alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Pleno Tiga Wilayah, Ziyap Unggul 116.807

HINGGA kemarin (15/12) sore, baru tiga Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota di Kalimantan Utara (Kaltara) yang klir rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tingkat kabupaten. Masing-masing Bulungan, Nunukan dan Tarakan.

Khusus hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara), Cagub-Cawagub Kaltara nomor urut 3, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang – Dr. Yansen TP, M.Si, (Ziyap) unggul di antara kedua pasangan lainnya dengan perolehan 116.807 suara di tiga wilayah tersebut. Kemudian disusul Cagub-Cawagub Kaltara nomor urut 2, Dr. H. Irianto Lambrie – H. Irwan Sabri, S.E, (Iraw) sebesar 96.100 suara. Di urutan akhir Cagub-Cawagub Kaltara nomor urut 1, H. Udin Hianggio – Dr. H. Undunsyah (U2OK) dengan 47.652 suara.

KPU Bulungan dan Tarakan telah menyerahkan hasil rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltara kepada KPU Kaltara.

Ketua KPU Kaltara, Suryanata Al Islami mengatakan, untuk KPU Bulungan telah selesai melakukan rekapitulasi tingkat kabupaten pada Senin (14/12). Sementara Tarakan dan Nunukan menyelesaikan rekapitulasi, Selasa (15/12). “Kemarin (Senin) Bulungan sudah menyelesaikan dan meyerahkan hasil hasil pleno rekapitulasi, dan Tarakan diserahkan hari ini (kemarin),” ujar Suryanata kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi (15/12).

Adapun yang masih dalam proses melaksanakan rekapitulasi KPU Tana Tidung. Sementara untuk KPU Malinau direncanakan akan melakukan rekapitulasi tingkat kabupaten hari ini, Rabu (16/12). “Di sini kami menunggu saja, yang penting tidak lewat dari jadwal yang sudah ditetapkan dalam PKPU Nomor 5 Tahun 2020 itu,” katanya.

Dalam PKPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pilkada 2020 itu ditetapkan rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota pada 13-17 Desember 2020.

Artinya, masih ada waktu untuk melakukan penyelesaian rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota. Sementara untuk rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat provinsi untuk Pilgub Kaltara itu 16-20 Desember 2020 atau selama 5 hari. “Jadi untuk pelaksanaan rekapitulasi di tingkat provinsi itu baru akan kami lakukan setelah klir semua di tingkat kabupaten/kota. Pastinya tidak lewat dari jadwal yang telah ditetapkan itu,” sebutnya.

Ketua KPU Tarakan, Nasruddin menerangkan hasil rekapitulasi suara Pilgub Kaltara di tingkat Kota Tarakan dimenangkan Ziyap.  “Paslon nomor urut 1 H. Udin Hianggio dan H. Undunsyah memperoleh sebanyak 23.043 suara, paslon 2, Dr. H. Irianto Lambrie dan H. Irwan Sabri memperoleh sebanyak 26.549 suara dan paslon nomor urut 3, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M. Hum, dan Dr. Yansen TP, M.Si, dengan memperoleh sebanyak 47.311 suara,” singkatnya.

KPU Nunukan juga telah menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil Pilgub, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Nunukan 2020, Selasa (15/12) pagi. Tahapan ini merupakan rekapitulasi akhir pasca selesainya pleno rekapitulasi di tingkat kecamatan.

Baca Juga :  PDP yang Meninggal Sudah 5, 321 Orang Dipantau

Seluruh panitia pemilihan kecamatan (PPK) dari 21 kecamatan se-Kabupaten Nunukan hadir untuk memaparkan hasil rapat pleno yang telah dilakukan di tingkat kecamatan. Saksi-saksi dari masing-masing pasangan calon diberikan kesempatan untuk menanggapi atau menyampaikan pertanyaan selama proses berlangsung.

Pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pilgub di Nunukan, rampung sekitar pukul 17.00 WITA. Dari rekapitulasi akhir di 21 kecamatan, pasangan Iraw unggul meraih suara terbanyak  dengan perolehan sebesar 49.253 suara, disusul paslon Ziyap dengan perolehan suara sebesar 36.738 suara. Paslon U2OK, memperoleh sebanyak 7.132 suara. “Hasil ini merupakan hasil final dan akan ditetapkan sesuai mekanisme dalam rapat pleno. Artinya data yang tertera adalah angka final untuk Pilgub Kaltara di Nunukan,” terang Rahman.

