alexametrics
29.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Lanud Anang Busra Potensi Dikembangkan

TARAKAN – Letaknya yang strategis, dekat dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara, membuat keberadaan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Anang Busra sangat penting mendukung kegiatan operasi udara di wilayah perbatasan.

Hal tersebut disampaikan Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau) II, Marsekal Muda TNI Minggit Tribowo, S.I.P, yang tiba bersama rombongan, Rabu (2/12) dalam rangka kunjungan kerja (kunker) melihat kondisi Lanud Anang Busra sebagai pangkalan udara pendukungan kegiatan operasi udara di wilayah perbatasan. “Kami melihat seberapa jauh potensi yang ada di sini, hal itu nantinya menjadi catatan kami melakukan evaluasi dalam rangka pengembangan Lanud Anang Busra ke depannya,” tuturnya.

Penempatan Lanud Anang Busra di Bumi Paguntaka juga bukan tanpa alasan, sebagai wilayah yang berbatasan dengan beberapa negara dan dekat dengan ALKI, dirinya nilai hal tersebut sudah menjadi dasar penempatan Lanud Anang Busra di Tarakan yang dinilai sangat strategis mendukung operasi udara di wilayah utara tersebut.

“Kami berharap peranan pangkalan udara ini ke depannya semakin nyata, berbatasan langsung dengan negara tetangga dan dekat dengan ALKI, menjadikan hal tersebut  sebagai perhatian serius dari kami untuk mengembangkan pangkalan udara ini ke depannya,” ucapnya.

Baca Juga :  Irianto Tegaskan Mencari yang Muda

Dari tinjauan yang dilakukannya ke beberapa titik di Lanud Anang Busra, dirinya merasa puas dengan pembangunan infrastruktur penunjang Lanud Anang Busra sudah terbangun dengan baik. “Di sini pembangunannya sudah berjalan dengan baik, ada shelter pesawat tempur, perkantoran dan perumahan, infrastruktur ini sangat penting untuk Lanud Anang Busra terutama dalam hal peningkatan pertahanan di sini. Adapun di sini juga sedang dalam proses pembangunan apron yang diperuntukkan untuk pesawat tanpa awak yang mendukung kegiatan operasi di wilayah Kaltara,” ucapnya.

Komandan Lanud Anang Busra Tarakan, Kolonel Pnb Somad mengatakan, dalam kunker Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Minggit Tribowo, S.I.P, tidak ada hal khusus yang diinstruksikan kepada jajarannya, dikarenakan kunker kali ini hanya bersifat kegiatan rutin.

“Secara khusus sifatnya bernilai strategis belum ada, beliau baru datang ke sini untuk melihat bagaimana pengembangan organisasi khususnya sarana dan prasarana di sini, tentunya kami mengapresisasi dan bangga atas kunjungannya ke Lanud Anang Busra,” tuturnya.

Adapun dalam kunjungannya kali ini, Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Minggit Tribowo, S.I.P, sempat melihat proses pembangunan Markas Skuadron Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA), yang ditargetkan akan selesai sekitar Mei atau April 2021. “Desember tahun ini atau awal tahun 2021 sudah ada pesawat tanpa awak yang datang jenis CH-4 buatan China, penempatannya sementara di Lanud Iswahyudi yang berada di Madiun,” tuturnya.

Baca Juga :  Badan Ojol Disemprot Disinfektan, Uangnya Dibungkus Tisu

Mengapa ditempatkan di Lanud Iswahyudi, dikarenakan fasilitas sarana dan prasarana dan personelnya sudah berkompeten untuk mengawaki pesawat tanpa awak tersebut. “Nantinya ketika Markas Skuadron PTTA ini sudah jadi baru mereka bergeser ke sini, mulai dari orang yang menerbangkannya hingga bagian tekniknya yang melakukan pemeliharaan pesawat tersebut, untuk jumlahnya sekitar 2 unit saja sudah cukup untuk melakukan pengawasan di wilayah Kaltara,” ucapnya.

Sementara itu, terkait sumber daya manusia (SDM), pihaknya mengakui Lanud Anang Busra masih kekurangan. Hal tersebut terlihat dari sejumlah jabatan yang terpaksa diduduki oleh SDM yang belum sesuai dengan pangkatnya.

“Seperti jabatan untuk mayor, tapi diisi oleh kapten, memang sih nantinya dia juga akan menjadi mayor. Meski begitu, penambahan personel di Lanud Anang Busra sudah terus dilakukan setiap tahunnya, saat ini SDM sudah 50 persen yang terisi,” pungkasnya. (jnr/lim)

 

 

 

TARAKAN – Letaknya yang strategis, dekat dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara, membuat keberadaan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Anang Busra sangat penting mendukung kegiatan operasi udara di wilayah perbatasan.

