alexametrics
27.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Unggul Pilgub Kaltara, Zainal Langsung Roadshow Temui Tokoh Sentral

TARAKAN – Calon Gubernur Kaltara nomor urut 3, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, bersilaturahmi dengan dr. H. Jusuf SK, wali kota Tarakan periode 1999-2009 dan H. Udin Hianggio, calon gubernur Kaltara nomor urut 1, Jumat (11/12). Langkah pemenang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltara Zainal tersebut dinilai pengamat sangat tepat.

Jusuf SK menerima Zainal di rumahnya di Jalan Mulawarman, Tarakan Barat. Pertemuannya dengan H. Udin Hianggio berlangsung di kediaman H. Udin di Jalan Pulau Sumatera, Tarakan Tengah. Dalam pertemuan tersebut Zainal tampak akrab dengan keduanya.

“Kedua tokoh (Jusuf SK dan Udin) ini menjadi tokoh sentral di Kota Tarakan, apalagi Jusuf SK dan Pak Udin, ini nanti menjadi kekuatan beliau (Zainal) membangun Kaltara ke depan. Tarakan menjadi kota strategis, dan secara kultural, Pak Zainal harus mendapatkan dukungan. Apalagi dengan melihat jumlah suara yang besar di Kota Tarakan. Pak Zainal menunjukkan betul bagaimana membangun komunikasi yang baik,” nilai pengamat politik yang juga akademisi Fisipol Unikaltar, Jimmy Nasroen, M.A, tadi malam.

Lanjut Jimmy, terlepas dari adanya kontribusi Jusuf SK, pertemuan tersebut menjadi tradisi yang patut dipertahankan di Kaltara. “Pak Zainal membangun tradisi politik santun. Bertemu dengan tokoh-tokoh sepuh. Posisi Pak Jusuf SK tak bisa lepas dari perjuangannya memperjuangkan Kaltara, dan Pak Zainal memahami kapasitas Pak Jusuf SK. Apa yang diinginkan Pak Jusuf dulu, itu yang ingin dijembatani Pak Zainal. Pak Jusuf ini, tokoh visioner Kaltara,” sambung Jimmy.

Menurut Jimmy, Zainal memahami secara historis, Jusuf Sk merupakan salah satu tokoh penting lahirnya Kaltara. Maka perjuangan Jusu SK merupakan sebuah perjuangan yang luar biasa.

Baca Juga :  Sepekan Kabur, Belum jadi DPO

“Saya pikir silaturahmi ini juga bagian dari bagaimana pikiran Pak Jusuf SK dijalankan secara baik. Bagaimana Pak Jusuf sebagai pejuang Kaltara, tentu apa yang diinginkan Pak Jusuf SK pada periode di awal Pak Irianto, bisa dipahami mungkin tidak sejalan. Pak Zainal ini tokoh yang ingin meluruskan, atau ada sesuatu yang ingin diperjuangkan di Kaltara. Pikiran Pak Jusuf SK mampu beliau rekam, dan bagaimana sebaiknya melakukan kerja ke depan,” terangnya.

Mengenai pertemuan Zainal dengan Udin dinilai sebagai kedewasaan berpolitik tokoh di Kaltara. Kendati di satu sisi, Udin merupakan bagian dari pemerintahan saat ini.

“Pak Udin ini unik, di satu sisi satu paket dengan Pak Irianto sebelumnya, kemudian timbul disharmoni. Sehingga dalam pikiran Pak Udin, ada juga pikiran mengenai Kaltara ke depan, perlu ditangkap. Selama ini kan pikiran Pak Udin belum maksimal secara program dalam jalannya pemerintahan. Yang paling penting pada seorang pemimpin, legalitas, atau dukungan dulu dari tokoh, mungkin juga itu dilakukan nanti di kabupaten lainnya oleh Pak Zainal,” jelasnya.

Jimmy memperkirakan, pertemuan Zainal dengan tokoh-tokoh politik Kaltara masih akan berlanjut, khususnya dengan mantan-mantan kepala daerah. “Di periode ini juga saya melihat, calon yang kalah juga gentleman, mengucapkan selamat bagi calon menang. Ini juga harus kita apresiasi. Ini memudahkan beliau untuk membangun ke depan, memudahkannya dalam memimpin. Dan pasti Pak Zainal juga harus ke Pak Irianto. Jangan sampai terbangun dendam politik, alangkah baiknya apa yang bagus dari Pak Irianto, dilanjutkan. Misalnya kekuatan birokrasi, kedisiplinan birokrasi, karena latar belakang beliau Pak Irianto kan lama di situ. Itu fondasi yang juga sudah dibangun Pak Irianto,” nilai Jimmy lebih jauh.

