alexametrics
27.7 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Rusak Estetika Kota, Satpol PP Tertibkan Baliho dan Spanduk

TARAKAN – Banyaknya baliho dan spanduk yang terpasang di Kota Tarakan menimbulkan pemandangan yang kurang sedap di beberapa titik keramaian. Hal tersebut membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan beberapa spanduk di beberapa titik keramaian.

Saat dikonfirmasi, Kepala Satpol PP Tarakan Hanip Matiksan menerangkan, saat ini masih banyaknya baliho dan spanduk kedaluwarsa liar tanpa izin terpasang di lokasi yang dilarang dalam Perda Nomor 13 Tahun 2002.

Sejauh ini pihaknya telah menertibkan spanduk yang sudah kedaluwarsa, di antaranya di komplek Stadion Datu Adil, Masjid Baitul Izzah, GTM dan THM.

“Selain momentumnya, memasang spanduk dan baliho juga harus memperhatikan tempat, agar di tempat tidak mengganggu keindahan Kota Tarakan. Selama dua minggu penertiban baliho dan iklan ucapan selamat. Total 10 baliho yang kami amankan. Ini menyebar di Jalan Sudirman dan Yos Sudarso,”jelasnya.

Baca Juga :  Perilaku LGBT Kian Meresahkan Masyarakat di Kawasan Ini

Menurutnya, pembiaran tersebut termasuk aktivitas mengotori kota dan hal tersebut bisa saja dapat menimbulkan tipiring bagi pelaku.

“Seharusnya pemasang spanduk ini bertanggung jawab untuk melepas spanduk atau balihonya sendiri saat batas waktu sudah habis. Termasuk tempelan iklan di pohon dan tiang listrik itu juga tidak dibenarkan,” ujarnya. (*)






Reporter: Agus Dian Zakaria

TARAKAN – Banyaknya baliho dan spanduk yang terpasang di Kota Tarakan menimbulkan pemandangan yang kurang sedap di beberapa titik keramaian. Hal tersebut membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan beberapa spanduk di beberapa titik keramaian.

Saat dikonfirmasi, Kepala Satpol PP Tarakan Hanip Matiksan menerangkan, saat ini masih banyaknya baliho dan spanduk kedaluwarsa liar tanpa izin terpasang di lokasi yang dilarang dalam Perda Nomor 13 Tahun 2002.

Sejauh ini pihaknya telah menertibkan spanduk yang sudah kedaluwarsa, di antaranya di komplek Stadion Datu Adil, Masjid Baitul Izzah, GTM dan THM.

“Selain momentumnya, memasang spanduk dan baliho juga harus memperhatikan tempat, agar di tempat tidak mengganggu keindahan Kota Tarakan. Selama dua minggu penertiban baliho dan iklan ucapan selamat. Total 10 baliho yang kami amankan. Ini menyebar di Jalan Sudirman dan Yos Sudarso,”jelasnya.

Baca Juga :  Bertemu Presiden, Kampanye Perdamaian dan Menolak Intoleransi

Menurutnya, pembiaran tersebut termasuk aktivitas mengotori kota dan hal tersebut bisa saja dapat menimbulkan tipiring bagi pelaku.

“Seharusnya pemasang spanduk ini bertanggung jawab untuk melepas spanduk atau balihonya sendiri saat batas waktu sudah habis. Termasuk tempelan iklan di pohon dan tiang listrik itu juga tidak dibenarkan,” ujarnya. (*)






Reporter: Agus Dian Zakaria

Most Read

Partai Kecil Wait and See

Drainase Kecil, Langganan Banjir

Empat Penjabat Tinggi Malinau Dirotasi

Kasus Meningkat, Bulungan KLB DBD

Artikel Terbaru

/