27.7 C
Tarakan
Wednesday, June 7, 2023

Datangi Sekolah, Ajak Pemilih Pemula

TANA TIDUNG – Potensi pemilih pemula dan pemuda yang cukup besar, diharapkan bisa menyumbang suara dalam pesta demokrasi Indonesia pada 2019 mendatang. Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tana Tidung memberikan sosialisasi pemilihan umum kepada pemilih pemula kepada seluruh siswa-siswi SMA.

“Peserta diajak untuk memahami esensi dari potensi besar suara pemilih pemula dan muda dalam proses demokrasi. Apalagi, khususnya di Kabupaten Tana Tidung, jumlah pemilih muda lumayan bnyak,”  ungkap Hendra Wahyudi, Divisi Teknis pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Para peserta juga merasa antusias mengikuti kegiatan sosialisasi pemilu ini. Mereka mengaku jadi tahu proses pemilihan, dari mulai masuk tempat pemungutan suara, mencoblos, sampai akhir pemilihan. Bahkan, mereka menyatakan pasti memilih setelah diberi pemahaman pemilu. “Saya berharap jika para pemimpin dan wakil rakyat yang terpilih bisa bebas dari korupsi,” ujar Rani (18), salah seorang siswa yang ditemui media ini, Jumat (21/12).

Baca Juga :  APMS Jarang Beroperasi, Warga Beralih ke Dispenser BBM Eceran

Sementara itu, Divisi Program dan Data pada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Kabupaten Tana Tidung (KTT), Asbullah mengatakan, selain pemilih pemula, juga menyasar pemilih pemula penyandang disabilitas. Menurutnya, pendidikan politik kepada pemilih pemula penyandang disabilitas ini bertujuan agar kaum disabilitas paham hak-haknya sebagai pemilih. Sehingga, mereka aktif menyalurkan hak pilih pada pemilu 2019.

“Mereka (Siswa-siswi) sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)) Kabupaten Tana Tidung. Untuk itu, pendidikan ini perlu diberikan kepada mereka agar tahu hak-hak mereka sebagai pemilih. Dengan demikian, nanti tingkat partisipasi pemilih utamanya pemilih pemula juga akan meningkat,” jelas Asbullah kepada Radar Tarakan, Jumat (21/12).

Kepada siswa dan siswi Tana Tidung, KPU mengenalkan siapa saja peserta pemilu. Baik pemilu presiden maupun pemilu legislatif. KPU juga nantinya akan menggandeng penerjemah untuk memudahkan komunikasi dengan pemilih pemula penyandang disabilitas dengan catatan jika ada penyandang disabilitas.

Baca Juga :  Bawaslu Minta Masyarakat Teliti Tanggapi Isu di Medsos

“Kami mengenalkan peserta pemilu serta bagaimana tahapan menyalurkan hak pilih. Tidak ada kesulitan karena jika memang ada penyandang disabilitas nantinya kami juga akan mengandeng penerjemah,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, hak politik penyandang disabilitas di Indonesia dilindungi oleh pasal 13 huruf g Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Aturan itu menyebutkan, kelompok disabilitas berhak memeroleh akses pada sarana dan prasarana penyelenggaraan pemilihan umum, pemilihan kepala daerah, bahkan pemilihan kepala desa.(*/rko/zia)

 

 

 

TANA TIDUNG – Potensi pemilih pemula dan pemuda yang cukup besar, diharapkan bisa menyumbang suara dalam pesta demokrasi Indonesia pada 2019 mendatang. Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tana Tidung memberikan sosialisasi pemilihan umum kepada pemilih pemula kepada seluruh siswa-siswi SMA.

“Peserta diajak untuk memahami esensi dari potensi besar suara pemilih pemula dan muda dalam proses demokrasi. Apalagi, khususnya di Kabupaten Tana Tidung, jumlah pemilih muda lumayan bnyak,”  ungkap Hendra Wahyudi, Divisi Teknis pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Para peserta juga merasa antusias mengikuti kegiatan sosialisasi pemilu ini. Mereka mengaku jadi tahu proses pemilihan, dari mulai masuk tempat pemungutan suara, mencoblos, sampai akhir pemilihan. Bahkan, mereka menyatakan pasti memilih setelah diberi pemahaman pemilu. “Saya berharap jika para pemimpin dan wakil rakyat yang terpilih bisa bebas dari korupsi,” ujar Rani (18), salah seorang siswa yang ditemui media ini, Jumat (21/12).

Baca Juga :  Kembangkan Kearifan Lokal dengan Batik Khas

Sementara itu, Divisi Program dan Data pada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Kabupaten Tana Tidung (KTT), Asbullah mengatakan, selain pemilih pemula, juga menyasar pemilih pemula penyandang disabilitas. Menurutnya, pendidikan politik kepada pemilih pemula penyandang disabilitas ini bertujuan agar kaum disabilitas paham hak-haknya sebagai pemilih. Sehingga, mereka aktif menyalurkan hak pilih pada pemilu 2019.

“Mereka (Siswa-siswi) sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)) Kabupaten Tana Tidung. Untuk itu, pendidikan ini perlu diberikan kepada mereka agar tahu hak-hak mereka sebagai pemilih. Dengan demikian, nanti tingkat partisipasi pemilih utamanya pemilih pemula juga akan meningkat,” jelas Asbullah kepada Radar Tarakan, Jumat (21/12).

Kepada siswa dan siswi Tana Tidung, KPU mengenalkan siapa saja peserta pemilu. Baik pemilu presiden maupun pemilu legislatif. KPU juga nantinya akan menggandeng penerjemah untuk memudahkan komunikasi dengan pemilih pemula penyandang disabilitas dengan catatan jika ada penyandang disabilitas.

Baca Juga :  Bawaslu Minta Masyarakat Teliti Tanggapi Isu di Medsos

“Kami mengenalkan peserta pemilu serta bagaimana tahapan menyalurkan hak pilih. Tidak ada kesulitan karena jika memang ada penyandang disabilitas nantinya kami juga akan mengandeng penerjemah,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, hak politik penyandang disabilitas di Indonesia dilindungi oleh pasal 13 huruf g Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Aturan itu menyebutkan, kelompok disabilitas berhak memeroleh akses pada sarana dan prasarana penyelenggaraan pemilihan umum, pemilihan kepala daerah, bahkan pemilihan kepala desa.(*/rko/zia)

 

 

 

Most Read

Artikel Terbaru