alexametrics
29.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Wali Kota Tarakan: Iduladha Mengajarkan Teladan Nabi Ibrahim AS

TARAKAN – Umat Islam, khususnya Muhammadiyah di Tarakan menggelar salat Iduladha, Sabtu (9/7). Salat Iduladha digelar di beberapa titik dan salah satunya di SMAN 1 Tarakan.

Dari pantauan Radar Tarakan, ratusan warga Muhammadiyah melaksanakan salat Iduladha di SMAN 1 Tarakan dan Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M. Kes, menjadi khatib.

Usai melaksanakan salat Iduladha, Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M. Kes, mengungkapkan, di momen Iduladha ini umat Islam meneladani jejak Nabi Ibrahim AS. Yaitu ketaatan kepada perintah Allah SWT.

“Jadi begitu diperintahkan dia (Nabi Ibrahim AS) melaksanakan. Berkat ketaatan dan kesabaran, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mendapatkan keberkahan yang luar biasa,” katanya.

Apabila dikaitkan dengan situasi saat ini, lanjut Khairul, di tengah pandemi Covid-19, bencana alam dan kehidupan ekonomi yang sedang terpuruk, dengan momentum Iduladha maka semua umat Islam harus lebih meneladani apa yang sudah dilakukan Nabi Ibrahim AS.

“Mudah-mudahan dengan begitu, Allah memberikan pertolongan bagi negeri ini. Itu yang menjadi harapan kita semua,” ungkapnya.

Baca Juga :  TP PKK: Perempuan Perlu Diberi Peluang

Untuk pelaksanaan Hari Raya Iduladha, masyarakat Muhammadiyah melaksanakannya berbeda sehari dengan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Dari pemerintah seperti yang diumumkan oleh Menteri Agama, Hari Raya Iduladha jatuh pada Minggu (10/7) besok. Dibeberkan Khairul, di tahun ini terdapat perbedaan antara mengenap hasil pemantauan hilal dan hisab dalam penentuan Iduladha.

“Pemerintah tetap menggunakan hilal. Persoalannya saya ini sudah diminta dari tahun lalu dan beberapa kali (menjadi khatib) dan tahun ini saya mengiyakan. Saya juga gilir ke beberapa masjid dan tempat salat Iduladha dan Idulfitri,” imbuh Khairul.

Ia pun berharap perbedaan penentuan Iduladha tidak perlu dipersoalkan. Ia bahkan menegaskan, yang penting melaksanakan salat Iduladha merupakan hal terpenting.

“Yang ditetapkan pemerintah punya dasar dan Muhammadiyah juga punya dasar jadi tidak perlu dipersoalkam dan yang terpenting salat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Kalimantan Utara (Kaltara), H. Syamsi Sarman mengungkapkan, sesuai dengan penetapan PP Muhammadiyah bahwa Iduladha jatuh pada tanggal 9 Juli. Seluruh keluarga besar Muhammadiyah di seluruh Indonesia pun saat ini melaksanakan salat Iduladha.

Baca Juga :  Polemik Rumah Kemasan, Wali Kota Bakal Panggil Perumda Aneka Usaha 

“Di Tarakan ada 7 titik yang kita bagi, untuk melaksanakan salat Iduladha,” katanya.

Di momen Iduladha tahun ini, lanjut Syamsi, sama saja dengan tahun sebelumnya. Hanya di tahun ini pihaknya lebih menekankan kepada sikap tenggang rasa.

Dengan adanya perbedaan pelaksanaan Iduladha, ia berharap semua umat Islam bisa menjaga ukhuwah.

“Kami tidak melaksanakan kurban hari ini. Walaupun kami salat Iduladha hari ini namun sebagian besar kurban kita potong besok. Kita masih menjaga perasaan saudara-saudara kita yang hari ini masih puasa arafah. Jadi masih menjaga toleransi dalam perbedaan ini. Mudah-mudahan hikmah dari kurban ini kita bisa menjaga ukhuwah walaupun salat ied berbeda,” tutupnya. (zar/lim)






Reporter: Eliazar

TARAKAN – Umat Islam, khususnya Muhammadiyah di Tarakan menggelar salat Iduladha, Sabtu (9/7). Salat Iduladha digelar di beberapa titik dan salah satunya di SMAN 1 Tarakan.