Dia kemudian menjelaskan, kendati selama rapat pleno berlangsung terjadi beberapa perubahan, kondisi tersebut tidak ada kaitannya dengan perubahan hasil suara. Perubahan hanya bersifat kesalahan dalam pencatatan di tingkat PPS dan masuk ke tingkat PPK.

“Memang ada beberapa perubahan, namun bukan pada perubahan hasil suara. Tapi itu karena kesalahan dalam proses input. Contoh tadi ada yang memasukkan yang seharusnya itu masuk dalam daftar pemilih kategori surat suara rusak dan ketegori suara tidak sah,” jelas Rahman.

Dengan tuntasnya pleno rekapitulasi penghitungan suara untuk Pilgub, KPU akan melanjutkan pleno penghitungan suara Pilbup Nunukan.

Sementara itu, di sekitar Kantor KPU Nunukan di Jalan Radio, terlihat ratusan personel gabungan TNI-Polri melakukan pengamanan secara ketat. Seluruh akses menuju Kantor KPU Nunukan ditutup untuk umum. Bahkan jalur pengendara yang melintas di kawasan ini, dialihkan ke jalur lain untuk sementara waktu. “Pengamanan rapat pleno perolehan suara Pilkada Tahun 2020 yang digelar tanggal 15-17 Desember, kami siapkan pengamanan maksimal. Seluruh akses yang menuju Kantor KPU dilakukan pengamanan oleh TNI-Polri. Kami berharap pleno berlangsung kondusif,” tegas Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar.

Guna memberikan akses informasi seputar pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi di tingkat kabupaten, masyarakat dapat menyaksikan jalannya rapat melalui live streaming di akun sosial media KPU Nunukan.

Adapun jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Kaltara pada pilkada tahun ini sebanyak 424.221 pemilih, dengan rincian laki-laki 220.376 orang dan perempuan 203.845 orang, yang tersebar di 1.572 tempat pemungutan suara.

 

TIM PASLON UCAPKAN TERIMA KASIH

Setelah rekapitulasi tingkat kabupaten/kota  selesai dilakukan, Ketua Tim Koalisi Partai Politik Pemenangan Ziyap, Norhayati Andris mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan Pilkada 2020.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah menggunakan hak suaranya dalam pilkada. Semoga dengan ini dapat memberikan hal positif untuk masyarakat Kaltara,”ujarnya, kemarin (15/12).

Baca Juga :  Bongkar Makam Almarhum Rizky, Polisi Lakukan Autopsi

Ia menjelaskan, selanjutnya masih terfokus pada penyusunan persiapan program-program yang telah dijanjikan saat kampanye. Diharapkan setelah pelantikan dilakukan, Zainal-Yansen langsung bergerak dalam merealisasikan semua janji-janjinya. “Sesuai dengan slogan dan janji politiknya, membangun desa, menata kota. Apa yang menjadi harapan masyarakat di desa dan kota itu akan kami matangkan kemudian kami akan rekap dan kami realisasikan secara bertahap,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenangan Ziyap, Muddain, S.T, mengatakan, keunggulan dalam hal perolehan suara juga berkat masyarakat Tarakan yang sudah mempercayakan Zainal-Yansen untuk memimpin Kaltara menjadi lebih baik.

Selanjutnya, Zainal-Yansen masih terfokus menyiapkan rancangan program yang sudah dijanjikan saat kampanye. Menurutnya, dengan hasil tersebut tentunya sebagian besar masyarakat mengharapkan perubahan untuk Kaltara. “Ada 3 janji politik secara garis besar yang disampaikan saat kampanye. Pertama menjadikan kabupaten/kota sebagai pilar pembangunan maksudnya adalah ingin memberikan kewenangan sepenuhnya kepada kabupaten/kota membangun daerahnya dengan cara memberikan bantuan keuangan setiap tahunnya yang selama ini tidak pernah diberikan. Kedua, menjadikan Kaltara dalam bingkai Kaltara rumah kita. Maksudnya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan terbebas dari perbedaan satu sama lain,” pungkasnya.

