alexametrics
29.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Dinkes Gencarkan Imunisasi Ini ke Anak Usia 9 Bulan hingga 11 Tahun

TARAKAN – Mengantisipasi terjadinya penyakit campak pasca Covid-19, Dinas Kesehatan Kota Tarakan kembali menggelar vaksinasi rubella bagi anak usia 9 bulan hingga 11 tahun 29 hari, pada Jumat (17/6) di Gedung Dinas Kesehatan Kota Tarakan.

Kepada Radar Tarakan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti menuturkan bahwa di bulan imunisasi anak ini, pihaknya fokus pada pelaksanaan imunisasi MR yakni campak rubella.

“Pokoknya usia anak belum sampai 12 tahun akan disuntikkan rubella. Tanpa memandang status imunisasinya dulu,” ujar Devi.

Dilanjutkan Devi, imunisasi campak rubella ini telah dilakukan sejak 18 Mei 2022. Hal ini dilakukan mengingat sempat terjadinya penurunan capaian vaksinasi rutin, yang dapat menyebabkan terjadinya wabah yang disebabkan oleh penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan adanya program imunisasi rutin.

Baca Juga :  Bawa Barang, Kapal Ini Karam di Depan Pulau Tibi

“Sampai sekarang sudah sampai 40-an persen. Animonya bagus karena dilakukan di tengah jalan, karena diinfokan Pemerintah Pusat, meski tidak ada anggaran tapi kami upayakan dilakukan di posyandu dan sekolah-sekolah,” jelas Devi. (*)






Reporter: Yedidah Pakondo

TARAKAN – Mengantisipasi terjadinya penyakit campak pasca Covid-19, Dinas Kesehatan Kota Tarakan kembali menggelar vaksinasi rubella bagi anak usia 9 bulan hingga 11 tahun 29 hari, pada Jumat (17/6) di Gedung Dinas Kesehatan Kota Tarakan.

Kepada Radar Tarakan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti menuturkan bahwa di bulan imunisasi anak ini, pihaknya fokus pada pelaksanaan imunisasi MR yakni campak rubella.

“Pokoknya usia anak belum sampai 12 tahun akan disuntikkan rubella. Tanpa memandang status imunisasinya dulu,” ujar Devi.

Dilanjutkan Devi, imunisasi campak rubella ini telah dilakukan sejak 18 Mei 2022. Hal ini dilakukan mengingat sempat terjadinya penurunan capaian vaksinasi rutin, yang dapat menyebabkan terjadinya wabah yang disebabkan oleh penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan adanya program imunisasi rutin.

Baca Juga :  Soal Dugaan Oknum TNI Cabuli Anak di Bawah Umur, Ini Tanggapan KPAI

“Sampai sekarang sudah sampai 40-an persen. Animonya bagus karena dilakukan di tengah jalan, karena diinfokan Pemerintah Pusat, meski tidak ada anggaran tapi kami upayakan dilakukan di posyandu dan sekolah-sekolah,” jelas Devi. (*)






Reporter: Yedidah Pakondo

Most Read

Artikel Terbaru

/