alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Sehari 3 Meninggal, 120 Positif

DALAM sehari kemarin (6/12), tercatat 3 pasien konfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia. Jumlah itu terdiri dari 2 orang di Tarakan dan 1 orang di Bulungan.

Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, untuk 2 orang yang meninggal di Tarakan itu berinisial RH (92) pasien suspek laki-laki dengan riwayat gagal ginjal kronik, diabetes mellitus dan asidosis atau kadar asam dalam tubuh yang meningkat, serta EJ (55) perempuan suspek dengan riwayat diabetes mellitus.

“Sedangkan yang satu kasus di Bulungan itu seorang perempuan dengan inisial NJ (69) dari kasus transmisi lokal,” ujarnya kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Minggu (6/12).
Dengan bertambahnya 3 pasien meninggal dunia itu, maka total pasien meninggal naik menjadi 22 orang.

Selain itu, yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltara berjumlah 1.840 kasus setelah diakumulasikan dengan tambahan 120 kasus konfirmasi positif baru kemarin. Adapun 120 kasus baru itu terdiri dari 42 kasus di Tarakan, 59 kasus di Bulungan, 6 kasus di Malinau, dan 13 kasus di Nunukan.

Dibeberkannya, untuk 42 kasus konfirmasi positif baru di Tarakan itu terdiri dari beberapa kelompok, yakni satu orang transmisi lokal, 37 orang kontak erat, dan 4 orang pelaku perjalanan.

Kemudian, untuk yang 59 kasus konfirmasi positif baru di Bulungan kemarin juga terdiri atas beberapa kelompok kasus, yakni 5 orang kontak erat, 12 orang transmisi lokal, dan 42 orang dari Klaster Pesantren Hidayatullah. Artinya, di Bulungan kembali muncul klaster baru.”Kemudian 6 kasus konfirmasi positif baru di Malinau itu terdiri dari seorang transmisi lokal, 2 orang nakes (tenaga kesehatan), dan 3 orang kontak erat,” katanya.

Sedangkan yang 13 kasus konfirmasi positif baru di Nunukan itu terdiri dari 7 orang transmisi lokal dan 6 orang kontak erat.

Sedangkan yang dinyatakan sembuh dari paparan Covid-19 di Kaltara berjumlah 60 orang dengan rincian 51 orang di Tarakan, 6 orang di Nunukan, dan 3 orang di Bulungan. Dengan begitu, maka total yang sembuh dari konfirmasi positif Covid-19 di Kaltara menjadi 1.150 orang.

“Kemudian, yang masih dirawat di Kaltara hingga hari ini (kemarin) berjumlah 668 orang, dengan rincian 411 orang di Tarakan, 199 orang di Bulungan, 29 orang di Malinau, 13 orang di Tana Tidung, dan 16 orang di Nunukan,” bebernya.

Melihat kondisi tambahan kasus baru yang cukup tinggi itu, ia kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kaltara agar lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan sebagaimana yang telah ditetapkan pemerintah.

 

KASUS TARAKAN

Ditambahkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal di Tarakan pada Sabtu (5/12) yakni kasus ke-718 EJ, wanita berusia 55 tahun yang merupakan kasus impor dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sebelumnya EJ mulai dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan sejak 20 November. Namun setelah 15 hari dirawat sebagai pasien positif, EJ meningga;.

Kemudian, lanjutnya, kasus ke-859 R seorang laki-laki berusia 92 tahun, warga RT 17, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah, sebagai pasien ke-11 yang meninggal di Tarakan. Dirawat pada 29 November, dan meninggal pada Jumat (5/12) sekitar pukul 23.15 WITA.

“Saya belum dapat informasi jelas mengenai komorbidnya. Tapi kondisinya memburuk, hingga akhirnya meninggal dunia. Sehingga jumlah pasien yang meninggal sebanyak 11 orang,” terangnya.

dr. Devi juga menyampaikan 42 tambahan pasien terkonfirmasi positif, Minggu (6/12) kemarin. Sehingga jumlah kumulatif kasus konfirmasi positif Covid-19 di Tarakan tembus angka 1.004 orang.

