27.4 C
Tarakan
Saturday, December 2, 2023

BNPB Nilai Kaltara Terbaik Tangani Pandemi

TARAKAN – Kalimantan Utara (Kaltara) menerima predikat sebagai daerah dengan penanganan Covid-19 terbaik se-Indonesia. Hal tersebut diungkapkan, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo, kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam kunjungannya di Tarakan, (9/11).

Doni mengatakan bahwa pihaknya melakukan kunjungan sekaligus evaluasi atas kinerja yang dilakukan pemerintah bersama komponen masyarakat Kaltara terkait Covid-19. “Kaltara telah membuktikan bahwa Covid-19 dapat dikendalikan, meski sejumlah daerah yang masih menyandang status aktif tetapi angkanya secara nasional relatif sangat kecil. Angka kematiannya juga sangat kecil secara nasional,” ungkap Doni, (9/11).

Bersamaan hal tersebut, Doni menginginkan agar pemerintah dan masyarakat Kaltara terus berupaya dalam penanganan Covid-19, sehingga tidak merasa terlena dengan kondisi saat ini. Untuk itu, pihaknya menginginkan agar pelaksanaan protokol kesehatan lebih diperketat, agar penularan dapat segera berakhir.

“Kami tidak memberikan urutan. Tapi Kaltara termasuk provinsi yang berada dalam posisi terbaik penanganan Covid-19,” jelasnya.

Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 mengatur sanksi bagi pelanggar prokes. Namun, Doni mengharapkan agar permasalahan Covid-19 tak hanya mengacu pada sanksi, lebih kepada kesadaran masyarakat.

“Patuh bukan karena sanksi, tapi karena ada protokol kesehatan,” tuturnya. Doni juga mengungkapkan selama beberapa waktu ke depan akan ada jemaah dari Mekkah yang kembali ke Tarakan, sehingga perlu diantisipasi. Mengenai vaksin, pihaknya masih terus memantau perkembangan. Sebelum vaksin disalurkan kepada masyarakat, sementara ini pelaksanaan protokol kesehatan wajib untuk dilakukan.

Sementara itu, Pjs Gubernur Kaltara, Dr. Teguh Setyabudi mengatakan pencapaian yang diperoleh Kaltara berkat kerja sama semua pihak. “Kami juga selalu mengikuti regulasi yang diterapkan pemerintah termasuk mengeluarkan pergub dan perwali untuk penanganan persoalan disiplin dan penerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19,” singkatnya.

Juru Bicara Covid-19 Kaltara, Agust Suwandi menambahkan, penanganan Covid-19 di Kaltara masih terkendali. Hal ini tidak terlepas dari perhatian masyarakat dan upaya pemerintah yakni upaya preventif, penguatan testing(tes), tracing (penelusuran) dan treatment (pengobatan).

Baca Juga :  Adri Patton Tunggu Pinangan Parpol

“Pemerintah Kaltara sudah mengadakan laboratorium untuk PCR dan ini berdampak positif bagi kita. Sehingga Kaltara bisa melakukan pemeriksaan lebih cepat sehingga proses pengobatan bisa cepat dilaksanakan,” jelas Agust.

Jika melihat tren kasus saat ini Tarakan dan Bulungan masih mengalami penambahan. Hal ini dikarenakan adanya mobilitas warga yang tinggi pada dua wilayah ini. Di sampingi itu jumlah penduduk yang padat. 

GEJALA RINGAN CEPAT SEMBUH

Dominan pasien terkonfirmasi Coronavirus Covid-19, dalam gelombang kedua ini rerata dengan gejala ringan maupun tanpa gejala melakukan isolasi mandiri di rumah. Meski begitu, tingkat kesembuhannya pun cukup tinggi, yakni di atas 90 persen.

Seperti dikatakan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Utara (Kaltara), dr. Franky Sientoro, Sp.A, mengatakan, tingkat kesembuhan pasien positif Covid-19 yang bergejala ringan, sedang ataupun tanpa gejala cukup bagus.

“Tingkat kesembuhannya 90 persen lebih, berbeda lagi kalau ada komorbid atau penyakit penyerta lainnya atau gejala berat,” terangnya kepada Radar Tarakan, Senin (9/11).

Kebanyakan gejala ringan seperti batuk, pilek dan sakit tenggorokan yang ditangani. Meski melakukan isolasi mandiri di rumah, pasien disarankan melakukan aktivitas dengan mematuhi protokol kesehatan dengan 3M. Yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Meski menjalankan isolasi mandiri, pasien diharapkan rutin berjemur di bawah sinar matahari pagi atau sore, berolahraga ringan atau senam, mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayuran, minum vitamin serta istirahat yang cukup.

