alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Fokus Bentuk Sentra Gakkumdu, Begini Besaran Anggaran yang Diajukan Bawaslu

TARAKAN – Semakin dekatnya pelaksanaan pemilu dan pilkada Kota Tarakan, membuat sebagian lembaga mulai merancang skema dalam mengawal pelaksanaan pemilu. Salah satunya ialah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tarakan.

Saat dikonfirmasi, Ketua Bawaslu Tarakan, Muhammad Zulfauzi Hasly menuturkan sejauh ini pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar Rp 6 miliar dalam pengawasan pemilu salah satunya membentuk Sentra Gakkumdu. Kendati demikian pengajuan anggaran tersebut bisa saja menyesuaikan kondisi kebutuhan dalam pengawasan.

“Untuk Pemilu 2019 lalu menghabiskan anggaran sekitar Rp 4,25 miliar. Angka ini bisa ada kenaikan bergantung perkembangan jumlah TPS. Tentu penambahan beban kerja akan berdampak kepada kebutuhan tenaga honor pengawas TPS,” ujarnya, Jumat (8/7).

Baca Juga :  Pedagang Jadi Sarana Penyeludupan Narkotika

Meski tahapan pilkada sebenarnya baru berjalan di awal 2024, namun saat ini lembaga yang bernaung pada pelaksanaan pemilu telah mempersiapakannya jauh-jauh hari. Hal tersebut menghindari kesibukan dalam pelaksanaan pengawasan pemilu pada saat tahun politik.

“Sebenarnya secara reguler pengajuan anggaran pilkada, baru dimulai 11 bulan sebelum pemungutan suara. Kalau dihitung mundur, tahapan pilkada baru dimulai di Januari 2024. Tetapi Januari 2024 akan sibuk sehingga tidak mungkin mengajukan anggaran di situkan makanya kami dapat instruksi Sekjen Bawaslu RI mengajukan lebih awal,” tukasnya. (*)






Reporter: Agus Dian Zakaria

TARAKAN – Semakin dekatnya pelaksanaan pemilu dan pilkada Kota Tarakan, membuat sebagian lembaga mulai merancang skema dalam mengawal pelaksanaan pemilu. Salah satunya ialah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tarakan.

Saat dikonfirmasi, Ketua Bawaslu Tarakan, Muhammad Zulfauzi Hasly menuturkan sejauh ini pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar Rp 6 miliar dalam pengawasan pemilu salah satunya membentuk Sentra Gakkumdu. Kendati demikian pengajuan anggaran tersebut bisa saja menyesuaikan kondisi kebutuhan dalam pengawasan.

“Untuk Pemilu 2019 lalu menghabiskan anggaran sekitar Rp 4,25 miliar. Angka ini bisa ada kenaikan bergantung perkembangan jumlah TPS. Tentu penambahan beban kerja akan berdampak kepada kebutuhan tenaga honor pengawas TPS,” ujarnya, Jumat (8/7).

Baca Juga :  Salman Aradeng Jadi Saksi

Meski tahapan pilkada sebenarnya baru berjalan di awal 2024, namun saat ini lembaga yang bernaung pada pelaksanaan pemilu telah mempersiapakannya jauh-jauh hari. Hal tersebut menghindari kesibukan dalam pelaksanaan pengawasan pemilu pada saat tahun politik.

“Sebenarnya secara reguler pengajuan anggaran pilkada, baru dimulai 11 bulan sebelum pemungutan suara. Kalau dihitung mundur, tahapan pilkada baru dimulai di Januari 2024. Tetapi Januari 2024 akan sibuk sehingga tidak mungkin mengajukan anggaran di situkan makanya kami dapat instruksi Sekjen Bawaslu RI mengajukan lebih awal,” tukasnya. (*)






Reporter: Agus Dian Zakaria

Most Read

Artikel Terbaru

/