alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

WAH PARAH..!! Belum Selesai Dikerjakan, Jembatan Ini Runtuh..!!

TARAKAN – Pada Senin pagi sekira pukul 11.00 WITA, warga RT 21 Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah mendapati jembatan yang menjadi penghubung jalan antar rukun tetangga (RT) ambruk. Padahal jembatan tersebut masih dalam tahap pengerjaan.

Saat dikonfirmasi, Hamidah (46) warga setempat menerangkan jika dirinya cukup terkejut melihat kejadian tersebut. Ia menjelaskan, jembatan tersebut ambruk di tengah aktivitas pengerjaan. Beruntung tidak ada pekerja yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

“Tidak tahu juga penyebabnya apa. Kayaknya karena terlalu berat bebannya karena tiang tengan penyangganya kan tidak ada. Mungkin karena itu. Tiba-tiba saja roboh. Saya pas masak di dapur dengar suara gemuruh. Dugaan saya memang jembatan runtuh pas saya keluar memang benar. Untungnya tidak ada warga yang lewat, padahal jembatannya sudah bisa dilewati kemarin,” ujarnya, (14/12).

Ia menjelaskan, seluruh pekerja dapat menyelamatkan diri. Namun, saat kejadian terdapat 2 pekerja yang nyaris tertimpa. Beruntung ia masih dapat diselamatkan. “Robohnya itu pas sementara dikerja. Untung pekerjanya sempat lari (menyelamatkan diri). Ada 2 pekerja yang bergelantungan tadi. Alhamdulillah selamat. Tidak ada luka, mungkin cuma kaget saja,” tukasnya.

Diketahui, jembatan tersebut dalam tahap pengerjaan. Sehingga jembatan tersebut belum dibuka untuk beraktivitas. Meski demikian, sebagian masyarakat kerap melewati jembatan tersebut dengan berjalan kaki. “Memang jembatan ini masih dikerjakan, masih tahap pengecoran. tapi sudah bisa dilewati orang jalan kaki. Ngerih juga sih kalau pas ada orang lewat pas lagi runtuh,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Selumit Pantai, Marthen Loboran mengungkapkan pihaknya sudah melakukan kunjungan ke lokasi tersebut. Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti runtuhnya jembatan. Namun, ia menegaskan pihaknya segera melakukan pertemuan dengan instansi terkait. “Saya sudah mengunjungi lokasinya. Begitu dengar jembatan runtuh saya langsung mengecek ke lokasi. Rencananya kami akan melakukan pertemuan dengan instansi terkait membahas hal ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Warga Butuh Penerangan Jalan

Lanjutnya, setelah dilakukan pertemuan dengan instansi dan kontraktor, maka pihaknya tetap mengupayakan agar jembatan kembali dikerjakan secepat mungkin. Kendati demikian, ia menegaskan jika pihaknya tidak ingin menduga-duga terhadap insiden tersebut.

“Kami juga belum tahu karena kami tidak menangani pekerjaan ini. Mungkin saja, karena tidak ada tiang penyangganya atau masalah lain. Itulah kami mau ketemu kontraktornya dan DPUTR dulu untuk menanyakan ini,” jelasnya.

Ia berharap semoga pengerjaan dapat segera kembali dilakukan sehingga masyarakat dapat lebih mudah menjangkau RT sekitar. Selain itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melewati jembatan jika pengerjaan belum selesai. “Mudah-mudahan cepat diselesaikan. Karena kasihan juga masyarakat mau lewat. Saya mengimbau masyarakat tidak melewati jembatan kalau masih dalam pengerjaan,” pungkasnya.

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, mengatakan, bahwa jembatan roboh tersebut tidak berada di bawah kewenangan Pemkot Tarakan, namun merupakan proyek di bawah kewenangan Kementerian PUPR. Sehingga dalam hal ini Pemkot hanya menangani permasalahan sosial seperti lahan. “Saya juga belum mendapat laporan karena itu mungkin dilaporkan langsung ke pusat,” ujar Khairul.

