alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Kasus Uang Palsu di Kaltara Jadi Perhatian Instansi Ini

TARAKAN – Maraknya kasus penemuan uang palsu di Kaltara belakangan ini jadi sorotan. Namun kasus uang palsu di Kalimantan Utara terbilang sedikit. Kendati demikian, masyarakat diminta untuk waspada dalam hal ini. Lantas bagaimana Bank Indonesia menyikapi hal ini.

Kepada Radar Tarakan, Kepala Tim Implementasi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Managemen Intern Bank Indonesia Perwakian Provinsi Kalimantan Utara, Dodi Hermawan menjelaskan bahwa bentuk antisipasi pihaknya terhadap peredaran uang palsu dengan rutin melaksanakan edukasi terkait ciri-ciri rupiah asli.

“Rupiah ini sebagai sarana perekonomian dan edukasi kami pasti jalan terus,” ungkap Dodi.

Dalam hal ini, lanjut Dodi, Bank Indonesia tak hanya menyasar masyarakat kategori dewasa namun juga kepada siswa SD yang dianggap telah memahami peredaran dan penggunaan uang rupiah.

Baca Juga :  BTN Cabang Tarakan Beri Bantuan Rp 300 Juta untuk Dua Desa di Pedalaman

Apabila menemukan uang palsu, dikatakan Dodi pihaknya akan menyerahkan kepada pihak kepolisian sebagai tindak lanjut.

Namun, Dodi menegaskan jika masyarakat menemukan uang yang diragukan keasliannya, dapat segera melakukan pengecekan keaslian uang melalui Bank Indonesia maupun perbankan terdekat. Sebab jika dipaksakan untuk tetap diedarkan, maka oknum tersebut akan dikenakan sanksi tindak pindana 15 tahun penjara.

“Jadi kalau ragu-ragu bawa ke sini (Bank Indonesia) atau perbankan terdekat untuk diteliti keasliannya, jangan dipaksa untuk diedarkan lagi karena ada sanksinya,” pesannya. (*)






Reporter: Yedidah Pakondo

TARAKAN – Maraknya kasus penemuan uang palsu di Kaltara belakangan ini jadi sorotan. Namun kasus uang palsu di Kalimantan Utara terbilang sedikit. Kendati demikian, masyarakat diminta untuk waspada dalam hal ini. Lantas bagaimana Bank Indonesia menyikapi hal ini.

Kepada Radar Tarakan, Kepala Tim Implementasi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Managemen Intern Bank Indonesia Perwakian Provinsi Kalimantan Utara, Dodi Hermawan menjelaskan bahwa bentuk antisipasi pihaknya terhadap peredaran uang palsu dengan rutin melaksanakan edukasi terkait ciri-ciri rupiah asli.

“Rupiah ini sebagai sarana perekonomian dan edukasi kami pasti jalan terus,” ungkap Dodi.

Dalam hal ini, lanjut Dodi, Bank Indonesia tak hanya menyasar masyarakat kategori dewasa namun juga kepada siswa SD yang dianggap telah memahami peredaran dan penggunaan uang rupiah.

Baca Juga :  Enam Tower Menunggu Dialiri Listrik

Apabila menemukan uang palsu, dikatakan Dodi pihaknya akan menyerahkan kepada pihak kepolisian sebagai tindak lanjut.

Namun, Dodi menegaskan jika masyarakat menemukan uang yang diragukan keasliannya, dapat segera melakukan pengecekan keaslian uang melalui Bank Indonesia maupun perbankan terdekat. Sebab jika dipaksakan untuk tetap diedarkan, maka oknum tersebut akan dikenakan sanksi tindak pindana 15 tahun penjara.

“Jadi kalau ragu-ragu bawa ke sini (Bank Indonesia) atau perbankan terdekat untuk diteliti keasliannya, jangan dipaksa untuk diedarkan lagi karena ada sanksinya,” pesannya. (*)






Reporter: Yedidah Pakondo

Most Read

Artikel Terbaru

/