 

BAWASLU: PILKADA BERJALAN SUKSES

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tarakan, Zulfauzi Hasly menuturkan, hingga rapat pleno tingkat kota, tidak terjadi adanya perbedaan maupun perubahan pada partisipasi. “Insyaallah sampai pada tingkat provinsi juga pada tanggal 17. Kami hanya mengawasi terkait prosedur dan mekanismenya. Apakah sudah sesuai atau tidak. Kami pastikan semua berjalan semestinya,” ujarnya, kemarin (15/12).

Ia menjelaskan, memantau jalannya pleno, Bawaslu juga memberi masukan. “Kemudian terkait data-data yang diperbaiki kami mengingatkan kepada KPU untuk mencatat di dalam formulir kejadian khusus supaya nanti tidak ada pertanyaan saat dilakukan rekapitulasi khusus. Karena rekapitulasi di kecamatan dan kota kan ada perbaikan terkait data pemilih. Kebanyakan sih  kesalahan di data tulis, isi di tingkat KPPS,” tukasnya.

Selain itu, ia memuji sistem Pilkada yang menerapkan pembagian waktu bagi pemilih yang datang ke TPS. Menurutnya, pembagian waktu tersebut cukup baik sehingga mengurangi potensi kerumunan di TPS di tengah pandemi Covid-19.

“Pengaturan waktu yang sudah dilakukan KPU juga cukup berjalan maksimal saya lihat. Karena, beberapa kali saya monitoring, sekitar 50-an TPS saya tidak menemukan kerumunan di semua TPS. Mungkin teman-teman media menyaksikan sendiri. Artinya strategi teman-teman di penyelenggara untuk mengatur waktu kedatangan pemilih itu, berjalan dengan baik. Dan itu mungkin bisa diterapkan. Walaupun mungkin dalam keadaan tidak pendemi,” terangnya.

“Sama dengan jam-jam kedatangan. Biasanya, pada masa-masa normal kan terjadi penumpukan pada waktu tertentu saat pemilu. Dengan diaturnya waktu sehingga tidak ada lagi penumpukan kedatangan pemilih,” pungkasnya. (iwk/dra/*/zac/lim)

HINGGA kemarin (15/12) sore, baru tiga Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota di Kalimantan Utara (Kaltara) yang klir rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tingkat kabupaten. Masing-masing Bulungan, Nunukan dan Tarakan.

Khusus hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara), Cagub-Cawagub Kaltara nomor urut 3, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang – Dr. Yansen TP, M.Si, (Ziyap) unggul di antara kedua pasangan lainnya dengan perolehan 116.807 suara di tiga wilayah tersebut. Kemudian disusul Cagub-Cawagub Kaltara nomor urut 2, Dr. H. Irianto Lambrie – H. Irwan Sabri, S.E, (Iraw) sebesar 96.100 suara. Di urutan akhir Cagub-Cawagub Kaltara nomor urut 1, H. Udin Hianggio – Dr. H. Undunsyah (U2OK) dengan 47.652 suara.

KPU Bulungan dan Tarakan telah menyerahkan hasil rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltara kepada KPU Kaltara.

Ketua KPU Kaltara, Suryanata Al Islami mengatakan, untuk KPU Bulungan telah selesai melakukan rekapitulasi tingkat kabupaten pada Senin (14/12). Sementara Tarakan dan Nunukan menyelesaikan rekapitulasi, Selasa (15/12). “Kemarin (Senin) Bulungan sudah menyelesaikan dan meyerahkan hasil hasil pleno rekapitulasi, dan Tarakan diserahkan hari ini (kemarin),” ujar Suryanata kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi (15/12).

Adapun yang masih dalam proses melaksanakan rekapitulasi KPU Tana Tidung. Sementara untuk KPU Malinau direncanakan akan melakukan rekapitulasi tingkat kabupaten hari ini, Rabu (16/12). “Di sini kami menunggu saja, yang penting tidak lewat dari jadwal yang sudah ditetapkan dalam PKPU Nomor 5 Tahun 2020 itu,” katanya.

Dalam PKPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pilkada 2020 itu ditetapkan rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota pada 13-17 Desember 2020.

