alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Ganja Dilegalisasi PBB, Bagaimana di Indonesia?

TARAKAN – Narkoba jenis ganja kini dilegalisasikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai kategori obat. Meski demikian, pemerintah pusat belum menyatakan sikap soal legalisasi tersebut. Sehingga dalam hal ini, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) hanya akan mengacu pada pemerintah pusat. “Rujukannya (pemerintah nasional) saja, jangan BNNP karena kami tidak berhak membuat rujukan,” ungkap Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Henry Parlinggoman Simanjuntak, Jumat (4/12).

Untuk itu, dalam hal ini Henry menegaskan bahwa pihaknya hanya akan mengikuti aturan dan undang-undang nasional. Sebab saat ini undang-undang terkait legalisasi tersebut belum dicetuskan pemerintah pusat.

Namun di Kaltara ini, dikatakan Henry pada 2020 ini pihaknya belum pernah mendapatkan adanya pelanggaran terkait penyalahgunaan ganja. Sebab Kaltara masih rawan akan narkotika jenis sabu-sabu yang sering ditemukan di kawasan perbatasan sepert Tarakan dan Nunukan.

Baca Juga :  Iwan Pimpin PDAM Andalkan Ilmu Bisnis

“Kami belum pernah (mendapatkan pelanggaran penyalahgunaan ganja), kami lebih fokus kepada barang nyata dan lebih banyak beredar yakni narkotika jenis sabu,” tuturnya.

Untuk itu, Henry menyatakan bahwa pihaknya belum pernah mencatat adanya penyalahgunaan ganja di Kaltara. Sehingga penggunaan ganja masih berada jauh di bawah penggunaan sabu yang hampir ditemukan setiap bulan oleh BNNP. (shy/lim)

 

 

TARAKAN – Narkoba jenis ganja kini dilegalisasikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai kategori obat. Meski demikian, pemerintah pusat belum menyatakan sikap soal legalisasi tersebut. Sehingga dalam hal ini, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) hanya akan mengacu pada pemerintah pusat. “Rujukannya (pemerintah nasional) saja, jangan BNNP karena kami tidak berhak membuat rujukan,” ungkap Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Henry Parlinggoman Simanjuntak, Jumat (4/12).

Untuk itu, dalam hal ini Henry menegaskan bahwa pihaknya hanya akan mengikuti aturan dan undang-undang nasional. Sebab saat ini undang-undang terkait legalisasi tersebut belum dicetuskan pemerintah pusat.

Namun di Kaltara ini, dikatakan Henry pada 2020 ini pihaknya belum pernah mendapatkan adanya pelanggaran terkait penyalahgunaan ganja. Sebab Kaltara masih rawan akan narkotika jenis sabu-sabu yang sering ditemukan di kawasan perbatasan sepert Tarakan dan Nunukan.

Baca Juga :  TPA Dilirik Investor PLTSah

“Kami belum pernah (mendapatkan pelanggaran penyalahgunaan ganja), kami lebih fokus kepada barang nyata dan lebih banyak beredar yakni narkotika jenis sabu,” tuturnya.

Untuk itu, Henry menyatakan bahwa pihaknya belum pernah mencatat adanya penyalahgunaan ganja di Kaltara. Sehingga penggunaan ganja masih berada jauh di bawah penggunaan sabu yang hampir ditemukan setiap bulan oleh BNNP. (shy/lim)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/