alexametrics
25.7 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

Elpiji 3 Kg Langka, Warga Mengeluh

TANA TIDUNG – Warga di Kabupaten Tana Tidung (KTT) mengeluhkan kosongnya tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram (kg) menjelang Natal dan Tahun Baru.  Kekosongan tabung di sejumlah pengecer maupun pangkalan membuat konsumen harus berkeliling mencarinya.

“Banyak pengecer yang kosong. Sudah dua hari ini, saya susah cari tabung gas melon,” kata Udin (40), warga Kecamatan Sesayap.

Hal senada disampaikan Endri (31), pengecer tabung gas elpiji di Jalan Jenderal Sudirman. Menurutnya, tabung subsidi tersebut mulai sulit didapatkan. Biasanya pihak agen beralasan elpiji masih dalam perjalanan, karena itu ketika elpiji masih dalam proses pengiriman, selalu mengalami kelangkaan.

Namun, dua hari belakangan, pengiriman masih belum datang sehingga warga kesulitan mendapatkan tabung gas tersebut.

“Kita mau Natal bagaimana mau masak. Sekarang harus menunggu dahulu sekitar 3-4 hari baru datang tabungnya. Sekarang ini gak tentu ada stoknya itu,” ujarnya. 

Dia mengatakan, belakangan ini banyak warga yang tak kebagian tabung gas. Meski dirinya telah menuliskan bahwa gas kosong, namun tetap ada warga yang bertanya memastikan apakah gas tersedia atau tidak.  

Baca Juga :  Bayar Zakat Fitrah Disarankan Sejak Awal Ramadan

Kasihan lihat orang-orang tak kebagian gas. Makanya, kalau ada saya hanya kasih satu tabung biar yang lain kebagian. Bahkan, kalau yang mau beli itu pakai mobil, saya tidak kasih. Saya bilang enggak ada karena lebih memprioritaskan warga tak mampu,” kata Asni (40) salah satu penjual elpiji.

Ia menambahkan, saat ini, harga tabung gas elpiji ukuran 3 kg sekitar Rp 35 ribu. Dia membeli dari pangkalan sekitar Rp27 ribu per tabung. “Walaupun lagi langka, kami tidak menaikkan harga, kasihan pembeli dari kalangan tak mampu,” ungkapnya. 

Dalam rangka penyambutan Natal dan Tahun Baru 2021, Sekretaris Disperindagkop KTT, Linda Safitri mempastikan pasokan elpiji tabung ukuran 3 kilogram untuk masyarakat di Kabupaten Tana Tidung aman. Meski dalam dua hari sempat terjadi kekosongan itu karena faktor elpiji tersebut dalam perjalanan. 

Ia menambahakan, pasokan elpiji tabung ukuran 3 Kg di KTT tidak mengalami kelangkaan, karena sebelumnya Disperindagkop KTT sudah mengingatkan kepada pihak agen dan pangkalan. 

Baca Juga :  Usaha Tiga Hari, Korban Akhirnya Ditemukan

“Ini mengantisipasi kelangkaan dalam persiapan kebutuhan elpiji bagi masyarakat dalam merayakan hari besar agama (Natal) dan Tahun Baru‎ 2021,” kata Linda Safitri.

Ia mengaku, terkait pasokan elpiji tabung ukuran 3 Kg untuk masyarakat di Kabupaten Tana Tidung masih aman. Ia juga sudah menekankan ke seluruh pangkalan gas elpiji 3 Kg agar tidak menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) namun dijual sesuai yang telah ditetapkan Pemkab KTT. 

“Setiap pangkalan harus patuhi aturan pendistribusiannya. Pangkalan tidak dibolehkan lagi menjual gas elpiji 3 Kg ke pengecer di luar wilayah pemasaran pangkalan, sedangkan harga jualnya harus menyesuaikan HET,” tegasnya. 

