alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Isu Perubahan Lebih Menguat, Petahana Tumbang di Tiga Wilayah

TARAKAN Real count sementara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara) 2020 menunjukkan keunggulan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 3, Drs. Zainal Arifin Paliwang – Dr. Yansen TP, M.Si, (Ziyap) dengan selisih puluhan ribu suara dibanding dua pasangan calon lainnya.

Setidaknya, Ziyap unggul di tiga basis wilayah, yakni Tarakan, Bulungan dan Malinau. Sementara dua pasangan lainnya, hanya unggul masing-masing di satu kabupaten, yakni Nunukan dan Tana Tidung.

Menanggapi itu, pengamat politik sekaligus akademisi Fisipol Universitas Kaltara (Unikaltar) Jimmy Nasroen, M.A, menilai kemenangan Ziyap tak lepas dari keberhasilan mengemas isu ekonomi lokal. Di samping itu, adanya semangat perubahan yang menguat.

“Kalau saya melihat misalnya Pilgub, pertarungan ‘dua periode’ dan ‘perubahan’ itu sangat tajam. Memang suasanya keinginan sebuah perubahan cukup kencang. Saya melihat proses perlawanan pemain baru ini cukup menarik. Sejak awal perubahan itu bergerak dari Kota Tarakan. Kita melihat juga ketiga kandidat, hampir sama memfokuskan wilayah Tarakan,” ujar Jimmy, Kamis (10/12).

Menurut Jimmy, kemenangan itu juga perlu dicermati. Apakah figur yang dikehendaki atau memenangkan kontestasi, adalah cerminan keinginan masyarakat. “Misalnya sejak awal Ziyap membawa isu keamanan, apakah keduanya punya kemampuan agar isu yang ditawarkan itu memang terjembatani, atau kemenangan ini adalah solidaritas basis kultural. Namun kita perlu mengkaji lebih dalam,” jelasnya.

Namun diakuinya, isu ekonomi lokal merupakan isu cerdas yang ditawarkan Ziyap dalam beberapa kali debat. “Pada debat kedua dan ketiga, Ziyap mempertanyakan program petahana. Dan mempertegas menawarkan solusi seperti Pak Yansen, kekuatan perbatasan dipertegas. Isu pertambakan oleh Pak Zainal. Tambak ini kan menjadi isu pemilih Tarakan. Ini isu menarik, kepastian hukum bagi petambak, status tanah tambak dan sebagainya. Ini kan hajat hidup orang Tarakan,” nilainya.

Kekuatan program membuat Ziyap lebih unggul. Ziyap juga dinilai berhasil mengkomunikasikan atas kerja sama yang baik di antara dua figur.  “Kepastian usaha, apakah yang behubungan dengan status lahan, ini kan yang terakhir coba dipertajam oleh Ziyap. Dan itu memberi jawaban pemilih, khususnya di Kota Tarakan. Secara positif kita memahami, ini memberi harapan untuk para petambak. Pak Yansen juga secara tegas bagaimana proses pembangunan di perbatasan,” tambah Jimmy lagi.

Hal lain yang ditawarkan Ziyap, kata Jimmy, khusus bagi segmen yang belum disentuh petahana pada periode pertamanya. “Isu klasik yang diangkat kembali. Pada persoalan kontraktor lokal misalnya. Harapan yang coba ditawarkan. Itu bahkan jadi isu sentral. Kontraktor lokal berperan dalam pembangunan di Kaltara. Dan itu menarik bagi dunia usaha. Saya pikir kawan-kawan kontraktor lokal memiliki simpul yang cukup kuat, baik di Tarakan maupun di Bulungan, Nunukan dan lainnya. Kekuatan ekonomi lokal,” terangnya.

“Ekonomi ini kan wilayah sensitif, namun dikemas secara komunikatif. Jadi Ziyap tidak terkesan anti pengusaha dari luar, atau menolak investasi dari luar. Ini dilakukan secara elegan. Ini kekuatan kelas menengah. Poinnya kesempatan berusaha. Di kelas atas juga begitu, teman-teman pengusaha yang besar juga banyak support, memahami keamanan dan kesempatan berusaha baik di tangan Ziyap,” imbuhnya.

Jimmy mengaku takjub dengan sikap kenegarawanan yang ditunjukkan dua paslon lain yang menderita kekalahan. Setidaknya sikap dua paslon lain menyikapi hasil Pilgub mengeliminasi potensi gesekan. “Yang menarik Kaltara, quick count tak terbantahkan. Dan ucapan selamat untuk yang menang itu datang dari tokoh-tokoh yang berkompetisi,” ungkapnya. 

