alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Kasus Positif Tembus Dua Ribuan, Tarakan Paling Banyak

KEMARIN (10/12), konfirmasi Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) sudah tembus 2.008 kasus. Total ini setelah dijumlahkan dengan 58 kasus baru yang ditetapkan Kamis (10/12). Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, dari 2.008 kasus itu, terbanyak di Tarakan dengan jumlah 1.095 kasus, lalu di Bulungan dengan jumlah 578 kasus, di Malinau 172 kasus, berikutnya Nunukan 124 kasus, dan terakhir Tana Tidung 39 kasus. “Di sini kami masih terus melakukan tracing terhadap kontak erat dari kasus yang terjadi,” ujarnya kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi kemarin.

Adapun dari 58 kasus konfirmasi baru di Kaltara itu terdiri dari 23 kasus di Tarakan dengan status transmisi lokal dan kontak erat, 24 kasus di Nunukan dengan status transmisi lokal, kontak erat dan pelaku perjalanan, lalu 7 kasus di Tana Tidung dengan status kontak erat, transmisi lokal dan pelaku perjalanan, serta 4 kasus di Bulungan dengan rincian pelaku perjalanan, kontak erat, dan transmisi lokal.

Selain itu, kemarin juga ada tambahan dua pasien konfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak 3 orang dengan rincian seorang perempuan di Bulungan dengan inisial MB (63), serta 2 orang perempuan di Nunukan dengan inisial DEH (40) dan MN (75). Ketiga orang ini semuanya dari kasus transmisi lokal.

“Dengan bertambahnya 3 pasien konfirmasi positif yang meninggal dunia itu, maka total pasien Covid-19 di Kaltara yang meninggal menjadi sebanyak 28 orang,” sebutnya.

Sementara yang sembuh bertambah 5 orang, dengan rincian 2 laki-laki di Tarakan dengan inisial AW (59) dan ATA (50) dari transmisi lokal. Kemudian, 3 laki-laki di Nunukan dengan inisial HA (28) kontak erat, AL (74) transmisi lokal, serta DP (25) kontak erat. “Tambahan 5 pasien sembuh itu membuat total yang sembuh di Kaltara naik menjadi 1.232 orang,” katanya.

Adapun yang hingga kemarin masih dirawat di Kaltara sebanyak 748 orang, dengan rincian 455 orang di Tarakan, 203 orang di Bulungan, 34 orang di Malinau, 20 orang di Tana Tidung, dan 36 orang di Nunukan. “Pastinya kami dari tim Satgas Penanganan Covid-19 akan terus berupaya untuk memutus rantai penularan Covid-19 di Kaltara ini,” pungkasnya. 

TAMBAHAN DARI SUSPEK DAN KONTAK ERAT

Kasus terkonfirmasi bertambah 23 orang yang dinyatakan positif Covid-19, Kamis (10/12). Sehingga jumlah pasien positif yang dirawat dan dipantau menyentuh angka 455 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, mengatakan, 23 tambahan tersebut terdiri dari 10 orang suspek dari pelayanan kesehatan, 1 orang yang melakukan pemeriksaan swab mandiri, dan 12 orang merupakan kontak erat dari pasien positif sebelumnya. “Yang suspek itu ada yang memiliki keluhan batuk dan pilek, ada juga yang rapid test-nya reaktif, sehingga dilakukan pemeriksaan swab dan hasilnya positif,” terangnya.

23 orang tambahan tersebut merupakan kasus ke-1.073 SBM (20) warga RT 10, Kelurahan Karang Harapan. Kasus ke-1.074 EP (33) warga RT 03, Kelurahan Mamburungan. Kasus ke-1.075 P (48) warga RT 08, Kelurahan Kampung Satu.

Baca Juga :  38 PKL Dapat ‘Surat Cinta’ dari Satpol PP, Ini Sebabnya...

Kasus ke-1.076 AH (51) warga 07, Kelurahan Gunung Lingkas. Kasus ke-1.077 LP (47) warga RT 14, Kelurahan Karang Balik. Kasus ke-1.078 RYM (37) warga RT 02, Kelurahan Kampung Satu. Kasus ke-1.079 DIB (52) warga RT 12, Kelurahan Kampung Empat.

Kasus ke-1.080 E (29) warga RT 13, Kelurahan Kampung Empat. Kasus ke-1.081 DESL (34) warga RT 26, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-1.082 AH (58) warga RT 12, Kelurahan Karang Rejo. Kasus ke-1.083 MR (27) warga RT 63, Kelurahan Karang Anyar.