Namun disusul pula 50 tambahan pasien sembuh dari Covid-19. Sehingga pasien positif yang dirawat dan dipantau sebanyak 418. Adapun 50 pasien sembuh tersebut, kasus ke-426 RS (43) warga RT 03, Kelurahan Sebengkok. Kasus ke-433 BH (49) warga RT 27, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-458 (32) warga Kelurahan Juata Laut.

Kasus ke-460 SM (41) warga Kelurahan Kampung Satu. Kasus ke-493, HEP (47) warga Kelurahan Karang Anyar Pantai. Kasus ke-531 RA (27) warga RT 21, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-539 RR (23) warga RT 21, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-540 KM (50) warga RT 34, Kelurahan Sebengkok. Kasus ke-542 VSS (13) warga RT 05, Kelurahan Juata Kerikil.

Kasus ke-543 AW (40) warga RT 05, Kelurahan Juata Kerikil. Kasus ke-545 HG (46) warga RT 31, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-574 CNS (20) warga RT 12, Kelurahan Kampung Enam. Kasus ke-582 EAP (45) warga RT 03, Kelurahan Karang Harapan.

Baca Juga :  Fokus Pembinaan dan Menghasilkan Atlet

Kasus ke-591 F (44) warga RT 13, Kelurahan Juata Permai. Kasus ke-598 KJ (60) warga RT 21, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-599 SN (52) warga RT 06, Kelurahan Sebengkok. Kasus ke-600 RG (11) warga RT 21, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-601 RI (19) warga RT 21, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-602 SD (39) warga Kelurahan Juata Permai.

Kasus ke-603 SM (61) warga RT 05, Kelurahan Juata Kerikil. Kasus ke-646 HI (57) warga RT 04, Kelurahan Selumit. Kasus ke-647 HW (35) kasus impor. Kasus-649 KH (45) warga RT 11, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-654 SS (47) warga RT 02, Kelurahan Kampung Enam.

Kasus ke-657 AM (48) warga RT 15, Kelurahan Karang Harapan. Kasus ke-659 RAH (28) warga RT 19, Kelurahan Juata Laut. Kasus ke-663 TR (23) warga RT 22, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-666 FHS (34) warga RT 19, Kelurahan Karang Anyat Pantai.

Kasus ke-667 TR (18) warga RT 12, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-668 M (55) warga RT 19, Kelurahan Karang Anyar Pantai. Kasus ke-669 MF (8) warga RT 02, Kelurahan Kampung Empat. Kasus ke-670 F (49) warga RT 07, Kelurahan Karang Balik.

Kasus ke-671 EE (39) warga RT 06, Kelurahan Gunung Lingkas. Kasus ke-676 JPI (37) RT 27, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-677 IZF (11) warga Kelurahan Kampung Empat. Kasus ke-678 I (49) warga RT 11, Kelurahan Kampung Satu. Kasus ke-680 MAN (25) warga RT 23, Kelurahan Sebengkok. Kasus ke-681 HM (42) warga Kelurahan Kampung Enam.

Kasus ke-685 S (62) warga RT 06, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-689 TR (51) warga RT 14, Kelurahan Kampung Satu. Kasus ke-703 HG (30) warga RT 11, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-704 IN (30) warga RT 16, Kelurahan Kampung Satu. Kasus ke-711 NH (64) warga RT 31, Kelurahan Karang Anyar Pantai. Kasus ke-727 ER (25) kasus impor.

Kasus ke-741 BT (33) warga RT 03, Kelurahan Mamburungan. Kasus ke-744 DAB (38) warga RT 64, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-780 AA (53) warga RT 15, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-815 DN (39) warga RT 05, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-816 MA (47) warga RT 13, Kelurahan Pamusian. Serta kasus ke-817 IY (41) warga RT 02, Kelurahan Pamusian. “Jumlah kumulatif pasien sembuh dari Covid-19 sebanyak 575 orang. Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat dan dipantau sebanyak 418 orang,” bebernya.