Artinya, masih ada waktu untuk melakukan penyelesaian rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota. Sementara untuk rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat provinsi untuk Pilgub Kaltara itu 16-20 Desember 2020 atau selama 5 hari. “Jadi untuk pelaksanaan rekapitulasi di tingkat provinsi itu baru akan kami lakukan setelah klir semua di tingkat kabupaten/kota. Pastinya tidak lewat dari jadwal yang telah ditetapkan itu,” sebutnya.

Ketua KPU Tarakan, Nasruddin menerangkan hasil rekapitulasi suara Pilgub Kaltara di tingkat Kota Tarakan dimenangkan Ziyap.  “Paslon nomor urut 1 H. Udin Hianggio dan H. Undunsyah memperoleh sebanyak 23.043 suara, paslon 2, Dr. H. Irianto Lambrie dan H. Irwan Sabri memperoleh sebanyak 26.549 suara dan paslon nomor urut 3, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M. Hum, dan Dr. Yansen TP, M.Si, dengan memperoleh sebanyak 47.311 suara,” singkatnya.

KPU Nunukan juga telah menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil Pilgub, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Nunukan 2020, Selasa (15/12) pagi. Tahapan ini merupakan rekapitulasi akhir pasca selesainya pleno rekapitulasi di tingkat kecamatan.

Baca Juga :  Razia Sasar Pengendara Abai Prokes

Seluruh panitia pemilihan kecamatan (PPK) dari 21 kecamatan se-Kabupaten Nunukan hadir untuk memaparkan hasil rapat pleno yang telah dilakukan di tingkat kecamatan. Saksi-saksi dari masing-masing pasangan calon diberikan kesempatan untuk menanggapi atau menyampaikan pertanyaan selama proses berlangsung.

Pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pilgub di Nunukan, rampung sekitar pukul 17.00 WITA. Dari rekapitulasi akhir di 21 kecamatan, pasangan Iraw unggul meraih suara terbanyak  dengan perolehan sebesar 49.253 suara, disusul paslon Ziyap dengan perolehan suara sebesar 36.738 suara. Paslon U2OK, memperoleh sebanyak 7.132 suara. “Hasil ini merupakan hasil final dan akan ditetapkan sesuai mekanisme dalam rapat pleno. Artinya data yang tertera adalah angka final untuk Pilgub Kaltara di Nunukan,” terang Rahman.

Dia kemudian menjelaskan, kendati selama rapat pleno berlangsung terjadi beberapa perubahan, kondisi tersebut tidak ada kaitannya dengan perubahan hasil suara. Perubahan hanya bersifat kesalahan dalam pencatatan di tingkat PPS dan masuk ke tingkat PPK.

“Memang ada beberapa perubahan, namun bukan pada perubahan hasil suara. Tapi itu karena kesalahan dalam proses input. Contoh tadi ada yang memasukkan yang seharusnya itu masuk dalam daftar pemilih kategori surat suara rusak dan ketegori suara tidak sah,” jelas Rahman.

Dengan tuntasnya pleno rekapitulasi penghitungan suara untuk Pilgub, KPU akan melanjutkan pleno penghitungan suara Pilbup Nunukan.

Sementara itu, di sekitar Kantor KPU Nunukan di Jalan Radio, terlihat ratusan personel gabungan TNI-Polri melakukan pengamanan secara ketat. Seluruh akses menuju Kantor KPU Nunukan ditutup untuk umum. Bahkan jalur pengendara yang melintas di kawasan ini, dialihkan ke jalur lain untuk sementara waktu. “Pengamanan rapat pleno perolehan suara Pilkada Tahun 2020 yang digelar tanggal 15-17 Desember, kami siapkan pengamanan maksimal. Seluruh akses yang menuju Kantor KPU dilakukan pengamanan oleh TNI-Polri. Kami berharap pleno berlangsung kondusif,” tegas Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar.

Guna memberikan akses informasi seputar pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi di tingkat kabupaten, masyarakat dapat menyaksikan jalannya rapat melalui live streaming di akun sosial media KPU Nunukan.

Adapun jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Kaltara pada pilkada tahun ini sebanyak 424.221 pemilih, dengan rincian laki-laki 220.376 orang dan perempuan 203.845 orang, yang tersebar di 1.572 tempat pemungutan suara.

