alexametrics
28.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Bangun SPUL untuk Motor Listrik

TARAKAN – Di momen Hari Ulang Tahun ke-23 Kota Tarakan, Pemerintah Kota (Pemkot) yang mengusung program kawasan smart citytengah mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan. Melalui Perumda Energi Mandiri menyediakan motor listrik sehingga masyarakat tidak perlu lagi melakukan pengisian bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) lagi.

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, mengatakan, dari program itu menginginkan lingkungan yang bebas polusi. Adapun motor listrik yang ditawarkan dapat menempuh kecepatan maksimal 40 kilometer per jam. Harga per unit sebesar Rp 15,5 juta.

“Perumda ini memang baru tahun lalu kami bentuk dan salah satu core businessnya (bisnis utama) adalah motor listrik. Ini dalam rangka menciptakan lingkungan bebas polusi,” beber Khairul, kemarin (15/12).

Pemkot Tarakan juga tengah membangun stasiun pengisian umum listrik (SPUL). “Tarakan ini butuhnya city motor atau city car. Kalau medan berat memang harus pakai premium, tapi di Tarakan ini bisa menggunakan motor listrik karena biayanya lebih hemat karena kalau diisi 8 jam itu bolak-balik Juata (wilayah utara Tarakan) bisa,” jelas Khairul.

“Sekarang 1 kwh listrik itu mencapai Rp 1.500. Kalau mengisi motor listrik full itu sekitar 6 sampai 8 jam, kalau hitungan kami kemarin, konversi harganya lebih murah listrik dan ramah lingkungan. Cocok sekali di masa pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Pengusaha Speedboat Mau Naikan Tarif, Alasannya Belum Ada Penyesuaian Tarif Selama 5 Tahun

 

RUMAH DP 0 PERSEN TERSENDAT

Hal lain yang menjadi evaluasi Pemkot Tarakan, yakni rumah DP 0 persen yang menjadi janji Wali Kota – Wali Kota Tarakan pada 2018 lalu.

Khairul mengakui program rumah DP 0 persen masih jauh dari yang diharapkan. “Tapi itu kan ada persoalan kuota dari pusat, itu juga bunganya murah yakni 5 persen, dibanding dengan bunga komersial 5 persen. Batasan kuotanya juga terbatas setiap tahun. Di awal-awal memang banyak sekali, tapi sekarang mungkin kondisi negara juga down sehingga distribusi kuotanya ke daerah juga terbatas,” jelas Khairul.

Peminat rumah DP 0 persen ini dikatakan Khairul terbilang banyak. Hanya saat diverifikasi bank, banyak pemohon yang tertolak. Biasanya terkendala pada pinjaman bank dan dari sisi penghasilan yang dianggap tidak cukup untuk membayar iuran bulanan sebesar Rp 1 juta selama 20 tahun. “Jadi sebenarnya itu memindahkan kontrakan rumah jadi cicilan,” tutur Khairul.

Pembangunan rumah DP 0 persen ini dikatakan Khairul kebanyakan menempati lahan Tarakan Utara. “Sekarang ini yang betul-betul pure(murni)itu tidak sampai seratusan orang dari target 10 ribu masyarakat. Memang agak lambat, ini kami akui. Tapi yang lain (program) on the track(tetap berjalan),” bebernya.

Adapula, kata dia, program yang telah berjalan baik seperti program pendidikan. Bahkan jika kondisi keuangan Pemkot Tarakan semakin membaik, maka program pendidikan ini akan ditingkatkan melebihi target.

Baca Juga :  BKIPM Endus Penyelundup yang Bergerak Malam

Khusus air bersih, dikatakan Khairul dari 10.000 sambungan air bersih, Tarakan telah mencapai 8.000 sambungan air bersih sehingga tahun 2021 mendatang diprediksi akan melebihi target. Namun dalam hal ini Khairul menegaskan bahwa pihaknya tidak terfokus pada angka, melainkan agar seluruh masyarakat dapat merasakan pasokan air bersih.

Terkait penanganan banjir, ia mengakui masih terkendala. Namun saat ini masih berjalan, sehingga 2021 atau 2022 progres ini dapat selesai. Meski tidak masuk dalam program unggulan, namun penanganan banjir ini masuk dalam program kemasyarakatan termasuk penanganan sampah.

“Mudah-mudahan tahun depan selesai, karena itu anggarannya dari pusat. Kami berharap agar itu mengurangi masalah sampah tapi itu jadi problem masalah kita. Jalan dan jembatan juga jadi salah satu program unggulan kami, namun kami akui masih banyak yang belum kami sentuh baik yang didanai APBD maupun APBN,” katanya.

