alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Lagi, Kaltara Tambah 73 Kasus Baru

KEMARIN (15/12), Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara) kembali merilis adanya tambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 baru di Kaltara dengan jumlah yang cukup signifikan.

Berdasarkan data yang disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara itu, total yang terkonfirmasi positif di Kaltara dalam sehari kemarin berjumlah 73 kasus, dengan rincian 10 kasus di Bulungan, 8 kasus di Nunukan, 34 kasus di Malinau dan 21 kasus di Tarakan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, untuk yang 10 kasus di Bulungan itu semuanya merupakan transmisi lokal dengan rincian 6 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. “Sementara yang 8 kasus di Nunukan itu terdiri dari 3 kasus transmisi lokal/suspek dan 5 kasus kontak erat,” ujar Agust kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, kemarin (15/12).

Sementara untuk yang 34 kasus di Malinau terbagi atas 19 kasus transmisi lokal, 14 kasus kontak erat, dan satu kasus transmisi lokal/suspek. Jumlah tambahan kasus di Malinau ini terbilang cukup tinggi jika dibandingkan dengan tambahan yang beberapa hari sebelumnya.

Lalu untuk 21 kasus di Tarakan itu meliputi 4 kasus transmisi lokal/suspek, 7 kasus kontak erat, 1 kasus pelaku perjalanan, 2 kasus klaster RSUD, serta 7 kasus transmisi lokal. Dengan bertambahnya 73 kasus tersebut, maka total yang terkonfirmasi positif Covid-19 di provinsi ke-34 ini naik menjadi 2.368 kasus.

Baca Juga :  Jejak Pelaku Tak Kunjung Ditemukan

Selain itu, kemarin juga ada tambahan dua pasien konfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia, yakni satu di Tarakan dengan inisial H (64) perempuan dari transmisi lokal dan satu dari Nunukan dengan inisial IN (37) perempuan yang juga merupakan transmisi lokal,” jelasnya.

Jadi, untuk pasien konfirmasi positif yang meninggal dunia di provinsi termuda Indonesia ini naik menjadi 33 orang. Sementara yang sembuh sebanyak 1.425 orang. Adapun 50 orang tambahan sembuh itu terdiri dari 36 orang di Tarakan, 11 orang di Malinau, 2 orang di Nunukan, dan 1 orang di Tana Tidung.

Sebagai upaya menekan terjadinya tambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kaltara, ia meminta masyarakat untuk tetap mematuhi atau menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

 

KASUS NUNUKAN

Di Nunukan, jumlah pasien Covid-19 sepekan belakangan ini terus bertambah. RSUD Nunukan pun ikut meningkatkan pelayanan dan terus melakukan pengawasan ketat. “Saat ini pasien Covid-19 yang dirawat ada 32 orang dan PDP (pasien dalam pengawasan, Red) ada 24 orang,” sebut Kepala Bagian Pengembangan dan Kemitraan pada RSUD Nunukan, Khairil, S.Si, Apt.

Baca Juga :  TNI AL Ungkap Rencana Fasilitas Pertahanan di 11 RT di Tarakan

Dikatakan, saat ini para pasien dirawat di ruangan yang telah disiapkan khusus. Tapi, untuk mengantisipasi lonjakan yang lebih besar, RSUD telah menyediakan tempat lain yang masih berada di lingkungan RSUD.

“Untuk ruangan masih mampu. Kecuali nakes (tenaga kesehatan, Red) memang kekurangan. Tapi dari manajemen sudah mengatur dengan memaksimalkan tenaga yang ada dan menempatkan Nakes dari ruangan lain ke Covid-19,” katanya.

Meskipun ada peningkatan pasien Covid-19, lanjutnya, pelayanan di bagian poli umum tetap dibuka secara normal. “Tapi, tetap dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Jadi, tidak asal saja,” tegasnya.

Berbeda dengan masyarakat yang ingin membesuk pasien rawat inap. Untuk sementara ini, kata Khairil, ditiadakan. Dikhawatirkan terjadi kerumunan massa dan dapat meningkatkan penularan Covid-19. “Jadi, semua jam besuk pasien ditiadakan untuk sementara,” ungkapnya.

Dari pantauan media ini, sejak meningkatnya jumlah pasien Covid-19 hanya ada beberapa nakes dan pegawai yang melewati koridor RSUD Nunukan.