Bagi seluruh pangkalan Gas Elpiji 3 Kg di Tana Tidung, ia meminta harus komitmen dengan HET yang telah ditetapkan. “Ini sudah ketentuan, jika pangkalan harus menyalurkan kepada pengecer, namun harga jualnya tetap harus dikendalikan,” ungkapnya.  (rko/har)

 

 

TANA TIDUNG – Warga di Kabupaten Tana Tidung (KTT) mengeluhkan kosongnya tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram (kg) menjelang Natal dan Tahun Baru.  Kekosongan tabung di sejumlah pengecer maupun pangkalan membuat konsumen harus berkeliling mencarinya.

“Banyak pengecer yang kosong. Sudah dua hari ini, saya susah cari tabung gas melon,” kata Udin (40), warga Kecamatan Sesayap.

Hal senada disampaikan Endri (31), pengecer tabung gas elpiji di Jalan Jenderal Sudirman. Menurutnya, tabung subsidi tersebut mulai sulit didapatkan. Biasanya pihak agen beralasan elpiji masih dalam perjalanan, karena itu ketika elpiji masih dalam proses pengiriman, selalu mengalami kelangkaan.

Namun, dua hari belakangan, pengiriman masih belum datang sehingga warga kesulitan mendapatkan tabung gas tersebut.

“Kita mau Natal bagaimana mau masak. Sekarang harus menunggu dahulu sekitar 3-4 hari baru datang tabungnya. Sekarang ini gak tentu ada stoknya itu,” ujarnya. 

Dia mengatakan, belakangan ini banyak warga yang tak kebagian tabung gas. Meski dirinya telah menuliskan bahwa gas kosong, namun tetap ada warga yang bertanya memastikan apakah gas tersedia atau tidak.  

Baca Juga :  100 Hari Kerja, Ini Maunya Bupati Tana Tidung Terpilih

Kasihan lihat orang-orang tak kebagian gas. Makanya, kalau ada saya hanya kasih satu tabung biar yang lain kebagian. Bahkan, kalau yang mau beli itu pakai mobil, saya tidak kasih. Saya bilang enggak ada karena lebih memprioritaskan warga tak mampu,” kata Asni (40) salah satu penjual elpiji.

Ia menambahkan, saat ini, harga tabung gas elpiji ukuran 3 kg sekitar Rp 35 ribu. Dia membeli dari pangkalan sekitar Rp27 ribu per tabung. “Walaupun lagi langka, kami tidak menaikkan harga, kasihan pembeli dari kalangan tak mampu,” ungkapnya. 

Dalam rangka penyambutan Natal dan Tahun Baru 2021, Sekretaris Disperindagkop KTT, Linda Safitri mempastikan pasokan elpiji tabung ukuran 3 kilogram untuk masyarakat di Kabupaten Tana Tidung aman. Meski dalam dua hari sempat terjadi kekosongan itu karena faktor elpiji tersebut dalam perjalanan. 

Ia menambahakan, pasokan elpiji tabung ukuran 3 Kg di KTT tidak mengalami kelangkaan, karena sebelumnya Disperindagkop KTT sudah mengingatkan kepada pihak agen dan pangkalan. 

Baca Juga :  Poskamling Tak Diaktifkan, Maling Merajalela

“Ini mengantisipasi kelangkaan dalam persiapan kebutuhan elpiji bagi masyarakat dalam merayakan hari besar agama (Natal) dan Tahun Baru‎ 2021,” kata Linda Safitri.

Ia mengaku, terkait pasokan elpiji tabung ukuran 3 Kg untuk masyarakat di Kabupaten Tana Tidung masih aman. Ia juga sudah menekankan ke seluruh pangkalan gas elpiji 3 Kg agar tidak menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) namun dijual sesuai yang telah ditetapkan Pemkab KTT. 

“Setiap pangkalan harus patuhi aturan pendistribusiannya. Pangkalan tidak dibolehkan lagi menjual gas elpiji 3 Kg ke pengecer di luar wilayah pemasaran pangkalan, sedangkan harga jualnya harus menyesuaikan HET,” tegasnya. 

Bagi seluruh pangkalan Gas Elpiji 3 Kg di Tana Tidung, ia meminta harus komitmen dengan HET yang telah ditetapkan. “Ini sudah ketentuan, jika pangkalan harus menyalurkan kepada pengecer, namun harga jualnya tetap harus dikendalikan,” ungkapnya.  (rko/har)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/