alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Kaltara 570 Pasien, Tarakan 1.387 Kontak Erat

PAPARAN Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) tampaknya semakin meluas. Bahkan, di awal Desember ini, tambahan kasua konfirmasi positif Covid-19 terjadi setiap hari dengan jumlah signifikan.

Kamis (3/12), Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kaltara merilis kembali adanya tambahan 30 kasus konfirmasi positif baru yang tersebar di Bulungan 5 kasus dan di Tarakan 25 kasus. Dengan tambahan itu, maka total pasien yang dirawat meningkat jadi 570 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy menyebutkan, dari 570 pasien konfirmasi positif yang masih dirawat itu tersebar di 5 kabupaten/kota dengan rincian di Tarakan 412 orang, di Bulungan 114 orang, di Malinau 17 orang, di Tana Tidung 15 orang, dan di Nunukan 12 orang.

Sedangkan tambahan 5 kasus konfirmasi positif baru di Bulungan kemarin terdiri dari 4 kontak erat dengan inisial LTR (29) laki-laki, HJ (13) laki-laki, HA (41) perempuan, dan FAZ (7) perempuan. “Serta seorang perempuan dengan status transmisi lokal berinisial ER (32),” ujar Agust kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi kemarin.

Sementara yang 25 kasus di Tarakan itu terdiri dari seorang tenaga kesehatan (nakes) berinisial YMMR (38) perempuan, seorang pelaku perjalanan dari Tana Tidung berinisial SH (45) perempuan, dan 7 kontak erat yang meliputi 3 perempuan dengan inisial HS (20), MM (19), dan MU (18). Serta 4 laki-laki dengan inisial HNP (37), SL (28), ST (30), dan SY (54).

Terakhir, 16 transmisi lokal dengan rincian 9 perempuan berinisial VP (43), HN (39), RS (47), ER (63), ELA (16), WF (52), FD (40), NF (24), dan JL (44). Serta 7 laki-laki dengan inisial RL (45), BA (41), JS (49), DA (37), ABS (25), JFY (42) dan NS (48).

“Jadi yang terkonfirmasi positif di Kaltara naik menjadi 1.623 kasus. Sedangkan yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 1.035 orang setelah bertambah 7 orang hari ini (kemarin),” katanya.

Adapun tambahan 7 orang yang baru dinyatakan sembuh itu terdiri dari 4 orang di Tarakan dengan inisial ZM (33) laki-laki pelaku perjalanan dari Jawa Barat (Jabar), SN (41) laki-laki dari Klaster Rumah Sakit, NP (29) perempuan kontak erat, dan RN (33) perempuan transmisi lokal. “Kemudian yang 3 orang di Bulungan itu terdiri dari 2 kontak erat dengan inisial DN (37) dan KZS (3), serta seorang transmisi lokal berinisial SN (33). Ketiganya berjenis kelamin perempuan,” sebutnya.

Baca Juga :  FKUB Muda Kutuk Pelakunya Bom Gereja Katedral Makassar

Sementara yang meninggal dunia tetap berjumlah 18 orang. Melihat kondisi saat ini, Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara bersinergi dengan kabupaten/kota dan pihak keamanan masih terus melakukan upaya-upaya guna memutus rantai penularan Covid-19 ini.

PETA KASUS TARAKAN

Sebaran zona merah atau risiko tinggi terkonfirmasi positif Covid-19 sudah menyebar merata di 20 kelurahan yang ada di Kota Tarakan. Bahkan kini yang menjadi perhatian ekstra yakni jumlah orang berstatus kontak erat terus meningkat setiap harinya. Data monitoring Gugs Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tarakan hingga Kamis (3/12) tercatat 1.387 orang dalam pemantauan atau bertambah 74 orang dari jumlah sehari sebelumnya sebanyak 1.313 orang.

Dalam rilisnya kemarin (3/12), Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, menyebutkan terjadi penambahan sebanyak 25 kasus konfirmasi positif Covid-19. Setelah sehari sebelumnya (2/12), dalam klarifikasi disebutkan penambahan pasien positif berjumlah 59 kasus.

Sehingga jumlah kumulatif kasus konfirmasi saat ini sebanyak 902 orang, dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 5 orang. Kemudian dr.Devi sekaligus mengklarifikasi penambahan pasien sembuh pada Rabu (2/12) berjumlah 13 bukan 18 orang. Secara keseluruhan jumlah pasien di Kota Tarakan yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 sebanyak 478 orang. “Mode penyebarannya masih tetap kontak erat. Seperti yang transmisi lokal itu, berasal dari kontak erat. Bisa jadi kontak erat dengan keluarganya, tidak sengaja menyebarkan. Karena ketidaksengajaan itulah akhirnya tersebar banyak, karena tidak sadar kalau sakit,” ujar dr. Devi Ika Indriarti.