Dua gedung khusus isolasi di RSUD juga telah difungsikan. Gedung isolasi pinere Covid-19 pertama kali dioperasikan pasca diresmikan September lalu. (iwk/oya/lim)

 

KEMARIN (15/12), Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara) kembali merilis adanya tambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 baru di Kaltara dengan jumlah yang cukup signifikan.

Berdasarkan data yang disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara itu, total yang terkonfirmasi positif di Kaltara dalam sehari kemarin berjumlah 73 kasus, dengan rincian 10 kasus di Bulungan, 8 kasus di Nunukan, 34 kasus di Malinau dan 21 kasus di Tarakan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, untuk yang 10 kasus di Bulungan itu semuanya merupakan transmisi lokal dengan rincian 6 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. “Sementara yang 8 kasus di Nunukan itu terdiri dari 3 kasus transmisi lokal/suspek dan 5 kasus kontak erat,” ujar Agust kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, kemarin (15/12).

Sementara untuk yang 34 kasus di Malinau terbagi atas 19 kasus transmisi lokal, 14 kasus kontak erat, dan satu kasus transmisi lokal/suspek. Jumlah tambahan kasus di Malinau ini terbilang cukup tinggi jika dibandingkan dengan tambahan yang beberapa hari sebelumnya.

Lalu untuk 21 kasus di Tarakan itu meliputi 4 kasus transmisi lokal/suspek, 7 kasus kontak erat, 1 kasus pelaku perjalanan, 2 kasus klaster RSUD, serta 7 kasus transmisi lokal. Dengan bertambahnya 73 kasus tersebut, maka total yang terkonfirmasi positif Covid-19 di provinsi ke-34 ini naik menjadi 2.368 kasus.

Baca Juga :  2021, Angka Kemiskinan di Kota Ini Diprediksi Turun

Selain itu, kemarin juga ada tambahan dua pasien konfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia, yakni satu di Tarakan dengan inisial H (64) perempuan dari transmisi lokal dan satu dari Nunukan dengan inisial IN (37) perempuan yang juga merupakan transmisi lokal,” jelasnya.

Jadi, untuk pasien konfirmasi positif yang meninggal dunia di provinsi termuda Indonesia ini naik menjadi 33 orang. Sementara yang sembuh sebanyak 1.425 orang. Adapun 50 orang tambahan sembuh itu terdiri dari 36 orang di Tarakan, 11 orang di Malinau, 2 orang di Nunukan, dan 1 orang di Tana Tidung.

Sebagai upaya menekan terjadinya tambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kaltara, ia meminta masyarakat untuk tetap mematuhi atau menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

 

KASUS NUNUKAN

Di Nunukan, jumlah pasien Covid-19 sepekan belakangan ini terus bertambah. RSUD Nunukan pun ikut meningkatkan pelayanan dan terus melakukan pengawasan ketat. “Saat ini pasien Covid-19 yang dirawat ada 32 orang dan PDP (pasien dalam pengawasan, Red) ada 24 orang,” sebut Kepala Bagian Pengembangan dan Kemitraan pada RSUD Nunukan, Khairil, S.Si, Apt.

Baca Juga :  Harga Berpotensi ‘Dimainkan’ Pemodal Besar

Dikatakan, saat ini para pasien dirawat di ruangan yang telah disiapkan khusus. Tapi, untuk mengantisipasi lonjakan yang lebih besar, RSUD telah menyediakan tempat lain yang masih berada di lingkungan RSUD.

“Untuk ruangan masih mampu. Kecuali nakes (tenaga kesehatan, Red) memang kekurangan. Tapi dari manajemen sudah mengatur dengan memaksimalkan tenaga yang ada dan menempatkan Nakes dari ruangan lain ke Covid-19,” katanya.

Meskipun ada peningkatan pasien Covid-19, lanjutnya, pelayanan di bagian poli umum tetap dibuka secara normal. “Tapi, tetap dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Jadi, tidak asal saja,” tegasnya.

Berbeda dengan masyarakat yang ingin membesuk pasien rawat inap. Untuk sementara ini, kata Khairil, ditiadakan. Dikhawatirkan terjadi kerumunan massa dan dapat meningkatkan penularan Covid-19. “Jadi, semua jam besuk pasien ditiadakan untuk sementara,” ungkapnya.

Dari pantauan media ini, sejak meningkatnya jumlah pasien Covid-19 hanya ada beberapa nakes dan pegawai yang melewati koridor RSUD Nunukan.

Dua gedung khusus isolasi di RSUD juga telah difungsikan. Gedung isolasi pinere Covid-19 pertama kali dioperasikan pasca diresmikan September lalu. (iwk/oya/lim)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/