Baca Juga :  Minimalisir Gangguan, Bersihkan IPA

LELAH YANG TERBAYAR

Unggul sementara dalam real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun quick count sejumlah lembaga survei pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltara 2020, tim Cagub-Cawagub Kaltara nomor urut 3, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang – Dr. Yansen TP, M.Si, (Ziyap) pun berbagi kisah di balik kemenangan itu. Terdapat perjuangan dan tantangan berat yang dilalui.

Ketua Tim Koalisi Partai Politik Ziyap, Norhayati Andris menuturkan, setidaknya dalam beberapa bulan terakhir pihaknya harus menahan tekanan. Meski demikian, menurutnya hal tersebut sudah menjadi risiko seorang politikus dalam memperjuangkan perubahan. “Itulah dinamika dari politik. Jadi  sebagai politikus kita harus selalu siap menerima segala risiko. Hujatan, bully-an dan tekanan itu sudah menjadi hal yang biasa bagi kami,” ujarnya, kemarin (10/12).

“Bahkan memang tekanan juga berdampak kepada keluarga dan orang terdekat. Tapi saya pikir kalau saya bukan seorang politisi maka saya tidak dibuat seperti itu. Tapi saya seorang politisi maka risiko itu harus siap saya hadapi,” sambungnya.

Ia menyadari, dalam politik kesalahan sedikit pun dapat menjadi celah bagi lawan politik dalam menjatuhkan. “Dalam politik setiap lawan pasti mencari celah untuk menjatuhkan lawannya. Seperti itulah yang kami rasakan. Jadi hal itu sudah lumrah. Sebagai politisi, tentu kami sudah menyadari tantangan itu,” tuturnya.

Menurutnya, tidak mudah meyakinkan ratusan ribu masyarakat dengan berbagai latar belakang dan karakteristik untuk memilih Ziyap. Namun menurutnya, dengan niat dan tulus untuk mengubah Kaltara ke arah lebih baik, pihaknya tetap melakoni tanggung jawab besar tersebut.

“Memang di dalam perjuangan-perjuangan ini pasti ada kekurangan dan ada kekecewaan. Tetapi, kembali lagi mengurus ribuan orang itu tidak mudah. Tetapi apa yang menjadi di hiruk pikuknya politik banyak pelajaran yang kita petik. Yang pertama, kita paham karakter, kemudian pribadi, kemudian sifat-sifat dari kawan-kawan seperjuangan. Kita bisa jadi mengerti. Artinya, apa yang terjadi di tim, membuat kami kuat dalam menghadapi semua tantangan,” terangnya.

Selain tantangan dari eksternal, tentu pihaknya juga dihadapkan dengan rasa lelah yang amat luar biasa dalam memperjuangkan kemenangan Ziyap. Kendati begitu, semangat membangun Kaltara membuat ia dan rekan-rekan menyampingkan rasa lelah demi membentuk kontong-kantong dukungan, baik di pedesaan maupun di perkotaan.

“Dalam masa kampanye kami juga sering merasakan rasa lelah karena aktivitas yang begitu padat. Tapi wajar, karena kawan-kawan ini kan butuh suatu harapan keputusan dan ini yang menjadi membuat hubungan kami dan tim semakin erat,” jelasnya.

“Hingga pada detik-detik terakhir kekuatan solidaritas inilah yang membuat kami dapat bekerja secara maksimal. Yang paling berkesan adalah, selama perjalanan mendampingi Pak Zainal-Yansen, kami saling mengerti apa yang diinginkan Pak Yansen, apa yang tidak disukainya, sebaliknya, Pak Yansen juga akhirnya mengerti bagaimana kelebihan dan kekurangan kami,” lanjutnya.

Ia memahami persaingan politik cukup keras dan sengit. Akan tetapi, pihaknya cukup bersyukur warga Kaltara masih memiliki sikap toleransi yang cukup besar dalam menghargai perbedaan.

“Saya sangat bersyukur masyarakat Kaltara memiliki jiwa demokratis cukup besar. Sehingga sampai saat ini persaingan politik masih berjalan normatif. Meskipun ada beberapa kelompok yang tidak menyukai kami, tapi sejauh ini mereka tidak pernah melakukan penyerangan yang tidak objektif. Apalagi menghalang-halangi kegiatan kami saat berkampanye,” ujarnya.

