alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Masih Berbahaya, Ranjau Peninggalan Zaman Perang Dunia II Diledakkan

TARAKAN – Suara ledakan terdengar pada pukul 09.45 WITA, Rabu (2/12) sempat mengejutkan masyarakat dan pengendara kendaraan bermotor di sepanjang Jalan Mulawarman.

Setelah dikonfirmasi, Komandan Lanud Anang Busra Tarakan, Kolonel Pnb Somad, ledakan terdengar keras tersebut berasal dari peledakan ranjau darat dan ujung proyektil roket yang dilakukan Tim Demolisi dari Depohar 60 Lanud Iswahyudi, Madiun. “Iya kami memang sengaja mendatangkan Tim Demolisi dari Depohar 60 Lanud Iswahyudi, dikarenakan kami di sini tidak memiliki kualifikasi dan ilmu tentang pemusnahan bom,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, sebelumnya rencana pemusnahan terhadap 10 ranjau darat dan 1 ujung proyektil roket sudah lama ingin dilakukan, namun baru bisa disetujui dengan didatangkan Tim Demolisi dari Depohar 60 Lanud Iswahyudi. “Sudah lama memang kami ajukan, namun baru bisa terealisasi hari ini,” ujarnya.

Adapun proses pemusnahan yang dilakukan Tim Demolisi dari Depohar 60 Lanud Iswahyudi dilakukan dari jarak 500 meter dari bangunan terluar Lanud Anang Busra, hal tersebut dilakukan untuk mengurangi efek ledakan terhadap bangunan terdekat. “Jadi Tim Demolisi dari Depohar 60 Lanud Iswahyudi ini berjumlah 6 orang yang dipimpin oleh seorang Mayor, memang proses pemusnahannya harus jarak 500 meter dari bangunan terluar kita, alhamdulillah proses pemusnahannya berjalan lancar dan aman,” ucapnya.

Baca Juga :  Jangan Panik, Stok Cukup dan Semua Toko Tetap Buka

Dirinya menjelaskan bahwa 10 ranjau darat dan 1 ujung proyektil roket tersebut merupakan temuan masyarakat sekitar 4 tahun hingga 5 tahun lalu. Saat itu Brimob belum bisa menampung karena tempat penyimpanan khusus terhadap benda berasal dari Perang Dunia II tersebut sudah penuh. “Jadi singkat cerita diserahkan kepada kami, karena dikhawatirkan membahayakan kami akhirnya melakukan pemusnahan pada hari ini, ledakannya bisa terdengar hingga radius 1 km yang tentu membuat masyarakat kaget ketika mendengar suara ledakan tersebut,” tuturnya.

Sebelumnya masyarakat hingga pengendara motor di sepanjang Jalan Mulawarman dikejutkan dengan suara ledakan, seperti yang diungkapkan Adrian pengendara kendaran roda dua (R2) yang terkejut dengan suara ledakan tersebut ketika melintasi Jalan Mulawarman.

Baca Juga :  Pengecualian Hanya Diberikan Moda Transportasi Wilayah Satu Provinsi

“Saya kira tadi ada aksi terorisme gitu, soalnya suaranya kenceng banget, tapi ternyata setelah itu saya diinfokan ada proses pemusnahan ranjau darat di sekitar Lanud Anang Busra,” tuturnya.

Hal senada juga diungkap Nurry yang pada saat itu sedang bekerja di kantornya yang berada di Jalan Mulawarman, dirinya mengira ada kegiatan latihan yang dilakukan oleh personil TNI ataupun Polri, namun dirinya kaget karena suara ledakannya yang cukup keras.

“Saya pikir tadi ada latihan dari TNI atau Polri, tapi kalau latihan biasanya saya hanya dengar suara tembakan saja, tidak pernah dengar suara ledakan, apalagi sekencang tadi,” pungkasnya. (jnr/lim)

TARAKAN – Suara ledakan terdengar pada pukul 09.45 WITA, Rabu (2/12) sempat mengejutkan masyarakat dan pengendara kendaraan bermotor di sepanjang Jalan Mulawarman.