“Olahraga ringan saja di tempat yang disediakan artinya tidak boleh jalan-jalan. Protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker itu sangat penting bagi mereka yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Sehingga keluarga lainnya tidak ikut tertular, jadi protokol kesehatannya harus ketat,” lanjutnya.

Baca Juga :  Soal Kelangkaan Kayu, Dishut Kaltara Tegaskan Perizinan

Untuk menghindari kejenuhan atau tingkat stres saat isolasi mandiri, pasien dapat menghibur diri dengan membaca buku ataupun menonton. Pasien positif yang menjalankan isolasi mandiri juga tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan.

“Saya pernah tanya pengalaman teman yang dirawat di ruang isolasi, sebenarnya mengatasi stres lebih berat dibandingkan fisik. Karena secara fisik mereka merasa sehat saja, tapi stres karena tidak bisa kemana-mana. Tapi isolasi mandiri di rumah jauh lebih baik, karena bisa beraktivitas seperti nonton, baca buku, bersihkan rumah tapi tetap dengan protokol kesehatan terutama jaga jarak,” bebernya.

Mengingat Tarakan masuk dalam wilayah transmisi lokal, diimbaunya agar seluruh masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Minimal mematuhi 3M, sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Kita masuk dalam wilayah transmisi lokal, artinya sumber penularannya ada di dalam lingkungan kita. Kalau sebelumnya kan kasus impor, tapi sekarang relatif susah dicegah karena dari dalam. Maka protokol kesehatan harus dilakukan dengan baik,” imbaunya.

Sementara itu, seorang yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, laki-laki berinisial O (20), warga Kelurahan Karang Anyar, mengatakan awalnya dia mengeluh sesak napas saat malam hari. Kemudian dilakukan rapid test ditemui reaktif, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab, sekitar pertengahan Oktober.

“Jadi di-swab, ternyata hasilnya positif (Covid-19). Tapi dua hari saja rasa sesak, tapi setelah itu normal lagi setelah ditangani,” katanya kepada Radar Tarakan, Senin (9/11).

Selain mengonsumsi vitamin, makanan bergizi dan buah, ia juga rutin berolahraga. Di pagi hari ia senam dan sore hari bermain futsal bersama pasien positif lainnya, di lapangan khusus yang disediakan rumah sakit.

“Diisolasi di rumah sakit. Tapi seminggu saja sudah sembuh. Sebenarnya semuanya kelihatan sehat. Setelah tidak ada keluhan, dites swab lagi, hasilnya sudah negatif,” tutupnya. (shy/*/one/lim)

TARAKAN – Kalimantan Utara (Kaltara) menerima predikat sebagai daerah dengan penanganan Covid-19 terbaik se-Indonesia. Hal tersebut diungkapkan, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo, kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam kunjungannya di Tarakan, (9/11).

Doni mengatakan bahwa pihaknya melakukan kunjungan sekaligus evaluasi atas kinerja yang dilakukan pemerintah bersama komponen masyarakat Kaltara terkait Covid-19. “Kaltara telah membuktikan bahwa Covid-19 dapat dikendalikan, meski sejumlah daerah yang masih menyandang status aktif tetapi angkanya secara nasional relatif sangat kecil. Angka kematiannya juga sangat kecil secara nasional,” ungkap Doni, (9/11).

Bersamaan hal tersebut, Doni menginginkan agar pemerintah dan masyarakat Kaltara terus berupaya dalam penanganan Covid-19, sehingga tidak merasa terlena dengan kondisi saat ini. Untuk itu, pihaknya menginginkan agar pelaksanaan protokol kesehatan lebih diperketat, agar penularan dapat segera berakhir.

“Kami tidak memberikan urutan. Tapi Kaltara termasuk provinsi yang berada dalam posisi terbaik penanganan Covid-19,” jelasnya.

Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 mengatur sanksi bagi pelanggar prokes. Namun, Doni mengharapkan agar permasalahan Covid-19 tak hanya mengacu pada sanksi, lebih kepada kesadaran masyarakat.

“Patuh bukan karena sanksi, tapi karena ada protokol kesehatan,” tuturnya. Doni juga mengungkapkan selama beberapa waktu ke depan akan ada jemaah dari Mekkah yang kembali ke Tarakan, sehingga perlu diantisipasi. Mengenai vaksin, pihaknya masih terus memantau perkembangan. Sebelum vaksin disalurkan kepada masyarakat, sementara ini pelaksanaan protokol kesehatan wajib untuk dilakukan.

Sementara itu, Pjs Gubernur Kaltara, Dr. Teguh Setyabudi mengatakan pencapaian yang diperoleh Kaltara berkat kerja sama semua pihak. “Kami juga selalu mengikuti regulasi yang diterapkan pemerintah termasuk mengeluarkan pergub dan perwali untuk penanganan persoalan disiplin dan penerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19,” singkatnya.