“Yang saya apresiasi di Kaltara tingkat toleransi masyarakat cukup baik sehingga dalam hal ini tidak ada singgungan mengenai hal sensitif,” tuturnya.

Baca Juga :  Anggaran Minim, Bukan Penghambat

Setelah memenangkan Pilkada, Norhayati mengatakan, tiba saatnya janji-janji dan aspirasi yang pernah ia tampung dan berikan saat berkampanye ditunaikan. “Hal yang berkesan itu ketika kami di tengah masyarakat disambut senyuman dan sapaan hangat sehingga hal itulah yang membuat kami termotivasi untuk terus berjuang membangun Kaltara,” pungkasnya.

IRAW HARAPKAN KELANJUTAN PEMBANGUNAN

Setelah hasil perhitungan cepat pada pemungutan suara dirilis, kini beberapa kontestan sudah dapat menerima hasil secara lapang dada. Hal tersebut terlihat dari unggahan kontestan yang mengucapkan selamat kepada pasangan calon (Paslon) yang unggul dalam proses hitung cepat.

Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Paslon Iraw Ricky Valentino, S.Pt, M.Ikom, menuturkan, sejauh ini Irianto Lambrie dan Irwan Sabri cukup berlapang dada dalam menerima hasil pemilu yang dilakukan 9 Desember lalu. Sehingga ia menegaskan jika kedua figur paslon Iraw tersebut sudah cukup legowo dalam menerima hasil apapun.

“Melihat hasil perhitungan cepat, memang kita memiliki ketertinggalan 10 persen dari paslon Ziyap. Dan memang kondisinya, kami termasuk Irianto dan Irwan Sabri sudah legowo dalam menerima hasil pilkada kemarin. Beliau sejauh ini sangat berjiwa kesatria dengan berbesar hati mengakui hasil saat ini,”ujarnya, kemarin (10/12).

Pihaknya menyadari resiko kekalahan pasti ada pada setiap paslon. Sehingga menurutnya hal tersebut bukanlah akhir dari segalanya. Meski begitu, pihaknya tetap masih menunggu hasil resmi yang diumumkan KPU. “Saat maju tentu beliau kan memang sudah siap menang dan kalah. Sehingga itu resiko dari seorang kontestan dalam berkontestasi. Namun tentu kami juga masih mematuhi dan menunggu hasil resmi dari KPU sambil tidak lupa mengucapkan selamat bagi paslon yang memenangkan Pilgub 2020,” terangnya.

Ia menjelaskan, saat ini kondisi H.Irianto Lambrie cukup sehat dan beliau tetap tegar dalam dalam melewati masa ini. Bahkan ia menerangkan jika gubernur berstatus cuti tersebut sempat berpesan kepada pendukungnya agar selalu diberi kesabaran dan tawakal menerima hasil pilkada.

“Tentu saat ini beliau sudah sangat menerima hasil apapun, beliau menyadari dirinya kalah. Namun bukan berarti beliau harus sakit atau mungkin bersedih kepanjangan. Beliau dalam kondisi sehat beliau sempat telpon saya, beliau mengatakan kita sabar, tawakal sambil menunggu hasil resmi,” tukasnya.

“Beliau juga mengucapkan, dinda sampaikan kepada khalayak dan pendukung Iraw tetap sabar dan tawakal menerima hasil ini, sambil menunggu hasil resmi,” lanjutnya.

Meski demikian, ia menuturkan pihaknya tidak akan melakukan seremoni pembubaran tim secara langsung. Mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi covid-19. Sehingga, peosesi pembubaran tim hanya dilakukan secara visual saja.

“Pertama saat ini kan kita dalam kondisi pandemi covid-19, sehingga kita tidak melakukan acara semacam itu. Tapi nanti mungkin kami akan melakukan pembubaran secara komunikasi by phone saja,” jelasnya.

Terkait adanya isu Zainal Paliwang berencana melakukan silaturahmi secara pribadi kepada Dr. H. Irianto Lambrie, menurutnya tentu niatan tersebut akan disambut dengan senang hati. Menurutnya, walau bagaimana pun seluruh tokoh harus bersatu dalam membangun Kaltara. “Kalau pun nanti paslon terpilih ingin bersilaturahmi dengan Bapak, tentu Pak Irianto akan menerima niat baik itu dan kembali merajut hubungan seperti sedia kala. Karena memang semua tokoh harus selalu solid dalam membangun Kaltara,” pungkasnya. (shy/*/zac/lim)

 

 

 

TARAKAN Real count sementara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara) 2020 menunjukkan keunggulan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 3, Drs. Zainal Arifin Paliwang – Dr. Yansen TP, M.Si, (Ziyap) dengan selisih puluhan ribu suara dibanding dua pasangan calon lainnya.

