alexametrics
26 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

WOW..!! 2 Kg Sabu Gagal ke Tana Tidung

NUNUKAN – Kurir narkotika golongan satu jenis sabu-sabu dengan tujuan Tana Tidung ditangkap personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Nunukan, Minggu (6/12) lalu. Seorang penjemput sabu-sabu yang berada di Tana Tidung juga ikut dibekuk setelah dilakukan pengembangan kasus. Sayang pemiliknya diduga kabur karena mengetahui anak buahnya ditangkap.

Kapolres Nunukan, AKBP Syaiful Anwar mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal sejak Minggu (6/12) lalu. Dari informasi masyarakat yang mengetahui akan adanya penyelundupan barang terlarang dari Tawau, Malaysia menuju Desa Aji Kuning, Sebatik, Indonesia berupa sabu. Dibawa oleh seorang kurir, dengan identitas serta ciri-ciri yang telah dikantongi petugas.

Informasi itu ditindaklanjuti cepat, petugas bergerak menuju Desa Aji Kuning untuk melakukan pengamatan pada kedatangan speedboat diduga dari Tawau. Pada akhirnya dicurigai seseorang dengan ciri-ciri yang sudah dikantongi personel. “Jadi kami ikuti terduga ini sampai benar-benar sudah di daerah Indonesia, baru ditangkap. Setelah diamankan dan digeledah barang bawaannya, ditemukan sabu sebanyak 3 bungkus plastik besar dengan ukuran berbeda-beda,” ungkap Syaiful, Jumat (11/12).

Baca Juga :  Kemunculan Ikan Pesut Jadi Tontonan Warga

Dari 3 bungkus plastik tersebut, ditemukan sabu dengan total berat 2 kilogram (kg). Pelaku berinisial SF pun diamankan dan dilakukan interogasi. Setelah diinterogasi, barang haram tersebut rencananya akan dibawa ke Tana Tidung dan akan dijemput oleh seseorang. Petugas memutuskan control delivery (kontrol pengiriman).

Saat pengembangan melalui control delivery hingga sampai di Tana Tidung, Senin (7/12), pelaku yang ikut dibawa guna memancing penjemput sabu dipergunakan untuk menghubungi penjemput sabu tersebut namun masih dalam pemantauan personel. Alhasil, pelaku SF berhasil memanggil penjemput sabu tersebut. “Penjemput berinisial AF juga berhasil kami bekuk saat kami pancing lewat kurir awal menjemput sabu. Namun sayang karena diduga informasi penangkapan kurir-kurir ini bocor, pengembangan hingga ke jaringan di atasnya belum bisa dilanjutkan,” jelas Syaiful.

Setelah keduanya dibekuk, pelaku kembali dibawa ke Nunukan untuk proses hukum lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan sementara, sabu yang dibawa SF didapatkan dari bandar bernama Ambang di Tawau, Malaysia. Dirinya dijanji upah sebanyak RM 8.000 oleh Ambang.

Baca Juga :  Pembahasan RAPBD 2020 Belum Selesai

Sementara penjemput AF, diduga orang suruhan pemilik sabu di Tana Tidung yang berinisial R. “Jadi sempat kami datangi rumah diduga bosnya ini R, namun diduga sudah kabur,” tambah Syaiful.

Kedua pelaku pun telah mendekam di Rutan Mapolres Nunukan. Keduanya terancam Pasal 114 ayat (2) subsider 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pada kesempatan itu, Syaiful menyatakan geram dengan jaringan sabu khususnya bandar sabu yang masih saja hendak menyelundupkan sabu saat pandemi. Dirinya bahkan memerintahkan personelnya untuk tembak di tempat jika menemukan bandar sabu. “Ya, saya sudah perintahkan Satreskoba dan polsek jajaran, kalau ada bandar yang apes, saya perintahkan tembak di tempat,” tegas Syaiful. (raw/lim)

NUNUKAN – Kurir narkotika golongan satu jenis sabu-sabu dengan tujuan Tana Tidung ditangkap personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Nunukan, Minggu (6/12) lalu. Seorang penjemput sabu-sabu yang berada di Tana Tidung juga ikut dibekuk setelah dilakukan pengembangan kasus. Sayang pemiliknya diduga kabur karena mengetahui anak buahnya ditangkap.

Kapolres Nunukan, AKBP Syaiful Anwar mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal sejak Minggu (6/12) lalu. Dari informasi masyarakat yang mengetahui akan adanya penyelundupan barang terlarang dari Tawau, Malaysia menuju Desa Aji Kuning, Sebatik, Indonesia berupa sabu. Dibawa oleh seorang kurir, dengan identitas serta ciri-ciri yang telah dikantongi petugas.

Informasi itu ditindaklanjuti cepat, petugas bergerak menuju Desa Aji Kuning untuk melakukan pengamatan pada kedatangan speedboat diduga dari Tawau. Pada akhirnya dicurigai seseorang dengan ciri-ciri yang sudah dikantongi personel. “Jadi kami ikuti terduga ini sampai benar-benar sudah di daerah Indonesia, baru ditangkap. Setelah diamankan dan digeledah barang bawaannya, ditemukan sabu sebanyak 3 bungkus plastik besar dengan ukuran berbeda-beda,” ungkap Syaiful, Jumat (11/12).

Baca Juga :  Hasil Tes SKB Diumumkan Oktober

Dari 3 bungkus plastik tersebut, ditemukan sabu dengan total berat 2 kilogram (kg). Pelaku berinisial SF pun diamankan dan dilakukan interogasi. Setelah diinterogasi, barang haram tersebut rencananya akan dibawa ke Tana Tidung dan akan dijemput oleh seseorang. Petugas memutuskan control delivery (kontrol pengiriman).

Saat pengembangan melalui control delivery hingga sampai di Tana Tidung, Senin (7/12), pelaku yang ikut dibawa guna memancing penjemput sabu dipergunakan untuk menghubungi penjemput sabu tersebut namun masih dalam pemantauan personel. Alhasil, pelaku SF berhasil memanggil penjemput sabu tersebut. “Penjemput berinisial AF juga berhasil kami bekuk saat kami pancing lewat kurir awal menjemput sabu. Namun sayang karena diduga informasi penangkapan kurir-kurir ini bocor, pengembangan hingga ke jaringan di atasnya belum bisa dilanjutkan,” jelas Syaiful.

Setelah keduanya dibekuk, pelaku kembali dibawa ke Nunukan untuk proses hukum lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan sementara, sabu yang dibawa SF didapatkan dari bandar bernama Ambang di Tawau, Malaysia. Dirinya dijanji upah sebanyak RM 8.000 oleh Ambang.

Baca Juga :  Jurnalis Tana Tidung Bagikan Takjil hingga Akhir Ramadan

Sementara penjemput AF, diduga orang suruhan pemilik sabu di Tana Tidung yang berinisial R. “Jadi sempat kami datangi rumah diduga bosnya ini R, namun diduga sudah kabur,” tambah Syaiful.

Kedua pelaku pun telah mendekam di Rutan Mapolres Nunukan. Keduanya terancam Pasal 114 ayat (2) subsider 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pada kesempatan itu, Syaiful menyatakan geram dengan jaringan sabu khususnya bandar sabu yang masih saja hendak menyelundupkan sabu saat pandemi. Dirinya bahkan memerintahkan personelnya untuk tembak di tempat jika menemukan bandar sabu. “Ya, saya sudah perintahkan Satreskoba dan polsek jajaran, kalau ada bandar yang apes, saya perintahkan tembak di tempat,” tegas Syaiful. (raw/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/