Meski adanya tambahan pasien sembuh dengan jumlah yang signifikan, dia tetap mengimbau agar masyarakat tidak lengah. Diperparah dengan sulitnya terdeteksi siapa saja yang sudah terpapar Covid-19, lantaran tanpa gejala. Sehingga penerapan protokol kesehatan tetap dipatuhi, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Virus ini semakin ganas. Jangan terlena, bisa dikatakan masyarakat sudah banyak yang membawa virus ini tapi tidak terdeteksi. Juga banyak orang yang berpergian keluar kota,” imbaunya.

 

KASUS NUNUKAN

Di Nunukan ada 13 pasien yang terkonfirmasi positif baru. Penambahan kasus tersebut membuat angka kumulatif kasus positif Covid-19 di Nunukan pun genap 100.

Jubir Satgas Covid-19 Nunukan, Aris Suyono mengatakan, dari hasil pemeriksaan PCR BBLK Surabaya, atas pengambilan diagnosa sebanyak 94 pasien yang dilakukan Satgas Covid-19 Nunukan sebelumnya, terdapat 13 orang dinyatakan terkonfrimasi positif Covid-19.

Rinciannya, pertama pasien NNK-88 berumur 50 tahun laki-laki asal Nunukan utara. Pasien merupakan suspek yang memang ditemukan di RSUD Nunukan. Pasien punya diagnosa awal dispepsia disertai demam selama 7 hari.

Kemudian pasien NNK-89 berumur 22 tahun perempuan asal Jalan Ujang Dewa, Nunukan Selatan. Pasien merupakan kontak erat dari pasien NNK-78 sebelumnya. Selanjutnya pasien NNK-90 berumur 47 tahun laki-laki juga asal Ujang Dewa Nunukan Selatan. Pasien juga merupakan kontak erat pasien NNK-78.

“Keduanya pasien di Ujang Dewa ini, menjalani karantina mandiri masing-masing di rumah,” ujar Aris, Minggu (6/12).

Pasien NNK-91 berumur 54 tahun perempuan juga berasal dari Jalan Ujang Dewa, Nunukan Selatan. Hanya pasien merupakan kontak erat pasien NNK-82. Selanjutnya pasien NNK-92, 55 tahun laki-laki juga dari Ujang Dewa, Nunukan Selatan. Pasien juga kontak erat NNK-82.

Baca Juga :  Bais Pikir-Pikir Langkah Hukum

Pasien NNK-93, umur 41 tahun laki-laki asal Banjarmasin, Kalsel berdomisili di Nunukan Tengah. Pasien merupakan suspek yang ditemukan oleh RSUD Nunukan dengan pemeriksaan foto toraks peneumonia bilateral. Pasien NNK-94, umur 37 tahun perempuan asal Nunukan Utara. Pasien juga suspek yang ditemukan di RSUD Nunukan. Pasien juga hasil pemeriksaan foto toraksnya peneumonia bilateral.

Kemudian pasien NNK-95, umur 40 tahun perempuan asal Nunukan Tengah. Pasien ni merupakan suspek yang ditemukan dari Puskesmas Sedadap Nunukan Selatan saat tracing kontak erat pasien positif NNK-82.

“Pasien ini sebenarnya tidak ada kontak erat dengan pasien NNK-82, tapi pasien punya gelaja ISPA berupa demam batuk dan sesak. Pasien merupakan karyawan di Puskesmas Sedadap tersebut,” kata Aris merincikan.

Pasien NNK-96, umur 50 tahun laki-laki asal Tanjung Selor Kaltara, berdomisili di Kampung Jawa, Nunukan Tengah. Pasien adalah kontak erat dari pasien konfirmasi yang ditemukan di Tarakan. Pasien kontak erat kegiatan Kantor Kementerian Agama di Nunukan. Pasien NNK-97, umur 59 tahun perempuan asal Jalan Pattimura. Pasien merupakan suspek yang ditemukan di RSUD Nunukan yang juga punya pemeriksaan foto toraksnya peneumonia bilateral.

