alexametrics
29.7 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

U2OK Optimistis, Iraw Unggul, Ziyap Kejar Swing Voters

TARAKAN – Pada 18 hingga 25 November 2020 lalu, dengan menggunakan metode multistage random sampling dan teknik pengumpulan data wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dengan jumlah 800 responden, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melakukan survei. Survei terkait Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara).

Hasilnya berdasarkan data yang dirilis kemarin, petahana masih diunggulkan memenangi pemilihan yang akan dihelat pada 9 Desember mendatang.

Kepada Radar Tarakan, Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Fajar Moestar mengatakan sebanyak 61,4 persen responden Dr. H. Irianto Lambrie berhasil memimpin Kaltara, 21,7 persen menilai tidak berhasil dan 16,9 persen tidak memberikan respons apapun.

Fajar menjelaskan, jelang hari H, sebanyak 37,3 persen responden memilih Dr. H. Irianto Lambrie – H. Irwan Sabri, S.E, (Iraw), kemudian disusul oleh Drs. H. Zainal Arifin Paliwang – Dr. Yansen Tipa Padan, M.Si, (Ziyap) dengan 23,9 persen, H. Udin Hianggio – Dr. H. Undunsyah, (U2OK) dengan 19,6 persen dan 19 persen masyarakat belum menentukan pilihan atau swing voters.

Berdasarkan tingkat keterkenalan dan kesukaan masyarakat, 92,3 persen responden mengenal Irianto dengan kesukaan mencapai 67,1 persen. Disusul H. Udin Hianggio sebesar 79,7 persen dikenal dan 66,5 persen disukai. Selanjutnya Yansen TP sebesar 70,2 persen dikenal dan 66,1 persen disukai. Selanjutnya Zainal Paliwang sebesar 66,5 persen dikenal dan 65,6 persen disukai. Irwan sebesar 65 persen dan 67,1 disukai. Serta Undunsyah tingkat dengan keterkenalan 64,5 persen dan 66,1 persen disukai. “Jika pemilihan serentak dilaksanakan hari ini, pasangan Irianto-Irwan masih dinyatakan menang,” ujar Fajar.

Namun, ada beberapa hal yang dapat mengubah hasil survei LSI seperti angka partisipasi dan angka golongan putih yang bisa mengubah suara. Sebab jika terjadi angka partisipasi dan golput yang tidak proposional akan berdampak terhadap dukungan ke calon.

Tak hanya itu, swing voters saat ini merupakan kunci perubahan peta dukung pada siswa waktu terakhir. “Segmen ini juga dapat mengubah peta dukungan yang sudah ada sekarang. Oleh karena itu, segmen inilah yang harus diperebutkan oleh setiap paslon hingga tanggal 9 Desember nanti,” jelas Fajar.

Baca Juga :  IPSS Kecam Pelaku Akun Bodong Berkomentar Provokatif

Juru Bicara Iraw, Ricky Valentino, S.Pt, M.Ikom, mengatakan, bahkan survei akan menambah semangat tim. Menurutnya, pergerakan masif tim Iraw menguatkan elektabilitas Iraw. “Kami semakin yakin kemenangan akan datang, jadi, ini akan menambah semangat tim dan menjaga kekompakan dan tak boleh terlena dengan hasil survei itu. Itu acuan semangat,” ujar Ricky singkat.

Juru Bicara Ziyap, Ibnu Saud tak ingin mengomentari hasil survei yang dipaparkan KCI-LSI. Menurut Ibnu, timnya menjalankan lembaga survei yang dapat dipercaya. “Pegangan kami, memang yang kami pakai,” ujar Ibnu.

Termasuk lembaga yang mendampingi H. La Tinro La Tunrung. “Namun ini tidak kami rilis,” tambahnya.

Menurutnya tim Ziyap saat terus mengamankan basis massanya. “Kami berkonsentrasi mengamankan basis kemenangan. Dan 9 Desember nanti kita melihat pemimpin baru,” imbuhnya.