Setelah dikonfirmasi, Komandan Lanud Anang Busra Tarakan, Kolonel Pnb Somad, ledakan terdengar keras tersebut berasal dari peledakan ranjau darat dan ujung proyektil roket yang dilakukan Tim Demolisi dari Depohar 60 Lanud Iswahyudi, Madiun. “Iya kami memang sengaja mendatangkan Tim Demolisi dari Depohar 60 Lanud Iswahyudi, dikarenakan kami di sini tidak memiliki kualifikasi dan ilmu tentang pemusnahan bom,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, sebelumnya rencana pemusnahan terhadap 10 ranjau darat dan 1 ujung proyektil roket sudah lama ingin dilakukan, namun baru bisa disetujui dengan didatangkan Tim Demolisi dari Depohar 60 Lanud Iswahyudi. “Sudah lama memang kami ajukan, namun baru bisa terealisasi hari ini,” ujarnya.

Adapun proses pemusnahan yang dilakukan Tim Demolisi dari Depohar 60 Lanud Iswahyudi dilakukan dari jarak 500 meter dari bangunan terluar Lanud Anang Busra, hal tersebut dilakukan untuk mengurangi efek ledakan terhadap bangunan terdekat. “Jadi Tim Demolisi dari Depohar 60 Lanud Iswahyudi ini berjumlah 6 orang yang dipimpin oleh seorang Mayor, memang proses pemusnahannya harus jarak 500 meter dari bangunan terluar kita, alhamdulillah proses pemusnahannya berjalan lancar dan aman,” ucapnya.

Baca Juga :  Sambut Tahun Baru, Diimbau Tak Berlebihan

Dirinya menjelaskan bahwa 10 ranjau darat dan 1 ujung proyektil roket tersebut merupakan temuan masyarakat sekitar 4 tahun hingga 5 tahun lalu. Saat itu Brimob belum bisa menampung karena tempat penyimpanan khusus terhadap benda berasal dari Perang Dunia II tersebut sudah penuh. “Jadi singkat cerita diserahkan kepada kami, karena dikhawatirkan membahayakan kami akhirnya melakukan pemusnahan pada hari ini, ledakannya bisa terdengar hingga radius 1 km yang tentu membuat masyarakat kaget ketika mendengar suara ledakan tersebut,” tuturnya.

Sebelumnya masyarakat hingga pengendara motor di sepanjang Jalan Mulawarman dikejutkan dengan suara ledakan, seperti yang diungkapkan Adrian pengendara kendaran roda dua (R2) yang terkejut dengan suara ledakan tersebut ketika melintasi Jalan Mulawarman.

Baca Juga :  Pastikan Titik Simpul Jalan Berjalan Lancar

“Saya kira tadi ada aksi terorisme gitu, soalnya suaranya kenceng banget, tapi ternyata setelah itu saya diinfokan ada proses pemusnahan ranjau darat di sekitar Lanud Anang Busra,” tuturnya.

Hal senada juga diungkap Nurry yang pada saat itu sedang bekerja di kantornya yang berada di Jalan Mulawarman, dirinya mengira ada kegiatan latihan yang dilakukan oleh personil TNI ataupun Polri, namun dirinya kaget karena suara ledakannya yang cukup keras.

“Saya pikir tadi ada latihan dari TNI atau Polri, tapi kalau latihan biasanya saya hanya dengar suara tembakan saja, tidak pernah dengar suara ledakan, apalagi sekencang tadi,” pungkasnya. (jnr/lim)

Most Read

Hanya Bantuan Tanggap Darurat

PN Tarakan Terapkan E-Court

Delapan PNS Kasus Tipikor Dipecat Bulan Ini

Gulai Terap Paguntaka

Artikel Terbaru

/