Selanjutnya pasien NNK-98, umur 55 tahun laki-laki asal Jalan Cik Die Tiro. Pasien juga suspek yang ditemukan di RSUD Nunukan, namun rujukan dari klinik swasta yang ada di Nunukan dan kemudian diperiksa foto toraks dengan hasil peneumonia bilateral.

Pasien NNK-99, umur 48 tahun laki-laki asal Nunukan Barat. Pasien merupakan suspek yang ditemukan RSUD Nunukan dengan pemeriksaan penunjang foto toraks pneumonia yang masih dirawat di ruang isolasi RSUD Nunukan.

Terakhir pasien NNK-100, umur 31 tahun perempuan asal Sebatik. Pasien juga suspek yang ditemukan di Puskesmas Sei Nyamuk yang punya keluhan ISPA dan alami gangguan indra penciuman selama 6 hari sebelum ke puskesmas.

Semua puskesmas masing-masing daerah yang mendapatkan kasus pasien positif, langsung melaksanakan penyelidikan epidemiologi (EP) dan penelusuran kontak erat untuk ke-13 pasien konfirmasi positif yang baru ditemukan tersebut. Sejauh ini, Satgas Covid-19 Nunukan juga masih menunggu sejumlah sampel spesimen sebanyak 93 orang lagi yang sudah dikirim untuk diagnosa.

“Untuk 100 kasus konfirmasi, 84 kasus sudah dinyatakan sembuh. 7 kasus sementara di rawat di ruang isolasi RSUD Nunukan, kemudian ada 9 kasus yang sementara menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing,” beber Aris.

SELEKSI PTPS, 16 REAKTIF

Selain penanganan melalui Gugus Tugas, di Tarakan jelang hari H Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tarakan selektif dalam melakukan penyediaan sumber daya manusia (SDM) untuk pengawasan di TPS nanti. Sayang, pada seleksi pengawas tempat pemungutan suara (PTPS), masih ada beberapa yang dinyatakan reaktif dalam rapid test, sehingga pihaknya akan mencari lagi PTPS yang dianggap siap secara jasmani untuk menjalankan tugas.

Kepada Koordinasi Organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Tarakan, Jupri mengatakan bahwa kesehatan PTPS menjadi hal utama dalam melakukan pengawasan, mengingat pandemi covid-19 yang terus merebak di Bumi Paguntaka. Sebab dalam proses pemilihan nanti, pihaknya tidak ingin adanya kluster Covid-19 baru yang muncul sehingga dapat membuat demokrasi Kaltara menjadi terganggu.

Jupri menjelaskan, berdasarkan data pihaknya di Kecamatan Tarakan Barat, tercatat 5 orang laki-laki dan 2 orang perempuan reaktif. Pada Kecamatan Tarakan Tengah tercatat 3 orang perempuan dan 3 orang laki-laki reaktif. Lanjut, dikecamatan Utara tercatat 2 orang laki-laki reaktif sedang dikawasan Tarakan Timur tercatat 1 orang reaktif. Sehingga seluruhnya mencapai 16 orang reaktif.

“Ketika dinyatakan reaktif akan dilakukan rapid test kembali, jika masih reaktif maka akan dilakukan pergantian. Kalau masih reaktif, kami akan lakukan pergantian lagi sampai tidak ada yang dinyatakan reaktif,” jelas Jupri.

Pada Sabtu lalu, pihaknya mendapatkan 1 orang lagi yang dinyatakan reaktif. Jika tidak menemukan pengganti, maka pihaknya terpaksa mengerahkan staf dan PDK untuk menggantikan di TPS. Jupri memprediksi kemungkinan PTPS yang akan di PAW mencapai kurang dari 10 orang.

Untuk diketahui, tugas PTPS dikatakan Jupri sebagai bentuk antisipasi pihaknya agar masyarakat percaya bahwa pengawas di TPS bebas dari paparan Covid-19. Sehingga masyarakat yang datang memilih menjadi tenang tanpa adanya kecurigaan. “Makanya dari awal kami rapid semua, kalau tidak mau dirapid maka tidak mau memenuhi syarat,” tegasnya. (iwk/*/one/raw/shy/lim)

 

 

 

 

 

DALAM sehari kemarin (6/12), tercatat 3 pasien konfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia. Jumlah itu terdiri dari 2 orang di Tarakan dan 1 orang di Bulungan.

Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, untuk 2 orang yang meninggal di Tarakan itu berinisial RH (92) pasien suspek laki-laki dengan riwayat gagal ginjal kronik, diabetes mellitus dan asidosis atau kadar asam dalam tubuh yang meningkat, serta EJ (55) perempuan suspek dengan riwayat diabetes mellitus.

“Sedangkan yang satu kasus di Bulungan itu seorang perempuan dengan inisial NJ (69) dari kasus transmisi lokal,” ujarnya kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Minggu (6/12).
Dengan bertambahnya 3 pasien meninggal dunia itu, maka total pasien meninggal naik menjadi 22 orang.

Selain itu, yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltara berjumlah 1.840 kasus setelah diakumulasikan dengan tambahan 120 kasus konfirmasi positif baru kemarin. Adapun 120 kasus baru itu terdiri dari 42 kasus di Tarakan, 59 kasus di Bulungan, 6 kasus di Malinau, dan 13 kasus di Nunukan.

Dibeberkannya, untuk 42 kasus konfirmasi positif baru di Tarakan itu terdiri dari beberapa kelompok, yakni satu orang transmisi lokal, 37 orang kontak erat, dan 4 orang pelaku perjalanan.

Kemudian, untuk yang 59 kasus konfirmasi positif baru di Bulungan kemarin juga terdiri atas beberapa kelompok kasus, yakni 5 orang kontak erat, 12 orang transmisi lokal, dan 42 orang dari Klaster Pesantren Hidayatullah. Artinya, di Bulungan kembali muncul klaster baru.”Kemudian 6 kasus konfirmasi positif baru di Malinau itu terdiri dari seorang transmisi lokal, 2 orang nakes (tenaga kesehatan), dan 3 orang kontak erat,” katanya.

Sedangkan yang 13 kasus konfirmasi positif baru di Nunukan itu terdiri dari 7 orang transmisi lokal dan 6 orang kontak erat.

Sedangkan yang dinyatakan sembuh dari paparan Covid-19 di Kaltara berjumlah 60 orang dengan rincian 51 orang di Tarakan, 6 orang di Nunukan, dan 3 orang di Bulungan. Dengan begitu, maka total yang sembuh dari konfirmasi positif Covid-19 di Kaltara menjadi 1.150 orang.

“Kemudian, yang masih dirawat di Kaltara hingga hari ini (kemarin) berjumlah 668 orang, dengan rincian 411 orang di Tarakan, 199 orang di Bulungan, 29 orang di Malinau, 13 orang di Tana Tidung, dan 16 orang di Nunukan,” bebernya.

Melihat kondisi tambahan kasus baru yang cukup tinggi itu, ia kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kaltara agar lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan sebagaimana yang telah ditetapkan pemerintah.

 

KASUS TARAKAN

Ditambahkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal di Tarakan pada Sabtu (5/12) yakni kasus ke-718 EJ, wanita berusia 55 tahun yang merupakan kasus impor dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sebelumnya EJ mulai dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan sejak 20 November. Namun setelah 15 hari dirawat sebagai pasien positif, EJ meningga;.

Kemudian, lanjutnya, kasus ke-859 R seorang laki-laki berusia 92 tahun, warga RT 17, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah, sebagai pasien ke-11 yang meninggal di Tarakan. Dirawat pada 29 November, dan meninggal pada Jumat (5/12) sekitar pukul 23.15 WITA.

“Saya belum dapat informasi jelas mengenai komorbidnya. Tapi kondisinya memburuk, hingga akhirnya meninggal dunia. Sehingga jumlah pasien yang meninggal sebanyak 11 orang,” terangnya.

dr. Devi juga menyampaikan 42 tambahan pasien terkonfirmasi positif, Minggu (6/12) kemarin. Sehingga jumlah kumulatif kasus konfirmasi positif Covid-19 di Tarakan tembus angka 1.004 orang.

