alexametrics
29.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Negara Tetangga Terjangkit, Kaltara Antisipasi Cacar Monyet

TARAKAN- Kasus cacar monyet yang sedang dihadapi seluruh dunia hingga kini belum ditemukan di Indonesia, tak terkecuali Kalimantan Utara.

Lantas bagaimana bentuk antisipasi pemerintah dalam hal ini?

Kepada Radar Tarakan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kalimantan Utara, Yuan Erenst Sukawatie, S.K.M., M.Si mengatakan bahwa pada 27 Juli 2022 lalu, Kemenkes memberikan penjelasan kepada seluruh Dinkes terkait perkembangan cacar monyet di Indonesia.

Sebab pada 23 Juli, PBB menetapkan kasus cacar monyet sebagai global healty emergency.

“Jadi memang ada beberapa negara di dunia yang terkonfirmasi (cacar monyet). Tapi Indonesia sampai sekarang belum ada kasus positif cacar monyet. Tapi kita wajib waspada karena negara yang dekat dengan Indonesia itu ada yang ditemukan kasus cacar monyet, yaitu Singapura 8 kasus dan Australia 41 kasus,” jelas Yuan.

Baca Juga :  Rindu Anak-Istri, Lima Warga Filipina Baca Yasin

Khusus Kaltara, dikatakan Yuan hingga kini belum ditemukan kasus suspek maupun probable.

Adapun gejala suspek bagi penderita cacar monyet memiliki ruam pada kulit, ditandai sakit kepala, demam di atas 38 derajat dan sakit flu. Sedangkan probable, jika seseorang usai berpergian dari negara yang memiliki kasus terkonfirmasi cacar monyet.

“Tapi kita tetap waspada agar penularan cacar monyet tidak sampai ke daerah kita,” ujarnya. (*)






Reporter: Yedidah Pakondo

TARAKAN- Kasus cacar monyet yang sedang dihadapi seluruh dunia hingga kini belum ditemukan di Indonesia, tak terkecuali Kalimantan Utara.

Lantas bagaimana bentuk antisipasi pemerintah dalam hal ini?

Kepada Radar Tarakan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kalimantan Utara, Yuan Erenst Sukawatie, S.K.M., M.Si mengatakan bahwa pada 27 Juli 2022 lalu, Kemenkes memberikan penjelasan kepada seluruh Dinkes terkait perkembangan cacar monyet di Indonesia.

Sebab pada 23 Juli, PBB menetapkan kasus cacar monyet sebagai global healty emergency.

“Jadi memang ada beberapa negara di dunia yang terkonfirmasi (cacar monyet). Tapi Indonesia sampai sekarang belum ada kasus positif cacar monyet. Tapi kita wajib waspada karena negara yang dekat dengan Indonesia itu ada yang ditemukan kasus cacar monyet, yaitu Singapura 8 kasus dan Australia 41 kasus,” jelas Yuan.

Baca Juga :  Barang Diduga Ilegal Dibongkar Pagi-Pagi

Khusus Kaltara, dikatakan Yuan hingga kini belum ditemukan kasus suspek maupun probable.

Adapun gejala suspek bagi penderita cacar monyet memiliki ruam pada kulit, ditandai sakit kepala, demam di atas 38 derajat dan sakit flu. Sedangkan probable, jika seseorang usai berpergian dari negara yang memiliki kasus terkonfirmasi cacar monyet.

“Tapi kita tetap waspada agar penularan cacar monyet tidak sampai ke daerah kita,” ujarnya. (*)






Reporter: Yedidah Pakondo

Most Read

Artikel Terbaru

/