alexametrics
27.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Satu Motoris dan Lima ABK Positif Narkoba

NUNUKAN – Setidaknya ada enam orang awak speedboat yang positif mengandung methapetamine saat dilakukan pemeriksaan urine oleh personel Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan yang melakukan tes urine di Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) Nunukan, Sabtu (29/12).

Enam orang itu terdiri dari satu orang motoris dan lima orang anak buah kapal (ABK) dari sejumlah speedboat reguler yang akan melayani pelayaran penumpang rute Nunukan – Tarakan. Lantaran positif mengandung unsur narkoba, keenamnya terpaksa dilarang melakukan aktivitas pelayaran.

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro mengatakan, tes urine dilakukan tentunya untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan jika petugas speedboat reguler terindikasi menggunakan narkoba.

Baca Juga :  Data Pemilih yang Masih Bermasalah Segera Diselesaikan

Teguh menegaskan, motoris atau pun ABK memang harus dalam keadaan fit saat berlayar. Peran keduanya sangatlah vital lantaran berkaitan dengan keselamatan penumpang. “Ya, bisa saja kandungan itu mempengaruhi petugas khususnya motoris atau ABK yang berada di atas kapal. Tentunya itu sangat berbahaya dan bisa mengancam keselamatan orang banyak jika keduanya tidak dalam keadaan sehat,” beber Teguh kepada media ini.

Dalam operasi tersebut, sedikitnya 26 orang baik motoris, ABK bahkan kru speedboat sempat diperiksa lakukan tes urine. Enam orang yang positif langsung dilakukan pembinaan oleh personel Satrekoba Polres Nunukan. Keenamnya untuk sementara dilarang lakukan aktivitas pelayaran pada hari itu. Setelah aman pasca pembinaan, enam orang awak speedboat yang positif nantinya kembali diperbolehkan lakukan aktivitas namun tetap dalam pengawasan personel kepolisian di PLBL Nunukan.

Baca Juga :  Pertanyakan Program LTSP Satu Pintu

Dalam operasi tersebut, sempat terjadi kucing-kucingan oleh seorang motoris yang enggan diperiksa. Meski sempat pergi dari area PLBL Nunukan. Motoris tersebut tetap dalam pengawasan personel di PLBL Nunukan. Pemeriksaan ulang kembali akan dilakukan mendatang, sebab bisa saja masih ada sejumlah awak speedboat yang tidak ikut dilakukan tes urine. (raw/zia)

NUNUKAN – Setidaknya ada enam orang awak speedboat yang positif mengandung methapetamine saat dilakukan pemeriksaan urine oleh personel Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan yang melakukan tes urine di Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) Nunukan, Sabtu (29/12).

Enam orang itu terdiri dari satu orang motoris dan lima orang anak buah kapal (ABK) dari sejumlah speedboat reguler yang akan melayani pelayaran penumpang rute Nunukan – Tarakan. Lantaran positif mengandung unsur narkoba, keenamnya terpaksa dilarang melakukan aktivitas pelayaran.

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro mengatakan, tes urine dilakukan tentunya untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan jika petugas speedboat reguler terindikasi menggunakan narkoba.

Baca Juga :  Pesawat Hanya Mampu Angkut 1 Ton

Teguh menegaskan, motoris atau pun ABK memang harus dalam keadaan fit saat berlayar. Peran keduanya sangatlah vital lantaran berkaitan dengan keselamatan penumpang. “Ya, bisa saja kandungan itu mempengaruhi petugas khususnya motoris atau ABK yang berada di atas kapal. Tentunya itu sangat berbahaya dan bisa mengancam keselamatan orang banyak jika keduanya tidak dalam keadaan sehat,” beber Teguh kepada media ini.

Dalam operasi tersebut, sedikitnya 26 orang baik motoris, ABK bahkan kru speedboat sempat diperiksa lakukan tes urine. Enam orang yang positif langsung dilakukan pembinaan oleh personel Satrekoba Polres Nunukan. Keenamnya untuk sementara dilarang lakukan aktivitas pelayaran pada hari itu. Setelah aman pasca pembinaan, enam orang awak speedboat yang positif nantinya kembali diperbolehkan lakukan aktivitas namun tetap dalam pengawasan personel kepolisian di PLBL Nunukan.

Baca Juga :  Belasan Deportan Terkait Kasus Narkoba

Dalam operasi tersebut, sempat terjadi kucing-kucingan oleh seorang motoris yang enggan diperiksa. Meski sempat pergi dari area PLBL Nunukan. Motoris tersebut tetap dalam pengawasan personel di PLBL Nunukan. Pemeriksaan ulang kembali akan dilakukan mendatang, sebab bisa saja masih ada sejumlah awak speedboat yang tidak ikut dilakukan tes urine. (raw/zia)

Most Read

BKSDA Sarankan Diserahkan ke LK

Korban Meninggal Akibat DBD Bertambah

Peningkatan PAD Terkendala Perbup

Artikel Terbaru

/