alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Seriusi Kasus Dugaan Pelecehan, UBT Turunkan Satgas

TARAKAN – Dugaan pelecehan seksual yang dialami salah satu mahasiswi di Desa Sesua Kecamatan Malinau Barat saat melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menuai perhatian publik lantaran hal tersebut diduga melibatkan oknum aparatur desa setempat.

Saat dikonfirmasi, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan (UBT), Etty Wahyuni membenarkan adanya laporan dugaan tersebut.

Kendati demikian, ia belum dapat menyimpulkan hal tersebut bagian dari pelecehan seksual atau pun tidak. Walau demikian, ia menegaskan jika kasus ini mendapat perhatian serius dari UBT. Bahkan ia menyebut pihaknya menurunkan satgas khusus untuk menyelidiki kasus ini.

“Jadi belum bisa menyimpulkan ini pelecehan yah, karena yang bisa menyimpulkan pelecehan atau tidak mungkin nanti lebih paham dalam artian tim (satgas) yang menyelidiki hal ini,” ujarnya, Jumat (15/7).

Baca Juga :  Kapolsek Malinau Barat Tegaskan Personelnya Tak Ikut Nongkrong dengan Mahasiswa

“Sebenarnya kami memiliki satgas penanganan dan perlindungan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Sehingga satgas yang kami turunkan untuk menyelidiki kasus ini dan mengumpulkan informasi serta memberi pendampingan psikologis terhadap korban,” terangnya.

“Tapi saya lebih senang menyebutnya perbuatan tidak menyenangkan. Jadi memang kami dapat laporan dari mahasiswa kepada koordinator wilayah dan ada laporan dari dosen pembimbing lapangan untuk kegiatan KKN. Hal yang pertama kami lakukan setelah mendapat laporan, kami langsung menarik mahasiswa dari desa itu,”sambungnya.

“Tapi saat ini kami belum bisa menjelaskan penyebabnya, karena pada saat itu masih belun jelas ceritanya seperti apa. Jadi yang terpikir saat mendengar itu bagaimana kami harus mengamankan dan menarik mahasiswa kami dulu. Dikhawatirkan ada hal yang tidak diinginkan,” jelasnya. (*)

Baca Juga :  Penantian Bertahun-tahun Akhirnya Terjawab





Reporter: Agus Dian Zakaria

TARAKAN – Dugaan pelecehan seksual yang dialami salah satu mahasiswi di Desa Sesua Kecamatan Malinau Barat saat melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menuai perhatian publik lantaran hal tersebut diduga melibatkan oknum aparatur desa setempat.

Saat dikonfirmasi, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan (UBT), Etty Wahyuni membenarkan adanya laporan dugaan tersebut.

Kendati demikian, ia belum dapat menyimpulkan hal tersebut bagian dari pelecehan seksual atau pun tidak. Walau demikian, ia menegaskan jika kasus ini mendapat perhatian serius dari UBT. Bahkan ia menyebut pihaknya menurunkan satgas khusus untuk menyelidiki kasus ini.

“Jadi belum bisa menyimpulkan ini pelecehan yah, karena yang bisa menyimpulkan pelecehan atau tidak mungkin nanti lebih paham dalam artian tim (satgas) yang menyelidiki hal ini,” ujarnya, Jumat (15/7).

Baca Juga :  Penantian Bertahun-tahun Akhirnya Terjawab

“Sebenarnya kami memiliki satgas penanganan dan perlindungan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Sehingga satgas yang kami turunkan untuk menyelidiki kasus ini dan mengumpulkan informasi serta memberi pendampingan psikologis terhadap korban,” terangnya.

“Tapi saya lebih senang menyebutnya perbuatan tidak menyenangkan. Jadi memang kami dapat laporan dari mahasiswa kepada koordinator wilayah dan ada laporan dari dosen pembimbing lapangan untuk kegiatan KKN. Hal yang pertama kami lakukan setelah mendapat laporan, kami langsung menarik mahasiswa dari desa itu,”sambungnya.

“Tapi saat ini kami belum bisa menjelaskan penyebabnya, karena pada saat itu masih belun jelas ceritanya seperti apa. Jadi yang terpikir saat mendengar itu bagaimana kami harus mengamankan dan menarik mahasiswa kami dulu. Dikhawatirkan ada hal yang tidak diinginkan,” jelasnya. (*)

Baca Juga :  Kakanwil: Perlu Sinergitas Penanganan Narkoba di Lapas





Reporter: Agus Dian Zakaria

Most Read

Artikel Terbaru

/