alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Sehari Ludes hingga 20 Terompet

NUNUKAN – Pergantian tahun dari 2018 ke 2019 tersisa sehari lagi. Berbagai atribut, pernak-pernik terlihat di sepanjang jalan protokol dan pusat-pusat keramaian. Tak terkecuali, terompet yang merupakan ciri khas menyambut Tahun Baru.

“Sehari bisa laku terjual hingga 20 terompet. Itu terompet yang model biasa. Harganya juga bervariasi. Mulai Rp 8 ribu hingga Rp 45 ribu. Tergantung modelnya. Tapi, kalau model biasa itu yang harga per terompet Rp 8 ribu,” kata Sapri, salah satu pedagang terompet.

Usaha musiman ini, diakui Sapri selalu menjadi daya tarik tersendiri, mengingat keuntungan yang dihasilkan lumayan besar. Bisa dibayangkan, untuk sehari 20 terompet laku, jika dikalikan Rp 8 ribu maka totalnya Rp 150 ribu dalam sehari. Belum lagi ditambah hasil penjualan asesoris seperti topi, topeng monyet, maupun pernak-pernik lainnya.

“Momen Tahun Baru yang pastinya selalu ramai oleh aktivitas warga. Ini menjadi berkah tersendiri bagi kami untuk melariskan dagangan,” akunya.

Baca Juga :  Delapan Hektare Lahan Gosong

Selain pernak pernik Tahun Baru, menyambut malam pergantian tahun disertai kegiatan kecil berkumpul dengan keluarga juga menjadi agenda rutin. Kelompok-kelompok masyarakat yang menggelar kegiatan malam tahun baru tersebut umumnya juga mengolah masakan, sayap ayam bakar atau ikan bakar untuk disantap bersama.

Pesta kecil-kecilan warga ini, tentu saja tetap mendapat pengawalan petugas keamanan dari Polres Nunukan, TNI, Satpol PP dan Dishub Nunukan, serta satuan pengaman lainnya. Sebab, diperkirakan di jalanan akan terjadi konvoi kendaraan roda dua yang kebanyak dikendarai remaja. Mereka berarak-arakan mengelilingi beberapa ruas jalan di Ibu Kota Nunukan. Sembari menyalakan klakson, suara knalpot serta terompet.

“Jelang malam Tahun Baru, pengawasan miras sudah kami antisipasi. Pedagang eceran yang dicurigai menjual telah didatangi dan diperingati untuk tidak menjual miras karena termasuk barang ilegal,” ungkap Kepala Satpol PP Nunukan A Kadir kepada media ini belum lama ini.

Euforia menyambut malam pergantian tahun ini cukup beragam. Ada yang menyalakan kembang api, bersahut-sahutan suara terompet, klakson motor dan mobil, serta suara-suara musik yang memang agak memekakan telinga. Namun semuanya itu, hal yang lumrah setiap tahunnya. Hanya saja, aksi-aksi kriminal dan pelanggaran hukum tetap menjadi pantauan aparat kepolisian. Khususnya pelanggaran hukum di jalan.

Baca Juga :  Stroke, WNI Dipulangkan KJRI

“Sudah sering disampaikan ke pengguna jalan. Jika menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun empat wajib melengkapi dengan surat-surat. Begitu juga alat keselamatan khususnya helm. Gunakanlah untuk keamanan pengendara itu sendiri,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Nunukan AKP Ariantony.

Konvoi kendaraan roda dua, katanya, menjadi hal yang seperti menjadi tradisi juga bagi masyarakat. Nah, melalui operasi lilin kayan 2019 ini, pengawasan penggunaan knalpot bogar dan aksi ugal-ugalan di jalan menjadi perhatian serius satuannya. “Selama konvoi, kami terus pantau. Seperti tahun lalu, saya berharap minim kecelakanaan lalu lintas dan ada batas waktu konvoi,”pungkasnya. (raw/nri)

 

NUNUKAN – Pergantian tahun dari 2018 ke 2019 tersisa sehari lagi. Berbagai atribut, pernak-pernik terlihat di sepanjang jalan protokol dan pusat-pusat keramaian. Tak terkecuali, terompet yang merupakan ciri khas menyambut Tahun Baru.