Namun disusul pula 50 tambahan pasien sembuh dari Covid-19. Sehingga pasien positif yang dirawat dan dipantau sebanyak 418. Adapun 50 pasien sembuh tersebut, kasus ke-426 RS (43) warga RT 03, Kelurahan Sebengkok. Kasus ke-433 BH (49) warga RT 27, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-458 (32) warga Kelurahan Juata Laut.

Kasus ke-460 SM (41) warga Kelurahan Kampung Satu. Kasus ke-493, HEP (47) warga Kelurahan Karang Anyar Pantai. Kasus ke-531 RA (27) warga RT 21, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-539 RR (23) warga RT 21, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-540 KM (50) warga RT 34, Kelurahan Sebengkok. Kasus ke-542 VSS (13) warga RT 05, Kelurahan Juata Kerikil.

Kasus ke-543 AW (40) warga RT 05, Kelurahan Juata Kerikil. Kasus ke-545 HG (46) warga RT 31, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-574 CNS (20) warga RT 12, Kelurahan Kampung Enam. Kasus ke-582 EAP (45) warga RT 03, Kelurahan Karang Harapan.

Baca Juga :  Ikut Berduka Cita, Kaltara Siaga Satu

Kasus ke-591 F (44) warga RT 13, Kelurahan Juata Permai. Kasus ke-598 KJ (60) warga RT 21, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-599 SN (52) warga RT 06, Kelurahan Sebengkok. Kasus ke-600 RG (11) warga RT 21, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-601 RI (19) warga RT 21, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-602 SD (39) warga Kelurahan Juata Permai.

Kasus ke-603 SM (61) warga RT 05, Kelurahan Juata Kerikil. Kasus ke-646 HI (57) warga RT 04, Kelurahan Selumit. Kasus ke-647 HW (35) kasus impor. Kasus-649 KH (45) warga RT 11, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-654 SS (47) warga RT 02, Kelurahan Kampung Enam.

Kasus ke-657 AM (48) warga RT 15, Kelurahan Karang Harapan. Kasus ke-659 RAH (28) warga RT 19, Kelurahan Juata Laut. Kasus ke-663 TR (23) warga RT 22, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-666 FHS (34) warga RT 19, Kelurahan Karang Anyat Pantai.

Kasus ke-667 TR (18) warga RT 12, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-668 M (55) warga RT 19, Kelurahan Karang Anyar Pantai. Kasus ke-669 MF (8) warga RT 02, Kelurahan Kampung Empat. Kasus ke-670 F (49) warga RT 07, Kelurahan Karang Balik.

Kasus ke-671 EE (39) warga RT 06, Kelurahan Gunung Lingkas. Kasus ke-676 JPI (37) RT 27, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-677 IZF (11) warga Kelurahan Kampung Empat. Kasus ke-678 I (49) warga RT 11, Kelurahan Kampung Satu. Kasus ke-680 MAN (25) warga RT 23, Kelurahan Sebengkok. Kasus ke-681 HM (42) warga Kelurahan Kampung Enam.

Kasus ke-685 S (62) warga RT 06, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-689 TR (51) warga RT 14, Kelurahan Kampung Satu. Kasus ke-703 HG (30) warga RT 11, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-704 IN (30) warga RT 16, Kelurahan Kampung Satu. Kasus ke-711 NH (64) warga RT 31, Kelurahan Karang Anyar Pantai. Kasus ke-727 ER (25) kasus impor.

Kasus ke-741 BT (33) warga RT 03, Kelurahan Mamburungan. Kasus ke-744 DAB (38) warga RT 64, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-780 AA (53) warga RT 15, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-815 DN (39) warga RT 05, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-816 MA (47) warga RT 13, Kelurahan Pamusian. Serta kasus ke-817 IY (41) warga RT 02, Kelurahan Pamusian. “Jumlah kumulatif pasien sembuh dari Covid-19 sebanyak 575 orang. Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat dan dipantau sebanyak 418 orang,” bebernya.