Khairul mengungkap, pandemi turut menjadi kendala dalam pembangunan. “Tinggal bantuan permodalan yang akan kami coba gagas mekanismenya. Ada dana bergulir yang kami siapkan, cuma mekanisme persyaratannya itu masih dianalisa dan dipertimbangkan, karena ini uang negara,” ucapnya. (shy/lim)

TARAKAN – Di momen Hari Ulang Tahun ke-23 Kota Tarakan, Pemerintah Kota (Pemkot) yang mengusung program kawasan smart citytengah mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan. Melalui Perumda Energi Mandiri menyediakan motor listrik sehingga masyarakat tidak perlu lagi melakukan pengisian bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) lagi.

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, mengatakan, dari program itu menginginkan lingkungan yang bebas polusi. Adapun motor listrik yang ditawarkan dapat menempuh kecepatan maksimal 40 kilometer per jam. Harga per unit sebesar Rp 15,5 juta.

“Perumda ini memang baru tahun lalu kami bentuk dan salah satu core businessnya (bisnis utama) adalah motor listrik. Ini dalam rangka menciptakan lingkungan bebas polusi,” beber Khairul, kemarin (15/12).

Pemkot Tarakan juga tengah membangun stasiun pengisian umum listrik (SPUL). “Tarakan ini butuhnya city motor atau city car. Kalau medan berat memang harus pakai premium, tapi di Tarakan ini bisa menggunakan motor listrik karena biayanya lebih hemat karena kalau diisi 8 jam itu bolak-balik Juata (wilayah utara Tarakan) bisa,” jelas Khairul.

“Sekarang 1 kwh listrik itu mencapai Rp 1.500. Kalau mengisi motor listrik full itu sekitar 6 sampai 8 jam, kalau hitungan kami kemarin, konversi harganya lebih murah listrik dan ramah lingkungan. Cocok sekali di masa pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.

Baca Juga :  BKIPM Endus Penyelundup yang Bergerak Malam

 

RUMAH DP 0 PERSEN TERSENDAT

Hal lain yang menjadi evaluasi Pemkot Tarakan, yakni rumah DP 0 persen yang menjadi janji Wali Kota – Wali Kota Tarakan pada 2018 lalu.

Khairul mengakui program rumah DP 0 persen masih jauh dari yang diharapkan. “Tapi itu kan ada persoalan kuota dari pusat, itu juga bunganya murah yakni 5 persen, dibanding dengan bunga komersial 5 persen. Batasan kuotanya juga terbatas setiap tahun. Di awal-awal memang banyak sekali, tapi sekarang mungkin kondisi negara juga down sehingga distribusi kuotanya ke daerah juga terbatas,” jelas Khairul.

Peminat rumah DP 0 persen ini dikatakan Khairul terbilang banyak. Hanya saat diverifikasi bank, banyak pemohon yang tertolak. Biasanya terkendala pada pinjaman bank dan dari sisi penghasilan yang dianggap tidak cukup untuk membayar iuran bulanan sebesar Rp 1 juta selama 20 tahun. “Jadi sebenarnya itu memindahkan kontrakan rumah jadi cicilan,” tutur Khairul.

Pembangunan rumah DP 0 persen ini dikatakan Khairul kebanyakan menempati lahan Tarakan Utara. “Sekarang ini yang betul-betul pure(murni)itu tidak sampai seratusan orang dari target 10 ribu masyarakat. Memang agak lambat, ini kami akui. Tapi yang lain (program) on the track(tetap berjalan),” bebernya.

Adapula, kata dia, program yang telah berjalan baik seperti program pendidikan. Bahkan jika kondisi keuangan Pemkot Tarakan semakin membaik, maka program pendidikan ini akan ditingkatkan melebihi target.

Baca Juga :  Pasien Positif Sudah Dipulangkan

Khusus air bersih, dikatakan Khairul dari 10.000 sambungan air bersih, Tarakan telah mencapai 8.000 sambungan air bersih sehingga tahun 2021 mendatang diprediksi akan melebihi target. Namun dalam hal ini Khairul menegaskan bahwa pihaknya tidak terfokus pada angka, melainkan agar seluruh masyarakat dapat merasakan pasokan air bersih.

Terkait penanganan banjir, ia mengakui masih terkendala. Namun saat ini masih berjalan, sehingga 2021 atau 2022 progres ini dapat selesai. Meski tidak masuk dalam program unggulan, namun penanganan banjir ini masuk dalam program kemasyarakatan termasuk penanganan sampah.

“Mudah-mudahan tahun depan selesai, karena itu anggarannya dari pusat. Kami berharap agar itu mengurangi masalah sampah tapi itu jadi problem masalah kita. Jalan dan jembatan juga jadi salah satu program unggulan kami, namun kami akui masih banyak yang belum kami sentuh baik yang didanai APBD maupun APBN,” katanya.

Khairul mengungkap, pandemi turut menjadi kendala dalam pembangunan. “Tinggal bantuan permodalan yang akan kami coba gagas mekanismenya. Ada dana bergulir yang kami siapkan, cuma mekanisme persyaratannya itu masih dianalisa dan dipertimbangkan, karena ini uang negara,” ucapnya. (shy/lim)

Most Read

Resep Gudeg

Resep Jus Tarap

Artikel Terbaru

/