alexametrics
28.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

SUSAH..!! Pembelian Tabung Gas 3 Kg Dibatasi, Wajib Pula Bawa KK

TANA TIDUNG – Berbagai cara dilakukan pemerintah guna menertibkan dan mencegah kecurangan dan kelangkaan liquified petroleoum gas (LPG) 3 kg bersubsidi. Tak terkecuali juga membatasi warga dan UMKM membeli dalam jumlah banyak. Salah satunya, mewajibkan pembeli membawa Kartu Keluarga (KK).

Tujuannya, warga tersebut bisa didata agar tidak ada satu KK yang digunakan berkali-kali. Pelaksanaan aturan ini hampir sama persis ketika pembelian minyak tanah (mitan) sebelumnya. Diakui salah seorang warga Desa Tideng Pale, Rahmani (30), hampir dua pekan lamanya menunggu pasokan LPG 3 kg. Namun di saat tabung LPG 3 kg sudah tiba, kini muncul peraturan baru yang mengharuskan setiap warga membeli dengan melampirkan KK.

Baca Juga :  Pembahasan RAPBD 2020 Belum Selesai

“Jadi bingung membeli LPG sekarang harus pakai KK. Itu pun hanya bisa digunakan sekali sebab tempat kita membeli akan mencatat langsung memasukkan nama yang ada di KK dalam pendataan.  Jadi tidak bisa membeli dua kali,” katanya, Minggu (23/12).

Pada dasarnya ia mendukung program ini. Penggunaan KK ini dianggap oleh sebagian warga sangat efektif untuk melakukan penertiban terhadap oknum yang ingin menyetok LPG di saat sedang terjadi kelangkaan.  “Apalagi pengecer yang ingin menjual kembali, maupun para penjual makanan yang terbiasa membeli dalam jumlah banyak. Sehingga ini bisa tepat sasaran,” jelas Rahmani.

Kepala Seksi  Perlindungan Konsumen, Disperindagkop dan UKM, Andi Burhan mengakui,  penggunaan KK diberlakukan untuk penertiban serta memastikan pemenuhan kebutuhan seluruh warga Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Baca Juga :  BKD ‘Diserbu’ Pelamar CPNS

LPG 3 kg memang diperuntukkan bagi warga yang memiliki penghasilan Rp 1 juta per bulannya dan bukannya warga yang mampu. Untuk diketahui, setiap pasokan sekitar 3 ribu tabung setiap bulan, tidak pernah mencukupi kebutuhan warga karena ada oknum warga yang membeli dalam jumlah banyak.

“Saat ini kami lakukan operasi pasar untuk kebutuhan LPG karena selama ini banyak keluhan yang masuk menyatakan  LPG langka. Sedangkan pasokannya cukup. Solusinya kita berlakukan penggunaan KK sehingga hanya bisa digunakan satu kali saja setiap membeli,” ungkapnya (*/rko/zia)

 

TANA TIDUNG – Berbagai cara dilakukan pemerintah guna menertibkan dan mencegah kecurangan dan kelangkaan liquified petroleoum gas (LPG) 3 kg bersubsidi. Tak terkecuali juga membatasi warga dan UMKM membeli dalam jumlah banyak. Salah satunya, mewajibkan pembeli membawa Kartu Keluarga (KK).

Tujuannya, warga tersebut bisa didata agar tidak ada satu KK yang digunakan berkali-kali. Pelaksanaan aturan ini hampir sama persis ketika pembelian minyak tanah (mitan) sebelumnya. Diakui salah seorang warga Desa Tideng Pale, Rahmani (30), hampir dua pekan lamanya menunggu pasokan LPG 3 kg. Namun di saat tabung LPG 3 kg sudah tiba, kini muncul peraturan baru yang mengharuskan setiap warga membeli dengan melampirkan KK.

Baca Juga :  Nyaris Tiga Bulan ASN di KTT Belum Terima TPP

“Jadi bingung membeli LPG sekarang harus pakai KK. Itu pun hanya bisa digunakan sekali sebab tempat kita membeli akan mencatat langsung memasukkan nama yang ada di KK dalam pendataan.  Jadi tidak bisa membeli dua kali,” katanya, Minggu (23/12).

Pada dasarnya ia mendukung program ini. Penggunaan KK ini dianggap oleh sebagian warga sangat efektif untuk melakukan penertiban terhadap oknum yang ingin menyetok LPG di saat sedang terjadi kelangkaan.  “Apalagi pengecer yang ingin menjual kembali, maupun para penjual makanan yang terbiasa membeli dalam jumlah banyak. Sehingga ini bisa tepat sasaran,” jelas Rahmani.

Kepala Seksi  Perlindungan Konsumen, Disperindagkop dan UKM, Andi Burhan mengakui,  penggunaan KK diberlakukan untuk penertiban serta memastikan pemenuhan kebutuhan seluruh warga Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Baca Juga :  Bupati Tegaskan Prokes Tetap Wajib Dipatuhi

LPG 3 kg memang diperuntukkan bagi warga yang memiliki penghasilan Rp 1 juta per bulannya dan bukannya warga yang mampu. Untuk diketahui, setiap pasokan sekitar 3 ribu tabung setiap bulan, tidak pernah mencukupi kebutuhan warga karena ada oknum warga yang membeli dalam jumlah banyak.

“Saat ini kami lakukan operasi pasar untuk kebutuhan LPG karena selama ini banyak keluhan yang masuk menyatakan  LPG langka. Sedangkan pasokannya cukup. Solusinya kita berlakukan penggunaan KK sehingga hanya bisa digunakan satu kali saja setiap membeli,” ungkapnya (*/rko/zia)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/