Meski adanya tambahan pasien sembuh dengan jumlah yang signifikan, dia tetap mengimbau agar masyarakat tidak lengah. Diperparah dengan sulitnya terdeteksi siapa saja yang sudah terpapar Covid-19, lantaran tanpa gejala. Sehingga penerapan protokol kesehatan tetap dipatuhi, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Virus ini semakin ganas. Jangan terlena, bisa dikatakan masyarakat sudah banyak yang membawa virus ini tapi tidak terdeteksi. Juga banyak orang yang berpergian keluar kota,” imbaunya.

 

KASUS NUNUKAN

Di Nunukan ada 13 pasien yang terkonfirmasi positif baru. Penambahan kasus tersebut membuat angka kumulatif kasus positif Covid-19 di Nunukan pun genap 100.

Jubir Satgas Covid-19 Nunukan, Aris Suyono mengatakan, dari hasil pemeriksaan PCR BBLK Surabaya, atas pengambilan diagnosa sebanyak 94 pasien yang dilakukan Satgas Covid-19 Nunukan sebelumnya, terdapat 13 orang dinyatakan terkonfrimasi positif Covid-19.

Rinciannya, pertama pasien NNK-88 berumur 50 tahun laki-laki asal Nunukan utara. Pasien merupakan suspek yang memang ditemukan di RSUD Nunukan. Pasien punya diagnosa awal dispepsia disertai demam selama 7 hari.

Kemudian pasien NNK-89 berumur 22 tahun perempuan asal Jalan Ujang Dewa, Nunukan Selatan. Pasien merupakan kontak erat dari pasien NNK-78 sebelumnya. Selanjutnya pasien NNK-90 berumur 47 tahun laki-laki juga asal Ujang Dewa Nunukan Selatan. Pasien juga merupakan kontak erat pasien NNK-78.

“Keduanya pasien di Ujang Dewa ini, menjalani karantina mandiri masing-masing di rumah,” ujar Aris, Minggu (6/12).

Pasien NNK-91 berumur 54 tahun perempuan juga berasal dari Jalan Ujang Dewa, Nunukan Selatan. Hanya pasien merupakan kontak erat pasien NNK-82. Selanjutnya pasien NNK-92, 55 tahun laki-laki juga dari Ujang Dewa, Nunukan Selatan. Pasien juga kontak erat NNK-82.

Baca Juga :  Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

Pasien NNK-93, umur 41 tahun laki-laki asal Banjarmasin, Kalsel berdomisili di Nunukan Tengah. Pasien merupakan suspek yang ditemukan oleh RSUD Nunukan dengan pemeriksaan foto toraks peneumonia bilateral. Pasien NNK-94, umur 37 tahun perempuan asal Nunukan Utara. Pasien juga suspek yang ditemukan di RSUD Nunukan. Pasien juga hasil pemeriksaan foto toraksnya peneumonia bilateral.

Kemudian pasien NNK-95, umur 40 tahun perempuan asal Nunukan Tengah. Pasien ni merupakan suspek yang ditemukan dari Puskesmas Sedadap Nunukan Selatan saat tracing kontak erat pasien positif NNK-82.

“Pasien ini sebenarnya tidak ada kontak erat dengan pasien NNK-82, tapi pasien punya gelaja ISPA berupa demam batuk dan sesak. Pasien merupakan karyawan di Puskesmas Sedadap tersebut,” kata Aris merincikan.

Pasien NNK-96, umur 50 tahun laki-laki asal Tanjung Selor Kaltara, berdomisili di Kampung Jawa, Nunukan Tengah. Pasien adalah kontak erat dari pasien konfirmasi yang ditemukan di Tarakan. Pasien kontak erat kegiatan Kantor Kementerian Agama di Nunukan. Pasien NNK-97, umur 59 tahun perempuan asal Jalan Pattimura. Pasien merupakan suspek yang ditemukan di RSUD Nunukan yang juga punya pemeriksaan foto toraksnya peneumonia bilateral.

Selanjutnya pasien NNK-98, umur 55 tahun laki-laki asal Jalan Cik Die Tiro. Pasien juga suspek yang ditemukan di RSUD Nunukan, namun rujukan dari klinik swasta yang ada di Nunukan dan kemudian diperiksa foto toraks dengan hasil peneumonia bilateral.