 

TIM PASLON UCAPKAN TERIMA KASIH

Setelah rekapitulasi tingkat kabupaten/kota  selesai dilakukan, Ketua Tim Koalisi Partai Politik Pemenangan Ziyap, Norhayati Andris mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan Pilkada 2020.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah menggunakan hak suaranya dalam pilkada. Semoga dengan ini dapat memberikan hal positif untuk masyarakat Kaltara,”ujarnya, kemarin (15/12).

Baca Juga :  Satu RT di Pamusian Dikarantina

Ia menjelaskan, selanjutnya masih terfokus pada penyusunan persiapan program-program yang telah dijanjikan saat kampanye. Diharapkan setelah pelantikan dilakukan, Zainal-Yansen langsung bergerak dalam merealisasikan semua janji-janjinya. “Sesuai dengan slogan dan janji politiknya, membangun desa, menata kota. Apa yang menjadi harapan masyarakat di desa dan kota itu akan kami matangkan kemudian kami akan rekap dan kami realisasikan secara bertahap,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenangan Ziyap, Muddain, S.T, mengatakan, keunggulan dalam hal perolehan suara juga berkat masyarakat Tarakan yang sudah mempercayakan Zainal-Yansen untuk memimpin Kaltara menjadi lebih baik.

Selanjutnya, Zainal-Yansen masih terfokus menyiapkan rancangan program yang sudah dijanjikan saat kampanye. Menurutnya, dengan hasil tersebut tentunya sebagian besar masyarakat mengharapkan perubahan untuk Kaltara. “Ada 3 janji politik secara garis besar yang disampaikan saat kampanye. Pertama menjadikan kabupaten/kota sebagai pilar pembangunan maksudnya adalah ingin memberikan kewenangan sepenuhnya kepada kabupaten/kota membangun daerahnya dengan cara memberikan bantuan keuangan setiap tahunnya yang selama ini tidak pernah diberikan. Kedua, menjadikan Kaltara dalam bingkai Kaltara rumah kita. Maksudnya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan terbebas dari perbedaan satu sama lain,” pungkasnya.

 

BAWASLU: PILKADA BERJALAN SUKSES

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tarakan, Zulfauzi Hasly menuturkan, hingga rapat pleno tingkat kota, tidak terjadi adanya perbedaan maupun perubahan pada partisipasi. “Insyaallah sampai pada tingkat provinsi juga pada tanggal 17. Kami hanya mengawasi terkait prosedur dan mekanismenya. Apakah sudah sesuai atau tidak. Kami pastikan semua berjalan semestinya,” ujarnya, kemarin (15/12).

Ia menjelaskan, memantau jalannya pleno, Bawaslu juga memberi masukan. “Kemudian terkait data-data yang diperbaiki kami mengingatkan kepada KPU untuk mencatat di dalam formulir kejadian khusus supaya nanti tidak ada pertanyaan saat dilakukan rekapitulasi khusus. Karena rekapitulasi di kecamatan dan kota kan ada perbaikan terkait data pemilih. Kebanyakan sih  kesalahan di data tulis, isi di tingkat KPPS,” tukasnya.

Selain itu, ia memuji sistem Pilkada yang menerapkan pembagian waktu bagi pemilih yang datang ke TPS. Menurutnya, pembagian waktu tersebut cukup baik sehingga mengurangi potensi kerumunan di TPS di tengah pandemi Covid-19.

“Pengaturan waktu yang sudah dilakukan KPU juga cukup berjalan maksimal saya lihat. Karena, beberapa kali saya monitoring, sekitar 50-an TPS saya tidak menemukan kerumunan di semua TPS. Mungkin teman-teman media menyaksikan sendiri. Artinya strategi teman-teman di penyelenggara untuk mengatur waktu kedatangan pemilih itu, berjalan dengan baik. Dan itu mungkin bisa diterapkan. Walaupun mungkin dalam keadaan tidak pendemi,” terangnya.

“Sama dengan jam-jam kedatangan. Biasanya, pada masa-masa normal kan terjadi penumpukan pada waktu tertentu saat pemilu. Dengan diaturnya waktu sehingga tidak ada lagi penumpukan kedatangan pemilih,” pungkasnya. (iwk/dra/*/zac/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/