Diakui dr. Devi, saat ini justru lebih banyak kasus terkonfirmasi positif berasal dari kontak erat dari pada pelaku perjalanan. Jika data sebelumnya dipersentasekan 60 persen kasus berasal dari pelaku perjalanan, kali ini terbalik. Selain itu, jumlah kasus suspek pun ikut meningkat dari sehari sebelumnya sebanyak 117 orang, per Kamis (3/12) menjadi 132 orang. “Kasus suspek ini dimana ada keluhan, baru datang ke fasilitas kesehatan. Ketika dilakukan pemeriksaan swab ternyata positif. Bisa jadi dari lingkungan, karena ada carier nggak tahu, yang terinfeksi juga tidak tahu,” ungkapnya.

Baca Juga :  FKUB: Kaltara Wajib Jadi Contoh Kerukunan

Sementara telah meratanya penyebaran Covid-19 di 20 kelurahan, dr. Devi menyebutkan status Kota Tarakan sudah mengarah ke zona merah. Namun ia menyebutkan penentuan status memerlukan perhitungan dan banyak parameternya. “Sekarang bisa mengarah ke merah (zona). Memang harus dihitung dulu, karena kasusnya tambah banyak. Parameternya banyak, harus melihat berapa jumlah yang di-swab, yang meninggal, jumlah kumulatif yang positif dan sebagainya,” beber dr. Devi.

Melihat angka kasus makin melonjak setiap harinya, ia mengimbau seluruh masyarakat Kota Tarakan untuk bersinergi dan disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan Covid-19 agar tidak semakin menyebar dan meluas. Yakni dengan selalu memakasi masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter, menghindari berkerumun di tempat-tempat umum, membatasi menyentuh fasilitas di tempat umum, dan jangan menyentuh mata, hidung, serta mulut sebelum mencuci tangan.

Tak hanya itu, ia pun mengingatkan terutama bagi orang yang sudah dilakukan tracing dan termasuk sudah di-swab, harus mematuhi ketentuan isolasi mandiri. Sebab jika diakumulasikan, ada sekitar 2.000 orang yang harus diawasi oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan.

“Patuhilah isolasi diri itu, sama-sama menjaga. Harusnya semua orang harus sadar, yang sakit juga harus mengakui dirinya sakit. Jadi bukan stigma, karena itu bisa sembuh. Nggak usah takut sekali, sadar dulu kalau kita sudah terkonfirmasi positif jadi jangan sampai menyebarkan ke orang lain, terutama orang yang kontak erat dengan kita,” tuturnya.

“Harus mengakui dirinya terpapar meskipun tidak ada gejala. Tidak ada seorang pun yang mau terpapar. Tapi dengan mengakui, itu juga akan meningkatkan imun tubuh. Mari bersama mencegah penularan Covid-19 dengan melakukan adaptasi kebiasaan baru sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan,” pungkas dr. Devi. (iwk/fly/lim)

 

PAPARAN Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) tampaknya semakin meluas. Bahkan, di awal Desember ini, tambahan kasua konfirmasi positif Covid-19 terjadi setiap hari dengan jumlah signifikan.

Kamis (3/12), Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kaltara merilis kembali adanya tambahan 30 kasus konfirmasi positif baru yang tersebar di Bulungan 5 kasus dan di Tarakan 25 kasus. Dengan tambahan itu, maka total pasien yang dirawat meningkat jadi 570 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy menyebutkan, dari 570 pasien konfirmasi positif yang masih dirawat itu tersebar di 5 kabupaten/kota dengan rincian di Tarakan 412 orang, di Bulungan 114 orang, di Malinau 17 orang, di Tana Tidung 15 orang, dan di Nunukan 12 orang.

Sedangkan tambahan 5 kasus konfirmasi positif baru di Bulungan kemarin terdiri dari 4 kontak erat dengan inisial LTR (29) laki-laki, HJ (13) laki-laki, HA (41) perempuan, dan FAZ (7) perempuan. “Serta seorang perempuan dengan status transmisi lokal berinisial ER (32),” ujar Agust kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi kemarin.

Sementara yang 25 kasus di Tarakan itu terdiri dari seorang tenaga kesehatan (nakes) berinisial YMMR (38) perempuan, seorang pelaku perjalanan dari Tana Tidung berinisial SH (45) perempuan, dan 7 kontak erat yang meliputi 3 perempuan dengan inisial HS (20), MM (19), dan MU (18). Serta 4 laki-laki dengan inisial HNP (37), SL (28), ST (30), dan SY (54).

Terakhir, 16 transmisi lokal dengan rincian 9 perempuan berinisial VP (43), HN (39), RS (47), ER (63), ELA (16), WF (52), FD (40), NF (24), dan JL (44). Serta 7 laki-laki dengan inisial RL (45), BA (41), JS (49), DA (37), ABS (25), JFY (42) dan NS (48).

“Jadi yang terkonfirmasi positif di Kaltara naik menjadi 1.623 kasus. Sedangkan yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 1.035 orang setelah bertambah 7 orang hari ini (kemarin),” katanya.

