alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Rahmat Majid Berharap Arief Legowo Sudah Bukan Anggota DPRD Kaltara Lagi

TARAKAN – Bebasnya Khaeruddin Arief Hidayat (KAH) pasca dikeluarkannya surat Pemecatan dan Peraantian Antar Waktu (PAW) menjadi persoalan baru di tubuh Partai Amanat Nasional (PAN).

Lantaran calon penganti KAH, Rakhmat Majid Gani sebelum sudah sangat siap mengantikan posisi mantan Wali Kota Tarakan itu di DPRD Kaltara.

Menanggapi masih bertugasnya KAH sebagai anggota DPRD Provinsi Kaltara, Rahmat Majid menjelaskanya, surat pemberhentian dan PAW dikeluarkan atas dasar vonis yang dijatuhi KAH beberapa bulan lalu.

Adapun hasil banding yang menyatakan KAH dibebaskan, menurutnya, keputusan itu tidak dapat mempengaruhi surat pemberhentian sebelum adanya revisi.

“Jadi proses pergantian antar waktu itu adalah terbitnya surat keputusan pergantian saudara Khaeruddin Arief Hidayat sementara dasarnya surat keputusan sesungguhnya kejadian yang dialami KAH dengan surat keputusan pada pengadilan Negeri Samarinda yang menetapkan KAH divonis 3 tahun 9 bulan. Dengan begitu terbitlah keputusan DPP PAN itu, tanggal 13 April 2022,”ujarnya, Jumat (3/6).

Baca Juga :  Personil Brimob Polda Belum Ideal

Menurutnya, kegiatan reses yang dilakukan KAH pada Kamis (2/6) di salah satu cafe di Kota Tarakan merupakan pelanggaran.

Sebab, menurutnya KAH sudah bukan anggota DPRD dan kader PAN lagi. Sehingga ia berpesan agar KAH dapat menerima kenyataan.

“Kalau dia seperti ini bisa menjadi pelanggaran baru, karena dia sudah bukan DPRD dan anggota Partai lagi. Karena dia sudah diberhentikan dan dicabut semua haknya sebagai kader,”pungkasnya.(*).

TARAKAN – Bebasnya Khaeruddin Arief Hidayat (KAH) pasca dikeluarkannya surat Pemecatan dan Peraantian Antar Waktu (PAW) menjadi persoalan baru di tubuh Partai Amanat Nasional (PAN).

Lantaran calon penganti KAH, Rakhmat Majid Gani sebelum sudah sangat siap mengantikan posisi mantan Wali Kota Tarakan itu di DPRD Kaltara.

Menanggapi masih bertugasnya KAH sebagai anggota DPRD Provinsi Kaltara, Rahmat Majid menjelaskanya, surat pemberhentian dan PAW dikeluarkan atas dasar vonis yang dijatuhi KAH beberapa bulan lalu.

Adapun hasil banding yang menyatakan KAH dibebaskan, menurutnya, keputusan itu tidak dapat mempengaruhi surat pemberhentian sebelum adanya revisi.

“Jadi proses pergantian antar waktu itu adalah terbitnya surat keputusan pergantian saudara Khaeruddin Arief Hidayat sementara dasarnya surat keputusan sesungguhnya kejadian yang dialami KAH dengan surat keputusan pada pengadilan Negeri Samarinda yang menetapkan KAH divonis 3 tahun 9 bulan. Dengan begitu terbitlah keputusan DPP PAN itu, tanggal 13 April 2022,”ujarnya, Jumat (3/6).

Baca Juga :  Menjelang Pemilu 2024, Gelora Indonesia Lakukan Verifikasi Internal

Menurutnya, kegiatan reses yang dilakukan KAH pada Kamis (2/6) di salah satu cafe di Kota Tarakan merupakan pelanggaran.

Sebab, menurutnya KAH sudah bukan anggota DPRD dan kader PAN lagi. Sehingga ia berpesan agar KAH dapat menerima kenyataan.

“Kalau dia seperti ini bisa menjadi pelanggaran baru, karena dia sudah bukan DPRD dan anggota Partai lagi. Karena dia sudah diberhentikan dan dicabut semua haknya sebagai kader,”pungkasnya.(*).

Most Read

Artikel Terbaru

/