Adapun survei yang digunakan tim Ziyap saat ini masih mengunggulkan paslon nomor urut 3 tersebut. “Kurang lebih dengan sebelumnya. Tentu saja masih sangat seru. Dan kami yakin, peluang nomor 3 memenangkan itu paling besar. Kami juga meneliti pemilih mengambang. Secara teori tak akan memilih petahana. Kalau mau ke petahana, dia tak ada keraguan. Yang bimbang itu ke nonpetahana. Kalau yang ke petahana sudah terkunci, teorinya seperti itu,” jelas Ibnu.

“Makanya kami hari-hari ini, kami melakukan gerakan masif mendekati pemilih. Mereka yang bimbang, dan itu akan terbaca dari data survei, daerah mana, klaster usia, pendapatan dan lainnya. Tentu ada gerakan khusus,” urai Ibnu.

Menurut Ibnu, ada hal-hal yang sangat bisa memengaruhi dukungan ke petahana, bisa dengan blunder atau kekuatan menggerakkan massa. “Kalau analisa saya yang namanya blunder bisa macam-macam, bisa statement yang keliru. Kalau misalnya ada kejadian yang begitu disorot, faktor-faktor di luar perhitungan juga. Survei itu kan dilakukan menanyakan pendapat orang tanpa diberi apa-apa, bagaimana kalau kepentingannya diakomodasi, itu bisa memengaruhi. Preferensi terhadap kepentingan,” tambah Ibnu.

Baca Juga :  Tumpahan Semen Bahayakan Pengguna Jalan

“Ada orang yang berubah pilihan karena preferensi kepentingan. Ini cukup tinggi persentasenya,” jelasnya.

Ibnu berpesan masyarakat teguh dengan pilihannya. Tetap menjalankan protokol kesehatan. “Kalau hal yang tidak perlu, mending di rumah,” pesannya.

Juru Bicara U2OK, Yulius Dinandus turut menanggapi hasil survei KCI-LSI. Menurutnya, responden 800 tak mewakili suara 420 ribu lebih pemilih di Kaltara. Kendati ia menghormati keilmuan seseorang dalam melakukan survei.

Ia juga mengkritisi, di balik survei perlu dijelaskan sumber pendanaannya seperti apa. Ramai survei yang dibiayai calon tertentu, maka hasilnya juga menjurus pada calon tertentu.

“Kalau saya, sangat menghargai ilmu orang. Dalam sebuah survei, terbukti selama ini dari berbagai macam pilkada, tak selalu tepat,” jelasnya.

Yulius mengungkap semua tim melakukan survei yang menjadi pedoman. U2OK tertutup atas beberapa pertimbangan, misalnya karena adanya pandemi, sehingga perlu hati-hati dalam melibatkan massa. “Kami mau kemenangan untuk rakyat. Maka sampai detik ini, kami dari tim Udin-Undun masih sangat optimistis bisa memenangkan Pilgub Kaltara 2020,” terangnya.

“Salah satu paling ril bagi kami, tim dari rumah ke rumah tak terdeteksi. Kami itu sifatnya menanyakan siapa sebenarnya yang akan dipilih. Kami tak pernah menjanjikan apa-apa. Banyak yang meyakini dan mengaharpkan kami, masyarakat yakin Udin-Undun bisa memperbaiki Kaltara ke depannya,” imbuhnya.

Yulius juga menyerukan siapa pun pilihan masyarakat, tak menimbulkan pertentangan. Sehingga jangan menyebar isu hoaks. Dan para kandidat tak menunjukkan arogansinya yang tentu akan berdampak pada pemilihnya. “Kebersamaan dalam masyarakat harus jalan, jangan karena beda pilihan, lantas bermusuhan. Mengenai corona, patuhi protokol kesehatan. Pun saat pergi mencoblos, hindari hal-hal yang bisa menyebarkan Covid-19. Kami Udin-Undun, mau masyarakat tentram dan aman. Aman dan sehat,” tukasnya. (shy/lim)

 

 

TARAKAN – Pada 18 hingga 25 November 2020 lalu, dengan menggunakan metode multistage random sampling dan teknik pengumpulan data wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dengan jumlah 800 responden, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melakukan survei. Survei terkait Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara).