Adapun tambahan 7 orang yang baru dinyatakan sembuh itu terdiri dari 4 orang di Tarakan dengan inisial ZM (33) laki-laki pelaku perjalanan dari Jawa Barat (Jabar), SN (41) laki-laki dari Klaster Rumah Sakit, NP (29) perempuan kontak erat, dan RN (33) perempuan transmisi lokal. “Kemudian yang 3 orang di Bulungan itu terdiri dari 2 kontak erat dengan inisial DN (37) dan KZS (3), serta seorang transmisi lokal berinisial SN (33). Ketiganya berjenis kelamin perempuan,” sebutnya.

Baca Juga :  Jelang Ramadan Stok BBM Aman

Sementara yang meninggal dunia tetap berjumlah 18 orang. Melihat kondisi saat ini, Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara bersinergi dengan kabupaten/kota dan pihak keamanan masih terus melakukan upaya-upaya guna memutus rantai penularan Covid-19 ini.

PETA KASUS TARAKAN

Sebaran zona merah atau risiko tinggi terkonfirmasi positif Covid-19 sudah menyebar merata di 20 kelurahan yang ada di Kota Tarakan. Bahkan kini yang menjadi perhatian ekstra yakni jumlah orang berstatus kontak erat terus meningkat setiap harinya. Data monitoring Gugs Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tarakan hingga Kamis (3/12) tercatat 1.387 orang dalam pemantauan atau bertambah 74 orang dari jumlah sehari sebelumnya sebanyak 1.313 orang.

Dalam rilisnya kemarin (3/12), Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, menyebutkan terjadi penambahan sebanyak 25 kasus konfirmasi positif Covid-19. Setelah sehari sebelumnya (2/12), dalam klarifikasi disebutkan penambahan pasien positif berjumlah 59 kasus.

Sehingga jumlah kumulatif kasus konfirmasi saat ini sebanyak 902 orang, dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 5 orang. Kemudian dr.Devi sekaligus mengklarifikasi penambahan pasien sembuh pada Rabu (2/12) berjumlah 13 bukan 18 orang. Secara keseluruhan jumlah pasien di Kota Tarakan yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 sebanyak 478 orang. “Mode penyebarannya masih tetap kontak erat. Seperti yang transmisi lokal itu, berasal dari kontak erat. Bisa jadi kontak erat dengan keluarganya, tidak sengaja menyebarkan. Karena ketidaksengajaan itulah akhirnya tersebar banyak, karena tidak sadar kalau sakit,” ujar dr. Devi Ika Indriarti.

Diakui dr. Devi, saat ini justru lebih banyak kasus terkonfirmasi positif berasal dari kontak erat dari pada pelaku perjalanan. Jika data sebelumnya dipersentasekan 60 persen kasus berasal dari pelaku perjalanan, kali ini terbalik. Selain itu, jumlah kasus suspek pun ikut meningkat dari sehari sebelumnya sebanyak 117 orang, per Kamis (3/12) menjadi 132 orang. “Kasus suspek ini dimana ada keluhan, baru datang ke fasilitas kesehatan. Ketika dilakukan pemeriksaan swab ternyata positif. Bisa jadi dari lingkungan, karena ada carier nggak tahu, yang terinfeksi juga tidak tahu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Masih Aman dari Potensi Radikal

Sementara telah meratanya penyebaran Covid-19 di 20 kelurahan, dr. Devi menyebutkan status Kota Tarakan sudah mengarah ke zona merah. Namun ia menyebutkan penentuan status memerlukan perhitungan dan banyak parameternya. “Sekarang bisa mengarah ke merah (zona). Memang harus dihitung dulu, karena kasusnya tambah banyak. Parameternya banyak, harus melihat berapa jumlah yang di-swab, yang meninggal, jumlah kumulatif yang positif dan sebagainya,” beber dr. Devi.

Melihat angka kasus makin melonjak setiap harinya, ia mengimbau seluruh masyarakat Kota Tarakan untuk bersinergi dan disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan Covid-19 agar tidak semakin menyebar dan meluas. Yakni dengan selalu memakasi masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter, menghindari berkerumun di tempat-tempat umum, membatasi menyentuh fasilitas di tempat umum, dan jangan menyentuh mata, hidung, serta mulut sebelum mencuci tangan.

Tak hanya itu, ia pun mengingatkan terutama bagi orang yang sudah dilakukan tracing dan termasuk sudah di-swab, harus mematuhi ketentuan isolasi mandiri. Sebab jika diakumulasikan, ada sekitar 2.000 orang yang harus diawasi oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan.

“Patuhilah isolasi diri itu, sama-sama menjaga. Harusnya semua orang harus sadar, yang sakit juga harus mengakui dirinya sakit. Jadi bukan stigma, karena itu bisa sembuh. Nggak usah takut sekali, sadar dulu kalau kita sudah terkonfirmasi positif jadi jangan sampai menyebarkan ke orang lain, terutama orang yang kontak erat dengan kita,” tuturnya.

“Harus mengakui dirinya terpapar meskipun tidak ada gejala. Tidak ada seorang pun yang mau terpapar. Tapi dengan mengakui, itu juga akan meningkatkan imun tubuh. Mari bersama mencegah penularan Covid-19 dengan melakukan adaptasi kebiasaan baru sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan,” pungkas dr. Devi. (iwk/fly/lim)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/