Kasus ke-1.084 IS (53) warga RT 12, Kelurahan Juata Permai. Kasus ke-1.085 AM (23) warga RT 06, Kelurahan Karang Anyar Pantai. Kasus ke-1.086 HF (22) warga RT 06, Kelurahan Mamburungan. Kasus ke-1.087 YD (20) warga RT 05, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-1.088 NB (29) warga RT 25, Kelurahan Karang Anyar.

Kasus ke-1.089 IM (50) warga RT 14, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-1.090 S (26) warga RT 03, Kelurahan Selumit Pantai. Kasus ke-1.091 N (44) warga RT 13, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-1.092 SA (51) warga RT 27, Kelurahan Sebengkok.

Kasus ke-1.093 RF (32) warga RT 64, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-1.094 SS (34) warga RT 17, Kelurahan Karang Balik. Kasus ke-1.095 TMS (23) warga RT 18, Kelurahan Karang Anyar. “Sehingga jumlah kumulatif pasien terkonfirmasi positif mencapai 1.095 orang. Namun pasien positif yang dirawat dan dipantau sebanyak 455 orang,” bebernya.

Selain tambahan kasus terkofirmasi, bertambah pula dua orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Yakni kasus ke-796 A (59) warga RT 18, Kelurahan Juata Laut. Serta kasus ke-824 ATAS (50) warga RT 01, Kelurahan Karang Anyar. “Sehingga jumlah pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 627 orang,” lanjutnya.

Sementara itu, jumlah kontak erat yang dipantau sangat tinggi, yakni berada di angka 1.538 orang. Sedangkan kasus suspek yang dipantau sebanyak 151 orang. Kendati demikian, tak lupa diimbaunya agar masyarakat menerapkan ‘pesan ibu’, dengan melakukan 3M. Yakni memakai masker, mencuci tangan di bawah air mengalir dengan sabun, dan menjaga jarak. 

NUNUKAN TAMBAH 24 KASUS

Pasien terkonfirmasi Covid-19 bertambah lagi di Nunukan. Tak tanggung-tanggung, kali ini jumlahnya mencapai puluhan. Ya, setidaknya ada 24 kasus Covid-19 baru lagi. Dengan bertambahnya 24 kasus baru tersebut, jumlah pasien positif Covid-19 di Nunukan pun sudah sebanyak 36 orang.

Jubir Satgas Covid-19 Nunukan, Aris Suyono mengatakan hasil pemeriksaan PCR BLLK Surabaya atas pengambilan sampel diagnosa sebanyak 93 orang sebelumnya, termasuk 3 orang untuk sampel follow up kesembuhan, 24 orang terkonfirmasi positif.

Dari 24 pasien yang terkonfirmasi positif, notabene berasal dari Nunukan. Dari kecamatan lain terdapat masing-masing 1 pasien asal Kecamatan Sebatik dan Sei Menggaris. Gejala pasien bervariasi namun notabene kepada gejala ISPA, batuk dan filek. Pasien juga notabene berasal dari penularan lokal.

Baca Juga :  Bantuan Beras PKH Hampir Rampung

Bahkan, juga ada sejumlah pasien anak yang terkonfrimasi positif dari umur 5 tahun hingga 16 tahun. “Ada kasus yang dilaporkan masyarakat juga termasuk, karena punya gejala mengarah ke Covid-19, warga resah dan melaporkan ke kami, karena diduga pasien tidak ingin memeriksakan diri,” ungkap Aris saat konferensi pers, Kamis (10/12).

Sementara hasil pemeriksaan sampel follow up kesembuhan, terdapat 2 pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari hasil PCR BLLK Surabaya yang negatif, yakni pasien NNK-82 dan pasien NNK-83.

Dengan bertambahnya pasien positif sebanyak 24 orang tersebut, angka kumulatif pasien konfirmasi yang sudah tercatat sudah sebanyak 124 kasus, dengan 86 kasus kesembuhan dan sudah ada 2 kasus konfirmasi yang dinyatakan meninggal, 1 kasus berasal dari Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Sebatik. “Sejauh ini 18 kasus dirawat di ruang isolasi RSUD Nunukan, dan 18 kasus menjalani karantina secara mandiri di rumah masing-masing,” tambah Aris.

Atas penambahan positif itu juga, Kamis (10/12), tim gerak cepat masing-masing puskesmas sedang melaksanakan tracing kontak erat di semua wilayah kerja masing-masing.