Hasilnya berdasarkan data yang dirilis kemarin, petahana masih diunggulkan memenangi pemilihan yang akan dihelat pada 9 Desember mendatang.

Kepada Radar Tarakan, Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Fajar Moestar mengatakan sebanyak 61,4 persen responden Dr. H. Irianto Lambrie berhasil memimpin Kaltara, 21,7 persen menilai tidak berhasil dan 16,9 persen tidak memberikan respons apapun.

Fajar menjelaskan, jelang hari H, sebanyak 37,3 persen responden memilih Dr. H. Irianto Lambrie – H. Irwan Sabri, S.E, (Iraw), kemudian disusul oleh Drs. H. Zainal Arifin Paliwang – Dr. Yansen Tipa Padan, M.Si, (Ziyap) dengan 23,9 persen, H. Udin Hianggio – Dr. H. Undunsyah, (U2OK) dengan 19,6 persen dan 19 persen masyarakat belum menentukan pilihan atau swing voters.

Berdasarkan tingkat keterkenalan dan kesukaan masyarakat, 92,3 persen responden mengenal Irianto dengan kesukaan mencapai 67,1 persen. Disusul H. Udin Hianggio sebesar 79,7 persen dikenal dan 66,5 persen disukai. Selanjutnya Yansen TP sebesar 70,2 persen dikenal dan 66,1 persen disukai. Selanjutnya Zainal Paliwang sebesar 66,5 persen dikenal dan 65,6 persen disukai. Irwan sebesar 65 persen dan 67,1 disukai. Serta Undunsyah tingkat dengan keterkenalan 64,5 persen dan 66,1 persen disukai. “Jika pemilihan serentak dilaksanakan hari ini, pasangan Irianto-Irwan masih dinyatakan menang,” ujar Fajar.

Namun, ada beberapa hal yang dapat mengubah hasil survei LSI seperti angka partisipasi dan angka golongan putih yang bisa mengubah suara. Sebab jika terjadi angka partisipasi dan golput yang tidak proposional akan berdampak terhadap dukungan ke calon.

Tak hanya itu, swing voters saat ini merupakan kunci perubahan peta dukung pada siswa waktu terakhir. “Segmen ini juga dapat mengubah peta dukungan yang sudah ada sekarang. Oleh karena itu, segmen inilah yang harus diperebutkan oleh setiap paslon hingga tanggal 9 Desember nanti,” jelas Fajar.

Baca Juga :  SAMPINGAN..!! Pasok Ayam Beku, Pelni Ngaku Dapat Rekomendasi Legal

Juru Bicara Iraw, Ricky Valentino, S.Pt, M.Ikom, mengatakan, bahkan survei akan menambah semangat tim. Menurutnya, pergerakan masif tim Iraw menguatkan elektabilitas Iraw. “Kami semakin yakin kemenangan akan datang, jadi, ini akan menambah semangat tim dan menjaga kekompakan dan tak boleh terlena dengan hasil survei itu. Itu acuan semangat,” ujar Ricky singkat.

Juru Bicara Ziyap, Ibnu Saud tak ingin mengomentari hasil survei yang dipaparkan KCI-LSI. Menurut Ibnu, timnya menjalankan lembaga survei yang dapat dipercaya. “Pegangan kami, memang yang kami pakai,” ujar Ibnu.

Termasuk lembaga yang mendampingi H. La Tinro La Tunrung. “Namun ini tidak kami rilis,” tambahnya.

Menurutnya tim Ziyap saat terus mengamankan basis massanya. “Kami berkonsentrasi mengamankan basis kemenangan. Dan 9 Desember nanti kita melihat pemimpin baru,” imbuhnya.