Dari pantauan Radar Tarakan, ratusan warga Muhammadiyah melaksanakan salat Iduladha di SMAN 1 Tarakan dan Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M. Kes, menjadi khatib.

Usai melaksanakan salat Iduladha, Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M. Kes, mengungkapkan, di momen Iduladha ini umat Islam meneladani jejak Nabi Ibrahim AS. Yaitu ketaatan kepada perintah Allah SWT.

“Jadi begitu diperintahkan dia (Nabi Ibrahim AS) melaksanakan. Berkat ketaatan dan kesabaran, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mendapatkan keberkahan yang luar biasa,” katanya.

Apabila dikaitkan dengan situasi saat ini, lanjut Khairul, di tengah pandemi Covid-19, bencana alam dan kehidupan ekonomi yang sedang terpuruk, dengan momentum Iduladha maka semua umat Islam harus lebih meneladani apa yang sudah dilakukan Nabi Ibrahim AS.

“Mudah-mudahan dengan begitu, Allah memberikan pertolongan bagi negeri ini. Itu yang menjadi harapan kita semua,” ungkapnya.

Baca Juga :  Iduladha Tahun Ini Pemkot Kurban 15 Ekor Sapi

Untuk pelaksanaan Hari Raya Iduladha, masyarakat Muhammadiyah melaksanakannya berbeda sehari dengan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Dari pemerintah seperti yang diumumkan oleh Menteri Agama, Hari Raya Iduladha jatuh pada Minggu (10/7) besok. Dibeberkan Khairul, di tahun ini terdapat perbedaan antara mengenap hasil pemantauan hilal dan hisab dalam penentuan Iduladha.

“Pemerintah tetap menggunakan hilal. Persoalannya saya ini sudah diminta dari tahun lalu dan beberapa kali (menjadi khatib) dan tahun ini saya mengiyakan. Saya juga gilir ke beberapa masjid dan tempat salat Iduladha dan Idulfitri,” imbuh Khairul.

Ia pun berharap perbedaan penentuan Iduladha tidak perlu dipersoalkan. Ia bahkan menegaskan, yang penting melaksanakan salat Iduladha merupakan hal terpenting.

“Yang ditetapkan pemerintah punya dasar dan Muhammadiyah juga punya dasar jadi tidak perlu dipersoalkam dan yang terpenting salat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Kalimantan Utara (Kaltara), H. Syamsi Sarman mengungkapkan, sesuai dengan penetapan PP Muhammadiyah bahwa Iduladha jatuh pada tanggal 9 Juli. Seluruh keluarga besar Muhammadiyah di seluruh Indonesia pun saat ini melaksanakan salat Iduladha.

Baca Juga :  Gelar Temu Bisnis dengan Pemprov Gorontalo

“Di Tarakan ada 7 titik yang kita bagi, untuk melaksanakan salat Iduladha,” katanya.

Di momen Iduladha tahun ini, lanjut Syamsi, sama saja dengan tahun sebelumnya. Hanya di tahun ini pihaknya lebih menekankan kepada sikap tenggang rasa.

Dengan adanya perbedaan pelaksanaan Iduladha, ia berharap semua umat Islam bisa menjaga ukhuwah.

“Kami tidak melaksanakan kurban hari ini. Walaupun kami salat Iduladha hari ini namun sebagian besar kurban kita potong besok. Kita masih menjaga perasaan saudara-saudara kita yang hari ini masih puasa arafah. Jadi masih menjaga toleransi dalam perbedaan ini. Mudah-mudahan hikmah dari kurban ini kita bisa menjaga ukhuwah walaupun salat ied berbeda,” tutupnya. (zar/lim)






Reporter: Eliazar

Most Read

Artikel Terbaru

/