Baca Juga :  Antisipasi Covid-19, Ini Aturan saat Berada  di THM 

 

LANJUTKAN YANG BAIK

Ketua Tim Koalisi Partai Pemenangan Zainal-Yansen, Norhayati Andris menuturkan dengan kemenangan yang diraih pasangan calon Ziyap, sehingga saat ini pihaknya masih dalam proses penyusunan program kerja yang akan dilakukan dalam 100 hari kerja pertama.

“Mungkin kami dari Tim Koalisi Partai dari Zainal-Yansen, mungkin nanti akan kembali melakukan pertemuan untuk memprioritaskan atau mempersiapkan transisi dari pemerintahan sebelumnya. Jadi untuk merealisasikan janji politik, itu baru kami bahas dalam pemerintahan 100 hari,” ujarnya, kemarin (11/12).

Ia menegaskan, nantinya pihaknya tidak serta merta melakukan perombakan program yang telah dikerjakan pemerintah sebelumnya. Ia menuturkan, pihaknya bisa saja menggunakan program tersebut jika dinilai cukup baik untuk masyarakat. “Kalau program-program itu baik dan program itu untuk kebanyakan untuk masyarakat, tentu kami akan dukung sepenuhnya. Sesuai dengan slogan dan janji politik kita, membangun desa, menata kota. Apa yang menjadi harapan masyarakat di desa dan kota itu akan kami evaluasi kemudian kami akan rekap dan kami realisasikan secara bertahap,” tuturnya.

DIkatakan, pemerintahan Ziyap tentunya memprioritaskan kebutuhan masyarakat. Sehingga, jika program tersebut masih diperlukan maka hal tersebut dapat dilanjutkan.

Terkait adanya isu perombakan di pemerintahan, ia menuturkan jika pihaknya belum dapat berkomentar lebih jauh. Mengingat, saat ini pihaknya masih terfokus dalam penyusunan program kerja yang siap direalisasikan. “Kalau soal pejabat OPD tentu itu merupakan urusan internal dan kami juga akan melibatkan tokoh-tokoh. Sehingga, nantinya tokoh masyarakat di Kaltara dapat berkontribusi lebih besar kepada pembangunan di Kaltara. Karena Kaltara ini milik kita bersama bukan milik kelompok atau perseorangan. Kaltara ini rumah kita,” terangnya. (*/zac/lim)

TARAKAN – Calon Gubernur Kaltara nomor urut 3, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, bersilaturahmi dengan dr. H. Jusuf SK, wali kota Tarakan periode 1999-2009 dan H. Udin Hianggio, calon gubernur Kaltara nomor urut 1, Jumat (11/12). Langkah pemenang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltara Zainal tersebut dinilai pengamat sangat tepat.

Jusuf SK menerima Zainal di rumahnya di Jalan Mulawarman, Tarakan Barat. Pertemuannya dengan H. Udin Hianggio berlangsung di kediaman H. Udin di Jalan Pulau Sumatera, Tarakan Tengah. Dalam pertemuan tersebut Zainal tampak akrab dengan keduanya.

“Kedua tokoh (Jusuf SK dan Udin) ini menjadi tokoh sentral di Kota Tarakan, apalagi Jusuf SK dan Pak Udin, ini nanti menjadi kekuatan beliau (Zainal) membangun Kaltara ke depan. Tarakan menjadi kota strategis, dan secara kultural, Pak Zainal harus mendapatkan dukungan. Apalagi dengan melihat jumlah suara yang besar di Kota Tarakan. Pak Zainal menunjukkan betul bagaimana membangun komunikasi yang baik,” nilai pengamat politik yang juga akademisi Fisipol Unikaltar, Jimmy Nasroen, M.A, tadi malam.

Lanjut Jimmy, terlepas dari adanya kontribusi Jusuf SK, pertemuan tersebut menjadi tradisi yang patut dipertahankan di Kaltara. “Pak Zainal membangun tradisi politik santun. Bertemu dengan tokoh-tokoh sepuh. Posisi Pak Jusuf SK tak bisa lepas dari perjuangannya memperjuangkan Kaltara, dan Pak Zainal memahami kapasitas Pak Jusuf SK. Apa yang diinginkan Pak Jusuf dulu, itu yang ingin dijembatani Pak Zainal. Pak Jusuf ini, tokoh visioner Kaltara,” sambung Jimmy.

Menurut Jimmy, Zainal memahami secara historis, Jusuf Sk merupakan salah satu tokoh penting lahirnya Kaltara. Maka perjuangan Jusu SK merupakan sebuah perjuangan yang luar biasa.