Adapun survei yang digunakan tim Ziyap saat ini masih mengunggulkan paslon nomor urut 3 tersebut. “Kurang lebih dengan sebelumnya. Tentu saja masih sangat seru. Dan kami yakin, peluang nomor 3 memenangkan itu paling besar. Kami juga meneliti pemilih mengambang. Secara teori tak akan memilih petahana. Kalau mau ke petahana, dia tak ada keraguan. Yang bimbang itu ke nonpetahana. Kalau yang ke petahana sudah terkunci, teorinya seperti itu,” jelas Ibnu.

“Makanya kami hari-hari ini, kami melakukan gerakan masif mendekati pemilih. Mereka yang bimbang, dan itu akan terbaca dari data survei, daerah mana, klaster usia, pendapatan dan lainnya. Tentu ada gerakan khusus,” urai Ibnu.

Menurut Ibnu, ada hal-hal yang sangat bisa memengaruhi dukungan ke petahana, bisa dengan blunder atau kekuatan menggerakkan massa. “Kalau analisa saya yang namanya blunder bisa macam-macam, bisa statement yang keliru. Kalau misalnya ada kejadian yang begitu disorot, faktor-faktor di luar perhitungan juga. Survei itu kan dilakukan menanyakan pendapat orang tanpa diberi apa-apa, bagaimana kalau kepentingannya diakomodasi, itu bisa memengaruhi. Preferensi terhadap kepentingan,” tambah Ibnu.

Baca Juga :  Di Wadah Praktiknya, dr Lois Dikenal Tak Pernah Patok Harga Tinggi

“Ada orang yang berubah pilihan karena preferensi kepentingan. Ini cukup tinggi persentasenya,” jelasnya.

Ibnu berpesan masyarakat teguh dengan pilihannya. Tetap menjalankan protokol kesehatan. “Kalau hal yang tidak perlu, mending di rumah,” pesannya.

Juru Bicara U2OK, Yulius Dinandus turut menanggapi hasil survei KCI-LSI. Menurutnya, responden 800 tak mewakili suara 420 ribu lebih pemilih di Kaltara. Kendati ia menghormati keilmuan seseorang dalam melakukan survei.

Ia juga mengkritisi, di balik survei perlu dijelaskan sumber pendanaannya seperti apa. Ramai survei yang dibiayai calon tertentu, maka hasilnya juga menjurus pada calon tertentu.

“Kalau saya, sangat menghargai ilmu orang. Dalam sebuah survei, terbukti selama ini dari berbagai macam pilkada, tak selalu tepat,” jelasnya.

Yulius mengungkap semua tim melakukan survei yang menjadi pedoman. U2OK tertutup atas beberapa pertimbangan, misalnya karena adanya pandemi, sehingga perlu hati-hati dalam melibatkan massa. “Kami mau kemenangan untuk rakyat. Maka sampai detik ini, kami dari tim Udin-Undun masih sangat optimistis bisa memenangkan Pilgub Kaltara 2020,” terangnya.

“Salah satu paling ril bagi kami, tim dari rumah ke rumah tak terdeteksi. Kami itu sifatnya menanyakan siapa sebenarnya yang akan dipilih. Kami tak pernah menjanjikan apa-apa. Banyak yang meyakini dan mengaharpkan kami, masyarakat yakin Udin-Undun bisa memperbaiki Kaltara ke depannya,” imbuhnya.

Yulius juga menyerukan siapa pun pilihan masyarakat, tak menimbulkan pertentangan. Sehingga jangan menyebar isu hoaks. Dan para kandidat tak menunjukkan arogansinya yang tentu akan berdampak pada pemilihnya. “Kebersamaan dalam masyarakat harus jalan, jangan karena beda pilihan, lantas bermusuhan. Mengenai corona, patuhi protokol kesehatan. Pun saat pergi mencoblos, hindari hal-hal yang bisa menyebarkan Covid-19. Kami Udin-Undun, mau masyarakat tentram dan aman. Aman dan sehat,” tukasnya. (shy/lim)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/