alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Gugus Tugas Sampling ke Pegawai dan Pemilik Kafe

TARAKAN – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melakukan random sampling terhadap pegawai dan pemilik di sejumlah kafe yang ada di Jalan Kusuma Bangsa, Sabtu (12/12) sore. Adapun jenis pemeriksaan yang dilakukan, dengan metode swab antigen.

Salah seorang pegawai Kedai Sans, Alif (24) mengaku berdebar-debar saat dilakukan pemeriksaan swab antigen ini. Meski sebelumnya rutin melakukan rapid test, tapi pemeriksaan yang dilakukan melalui hidung ini baru pertama kali dirasakannya.

“Setelah mengikuti pemeriksaan ini, deg-degannya hilang tapi seperti geli-geli di hidung,” terangnya kepada awak media ini, usai menjalankan pemeriksaan.

Meski begitu, menurutnya dengan pemeriksaan ini sangat bermanfaat. Selain mengantisipasi penyebaran dan pengendalian kasus Covid-19, dia berharap juga dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat. Diakuinya, akhir-akhir ini sepi pengunjung. Tepatnya sejak adanya tambahan 60 kasus.

“Agak sepi dibandingkan dua minggu lalu, sebelum ada tambahan 60 kasus itu. Jadi dengan adanya pemeriksaan ini, kalau hasilnya negatif maka bisa mengembalikan kepercayaan. Karena kami sebagai pedagang juga tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti terapkan jaga jarak dan siapkan cuci tangan,” jelasnya.

Baca Juga :  BREAKING NEWS!!! Nol Terkonfirmasi, Semua Pasien Dinyatakan Sembuh

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan, dr. Witoyo mengatakan demi mengendalikan penularan Covid-19, sehingga gugus tugas melakukan random sampling. Hal ini juga dipertimbangkan dengan bertambahnya kasus positif yang cukup signifikan beberapa pekan terakhir ini.

Random sampling ini menyasar pusat keramaian, atau tempat yang berisiko tinggi seperti kafe. Sehingga mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang meluas. Juga diikuti dengan penerapan dan disiplin protokol kesehatan (prokes).

“Jangan sampai ada yang risiko tinggi, kita enggak tahu. Kita sudah serius menangani kasus positif, sedangkan yang berisiko ini tidak kita kendalikan,” jelasnya sembari memantau berjalannya pemeriksaan ini.

Lanjutnya, ada sekitar 19 kafe yang didata berada di lokasi tersebut. Dengan belasan orang yang terdata, termasuk pegawai maupun pemilik kafe yang kontak langsung dengan pembeli. Metode pemeriksaan dari random sampling ini menggunakan swab antigen.

Dia menjelaskan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mengetahui hasil positif atau negatif dari pemeriksaan ini. Untuk tingkat akurasinya kisaran 70 hingga 80 persen. Swab antigen ini merupakan pengambilan sampel di pangkal hidung dan tenggorakan. Atau mirip dengan pelaksanaan tes PCR.

Baca Juga :  Malam Mingguan dengan Belajar Nagham

“Kalau PCR (Polymerase Chain Reaction) keakuratannya 95 persen. Tapi kalau menunggu PCR itu hasilnya lama, swab antigen memang lebih cepat. Kalau nanti dari swab antigen ini ada yang positif, maka ditindaklanjuti dengan pemeriksaan PCR,” jelasnya.

Sebenarnya random sampling ini sudah lama diterapkan. Sebelumnya pernah dilakukan di Pasar Tenguyun. Lantaran beberapa pekan ini kasus positif yang meningkat signifikan, sehingga petugas prioritaskan tracing kasus untuk kontak erat dengan tambahan pasien positif.

“Sebenarnya random sampling ini sudah lama, kita juga kewalahan dengan kenaikan kasus. Tapi kalau kita tidak lakukan random sampling di tempat berisiko tinggi, maka akan ada penyebaran,” katanya.