“Sehari bisa laku terjual hingga 20 terompet. Itu terompet yang model biasa. Harganya juga bervariasi. Mulai Rp 8 ribu hingga Rp 45 ribu. Tergantung modelnya. Tapi, kalau model biasa itu yang harga per terompet Rp 8 ribu,” kata Sapri, salah satu pedagang terompet.

Usaha musiman ini, diakui Sapri selalu menjadi daya tarik tersendiri, mengingat keuntungan yang dihasilkan lumayan besar. Bisa dibayangkan, untuk sehari 20 terompet laku, jika dikalikan Rp 8 ribu maka totalnya Rp 150 ribu dalam sehari. Belum lagi ditambah hasil penjualan asesoris seperti topi, topeng monyet, maupun pernak-pernik lainnya.

“Momen Tahun Baru yang pastinya selalu ramai oleh aktivitas warga. Ini menjadi berkah tersendiri bagi kami untuk melariskan dagangan,” akunya.

Baca Juga :  Gara-Gara Ini, Daerah Perbatasan Ini Terancam Gelap

Selain pernak pernik Tahun Baru, menyambut malam pergantian tahun disertai kegiatan kecil berkumpul dengan keluarga juga menjadi agenda rutin. Kelompok-kelompok masyarakat yang menggelar kegiatan malam tahun baru tersebut umumnya juga mengolah masakan, sayap ayam bakar atau ikan bakar untuk disantap bersama.

Pesta kecil-kecilan warga ini, tentu saja tetap mendapat pengawalan petugas keamanan dari Polres Nunukan, TNI, Satpol PP dan Dishub Nunukan, serta satuan pengaman lainnya. Sebab, diperkirakan di jalanan akan terjadi konvoi kendaraan roda dua yang kebanyak dikendarai remaja. Mereka berarak-arakan mengelilingi beberapa ruas jalan di Ibu Kota Nunukan. Sembari menyalakan klakson, suara knalpot serta terompet.

“Jelang malam Tahun Baru, pengawasan miras sudah kami antisipasi. Pedagang eceran yang dicurigai menjual telah didatangi dan diperingati untuk tidak menjual miras karena termasuk barang ilegal,” ungkap Kepala Satpol PP Nunukan A Kadir kepada media ini belum lama ini.

Euforia menyambut malam pergantian tahun ini cukup beragam. Ada yang menyalakan kembang api, bersahut-sahutan suara terompet, klakson motor dan mobil, serta suara-suara musik yang memang agak memekakan telinga. Namun semuanya itu, hal yang lumrah setiap tahunnya. Hanya saja, aksi-aksi kriminal dan pelanggaran hukum tetap menjadi pantauan aparat kepolisian. Khususnya pelanggaran hukum di jalan.

Baca Juga :  Delapan Hektare Lahan Gosong

“Sudah sering disampaikan ke pengguna jalan. Jika menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun empat wajib melengkapi dengan surat-surat. Begitu juga alat keselamatan khususnya helm. Gunakanlah untuk keamanan pengendara itu sendiri,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Nunukan AKP Ariantony.

Konvoi kendaraan roda dua, katanya, menjadi hal yang seperti menjadi tradisi juga bagi masyarakat. Nah, melalui operasi lilin kayan 2019 ini, pengawasan penggunaan knalpot bogar dan aksi ugal-ugalan di jalan menjadi perhatian serius satuannya. “Selama konvoi, kami terus pantau. Seperti tahun lalu, saya berharap minim kecelakanaan lalu lintas dan ada batas waktu konvoi,”pungkasnya. (raw/nri)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/