Setidaknya, Ziyap unggul di tiga basis wilayah, yakni Tarakan, Bulungan dan Malinau. Sementara dua pasangan lainnya, hanya unggul masing-masing di satu kabupaten, yakni Nunukan dan Tana Tidung.

Menanggapi itu, pengamat politik sekaligus akademisi Fisipol Universitas Kaltara (Unikaltar) Jimmy Nasroen, M.A, menilai kemenangan Ziyap tak lepas dari keberhasilan mengemas isu ekonomi lokal. Di samping itu, adanya semangat perubahan yang menguat.

“Kalau saya melihat misalnya Pilgub, pertarungan ‘dua periode’ dan ‘perubahan’ itu sangat tajam. Memang suasanya keinginan sebuah perubahan cukup kencang. Saya melihat proses perlawanan pemain baru ini cukup menarik. Sejak awal perubahan itu bergerak dari Kota Tarakan. Kita melihat juga ketiga kandidat, hampir sama memfokuskan wilayah Tarakan,” ujar Jimmy, Kamis (10/12).

Menurut Jimmy, kemenangan itu juga perlu dicermati. Apakah figur yang dikehendaki atau memenangkan kontestasi, adalah cerminan keinginan masyarakat. “Misalnya sejak awal Ziyap membawa isu keamanan, apakah keduanya punya kemampuan agar isu yang ditawarkan itu memang terjembatani, atau kemenangan ini adalah solidaritas basis kultural. Namun kita perlu mengkaji lebih dalam,” jelasnya.

Namun diakuinya, isu ekonomi lokal merupakan isu cerdas yang ditawarkan Ziyap dalam beberapa kali debat. “Pada debat kedua dan ketiga, Ziyap mempertanyakan program petahana. Dan mempertegas menawarkan solusi seperti Pak Yansen, kekuatan perbatasan dipertegas. Isu pertambakan oleh Pak Zainal. Tambak ini kan menjadi isu pemilih Tarakan. Ini isu menarik, kepastian hukum bagi petambak, status tanah tambak dan sebagainya. Ini kan hajat hidup orang Tarakan,” nilainya.

Kekuatan program membuat Ziyap lebih unggul. Ziyap juga dinilai berhasil mengkomunikasikan atas kerja sama yang baik di antara dua figur.  “Kepastian usaha, apakah yang behubungan dengan status lahan, ini kan yang terakhir coba dipertajam oleh Ziyap. Dan itu memberi jawaban pemilih, khususnya di Kota Tarakan. Secara positif kita memahami, ini memberi harapan untuk para petambak. Pak Yansen juga secara tegas bagaimana proses pembangunan di perbatasan,” tambah Jimmy lagi.

Hal lain yang ditawarkan Ziyap, kata Jimmy, khusus bagi segmen yang belum disentuh petahana pada periode pertamanya. “Isu klasik yang diangkat kembali. Pada persoalan kontraktor lokal misalnya. Harapan yang coba ditawarkan. Itu bahkan jadi isu sentral. Kontraktor lokal berperan dalam pembangunan di Kaltara. Dan itu menarik bagi dunia usaha. Saya pikir kawan-kawan kontraktor lokal memiliki simpul yang cukup kuat, baik di Tarakan maupun di Bulungan, Nunukan dan lainnya. Kekuatan ekonomi lokal,” terangnya.

“Ekonomi ini kan wilayah sensitif, namun dikemas secara komunikatif. Jadi Ziyap tidak terkesan anti pengusaha dari luar, atau menolak investasi dari luar. Ini dilakukan secara elegan. Ini kekuatan kelas menengah. Poinnya kesempatan berusaha. Di kelas atas juga begitu, teman-teman pengusaha yang besar juga banyak support, memahami keamanan dan kesempatan berusaha baik di tangan Ziyap,” imbuhnya.

Jimmy mengaku takjub dengan sikap kenegarawanan yang ditunjukkan dua paslon lain yang menderita kekalahan. Setidaknya sikap dua paslon lain menyikapi hasil Pilgub mengeliminasi potensi gesekan. “Yang menarik Kaltara, quick count tak terbantahkan. Dan ucapan selamat untuk yang menang itu datang dari tokoh-tokoh yang berkompetisi,” ungkapnya. 

