alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Pertumbuhan Awan Cumulonimbus Bisa Sebabkan Puting Beliung

TARAKAN – Potensi pertumbuhan awan cumulonimbus di Tarakan terbilang cukup tinggi. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya angin puting beliung di darat atau water spout di laut.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi menjelaskan bahwa fenomena yang terjadi di perairan Tarakan pada pagi tadi merupakan kategori water spout karena angin berputar tepat di atas permukaan laut.

“Fenomena ini diakibatkan tingginya pertumbuhan awan konvektif yakni awan cumulonimbus (CB) di Tarakan,” ungkap Khilmi.

Berdasarkan pantauan satelit dan citra radar yang dimiliki BMKG dalam 24 jam terakhir menyebutkan Kalimantan Utara berpotensi mengalami pertumbuhan awan konvektif.

Dari awan cumulonimbus, lanjut Khilmi terdapat tekanan rendah yang mengakibatkan terjadinya water spout atau yang jika terjadi di daratan biasa dikenal sebagai puting beliung.

Baca Juga :  Ramai Mau Jadi Biduan Liga Dangdut

“Tapi alhamdulillah, tinggi dasar water spout tidak sampai ke permukaan sehingga tidak mengganggu aktivitas di perairan Tarakan,” ucapnya. (*)






Reporter: Yedidah Pakondo

TARAKAN – Potensi pertumbuhan awan cumulonimbus di Tarakan terbilang cukup tinggi. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya angin puting beliung di darat atau water spout di laut.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi menjelaskan bahwa fenomena yang terjadi di perairan Tarakan pada pagi tadi merupakan kategori water spout karena angin berputar tepat di atas permukaan laut.

“Fenomena ini diakibatkan tingginya pertumbuhan awan konvektif yakni awan cumulonimbus (CB) di Tarakan,” ungkap Khilmi.

Berdasarkan pantauan satelit dan citra radar yang dimiliki BMKG dalam 24 jam terakhir menyebutkan Kalimantan Utara berpotensi mengalami pertumbuhan awan konvektif.

Dari awan cumulonimbus, lanjut Khilmi terdapat tekanan rendah yang mengakibatkan terjadinya water spout atau yang jika terjadi di daratan biasa dikenal sebagai puting beliung.

Baca Juga :  Kuasa Hukum HB Lapor Balik M ke Polres Tarakan

“Tapi alhamdulillah, tinggi dasar water spout tidak sampai ke permukaan sehingga tidak mengganggu aktivitas di perairan Tarakan,” ucapnya. (*)






Reporter: Yedidah Pakondo

Most Read

Artikel Terbaru

/