alexametrics
29.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Tes Urine, Nihil Positif Narkoba

NUNUKAN – Aparat gabungan lakukan razia di sejumlah tempat hiburan malam (THM). Selain razia, sejumlah pengunjung dan wanita penghibur dilakukan tes urine, Sabtu (29/12) malam kemarin. hasilnya, tak ada satupun seseorang yang terindikasi mengandung narkoba.

Operasi yang melibatkan TNI Polri dan instansi pemerintah tersebut dilaksanakan secara serentak se-Indonesia. Tentunya Itu dilakukan guna meminimalisir tindakan kriminalitas jelang Tahun Baru 2019.

Kapolres Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro mengatakan kegiatan tes urine sudah dilakukan sejak pagi hari pada Sabtu (29/12). Berawal dari pemeriksaan motoris dan Anak Buah Kapal (ABK) di Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) di pagi harinya, hingga berlanjut ke sejumlah THM pada malam harinya.

“Ya, ini penting dilakukan karena awal dari tindakan kriminalitas bermula dari indikasi penggunaan narkoba. Tidak menutup kemungkinan itu akan menjadi biang dari segaja jenis tindakan kriminalitas nantinya. Untuk itu semua kita periksa,” ujar Teguh kepada media ini.

Baca Juga :  Imigrasi Jemput Bola di Pedalaman 

Sayang, dari puluhan pengunjung bahkan wanita penghibur di seluruh THM yang sudah dites urinenya malam itu, tidak ada yang terindikasi menggunakan methapetamine. Padahal operasi ini sudah dibagi menjadi dua regu. Setidaknya ada belasan lokasi yang diperiksa.

Meski begitu, setidaknya ada ratusan minuman keras (miras) merk Redbull yang diamankan malam itu. Miras tersebut diduga miras ilegal asal Tawau, Malaysia. Jumlah miras yang diamankan sebanyak 144 botol.

“Ya, hasilnya negatif semua. Itu bukan rekayasa, uji tes urine dilakukan dengan yang berkompeten. Baguslah jika tidak ada yang terindikasi menggunakan narkoba. Kita semua terhindar dari tindakan kriminilitas. Saya pastikan aman hingga pergantian tahun. Yang jelas pengawasan tetap terus dilakukan,” urai Teguh.

Baca Juga :  Informasi Pengangkatan CPNS Hoaks

Teguh pun berpesan sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban juga keamanan guna meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Selain menjauhi narkoba, masyarakat diimbau segera melaporkan jika melihat atau menemukan kegiatan yang menjurus ke hal dimaksud. “Ya, mari kita bersama-sama menjaga keamanan dalam menyambut tahun baru 2019 mendatang,” harap teguh mengakhiri.

Di pemeriksaan sebelumnya di PLBL Nunukan, setidaknya ada enam orang awak speed boat yang positif mengandung methapetamine saat dilakukan pemeriksaan urine oleh personel Satreskoba Polres Nunukan.

Enam orang itu terdiri dari satu orang motoris dan lima orang Anak Buah Kapal (ABK) dari sejumlah speed boat reguler yang akan melayani pelayaran penumpang rute Nunukan – Tarakan. Lantaran positif mengandung unsur narkoba, keenamnya terpaksa dilarang melakukan aktivitas pelayaran. (raw)

 

NUNUKAN – Aparat gabungan lakukan razia di sejumlah tempat hiburan malam (THM). Selain razia, sejumlah pengunjung dan wanita penghibur dilakukan tes urine, Sabtu (29/12) malam kemarin. hasilnya, tak ada satupun seseorang yang terindikasi mengandung narkoba.

Operasi yang melibatkan TNI Polri dan instansi pemerintah tersebut dilaksanakan secara serentak se-Indonesia. Tentunya Itu dilakukan guna meminimalisir tindakan kriminalitas jelang Tahun Baru 2019.

Kapolres Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro mengatakan kegiatan tes urine sudah dilakukan sejak pagi hari pada Sabtu (29/12). Berawal dari pemeriksaan motoris dan Anak Buah Kapal (ABK) di Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) di pagi harinya, hingga berlanjut ke sejumlah THM pada malam harinya.

“Ya, ini penting dilakukan karena awal dari tindakan kriminalitas bermula dari indikasi penggunaan narkoba. Tidak menutup kemungkinan itu akan menjadi biang dari segaja jenis tindakan kriminalitas nantinya. Untuk itu semua kita periksa,” ujar Teguh kepada media ini.

Baca Juga :  Kapal Laut Dilarang Angkut Pakaian Bekas

Sayang, dari puluhan pengunjung bahkan wanita penghibur di seluruh THM yang sudah dites urinenya malam itu, tidak ada yang terindikasi menggunakan methapetamine. Padahal operasi ini sudah dibagi menjadi dua regu. Setidaknya ada belasan lokasi yang diperiksa.

Meski begitu, setidaknya ada ratusan minuman keras (miras) merk Redbull yang diamankan malam itu. Miras tersebut diduga miras ilegal asal Tawau, Malaysia. Jumlah miras yang diamankan sebanyak 144 botol.

“Ya, hasilnya negatif semua. Itu bukan rekayasa, uji tes urine dilakukan dengan yang berkompeten. Baguslah jika tidak ada yang terindikasi menggunakan narkoba. Kita semua terhindar dari tindakan kriminilitas. Saya pastikan aman hingga pergantian tahun. Yang jelas pengawasan tetap terus dilakukan,” urai Teguh.

Baca Juga :  Jaksa Tegaskan Diversi Tak Berlaku

Teguh pun berpesan sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban juga keamanan guna meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Selain menjauhi narkoba, masyarakat diimbau segera melaporkan jika melihat atau menemukan kegiatan yang menjurus ke hal dimaksud. “Ya, mari kita bersama-sama menjaga keamanan dalam menyambut tahun baru 2019 mendatang,” harap teguh mengakhiri.

Di pemeriksaan sebelumnya di PLBL Nunukan, setidaknya ada enam orang awak speed boat yang positif mengandung methapetamine saat dilakukan pemeriksaan urine oleh personel Satreskoba Polres Nunukan.

Enam orang itu terdiri dari satu orang motoris dan lima orang Anak Buah Kapal (ABK) dari sejumlah speed boat reguler yang akan melayani pelayaran penumpang rute Nunukan – Tarakan. Lantaran positif mengandung unsur narkoba, keenamnya terpaksa dilarang melakukan aktivitas pelayaran. (raw)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/