ANTISIPASI KLASTER PILKADA BARU

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara 2020 sudah selesai dilaksanakan pada Rabu (9/11). Pemkot Tarakan dalam hal ini tetap antisipasi munculnya klaster pilkada baru pasca pelaksanaan Pilgub Kaltara.

Ada sejumlah antisipasi yang akan dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 Tarakan. Salah satunya, dikatakan Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, rencana penyiapan lokasi atau ruangan khusus isolasi pasien Covid-19. “Kita sudah siap. Termasuk menyiapkan isolasi mandiri yang memang rumahnya tidak layak untuk ditempati isolasi, itu juga sudah kita siapkan,” tegasnya.

Termasuk pula lanjutnya, dengan Kementerian Kesehatan yang menyambangi Tarakan. “Dan itu salah satu opsi yang sedang dipikirkan dengan biaya dari pusat,” jelas dr. Khairul.

Selama ini, orang tanpa gejala yang terkonfirmasi positif Covid-19 mengisolasi diri di rumah masing-masing. Ia melanjutkan, pelaksanaan pilkada sejak dari proses masa kampanye, peningkatan angka konfirmasi positif sudah muncul. Dengan pilkada sudah menjadi risiko jika nanti muncul klaster baru pasca pilkada. Meski ia berharap tak ada lagi penambahan terlebih khusus dari klaster pilkada. Lebih jauh ia menilai, tidak mungkin menunda pelaksanaan pilkada. “Pilihannya sulit. Apakah kita akan terus menunda pilkada ini. Sampai kapan kita tidak tahu,” urainya.

Ia berharap jika secara teori, orang-orang kemudian menerapkan  prokes, maka meminimalisir terjadinya pertambahan kasus. Namun faktanya euforia massa, tim pendukung bisa terlihat sendiri saat pengumuman kemenangan tiba. “Agak sulit juga kalau dilihat. Kalau alasan tim pemenangan tidak diundang tapi datang sendiri misalnya,” jelasnya. Sejak awal ia meprediksi, jika tidak diterapkan prokes dengan baik maka pertambahan kasus akan muncul. Sehingga lanjutnya, antisipasi yang bisa dilakukan menyiapkan isolasi mandiri. (iwk/*/one/raw/zia/lim)

 

 

KEMARIN (10/12), konfirmasi Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) sudah tembus 2.008 kasus. Total ini setelah dijumlahkan dengan 58 kasus baru yang ditetapkan Kamis (10/12). Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, dari 2.008 kasus itu, terbanyak di Tarakan dengan jumlah 1.095 kasus, lalu di Bulungan dengan jumlah 578 kasus, di Malinau 172 kasus, berikutnya Nunukan 124 kasus, dan terakhir Tana Tidung 39 kasus. “Di sini kami masih terus melakukan tracing terhadap kontak erat dari kasus yang terjadi,” ujarnya kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi kemarin.

Adapun dari 58 kasus konfirmasi baru di Kaltara itu terdiri dari 23 kasus di Tarakan dengan status transmisi lokal dan kontak erat, 24 kasus di Nunukan dengan status transmisi lokal, kontak erat dan pelaku perjalanan, lalu 7 kasus di Tana Tidung dengan status kontak erat, transmisi lokal dan pelaku perjalanan, serta 4 kasus di Bulungan dengan rincian pelaku perjalanan, kontak erat, dan transmisi lokal.

Selain itu, kemarin juga ada tambahan dua pasien konfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak 3 orang dengan rincian seorang perempuan di Bulungan dengan inisial MB (63), serta 2 orang perempuan di Nunukan dengan inisial DEH (40) dan MN (75). Ketiga orang ini semuanya dari kasus transmisi lokal.

“Dengan bertambahnya 3 pasien konfirmasi positif yang meninggal dunia itu, maka total pasien Covid-19 di Kaltara yang meninggal menjadi sebanyak 28 orang,” sebutnya.

Sementara yang sembuh bertambah 5 orang, dengan rincian 2 laki-laki di Tarakan dengan inisial AW (59) dan ATA (50) dari transmisi lokal. Kemudian, 3 laki-laki di Nunukan dengan inisial HA (28) kontak erat, AL (74) transmisi lokal, serta DP (25) kontak erat. “Tambahan 5 pasien sembuh itu membuat total yang sembuh di Kaltara naik menjadi 1.232 orang,” katanya.