Baca Juga :  Ini Barang Terlarang yang Ditemukan Petugas di Dalam Lapas

“Saya pikir silaturahmi ini juga bagian dari bagaimana pikiran Pak Jusuf SK dijalankan secara baik. Bagaimana Pak Jusuf sebagai pejuang Kaltara, tentu apa yang diinginkan Pak Jusuf SK pada periode di awal Pak Irianto, bisa dipahami mungkin tidak sejalan. Pak Zainal ini tokoh yang ingin meluruskan, atau ada sesuatu yang ingin diperjuangkan di Kaltara. Pikiran Pak Jusuf SK mampu beliau rekam, dan bagaimana sebaiknya melakukan kerja ke depan,” terangnya.

Mengenai pertemuan Zainal dengan Udin dinilai sebagai kedewasaan berpolitik tokoh di Kaltara. Kendati di satu sisi, Udin merupakan bagian dari pemerintahan saat ini.

“Pak Udin ini unik, di satu sisi satu paket dengan Pak Irianto sebelumnya, kemudian timbul disharmoni. Sehingga dalam pikiran Pak Udin, ada juga pikiran mengenai Kaltara ke depan, perlu ditangkap. Selama ini kan pikiran Pak Udin belum maksimal secara program dalam jalannya pemerintahan. Yang paling penting pada seorang pemimpin, legalitas, atau dukungan dulu dari tokoh, mungkin juga itu dilakukan nanti di kabupaten lainnya oleh Pak Zainal,” jelasnya.

Jimmy memperkirakan, pertemuan Zainal dengan tokoh-tokoh politik Kaltara masih akan berlanjut, khususnya dengan mantan-mantan kepala daerah. “Di periode ini juga saya melihat, calon yang kalah juga gentleman, mengucapkan selamat bagi calon menang. Ini juga harus kita apresiasi. Ini memudahkan beliau untuk membangun ke depan, memudahkannya dalam memimpin. Dan pasti Pak Zainal juga harus ke Pak Irianto. Jangan sampai terbangun dendam politik, alangkah baiknya apa yang bagus dari Pak Irianto, dilanjutkan. Misalnya kekuatan birokrasi, kedisiplinan birokrasi, karena latar belakang beliau Pak Irianto kan lama di situ. Itu fondasi yang juga sudah dibangun Pak Irianto,” nilai Jimmy lebih jauh.

Baca Juga :  Hanya Melayani 70 Persen Pelanggan

 

LANJUTKAN YANG BAIK

Ketua Tim Koalisi Partai Pemenangan Zainal-Yansen, Norhayati Andris menuturkan dengan kemenangan yang diraih pasangan calon Ziyap, sehingga saat ini pihaknya masih dalam proses penyusunan program kerja yang akan dilakukan dalam 100 hari kerja pertama.

“Mungkin kami dari Tim Koalisi Partai dari Zainal-Yansen, mungkin nanti akan kembali melakukan pertemuan untuk memprioritaskan atau mempersiapkan transisi dari pemerintahan sebelumnya. Jadi untuk merealisasikan janji politik, itu baru kami bahas dalam pemerintahan 100 hari,” ujarnya, kemarin (11/12).

Ia menegaskan, nantinya pihaknya tidak serta merta melakukan perombakan program yang telah dikerjakan pemerintah sebelumnya. Ia menuturkan, pihaknya bisa saja menggunakan program tersebut jika dinilai cukup baik untuk masyarakat. “Kalau program-program itu baik dan program itu untuk kebanyakan untuk masyarakat, tentu kami akan dukung sepenuhnya. Sesuai dengan slogan dan janji politik kita, membangun desa, menata kota. Apa yang menjadi harapan masyarakat di desa dan kota itu akan kami evaluasi kemudian kami akan rekap dan kami realisasikan secara bertahap,” tuturnya.

DIkatakan, pemerintahan Ziyap tentunya memprioritaskan kebutuhan masyarakat. Sehingga, jika program tersebut masih diperlukan maka hal tersebut dapat dilanjutkan.

Terkait adanya isu perombakan di pemerintahan, ia menuturkan jika pihaknya belum dapat berkomentar lebih jauh. Mengingat, saat ini pihaknya masih terfokus dalam penyusunan program kerja yang siap direalisasikan. “Kalau soal pejabat OPD tentu itu merupakan urusan internal dan kami juga akan melibatkan tokoh-tokoh. Sehingga, nantinya tokoh masyarakat di Kaltara dapat berkontribusi lebih besar kepada pembangunan di Kaltara. Karena Kaltara ini milik kita bersama bukan milik kelompok atau perseorangan. Kaltara ini rumah kita,” terangnya. (*/zac/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/