alexametrics
27.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Lagi, Warga Keluhkan Kelangkaan LPG 3 Kg

TANA TIDUNG – Warga di Kabupaten Tana Tidung (KTT) mengeluhkan kelangkaan tabung liquified petroleoum gas (LPG) 3kg menjelang Natal dan Tahun Baru 2019. Kekosongan tabung yang dikenal gas melon ini sudah terjadi di sejumlah pengecer maupun pangkalan membuat warga harus berkeliling mencari.

“Banyak pengecer yang kosong. Sudah dua hari ini, saya susah cari tabung gas melon,” kata Udin (40), warga Kecamatan Sesayap, Senin (24/12).

Hal senada disampaikan Eriko (31), pengecer  LPG 3kg di Jalan Jenderal Sudirman. Menurutnya, tabung subsidi tersebut mulai sulit didapatkan. Biasanya pihak agen beralasan masih dalam perjalanan, itu yang membuat  LPG 3 kg selalu mengalami kelangkaan.

Dan dua hari terakhir, pengiriman dari Berau belum juga sampai ke Tana Tidung. “Kita mau Natal bagaimana mau masak. Sekarang harus menunggu dahulu sekitar 3-4 hari baru datang tabungnya. Pokoknya gak tentu ada stoknya itu,” ujarnya.

Baca Juga :  MACAM KEBAL CORONA..!! Pedagang dan Pengunjung Pasar Masih ‘Bandel’

Dia mengatakan, belakangan ini, banyak warga yang tidak kebagian tabung gas. Meski dirinya telah menuliskan bahwa gas kosong, namun masih ada yang memastikan apakah gas tersedia atau tidak.

Hal sama diakui Murni yang juga salah seorang pengecer. Ia mulai membatasi pembelian LPG 3 kg. Dan memperioritaskan warga yang berhak menerima dengan menunjukkan kartu keluarga (KK).

“Kasihan lihat orang-orang tak kebagian gas. Makanya, kalau ada yang beli banyak, saya hanya kasih satu tabung biar yang lain kebagian. Bahkan, kalau yang mau beli itu pakai mobil, tidak saya kasih. Saya bilang enggak ada karena lebih memprioritaskan warga tak mampu. Apalagi sekarang warga harus membeli dengan membawa kartu keluarga (KK) untuk memastikan tepat sasaran,” kata Murni (40) salah seorang  penjual LPG  3 kg kepada Radar Tarakan, Senin (24/12).

Baca Juga :  Usaha Tiga Hari, Korban Akhirnya Ditemukan

Ia menambahkan, saat ini, harga tabung gas elpiji ukuran 3 kg sekitar Rp 29 ribu. Dia membeli dari pangkalan sekitar Rp 27 ribu per tabung. “Walaupun lagi langka, kami tidak menaikkan harga semau-mau, kasihan pembeli dari kalangan tak mampu,” ujarnya.

 

Pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) saat di hubungi Radar Tarakan belum dapat dikonfirmasi saat dihubungi media ini, Senin (24/12). (*/rko/zia)

 

TANA TIDUNG – Warga di Kabupaten Tana Tidung (KTT) mengeluhkan kelangkaan tabung liquified petroleoum gas (LPG) 3kg menjelang Natal dan Tahun Baru 2019. Kekosongan tabung yang dikenal gas melon ini sudah terjadi di sejumlah pengecer maupun pangkalan membuat warga harus berkeliling mencari.

“Banyak pengecer yang kosong. Sudah dua hari ini, saya susah cari tabung gas melon,” kata Udin (40), warga Kecamatan Sesayap, Senin (24/12).

Hal senada disampaikan Eriko (31), pengecer  LPG 3kg di Jalan Jenderal Sudirman. Menurutnya, tabung subsidi tersebut mulai sulit didapatkan. Biasanya pihak agen beralasan masih dalam perjalanan, itu yang membuat  LPG 3 kg selalu mengalami kelangkaan.

Dan dua hari terakhir, pengiriman dari Berau belum juga sampai ke Tana Tidung. “Kita mau Natal bagaimana mau masak. Sekarang harus menunggu dahulu sekitar 3-4 hari baru datang tabungnya. Pokoknya gak tentu ada stoknya itu,” ujarnya.

Baca Juga :  Utang ke Pihak Ketiga Terancam Tak Terbayar

Dia mengatakan, belakangan ini, banyak warga yang tidak kebagian tabung gas. Meski dirinya telah menuliskan bahwa gas kosong, namun masih ada yang memastikan apakah gas tersedia atau tidak.

Hal sama diakui Murni yang juga salah seorang pengecer. Ia mulai membatasi pembelian LPG 3 kg. Dan memperioritaskan warga yang berhak menerima dengan menunjukkan kartu keluarga (KK).

“Kasihan lihat orang-orang tak kebagian gas. Makanya, kalau ada yang beli banyak, saya hanya kasih satu tabung biar yang lain kebagian. Bahkan, kalau yang mau beli itu pakai mobil, tidak saya kasih. Saya bilang enggak ada karena lebih memprioritaskan warga tak mampu. Apalagi sekarang warga harus membeli dengan membawa kartu keluarga (KK) untuk memastikan tepat sasaran,” kata Murni (40) salah seorang  penjual LPG  3 kg kepada Radar Tarakan, Senin (24/12).

Baca Juga :  Jalan Terendam Banjir Satu Meter

Ia menambahkan, saat ini, harga tabung gas elpiji ukuran 3 kg sekitar Rp 29 ribu. Dia membeli dari pangkalan sekitar Rp 27 ribu per tabung. “Walaupun lagi langka, kami tidak menaikkan harga semau-mau, kasihan pembeli dari kalangan tak mampu,” ujarnya.

 

Pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) saat di hubungi Radar Tarakan belum dapat dikonfirmasi saat dihubungi media ini, Senin (24/12). (*/rko/zia)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/