Adapun yang hingga kemarin masih dirawat di Kaltara sebanyak 748 orang, dengan rincian 455 orang di Tarakan, 203 orang di Bulungan, 34 orang di Malinau, 20 orang di Tana Tidung, dan 36 orang di Nunukan. “Pastinya kami dari tim Satgas Penanganan Covid-19 akan terus berupaya untuk memutus rantai penularan Covid-19 di Kaltara ini,” pungkasnya. 

TAMBAHAN DARI SUSPEK DAN KONTAK ERAT

Kasus terkonfirmasi bertambah 23 orang yang dinyatakan positif Covid-19, Kamis (10/12). Sehingga jumlah pasien positif yang dirawat dan dipantau menyentuh angka 455 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, mengatakan, 23 tambahan tersebut terdiri dari 10 orang suspek dari pelayanan kesehatan, 1 orang yang melakukan pemeriksaan swab mandiri, dan 12 orang merupakan kontak erat dari pasien positif sebelumnya. “Yang suspek itu ada yang memiliki keluhan batuk dan pilek, ada juga yang rapid test-nya reaktif, sehingga dilakukan pemeriksaan swab dan hasilnya positif,” terangnya.

23 orang tambahan tersebut merupakan kasus ke-1.073 SBM (20) warga RT 10, Kelurahan Karang Harapan. Kasus ke-1.074 EP (33) warga RT 03, Kelurahan Mamburungan. Kasus ke-1.075 P (48) warga RT 08, Kelurahan Kampung Satu.

Baca Juga :  PAN Ungkap Elektabilitas Petahana

Kasus ke-1.076 AH (51) warga 07, Kelurahan Gunung Lingkas. Kasus ke-1.077 LP (47) warga RT 14, Kelurahan Karang Balik. Kasus ke-1.078 RYM (37) warga RT 02, Kelurahan Kampung Satu. Kasus ke-1.079 DIB (52) warga RT 12, Kelurahan Kampung Empat.

Kasus ke-1.080 E (29) warga RT 13, Kelurahan Kampung Empat. Kasus ke-1.081 DESL (34) warga RT 26, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-1.082 AH (58) warga RT 12, Kelurahan Karang Rejo. Kasus ke-1.083 MR (27) warga RT 63, Kelurahan Karang Anyar.

Kasus ke-1.084 IS (53) warga RT 12, Kelurahan Juata Permai. Kasus ke-1.085 AM (23) warga RT 06, Kelurahan Karang Anyar Pantai. Kasus ke-1.086 HF (22) warga RT 06, Kelurahan Mamburungan. Kasus ke-1.087 YD (20) warga RT 05, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-1.088 NB (29) warga RT 25, Kelurahan Karang Anyar.

Kasus ke-1.089 IM (50) warga RT 14, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-1.090 S (26) warga RT 03, Kelurahan Selumit Pantai. Kasus ke-1.091 N (44) warga RT 13, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-1.092 SA (51) warga RT 27, Kelurahan Sebengkok.

Kasus ke-1.093 RF (32) warga RT 64, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-1.094 SS (34) warga RT 17, Kelurahan Karang Balik. Kasus ke-1.095 TMS (23) warga RT 18, Kelurahan Karang Anyar. “Sehingga jumlah kumulatif pasien terkonfirmasi positif mencapai 1.095 orang. Namun pasien positif yang dirawat dan dipantau sebanyak 455 orang,” bebernya.

Selain tambahan kasus terkofirmasi, bertambah pula dua orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Yakni kasus ke-796 A (59) warga RT 18, Kelurahan Juata Laut. Serta kasus ke-824 ATAS (50) warga RT 01, Kelurahan Karang Anyar. “Sehingga jumlah pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 627 orang,” lanjutnya.

Sementara itu, jumlah kontak erat yang dipantau sangat tinggi, yakni berada di angka 1.538 orang. Sedangkan kasus suspek yang dipantau sebanyak 151 orang. Kendati demikian, tak lupa diimbaunya agar masyarakat menerapkan ‘pesan ibu’, dengan melakukan 3M. Yakni memakai masker, mencuci tangan di bawah air mengalir dengan sabun, dan menjaga jarak. 

NUNUKAN TAMBAH 24 KASUS

Pasien terkonfirmasi Covid-19 bertambah lagi di Nunukan. Tak tanggung-tanggung, kali ini jumlahnya mencapai puluhan. Ya, setidaknya ada 24 kasus Covid-19 baru lagi. Dengan bertambahnya 24 kasus baru tersebut, jumlah pasien positif Covid-19 di Nunukan pun sudah sebanyak 36 orang.

