alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Tarakan Terbuka untuk Investor, Salah Satunya Pariwisata

Sebagai kota jasa, peranan investasi sangat penting dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi Bumi Paguntaka. Investasi dapat menciptakan lapangan kerja baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, menawarkan sejumlah peluang investasi kepada pelaku usaha lokal dan maupun dari luar Tarakan. “Saat ini ada beberapa sektor yang kami tawarkan ke pelaku usaha, salah satunya ada di sektor pariwisata, kita saat ini sedang dalam proses pembenahan di daerah Pantai Amal,” tuturnya.

Dirinya menilai lokasi Pantai Amal yang saat ini sedang dalam proses penataan dinilai memiliki potensi dalam pengembangan pariwisata di Tarakan. Sehingga dirinya membuka peluang bagi pelaku usaha lokal maupun luar Tarakan untuk berinvestasi. “Bisa dari luar Tarakan, kalau ada pengusaha lokal lebih bagus lagi, adapun peluang investasi yang ada di sana bisa melakukan pembangunan hotel atau apartemen yang bisa digunakan pengunjung ketika mengunjungi Pantai Amal,” tuturnya.

Baca Juga :  Perda Retribusi Menara Disoal

Dirinya menilai peluang untuk meraih keuntungan bagi pelaku usaha, sangat prospek ke depan untuk pariwisata. “Pengusaha bisa investasi dengan sistem build operate transfer (BOT), pelaku usaha membangun apartemen atau hotel yang dioperasionalkan secara 30 tahun, setelah 30 tahun dikembalikan ke negara, saya rasa dengan waktu selama ini pastinya pelaku usaha meraih keuntungan,” ungkapnya.

Pelaku usaha juga ketika berinvestasi bisa bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Kami selalu memberikan peluang bagi pelaku usaha, mau melakukan investasi secara mandiri atau bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui BUMD juga bisa, yang jelas investasi sangat penting untuk meningkatkan perekonomian suatu daerah,” ucapnya.

Dirinya mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu ada perusahaan baja besar yakni Sinosteel yang merupakan BUMN Tiongkok ingin berinvestasi di Tarakan. Pabrik baja itu dengan nilai invesatasi mencapai USD 2,7 miliar. “Kami sudah berkomunikasi beberapa kali, sudah meninjau lapangan dan menempatkan lokasinya di wilayah timur Tarakan dengan luas 800 hektare. Kami juga memfasilitasi RTRW juga, namun saat ini untuk realisasinya masih berproses karena kendala di pusat yang izinnya dari tahun lalu sampai sekarang belum selesai, terlebih terkena dampak Covid-19 lagi,” bebernya.

Baca Juga :  Penumpang Kapal Pelni Meningkat 5 Persen

Selain investasi, saat ini dirinya sedang berusaha menjadikan Tarakan yang memiliki motto The Little Singapore untuk dijadikan center of excellent (pusat unggulan) untuk beberapa bidang. “Saat ini untuk menjadikan Tarakan sebagai center of excellent, kami sedang merintis beberapa kegiatan di bidang pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya. (shy/jnr/lim)

Sebagai kota jasa, peranan investasi sangat penting dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi Bumi Paguntaka. Investasi dapat menciptakan lapangan kerja baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, menawarkan sejumlah peluang investasi kepada pelaku usaha lokal dan maupun dari luar Tarakan. “Saat ini ada beberapa sektor yang kami tawarkan ke pelaku usaha, salah satunya ada di sektor pariwisata, kita saat ini sedang dalam proses pembenahan di daerah Pantai Amal,” tuturnya.

Dirinya menilai lokasi Pantai Amal yang saat ini sedang dalam proses penataan dinilai memiliki potensi dalam pengembangan pariwisata di Tarakan. Sehingga dirinya membuka peluang bagi pelaku usaha lokal maupun luar Tarakan untuk berinvestasi. “Bisa dari luar Tarakan, kalau ada pengusaha lokal lebih bagus lagi, adapun peluang investasi yang ada di sana bisa melakukan pembangunan hotel atau apartemen yang bisa digunakan pengunjung ketika mengunjungi Pantai Amal,” tuturnya.

Baca Juga :  Penumpang Kapal Pelni Meningkat 5 Persen

Dirinya menilai peluang untuk meraih keuntungan bagi pelaku usaha, sangat prospek ke depan untuk pariwisata. “Pengusaha bisa investasi dengan sistem build operate transfer (BOT), pelaku usaha membangun apartemen atau hotel yang dioperasionalkan secara 30 tahun, setelah 30 tahun dikembalikan ke negara, saya rasa dengan waktu selama ini pastinya pelaku usaha meraih keuntungan,” ungkapnya.

Pelaku usaha juga ketika berinvestasi bisa bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Kami selalu memberikan peluang bagi pelaku usaha, mau melakukan investasi secara mandiri atau bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui BUMD juga bisa, yang jelas investasi sangat penting untuk meningkatkan perekonomian suatu daerah,” ucapnya.

Dirinya mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu ada perusahaan baja besar yakni Sinosteel yang merupakan BUMN Tiongkok ingin berinvestasi di Tarakan. Pabrik baja itu dengan nilai invesatasi mencapai USD 2,7 miliar. “Kami sudah berkomunikasi beberapa kali, sudah meninjau lapangan dan menempatkan lokasinya di wilayah timur Tarakan dengan luas 800 hektare. Kami juga memfasilitasi RTRW juga, namun saat ini untuk realisasinya masih berproses karena kendala di pusat yang izinnya dari tahun lalu sampai sekarang belum selesai, terlebih terkena dampak Covid-19 lagi,” bebernya.

Baca Juga :  Jelang Iduladha, Harga Ayam Ras Masih Normal

Selain investasi, saat ini dirinya sedang berusaha menjadikan Tarakan yang memiliki motto The Little Singapore untuk dijadikan center of excellent (pusat unggulan) untuk beberapa bidang. “Saat ini untuk menjadikan Tarakan sebagai center of excellent, kami sedang merintis beberapa kegiatan di bidang pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya. (shy/jnr/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/