Juru Bicara Covid-19 Kaltara, Agust Suwandi menambahkan, penanganan Covid-19 di Kaltara masih terkendali. Hal ini tidak terlepas dari perhatian masyarakat dan upaya pemerintah yakni upaya preventif, penguatan testing(tes), tracing (penelusuran) dan treatment (pengobatan).

Baca Juga :  Mako Lantamal XIII Akan Diresmikan KSAL

“Pemerintah Kaltara sudah mengadakan laboratorium untuk PCR dan ini berdampak positif bagi kita. Sehingga Kaltara bisa melakukan pemeriksaan lebih cepat sehingga proses pengobatan bisa cepat dilaksanakan,” jelas Agust.

Jika melihat tren kasus saat ini Tarakan dan Bulungan masih mengalami penambahan. Hal ini dikarenakan adanya mobilitas warga yang tinggi pada dua wilayah ini. Di sampingi itu jumlah penduduk yang padat. 

GEJALA RINGAN CEPAT SEMBUH

Dominan pasien terkonfirmasi Coronavirus Covid-19, dalam gelombang kedua ini rerata dengan gejala ringan maupun tanpa gejala melakukan isolasi mandiri di rumah. Meski begitu, tingkat kesembuhannya pun cukup tinggi, yakni di atas 90 persen.

Seperti dikatakan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Utara (Kaltara), dr. Franky Sientoro, Sp.A, mengatakan, tingkat kesembuhan pasien positif Covid-19 yang bergejala ringan, sedang ataupun tanpa gejala cukup bagus.

“Tingkat kesembuhannya 90 persen lebih, berbeda lagi kalau ada komorbid atau penyakit penyerta lainnya atau gejala berat,” terangnya kepada Radar Tarakan, Senin (9/11).

Kebanyakan gejala ringan seperti batuk, pilek dan sakit tenggorokan yang ditangani. Meski melakukan isolasi mandiri di rumah, pasien disarankan melakukan aktivitas dengan mematuhi protokol kesehatan dengan 3M. Yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Meski menjalankan isolasi mandiri, pasien diharapkan rutin berjemur di bawah sinar matahari pagi atau sore, berolahraga ringan atau senam, mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayuran, minum vitamin serta istirahat yang cukup.

“Olahraga ringan saja di tempat yang disediakan artinya tidak boleh jalan-jalan. Protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker itu sangat penting bagi mereka yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Sehingga keluarga lainnya tidak ikut tertular, jadi protokol kesehatannya harus ketat,” lanjutnya.

Baca Juga :  Catat Makanan yang Masuk ke Tubuh, Rutin Minum Air Hangat

Untuk menghindari kejenuhan atau tingkat stres saat isolasi mandiri, pasien dapat menghibur diri dengan membaca buku ataupun menonton. Pasien positif yang menjalankan isolasi mandiri juga tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan.

“Saya pernah tanya pengalaman teman yang dirawat di ruang isolasi, sebenarnya mengatasi stres lebih berat dibandingkan fisik. Karena secara fisik mereka merasa sehat saja, tapi stres karena tidak bisa kemana-mana. Tapi isolasi mandiri di rumah jauh lebih baik, karena bisa beraktivitas seperti nonton, baca buku, bersihkan rumah tapi tetap dengan protokol kesehatan terutama jaga jarak,” bebernya.

Mengingat Tarakan masuk dalam wilayah transmisi lokal, diimbaunya agar seluruh masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Minimal mematuhi 3M, sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Kita masuk dalam wilayah transmisi lokal, artinya sumber penularannya ada di dalam lingkungan kita. Kalau sebelumnya kan kasus impor, tapi sekarang relatif susah dicegah karena dari dalam. Maka protokol kesehatan harus dilakukan dengan baik,” imbaunya.

Sementara itu, seorang yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, laki-laki berinisial O (20), warga Kelurahan Karang Anyar, mengatakan awalnya dia mengeluh sesak napas saat malam hari. Kemudian dilakukan rapid test ditemui reaktif, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab, sekitar pertengahan Oktober.

“Jadi di-swab, ternyata hasilnya positif (Covid-19). Tapi dua hari saja rasa sesak, tapi setelah itu normal lagi setelah ditangani,” katanya kepada Radar Tarakan, Senin (9/11).

Selain mengonsumsi vitamin, makanan bergizi dan buah, ia juga rutin berolahraga. Di pagi hari ia senam dan sore hari bermain futsal bersama pasien positif lainnya, di lapangan khusus yang disediakan rumah sakit.

“Diisolasi di rumah sakit. Tapi seminggu saja sudah sembuh. Sebenarnya semuanya kelihatan sehat. Setelah tidak ada keluhan, dites swab lagi, hasilnya sudah negatif,” tutupnya. (shy/*/one/lim)

Terpopuler

Artikel Terbaru