alexametrics
28.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Perjuangkan Bandara Kaltara, Usul Tambahan Armada

NUNUKAN – Pasca insiden tergelincirnya pesawat Susi Air yang terjadi hingga dua kali di Krayan, sepertinya membuat pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara terus berbenah menghadapi persoalan tersebut.

Memperjuangkan seluruh Bandar Udara (Bandara) di Kaltara, tentunya menjadi pekerjaan rumah (PR) Dishub Kaltara mendatang. Hal ini diungkapkan Kepala Dishub Kaltara, Taufan kepada Radar Tarakan belum lama ini. “Secara umum seluruh bandara yang ada di Kaltara akan kami perjuangkan,” ujar Taufan kepada pewarta harian ini ketika dikonfirmasi, Sabtu (29/12).

Kata Taufan, terkait pengembangan seluruh bandara di Kaltara, belum lama ini permintaan itu sudah masuk registrasi pusat bahkan sudah diverifikasi. Pihaknya pun berencana akan berkoordinasi ke Menteri Perhubungan Januari mendatang. Tentunya berharap mendapatkan hasil positif.

Sementara itu, untuk nasib aktivitas penerbangan rute Malinau–Krayan yang jelas akan kosong lantaran satu-satunya pesawat pengganti rute Krayan kembali diterpa musibah, pihaknya menyarankan pihak Susi Air bisa memberikan pengganti sementara lagi.

Baca Juga :  Tak Lengkap, Parpol Tetap Mengajukan DCS

“Yang tergelincir kemarin itu, juga pesawat pengganti dari pesawat yang pernah tergelincir sebelumnya di Binuang. Jadi kami berharap tetap ada penggantinya yang bisa disiapkan pihak Susi Air,” harap Taufan mengakhiri.

Terpisah, Kepala Perum LPPNPI (Airnav) Cabang Pembantu Malinau, Setio Utomo mengatakan untuk kejadian tergelincirnya pesawat Susi Air di Bandar Long Layu, Krayan kemarin, hingga saat ini, pihaknya belum bisa memastikan penyebab atau dugaan sementara tergelincirnya pesawat tersebut.

Ia juga menegaskan cuaca saat itu sedang dalam keadaan baik. Meski begitu, ada kemungkinan diduga karena angin. Ia tidak bisa memastikan hal ini lantaran masih berupa dugaan saja. Sementara itu, untuk status pesawat hingga kini terus diselidiki apa saja kerusakan yang dialami pesawat. Apabila memungkinkan untuk diperbaiki, akan dilakukan perbaikan di Long Layu, Krayan.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Raih Opini WTP Tujuh Kali Berturut-turut

Melihat pesawat pengganti rute Krayan kembali rusak, menurut Utomo, sapaan akrabnya ada kemungkinan bakal kembali disiapkan pesawat pengganti lagi dari pihak maskapai. Sebab, permintaan rute Krayan masih terbilang cukup tinggi.

Terkait insiden yang sama yang terjadi di Bandara Binuang, Krayan Tengah Senin (17/12) lalu, pihak dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah melakukan penyelidikan. Namun, hasilnya belum dilaporkan ke pihaknya. Sementara terkait insiden di Long Layu kemarin, baru dilaporkan ke Airnav Cabang Balikpapan untuk tindak lanjut pemeriksaan juga dari pihak KNKT.

“Ya, semuanya masih dalam penyelidikan pihak KNKT, dan belum ada hasilnya. Nanti jika sudah ada hasilnya akan kami informasikan lagi,” janji Utomo mengakhiri. (raw/zia)

 

NUNUKAN – Pasca insiden tergelincirnya pesawat Susi Air yang terjadi hingga dua kali di Krayan, sepertinya membuat pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara terus berbenah menghadapi persoalan tersebut.

Memperjuangkan seluruh Bandar Udara (Bandara) di Kaltara, tentunya menjadi pekerjaan rumah (PR) Dishub Kaltara mendatang. Hal ini diungkapkan Kepala Dishub Kaltara, Taufan kepada Radar Tarakan belum lama ini. “Secara umum seluruh bandara yang ada di Kaltara akan kami perjuangkan,” ujar Taufan kepada pewarta harian ini ketika dikonfirmasi, Sabtu (29/12).

Kata Taufan, terkait pengembangan seluruh bandara di Kaltara, belum lama ini permintaan itu sudah masuk registrasi pusat bahkan sudah diverifikasi. Pihaknya pun berencana akan berkoordinasi ke Menteri Perhubungan Januari mendatang. Tentunya berharap mendapatkan hasil positif.

Sementara itu, untuk nasib aktivitas penerbangan rute Malinau–Krayan yang jelas akan kosong lantaran satu-satunya pesawat pengganti rute Krayan kembali diterpa musibah, pihaknya menyarankan pihak Susi Air bisa memberikan pengganti sementara lagi.

Baca Juga :  Hujan Deras Terus Terjadi hingga Juli

“Yang tergelincir kemarin itu, juga pesawat pengganti dari pesawat yang pernah tergelincir sebelumnya di Binuang. Jadi kami berharap tetap ada penggantinya yang bisa disiapkan pihak Susi Air,” harap Taufan mengakhiri.

Terpisah, Kepala Perum LPPNPI (Airnav) Cabang Pembantu Malinau, Setio Utomo mengatakan untuk kejadian tergelincirnya pesawat Susi Air di Bandar Long Layu, Krayan kemarin, hingga saat ini, pihaknya belum bisa memastikan penyebab atau dugaan sementara tergelincirnya pesawat tersebut.

Ia juga menegaskan cuaca saat itu sedang dalam keadaan baik. Meski begitu, ada kemungkinan diduga karena angin. Ia tidak bisa memastikan hal ini lantaran masih berupa dugaan saja. Sementara itu, untuk status pesawat hingga kini terus diselidiki apa saja kerusakan yang dialami pesawat. Apabila memungkinkan untuk diperbaiki, akan dilakukan perbaikan di Long Layu, Krayan.

Baca Juga :  Target Seluruh WNI di Sabah Divaksinasi

Melihat pesawat pengganti rute Krayan kembali rusak, menurut Utomo, sapaan akrabnya ada kemungkinan bakal kembali disiapkan pesawat pengganti lagi dari pihak maskapai. Sebab, permintaan rute Krayan masih terbilang cukup tinggi.

Terkait insiden yang sama yang terjadi di Bandara Binuang, Krayan Tengah Senin (17/12) lalu, pihak dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah melakukan penyelidikan. Namun, hasilnya belum dilaporkan ke pihaknya. Sementara terkait insiden di Long Layu kemarin, baru dilaporkan ke Airnav Cabang Balikpapan untuk tindak lanjut pemeriksaan juga dari pihak KNKT.

“Ya, semuanya masih dalam penyelidikan pihak KNKT, dan belum ada hasilnya. Nanti jika sudah ada hasilnya akan kami informasikan lagi,” janji Utomo mengakhiri. (raw/zia)

 

Most Read

Daerah Operasi Bukan untuk Rekreasi

Ring Road Bunyu Dianggarkan Rp 1 Miliar

Irau Refl eksikan Keberagaman

Artikel Terbaru

/