27.7 C
Tarakan
Saturday, September 23, 2023

Sales Toko Buku di Tarakan Diduga Gelapkan Uang Perusahaan

TARAKAN – Akibat diduga melakukan aksi penggelapan di tempat ia bekerja, seorang pria berinisial MS (30) dilaporkan ke Polres Tarakan. Saat ini MS pun sudah ditetapkan tersangka oleh kepolisian. Diketahui, MS bekerja sebagai sales dari salah satu toko buku di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat.

Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona melalui Kasat Reskrim, AKP Randhya Sakthika Putra mengatakan, aksi pelaku diketahui oleh pihak perusahaan setelah dilakukan audit pembayaran alat tulis dan buku pelajaran.

Akhirnya ditemukan bahwa pelaku menyetorkan uang hasil penjualan buku senilai Rp 217 juta. “Kemudian pihak toko mendapatkan bahwa semua konsumen atau pihak sekolah sudah membayar lunas kepada pelaku MS,” ungkapnya, pekan lalu.

Baca Juga :  Pengajuan Izin Sempat ‘Dipimpong’

Dilanjutkan Randhya, dalam melakukan aksinya MS didapati tidak pernah menyetorkan hasil penjualan buku ke rekening perusahaan.

MS juga beberapa kali melakukan orderan fiktif ke toko buku itu agar mendapatkan keuntungan dan menutupi aksinya. “Pelaku ini memesan buku dari pusat dengan mengajukan nota fiktif. Setelah bukunya datang dia jual lagi ke sekolah-sekolah,” bebernya.

Aksi yang dilakukan pelaku itu ternyata sudah berlangsung pada Maret hingga Oktober 2021 lalu. Pelaku pun mengakui kepada kepolisian, perbuatannya itu ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membuka usaha pakaian bekas.

Pelaku pun dinilai cukup kooperatif lantaran memenuhi panggilan polisi saat ditetapkan sebagai tersangka. MS disangkakan Pasal 374 atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman paling lama 5 tahun bui. “Jadi ada bisnis rombengan. Dia sudah 4 tahun bekerja di toko buku itu dan berhenti di 2022 lalu,” tutup Kasat. (zar/lim)

Baca Juga :  Hasbudi Divonis 3 Tahun Penjara

TARAKAN – Akibat diduga melakukan aksi penggelapan di tempat ia bekerja, seorang pria berinisial MS (30) dilaporkan ke Polres Tarakan. Saat ini MS pun sudah ditetapkan tersangka oleh kepolisian. Diketahui, MS bekerja sebagai sales dari salah satu toko buku di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat.

Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona melalui Kasat Reskrim, AKP Randhya Sakthika Putra mengatakan, aksi pelaku diketahui oleh pihak perusahaan setelah dilakukan audit pembayaran alat tulis dan buku pelajaran.

Akhirnya ditemukan bahwa pelaku menyetorkan uang hasil penjualan buku senilai Rp 217 juta. “Kemudian pihak toko mendapatkan bahwa semua konsumen atau pihak sekolah sudah membayar lunas kepada pelaku MS,” ungkapnya, pekan lalu.

Baca Juga :  Sepuluh Sampel Ikan Diuji Formalin

Dilanjutkan Randhya, dalam melakukan aksinya MS didapati tidak pernah menyetorkan hasil penjualan buku ke rekening perusahaan.

MS juga beberapa kali melakukan orderan fiktif ke toko buku itu agar mendapatkan keuntungan dan menutupi aksinya. “Pelaku ini memesan buku dari pusat dengan mengajukan nota fiktif. Setelah bukunya datang dia jual lagi ke sekolah-sekolah,” bebernya.

Aksi yang dilakukan pelaku itu ternyata sudah berlangsung pada Maret hingga Oktober 2021 lalu. Pelaku pun mengakui kepada kepolisian, perbuatannya itu ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membuka usaha pakaian bekas.

Pelaku pun dinilai cukup kooperatif lantaran memenuhi panggilan polisi saat ditetapkan sebagai tersangka. MS disangkakan Pasal 374 atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman paling lama 5 tahun bui. “Jadi ada bisnis rombengan. Dia sudah 4 tahun bekerja di toko buku itu dan berhenti di 2022 lalu,” tutup Kasat. (zar/lim)

Baca Juga :  Gunung Pungguk, Mistis Namun Digandrungi

Terpopuler

Artikel Terbaru