Sebelumnya, Khairul pernah melakukan kunjungan ke lokasi tersebut. Namun jembatan tersebut diprediksi Khairul belum selesai dan belum digunakan. Untuk itu, dirinya akan berkonsultasi dengan satuan kerja Kementerian PUPR. “Jalan itu yang menghubungkan jalan dari Gusher ke Selumit Pantai. Desainnya seperti itu. Itu masih proses pembangunan, siapa tahu dalam proses pengerjaan ada trouble di dalamnya, saya tidak berani berandai-andai. Nanti saya akan tinjau dan koordinasi dengan satker,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tahap I Pantai Amal Sudah 80 Persen

Plt. Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Utara (BPPW) Kaltara, J Wahyu Kusumosusanto mengklarifikasi jika penyebab runtuhnya karena adanya insiden pada tiang perancah. “Informasi dihimpun dari warga setempat, pada malam hari tepatnya pada tanggal 13 Desember 2020, sebuah perahu menabrak tiang perancah jembatan dan tidak menginformasikan kejadian tersebut kepada pihak kontraktor dan pelaksana pengawas di lapangan. Setelah bekisting (cetakan sementara/9 jembatan rubuh baru diinformasikan penabrakan tersebut kepada pelaksana d ilapangan. Selaku pelaksana, pihak kontraktor mengakui kurangnya kekuatan pada perancah karena sebagian tiang perancah hilang akibat tertabrak perahu,” ujar Wahyu, tadi malam.

Jembatan tersebut menghubungkan Kelurahan Karang Rejo dan Selumit Pantai. Pihaknya pun telah menggelar rembuk warga menyikapi insiden yang ada. “Hadir dalam rembuk ini, warga sekitar lokasi kejadian, perangkat kelurahan serta kecamatan. Seluruh pihak yang hadir turut memohon maaf atas kejadian ini yang disebabkan kurang tertibnya warga ketika melewati area proyek. Rembuk ini dilakukan dalam upaya mencari jalan terbaik dan telah disepakati untuk menutup jalur tersebut sampai jembatan selesai dikerjakan dan siap untuk difungsikan. Hal tersebut dilakukan agar kayu perancah yang menopang bekisting jembatan tetap kokoh saat dilakukan pengecoran dan meminimalisir gangguan saat melaksanakan pembangunan,” tambahnya.

“Pemerintah setempat dan warga siap membantu untuk mengawal dan mengawasi warga lainnya agar tidak ada lagi kejadian serupa untuk menghindari insiden tersebut terulang kembali,” imbuhnya. (*/zac/shy/lim)

TARAKAN – Pada Senin pagi sekira pukul 11.00 WITA, warga RT 21 Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah mendapati jembatan yang menjadi penghubung jalan antar rukun tetangga (RT) ambruk. Padahal jembatan tersebut masih dalam tahap pengerjaan.

Saat dikonfirmasi, Hamidah (46) warga setempat menerangkan jika dirinya cukup terkejut melihat kejadian tersebut. Ia menjelaskan, jembatan tersebut ambruk di tengah aktivitas pengerjaan. Beruntung tidak ada pekerja yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

“Tidak tahu juga penyebabnya apa. Kayaknya karena terlalu berat bebannya karena tiang tengan penyangganya kan tidak ada. Mungkin karena itu. Tiba-tiba saja roboh. Saya pas masak di dapur dengar suara gemuruh. Dugaan saya memang jembatan runtuh pas saya keluar memang benar. Untungnya tidak ada warga yang lewat, padahal jembatannya sudah bisa dilewati kemarin,” ujarnya, (14/12).

Ia menjelaskan, seluruh pekerja dapat menyelamatkan diri. Namun, saat kejadian terdapat 2 pekerja yang nyaris tertimpa. Beruntung ia masih dapat diselamatkan. “Robohnya itu pas sementara dikerja. Untung pekerjanya sempat lari (menyelamatkan diri). Ada 2 pekerja yang bergelantungan tadi. Alhamdulillah selamat. Tidak ada luka, mungkin cuma kaget saja,” tukasnya.

Diketahui, jembatan tersebut dalam tahap pengerjaan. Sehingga jembatan tersebut belum dibuka untuk beraktivitas. Meski demikian, sebagian masyarakat kerap melewati jembatan tersebut dengan berjalan kaki. “Memang jembatan ini masih dikerjakan, masih tahap pengecoran. tapi sudah bisa dilewati orang jalan kaki. Ngerih juga sih kalau pas ada orang lewat pas lagi runtuh,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Selumit Pantai, Marthen Loboran mengungkapkan pihaknya sudah melakukan kunjungan ke lokasi tersebut. Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti runtuhnya jembatan. Namun, ia menegaskan pihaknya segera melakukan pertemuan dengan instansi terkait. “Saya sudah mengunjungi lokasinya. Begitu dengar jembatan runtuh saya langsung mengecek ke lokasi. Rencananya kami akan melakukan pertemuan dengan instansi terkait membahas hal ini,” tuturnya.