Jubir Satgas Covid-19 Nunukan, Aris Suyono mengatakan hasil pemeriksaan PCR BLLK Surabaya atas pengambilan sampel diagnosa sebanyak 93 orang sebelumnya, termasuk 3 orang untuk sampel follow up kesembuhan, 24 orang terkonfirmasi positif.

Dari 24 pasien yang terkonfirmasi positif, notabene berasal dari Nunukan. Dari kecamatan lain terdapat masing-masing 1 pasien asal Kecamatan Sebatik dan Sei Menggaris. Gejala pasien bervariasi namun notabene kepada gejala ISPA, batuk dan filek. Pasien juga notabene berasal dari penularan lokal.

Baca Juga :  Bantuan Beras PKH Hampir Rampung

Bahkan, juga ada sejumlah pasien anak yang terkonfrimasi positif dari umur 5 tahun hingga 16 tahun. “Ada kasus yang dilaporkan masyarakat juga termasuk, karena punya gejala mengarah ke Covid-19, warga resah dan melaporkan ke kami, karena diduga pasien tidak ingin memeriksakan diri,” ungkap Aris saat konferensi pers, Kamis (10/12).

Sementara hasil pemeriksaan sampel follow up kesembuhan, terdapat 2 pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari hasil PCR BLLK Surabaya yang negatif, yakni pasien NNK-82 dan pasien NNK-83.

Dengan bertambahnya pasien positif sebanyak 24 orang tersebut, angka kumulatif pasien konfirmasi yang sudah tercatat sudah sebanyak 124 kasus, dengan 86 kasus kesembuhan dan sudah ada 2 kasus konfirmasi yang dinyatakan meninggal, 1 kasus berasal dari Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Sebatik. “Sejauh ini 18 kasus dirawat di ruang isolasi RSUD Nunukan, dan 18 kasus menjalani karantina secara mandiri di rumah masing-masing,” tambah Aris.

Atas penambahan positif itu juga, Kamis (10/12), tim gerak cepat masing-masing puskesmas sedang melaksanakan tracing kontak erat di semua wilayah kerja masing-masing.

ANTISIPASI KLASTER PILKADA BARU

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara 2020 sudah selesai dilaksanakan pada Rabu (9/11). Pemkot Tarakan dalam hal ini tetap antisipasi munculnya klaster pilkada baru pasca pelaksanaan Pilgub Kaltara.

Ada sejumlah antisipasi yang akan dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 Tarakan. Salah satunya, dikatakan Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, rencana penyiapan lokasi atau ruangan khusus isolasi pasien Covid-19. “Kita sudah siap. Termasuk menyiapkan isolasi mandiri yang memang rumahnya tidak layak untuk ditempati isolasi, itu juga sudah kita siapkan,” tegasnya.

Termasuk pula lanjutnya, dengan Kementerian Kesehatan yang menyambangi Tarakan. “Dan itu salah satu opsi yang sedang dipikirkan dengan biaya dari pusat,” jelas dr. Khairul.

Selama ini, orang tanpa gejala yang terkonfirmasi positif Covid-19 mengisolasi diri di rumah masing-masing. Ia melanjutkan, pelaksanaan pilkada sejak dari proses masa kampanye, peningkatan angka konfirmasi positif sudah muncul. Dengan pilkada sudah menjadi risiko jika nanti muncul klaster baru pasca pilkada. Meski ia berharap tak ada lagi penambahan terlebih khusus dari klaster pilkada. Lebih jauh ia menilai, tidak mungkin menunda pelaksanaan pilkada. “Pilihannya sulit. Apakah kita akan terus menunda pilkada ini. Sampai kapan kita tidak tahu,” urainya.

Ia berharap jika secara teori, orang-orang kemudian menerapkan  prokes, maka meminimalisir terjadinya pertambahan kasus. Namun faktanya euforia massa, tim pendukung bisa terlihat sendiri saat pengumuman kemenangan tiba. “Agak sulit juga kalau dilihat. Kalau alasan tim pemenangan tidak diundang tapi datang sendiri misalnya,” jelasnya. Sejak awal ia meprediksi, jika tidak diterapkan prokes dengan baik maka pertambahan kasus akan muncul. Sehingga lanjutnya, antisipasi yang bisa dilakukan menyiapkan isolasi mandiri. (iwk/*/one/raw/zia/lim)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/