Baca Juga :  Pemkot Tarakan Fokus Kembangkan Kawasan Utara-Timur

LELAH YANG TERBAYAR

Unggul sementara dalam real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun quick count sejumlah lembaga survei pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltara 2020, tim Cagub-Cawagub Kaltara nomor urut 3, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang – Dr. Yansen TP, M.Si, (Ziyap) pun berbagi kisah di balik kemenangan itu. Terdapat perjuangan dan tantangan berat yang dilalui.

Ketua Tim Koalisi Partai Politik Ziyap, Norhayati Andris menuturkan, setidaknya dalam beberapa bulan terakhir pihaknya harus menahan tekanan. Meski demikian, menurutnya hal tersebut sudah menjadi risiko seorang politikus dalam memperjuangkan perubahan. “Itulah dinamika dari politik. Jadi  sebagai politikus kita harus selalu siap menerima segala risiko. Hujatan, bully-an dan tekanan itu sudah menjadi hal yang biasa bagi kami,” ujarnya, kemarin (10/12).

“Bahkan memang tekanan juga berdampak kepada keluarga dan orang terdekat. Tapi saya pikir kalau saya bukan seorang politisi maka saya tidak dibuat seperti itu. Tapi saya seorang politisi maka risiko itu harus siap saya hadapi,” sambungnya.

Ia menyadari, dalam politik kesalahan sedikit pun dapat menjadi celah bagi lawan politik dalam menjatuhkan. “Dalam politik setiap lawan pasti mencari celah untuk menjatuhkan lawannya. Seperti itulah yang kami rasakan. Jadi hal itu sudah lumrah. Sebagai politisi, tentu kami sudah menyadari tantangan itu,” tuturnya.

Menurutnya, tidak mudah meyakinkan ratusan ribu masyarakat dengan berbagai latar belakang dan karakteristik untuk memilih Ziyap. Namun menurutnya, dengan niat dan tulus untuk mengubah Kaltara ke arah lebih baik, pihaknya tetap melakoni tanggung jawab besar tersebut.

“Memang di dalam perjuangan-perjuangan ini pasti ada kekurangan dan ada kekecewaan. Tetapi, kembali lagi mengurus ribuan orang itu tidak mudah. Tetapi apa yang menjadi di hiruk pikuknya politik banyak pelajaran yang kita petik. Yang pertama, kita paham karakter, kemudian pribadi, kemudian sifat-sifat dari kawan-kawan seperjuangan. Kita bisa jadi mengerti. Artinya, apa yang terjadi di tim, membuat kami kuat dalam menghadapi semua tantangan,” terangnya.

Selain tantangan dari eksternal, tentu pihaknya juga dihadapkan dengan rasa lelah yang amat luar biasa dalam memperjuangkan kemenangan Ziyap. Kendati begitu, semangat membangun Kaltara membuat ia dan rekan-rekan menyampingkan rasa lelah demi membentuk kontong-kantong dukungan, baik di pedesaan maupun di perkotaan.

“Dalam masa kampanye kami juga sering merasakan rasa lelah karena aktivitas yang begitu padat. Tapi wajar, karena kawan-kawan ini kan butuh suatu harapan keputusan dan ini yang menjadi membuat hubungan kami dan tim semakin erat,” jelasnya.

“Hingga pada detik-detik terakhir kekuatan solidaritas inilah yang membuat kami dapat bekerja secara maksimal. Yang paling berkesan adalah, selama perjalanan mendampingi Pak Zainal-Yansen, kami saling mengerti apa yang diinginkan Pak Yansen, apa yang tidak disukainya, sebaliknya, Pak Yansen juga akhirnya mengerti bagaimana kelebihan dan kekurangan kami,” lanjutnya.

Ia memahami persaingan politik cukup keras dan sengit. Akan tetapi, pihaknya cukup bersyukur warga Kaltara masih memiliki sikap toleransi yang cukup besar dalam menghargai perbedaan.

“Saya sangat bersyukur masyarakat Kaltara memiliki jiwa demokratis cukup besar. Sehingga sampai saat ini persaingan politik masih berjalan normatif. Meskipun ada beberapa kelompok yang tidak menyukai kami, tapi sejauh ini mereka tidak pernah melakukan penyerangan yang tidak objektif. Apalagi menghalang-halangi kegiatan kami saat berkampanye,” ujarnya.