Hal tersebut disampaikan Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau) II, Marsekal Muda TNI Minggit Tribowo, S.I.P, yang tiba bersama rombongan, Rabu (2/12) dalam rangka kunjungan kerja (kunker) melihat kondisi Lanud Anang Busra sebagai pangkalan udara pendukungan kegiatan operasi udara di wilayah perbatasan. “Kami melihat seberapa jauh potensi yang ada di sini, hal itu nantinya menjadi catatan kami melakukan evaluasi dalam rangka pengembangan Lanud Anang Busra ke depannya,” tuturnya.

Penempatan Lanud Anang Busra di Bumi Paguntaka juga bukan tanpa alasan, sebagai wilayah yang berbatasan dengan beberapa negara dan dekat dengan ALKI, dirinya nilai hal tersebut sudah menjadi dasar penempatan Lanud Anang Busra di Tarakan yang dinilai sangat strategis mendukung operasi udara di wilayah utara tersebut.

“Kami berharap peranan pangkalan udara ini ke depannya semakin nyata, berbatasan langsung dengan negara tetangga dan dekat dengan ALKI, menjadikan hal tersebut  sebagai perhatian serius dari kami untuk mengembangkan pangkalan udara ini ke depannya,” ucapnya.

Baca Juga :  Garuda Akhirnya Kembali ke Tarakan

Dari tinjauan yang dilakukannya ke beberapa titik di Lanud Anang Busra, dirinya merasa puas dengan pembangunan infrastruktur penunjang Lanud Anang Busra sudah terbangun dengan baik. “Di sini pembangunannya sudah berjalan dengan baik, ada shelter pesawat tempur, perkantoran dan perumahan, infrastruktur ini sangat penting untuk Lanud Anang Busra terutama dalam hal peningkatan pertahanan di sini. Adapun di sini juga sedang dalam proses pembangunan apron yang diperuntukkan untuk pesawat tanpa awak yang mendukung kegiatan operasi di wilayah Kaltara,” ucapnya.

Komandan Lanud Anang Busra Tarakan, Kolonel Pnb Somad mengatakan, dalam kunker Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Minggit Tribowo, S.I.P, tidak ada hal khusus yang diinstruksikan kepada jajarannya, dikarenakan kunker kali ini hanya bersifat kegiatan rutin.

“Secara khusus sifatnya bernilai strategis belum ada, beliau baru datang ke sini untuk melihat bagaimana pengembangan organisasi khususnya sarana dan prasarana di sini, tentunya kami mengapresisasi dan bangga atas kunjungannya ke Lanud Anang Busra,” tuturnya.

Adapun dalam kunjungannya kali ini, Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Minggit Tribowo, S.I.P, sempat melihat proses pembangunan Markas Skuadron Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA), yang ditargetkan akan selesai sekitar Mei atau April 2021. “Desember tahun ini atau awal tahun 2021 sudah ada pesawat tanpa awak yang datang jenis CH-4 buatan China, penempatannya sementara di Lanud Iswahyudi yang berada di Madiun,” tuturnya.

Baca Juga :  Irianto Tegaskan Mencari yang Muda

Mengapa ditempatkan di Lanud Iswahyudi, dikarenakan fasilitas sarana dan prasarana dan personelnya sudah berkompeten untuk mengawaki pesawat tanpa awak tersebut. “Nantinya ketika Markas Skuadron PTTA ini sudah jadi baru mereka bergeser ke sini, mulai dari orang yang menerbangkannya hingga bagian tekniknya yang melakukan pemeliharaan pesawat tersebut, untuk jumlahnya sekitar 2 unit saja sudah cukup untuk melakukan pengawasan di wilayah Kaltara,” ucapnya.

Sementara itu, terkait sumber daya manusia (SDM), pihaknya mengakui Lanud Anang Busra masih kekurangan. Hal tersebut terlihat dari sejumlah jabatan yang terpaksa diduduki oleh SDM yang belum sesuai dengan pangkatnya.

“Seperti jabatan untuk mayor, tapi diisi oleh kapten, memang sih nantinya dia juga akan menjadi mayor. Meski begitu, penambahan personel di Lanud Anang Busra sudah terus dilakukan setiap tahunnya, saat ini SDM sudah 50 persen yang terisi,” pungkasnya. (jnr/lim)

 

 

 

Most Read

Dua Jabatan Staf Ahli Dilelang

Terdakwa Ajukan Alat Bukti

13 Sub Suku Dayak Kenya Hadir

Soal Isu Politis, KPU Menepis

Artikel Terbaru

/