesifiknya belum ada, walaupun ada antivirus hanya bersifat general, menaikkan daya tahan tubuh, atau subplasma konvalesen, minimal bisa kita minta dari Jakarta,” sarannya. (iwk/*/one/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/