Baca Juga :  KPPU Lakukan Penelitian Awal Harga Tiket

Lanjutnya, setelah dilakukan pertemuan dengan instansi dan kontraktor, maka pihaknya tetap mengupayakan agar jembatan kembali dikerjakan secepat mungkin. Kendati demikian, ia menegaskan jika pihaknya tidak ingin menduga-duga terhadap insiden tersebut.

“Kami juga belum tahu karena kami tidak menangani pekerjaan ini. Mungkin saja, karena tidak ada tiang penyangganya atau masalah lain. Itulah kami mau ketemu kontraktornya dan DPUTR dulu untuk menanyakan ini,” jelasnya.

Ia berharap semoga pengerjaan dapat segera kembali dilakukan sehingga masyarakat dapat lebih mudah menjangkau RT sekitar. Selain itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melewati jembatan jika pengerjaan belum selesai. “Mudah-mudahan cepat diselesaikan. Karena kasihan juga masyarakat mau lewat. Saya mengimbau masyarakat tidak melewati jembatan kalau masih dalam pengerjaan,” pungkasnya.

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, mengatakan, bahwa jembatan roboh tersebut tidak berada di bawah kewenangan Pemkot Tarakan, namun merupakan proyek di bawah kewenangan Kementerian PUPR. Sehingga dalam hal ini Pemkot hanya menangani permasalahan sosial seperti lahan. “Saya juga belum mendapat laporan karena itu mungkin dilaporkan langsung ke pusat,” ujar Khairul.

Sebelumnya, Khairul pernah melakukan kunjungan ke lokasi tersebut. Namun jembatan tersebut diprediksi Khairul belum selesai dan belum digunakan. Untuk itu, dirinya akan berkonsultasi dengan satuan kerja Kementerian PUPR. “Jalan itu yang menghubungkan jalan dari Gusher ke Selumit Pantai. Desainnya seperti itu. Itu masih proses pembangunan, siapa tahu dalam proses pengerjaan ada trouble di dalamnya, saya tidak berani berandai-andai. Nanti saya akan tinjau dan koordinasi dengan satker,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tahap I Pantai Amal Sudah 80 Persen

Plt. Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Utara (BPPW) Kaltara, J Wahyu Kusumosusanto mengklarifikasi jika penyebab runtuhnya karena adanya insiden pada tiang perancah. “Informasi dihimpun dari warga setempat, pada malam hari tepatnya pada tanggal 13 Desember 2020, sebuah perahu menabrak tiang perancah jembatan dan tidak menginformasikan kejadian tersebut kepada pihak kontraktor dan pelaksana pengawas di lapangan. Setelah bekisting (cetakan sementara/9 jembatan rubuh baru diinformasikan penabrakan tersebut kepada pelaksana d ilapangan. Selaku pelaksana, pihak kontraktor mengakui kurangnya kekuatan pada perancah karena sebagian tiang perancah hilang akibat tertabrak perahu,” ujar Wahyu, tadi malam.

Jembatan tersebut menghubungkan Kelurahan Karang Rejo dan Selumit Pantai. Pihaknya pun telah menggelar rembuk warga menyikapi insiden yang ada. “Hadir dalam rembuk ini, warga sekitar lokasi kejadian, perangkat kelurahan serta kecamatan. Seluruh pihak yang hadir turut memohon maaf atas kejadian ini yang disebabkan kurang tertibnya warga ketika melewati area proyek. Rembuk ini dilakukan dalam upaya mencari jalan terbaik dan telah disepakati untuk menutup jalur tersebut sampai jembatan selesai dikerjakan dan siap untuk difungsikan. Hal tersebut dilakukan agar kayu perancah yang menopang bekisting jembatan tetap kokoh saat dilakukan pengecoran dan meminimalisir gangguan saat melaksanakan pembangunan,” tambahnya.

“Pemerintah setempat dan warga siap membantu untuk mengawal dan mengawasi warga lainnya agar tidak ada lagi kejadian serupa untuk menghindari insiden tersebut terulang kembali,” imbuhnya. (*/zac/shy/lim)

Most Read

Sate Seafood

Soal PPDB hingga Dewan Pendidikan

Beda Persepsi, Persetujuan Ditunda

Artikel Terbaru

/