“Yang saya apresiasi di Kaltara tingkat toleransi masyarakat cukup baik sehingga dalam hal ini tidak ada singgungan mengenai hal sensitif,” tuturnya.

Baca Juga :  Pengadaan Alat Berat TPA Masih Lama

Setelah memenangkan Pilkada, Norhayati mengatakan, tiba saatnya janji-janji dan aspirasi yang pernah ia tampung dan berikan saat berkampanye ditunaikan. “Hal yang berkesan itu ketika kami di tengah masyarakat disambut senyuman dan sapaan hangat sehingga hal itulah yang membuat kami termotivasi untuk terus berjuang membangun Kaltara,” pungkasnya.

IRAW HARAPKAN KELANJUTAN PEMBANGUNAN

Setelah hasil perhitungan cepat pada pemungutan suara dirilis, kini beberapa kontestan sudah dapat menerima hasil secara lapang dada. Hal tersebut terlihat dari unggahan kontestan yang mengucapkan selamat kepada pasangan calon (Paslon) yang unggul dalam proses hitung cepat.

Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Paslon Iraw Ricky Valentino, S.Pt, M.Ikom, menuturkan, sejauh ini Irianto Lambrie dan Irwan Sabri cukup berlapang dada dalam menerima hasil pemilu yang dilakukan 9 Desember lalu. Sehingga ia menegaskan jika kedua figur paslon Iraw tersebut sudah cukup legowo dalam menerima hasil apapun.

“Melihat hasil perhitungan cepat, memang kita memiliki ketertinggalan 10 persen dari paslon Ziyap. Dan memang kondisinya, kami termasuk Irianto dan Irwan Sabri sudah legowo dalam menerima hasil pilkada kemarin. Beliau sejauh ini sangat berjiwa kesatria dengan berbesar hati mengakui hasil saat ini,”ujarnya, kemarin (10/12).

Pihaknya menyadari resiko kekalahan pasti ada pada setiap paslon. Sehingga menurutnya hal tersebut bukanlah akhir dari segalanya. Meski begitu, pihaknya tetap masih menunggu hasil resmi yang diumumkan KPU. “Saat maju tentu beliau kan memang sudah siap menang dan kalah. Sehingga itu resiko dari seorang kontestan dalam berkontestasi. Namun tentu kami juga masih mematuhi dan menunggu hasil resmi dari KPU sambil tidak lupa mengucapkan selamat bagi paslon yang memenangkan Pilgub 2020,” terangnya.

Ia menjelaskan, saat ini kondisi H.Irianto Lambrie cukup sehat dan beliau tetap tegar dalam dalam melewati masa ini. Bahkan ia menerangkan jika gubernur berstatus cuti tersebut sempat berpesan kepada pendukungnya agar selalu diberi kesabaran dan tawakal menerima hasil pilkada.

“Tentu saat ini beliau sudah sangat menerima hasil apapun, beliau menyadari dirinya kalah. Namun bukan berarti beliau harus sakit atau mungkin bersedih kepanjangan. Beliau dalam kondisi sehat beliau sempat telpon saya, beliau mengatakan kita sabar, tawakal sambil menunggu hasil resmi,” tukasnya.

“Beliau juga mengucapkan, dinda sampaikan kepada khalayak dan pendukung Iraw tetap sabar dan tawakal menerima hasil ini, sambil menunggu hasil resmi,” lanjutnya.

Meski demikian, ia menuturkan pihaknya tidak akan melakukan seremoni pembubaran tim secara langsung. Mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi covid-19. Sehingga, peosesi pembubaran tim hanya dilakukan secara visual saja.

“Pertama saat ini kan kita dalam kondisi pandemi covid-19, sehingga kita tidak melakukan acara semacam itu. Tapi nanti mungkin kami akan melakukan pembubaran secara komunikasi by phone saja,” jelasnya.

Terkait adanya isu Zainal Paliwang berencana melakukan silaturahmi secara pribadi kepada Dr. H. Irianto Lambrie, menurutnya tentu niatan tersebut akan disambut dengan senang hati. Menurutnya, walau bagaimana pun seluruh tokoh harus bersatu dalam membangun Kaltara. “Kalau pun nanti paslon terpilih ingin bersilaturahmi dengan Bapak, tentu Pak Irianto akan menerima niat baik itu dan kembali merajut hubungan seperti sedia kala. Karena memang semua tokoh harus selalu solid dalam membangun Kaltara,” pungkasnya. (shy/*/zac/lim)

 

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/