Selain petugas Dinkes Tarakan, random sampling ini juga melibatkan tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas Gunung Lingkas. Yakni sebanyak enam orang dari Puskesmas Gunung Lingkas, dan empat orang dari Dinkes Tarakan, serta diawasi sekitar 5 personel dari Satpol PP Tarakan. (*/one/eza)

TARAKAN – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melakukan random sampling terhadap pegawai dan pemilik di sejumlah kafe yang ada di Jalan Kusuma Bangsa, Sabtu (12/12) sore. Adapun jenis pemeriksaan yang dilakukan, dengan metode swab antigen.

Salah seorang pegawai Kedai Sans, Alif (24) mengaku berdebar-debar saat dilakukan pemeriksaan swab antigen ini. Meski sebelumnya rutin melakukan rapid test, tapi pemeriksaan yang dilakukan melalui hidung ini baru pertama kali dirasakannya.

“Setelah mengikuti pemeriksaan ini, deg-degannya hilang tapi seperti geli-geli di hidung,” terangnya kepada awak media ini, usai menjalankan pemeriksaan.

Meski begitu, menurutnya dengan pemeriksaan ini sangat bermanfaat. Selain mengantisipasi penyebaran dan pengendalian kasus Covid-19, dia berharap juga dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat. Diakuinya, akhir-akhir ini sepi pengunjung. Tepatnya sejak adanya tambahan 60 kasus.

“Agak sepi dibandingkan dua minggu lalu, sebelum ada tambahan 60 kasus itu. Jadi dengan adanya pemeriksaan ini, kalau hasilnya negatif maka bisa mengembalikan kepercayaan. Karena kami sebagai pedagang juga tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti terapkan jaga jarak dan siapkan cuci tangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kuota Angkutan Online Se-Kaltara 191 Unit

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan, dr. Witoyo mengatakan demi mengendalikan penularan Covid-19, sehingga gugus tugas melakukan random sampling. Hal ini juga dipertimbangkan dengan bertambahnya kasus positif yang cukup signifikan beberapa pekan terakhir ini.

Random sampling ini menyasar pusat keramaian, atau tempat yang berisiko tinggi seperti kafe. Sehingga mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang meluas. Juga diikuti dengan penerapan dan disiplin protokol kesehatan (prokes).

“Jangan sampai ada yang risiko tinggi, kita enggak tahu. Kita sudah serius menangani kasus positif, sedangkan yang berisiko ini tidak kita kendalikan,” jelasnya sembari memantau berjalannya pemeriksaan ini.

Lanjutnya, ada sekitar 19 kafe yang didata berada di lokasi tersebut. Dengan belasan orang yang terdata, termasuk pegawai maupun pemilik kafe yang kontak langsung dengan pembeli. Metode pemeriksaan dari random sampling ini menggunakan swab antigen.

Dia menjelaskan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mengetahui hasil positif atau negatif dari pemeriksaan ini. Untuk tingkat akurasinya kisaran 70 hingga 80 persen. Swab antigen ini merupakan pengambilan sampel di pangkal hidung dan tenggorakan. Atau mirip dengan pelaksanaan tes PCR.

Baca Juga :  BREAKING NEWS!!! Nol Terkonfirmasi, Semua Pasien Dinyatakan Sembuh

“Kalau PCR (Polymerase Chain Reaction) keakuratannya 95 persen. Tapi kalau menunggu PCR itu hasilnya lama, swab antigen memang lebih cepat. Kalau nanti dari swab antigen ini ada yang positif, maka ditindaklanjuti dengan pemeriksaan PCR,” jelasnya.

Sebenarnya random sampling ini sudah lama diterapkan. Sebelumnya pernah dilakukan di Pasar Tenguyun. Lantaran beberapa pekan ini kasus positif yang meningkat signifikan, sehingga petugas prioritaskan tracing kasus untuk kontak erat dengan tambahan pasien positif.

“Sebenarnya random sampling ini sudah lama, kita juga kewalahan dengan kenaikan kasus. Tapi kalau kita tidak lakukan random sampling di tempat berisiko tinggi, maka akan ada penyebaran,” katanya.

Selain petugas Dinkes Tarakan, random sampling ini juga melibatkan tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas Gunung Lingkas. Yakni sebanyak enam orang dari Puskesmas Gunung Lingkas, dan empat orang dari Dinkes Tarakan, serta diawasi sekitar 5 personel dari Satpol PP Tarakan. (*/one/eza)

Most Read

Artikel Terbaru

/