Pasien NNK-99, umur 48 tahun laki-laki asal Nunukan Barat. Pasien merupakan suspek yang ditemukan RSUD Nunukan dengan pemeriksaan penunjang foto toraks pneumonia yang masih dirawat di ruang isolasi RSUD Nunukan.

Terakhir pasien NNK-100, umur 31 tahun perempuan asal Sebatik. Pasien juga suspek yang ditemukan di Puskesmas Sei Nyamuk yang punya keluhan ISPA dan alami gangguan indra penciuman selama 6 hari sebelum ke puskesmas.

Semua puskesmas masing-masing daerah yang mendapatkan kasus pasien positif, langsung melaksanakan penyelidikan epidemiologi (EP) dan penelusuran kontak erat untuk ke-13 pasien konfirmasi positif yang baru ditemukan tersebut. Sejauh ini, Satgas Covid-19 Nunukan juga masih menunggu sejumlah sampel spesimen sebanyak 93 orang lagi yang sudah dikirim untuk diagnosa.

“Untuk 100 kasus konfirmasi, 84 kasus sudah dinyatakan sembuh. 7 kasus sementara di rawat di ruang isolasi RSUD Nunukan, kemudian ada 9 kasus yang sementara menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing,” beber Aris.

SELEKSI PTPS, 16 REAKTIF

Selain penanganan melalui Gugus Tugas, di Tarakan jelang hari H Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tarakan selektif dalam melakukan penyediaan sumber daya manusia (SDM) untuk pengawasan di TPS nanti. Sayang, pada seleksi pengawas tempat pemungutan suara (PTPS), masih ada beberapa yang dinyatakan reaktif dalam rapid test, sehingga pihaknya akan mencari lagi PTPS yang dianggap siap secara jasmani untuk menjalankan tugas.

Kepada Koordinasi Organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Tarakan, Jupri mengatakan bahwa kesehatan PTPS menjadi hal utama dalam melakukan pengawasan, mengingat pandemi covid-19 yang terus merebak di Bumi Paguntaka. Sebab dalam proses pemilihan nanti, pihaknya tidak ingin adanya kluster Covid-19 baru yang muncul sehingga dapat membuat demokrasi Kaltara menjadi terganggu.

Jupri menjelaskan, berdasarkan data pihaknya di Kecamatan Tarakan Barat, tercatat 5 orang laki-laki dan 2 orang perempuan reaktif. Pada Kecamatan Tarakan Tengah tercatat 3 orang perempuan dan 3 orang laki-laki reaktif. Lanjut, dikecamatan Utara tercatat 2 orang laki-laki reaktif sedang dikawasan Tarakan Timur tercatat 1 orang reaktif. Sehingga seluruhnya mencapai 16 orang reaktif.

“Ketika dinyatakan reaktif akan dilakukan rapid test kembali, jika masih reaktif maka akan dilakukan pergantian. Kalau masih reaktif, kami akan lakukan pergantian lagi sampai tidak ada yang dinyatakan reaktif,” jelas Jupri.

Pada Sabtu lalu, pihaknya mendapatkan 1 orang lagi yang dinyatakan reaktif. Jika tidak menemukan pengganti, maka pihaknya terpaksa mengerahkan staf dan PDK untuk menggantikan di TPS. Jupri memprediksi kemungkinan PTPS yang akan di PAW mencapai kurang dari 10 orang.

Untuk diketahui, tugas PTPS dikatakan Jupri sebagai bentuk antisipasi pihaknya agar masyarakat percaya bahwa pengawas di TPS bebas dari paparan Covid-19. Sehingga masyarakat yang datang memilih menjadi tenang tanpa adanya kecurigaan. “Makanya dari awal kami rapid semua, kalau tidak mau dirapid maka tidak mau memenuhi syarat,” tegasnya. (iwk/*/one/raw/shy/lim)

 

 

 

 

 

Most Read

Pembacok Dibekuk, Korban Masih Lemah

Balado Terong Petai

Artikel Terbaru

/