alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Minim Penerang Jalan, Rawan Kejahatan dan Kecelakaan

TANA TIDUNG – Maraknya beredar di media sosial warga di Tana Tidung mengeluhkan minimnya lampu penerang jalan umum (PJU), sehingga dapat terjadi kecelakaan dan juga aksi kejahatan.

Salah satu postingan yang ada di media sosial warga diduga dibuntuti oleh aksi orang yang tak dikenal di Jalan Desa Sebawang, Kecamatan Sesayap.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi 3 DPRD Tana Tidung Jamhor mengatakan, akibat minimnya lampu PJU, dapat menimbulkan tindak kejahatan.

“Kalau kita lihat di daerah Desa Sebawang itu kan gelap, jadi ada warga kita di sini yang menurut pengakuannya itu dibuntuti oleh orang yang tidak dikenal,” ujar Jamhor kepada Radar Tarakan, Jumat (29/7).

Ia pun berharap, agar lampu penerangan jalan seputaran jalan Sebawang dan Sesayap agar bisa diaktifkan.

Baca Juga :  Tinjau Pos Pelayanan Lebaran, Gubernur Berikan Ini ke Petugas

“Bukan itu saja, di jalan SMK Pertanian yang berada di Desa Sesayap Selor ada kabel yang sudah sampai di sana. Tapi kondisi kabel itu berada di bawah sehingga itu dapat membahayakan, jadi dimohon kepada PLN untuk menindak lanjuti itu,” pintanya.

Terpisah Kapolsek Sesayap Ipda Abu Suhudi saat dikonformasi mengatakan, atas kejadian tersebut tidak ada laporan warga atau korban yang bersangkutan.

“Kita juga sudah mendalami kasus itu, tapi dari hasil pendalaman kami memang tidak ada tindak kriminal atau yang dirugikan,” katanya.

Selain itu juga, untuk wilayah Kabupaten Tana Tidung relatif masih aman dan kondusif belum ada terjadi tindak kejahatan apalagi pembegalan di jalan yang kondisi lampunya tidak ada.

“Untuk wilayah KTT ini masih aman, memang masih ada tempat-tempat yang sepi dan minim lampu penerangan sehingga warga harus berhati-hati,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati: Jaga Kerukunan Umat Beragama

Minimnya lampu penerang jalan , ia meminta kepada Dinas Perhubungan KTT agar memasang di setiap tempat-tempat yang memang sepi dan gelap.

“Nanti kita akan koordinasikan dengan Dishub, di mana nanti akan dipasang PJU untuk daerah yang gelap dan memang minim penerangan,” katanya.

Ia mengakui, bahwa masih ada jalan-jalan yang minim penerangan sehingga aksi kejahatan bisa saja terjadi karena ada kesempatan.

“Selain itu memang kalau gelap juga ditakutkan terjadi kecelakaan ini sebagai antisipasi juga untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.

Katanya, beberapa hari lalu ada kecelakaan, memang di tempat tersebut, sering terjadi kecelakaan. “Itulah pentinganya helm dan jangan melawan arah agar kita bisa terhindar dari kecelakaan,” pungkasnya.(rko/har)

TANA TIDUNG – Maraknya beredar di media sosial warga di Tana Tidung mengeluhkan minimnya lampu penerang jalan umum (PJU), sehingga dapat terjadi kecelakaan dan juga aksi kejahatan.

Salah satu postingan yang ada di media sosial warga diduga dibuntuti oleh aksi orang yang tak dikenal di Jalan Desa Sebawang, Kecamatan Sesayap.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi 3 DPRD Tana Tidung Jamhor mengatakan, akibat minimnya lampu PJU, dapat menimbulkan tindak kejahatan.

“Kalau kita lihat di daerah Desa Sebawang itu kan gelap, jadi ada warga kita di sini yang menurut pengakuannya itu dibuntuti oleh orang yang tidak dikenal,” ujar Jamhor kepada Radar Tarakan, Jumat (29/7).

Ia pun berharap, agar lampu penerangan jalan seputaran jalan Sebawang dan Sesayap agar bisa diaktifkan.

Baca Juga :  2021, Makodim KTT Sudah Bisa Ditempati

“Bukan itu saja, di jalan SMK Pertanian yang berada di Desa Sesayap Selor ada kabel yang sudah sampai di sana. Tapi kondisi kabel itu berada di bawah sehingga itu dapat membahayakan, jadi dimohon kepada PLN untuk menindak lanjuti itu,” pintanya.

Terpisah Kapolsek Sesayap Ipda Abu Suhudi saat dikonformasi mengatakan, atas kejadian tersebut tidak ada laporan warga atau korban yang bersangkutan.

“Kita juga sudah mendalami kasus itu, tapi dari hasil pendalaman kami memang tidak ada tindak kriminal atau yang dirugikan,” katanya.

Selain itu juga, untuk wilayah Kabupaten Tana Tidung relatif masih aman dan kondusif belum ada terjadi tindak kejahatan apalagi pembegalan di jalan yang kondisi lampunya tidak ada.

“Untuk wilayah KTT ini masih aman, memang masih ada tempat-tempat yang sepi dan minim lampu penerangan sehingga warga harus berhati-hati,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Pertanyakan Sertifikat Prona

Minimnya lampu penerang jalan , ia meminta kepada Dinas Perhubungan KTT agar memasang di setiap tempat-tempat yang memang sepi dan gelap.

“Nanti kita akan koordinasikan dengan Dishub, di mana nanti akan dipasang PJU untuk daerah yang gelap dan memang minim penerangan,” katanya.

Ia mengakui, bahwa masih ada jalan-jalan yang minim penerangan sehingga aksi kejahatan bisa saja terjadi karena ada kesempatan.

“Selain itu memang kalau gelap juga ditakutkan terjadi kecelakaan ini sebagai antisipasi juga untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.

Katanya, beberapa hari lalu ada kecelakaan, memang di tempat tersebut, sering terjadi kecelakaan. “Itulah pentinganya helm dan jangan melawan arah agar kita bisa terhindar dari kecelakaan,” pungkasnya.(rko/har)

Most Read

Artikel Terbaru

/