alexametrics
28.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Minim Anggaran, Tak Gelar Acara

NUNUKAN – Tak berbeda dengan tahun sebelumnya, pesta malam pergantian tahun yang biasanya meriah dan menghadirkan artis ibu kota tak dirasakan masyarakat Nunukan. Sebab, malam pergantian tahun dari 2018 ke 2019 tak digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Nunukan Drs. Syafarudin membenarkan hal tersebut. Sebagai perangkat daerah yang menangani hal-hal hiburan berskala besar ini memilih tidak membuat acara secara besar-besaran. Penyebabnya, sudah pasti anggaran yang tak memungkinkan. “Khusus acara yang dikelola Disparpora tidak ada. Anggaran tidak ada makanya kegiatan juga tidak dapat dilakukan,” katanya saat dihubungi media ini kemarin.

Ia mengatakan, selain persoalan anggaran, adanya surat edaran (SE) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) nomor 045.41626/KESBANGPOL/GUB tentang pergantian tahun baru Masehi di Provinsi Kaltara juga melarang dilakukannya pesta dan menyalakan kembang api. “Untuk pesta kembang api saja itu ada imbauan untuk tidak melakukannya. Makanya, kami juga tidak mengadakan kegiatan,” jelasnya.

Baca Juga :  BREAKING NEWS! Angin Kencang, Susi Air Tergelincir Lagi

Diungkapkan, beberapa opsi acara malam tahun telah dibicarakan sejak lama. Namun karena sesuatu dan lain hal akhirnya tertunda. Namun bukan berarti masyarakat dilarang membuat acara. Hanya saja, tetap menjaga keamanan dan ketertiban dan tidak melanggar aturan saja. “Artinya, kalau memang ada acara yang gelar pihak swasta itu hak mereka. Silakan saja selama tidak melanggar. Masyarakat pastinya dapat terhibur juga,” ungkapnya.

Seperti diketahui, perayaan Natal dan tahun baru 2019 ini bakal diamankan 250 personel gabungan dari aparat keamanan yang dimotori oleh Kepolisian Resor (Polres) Nunukan. Operasi ini diberi nama operasi lilin Kayan 2018.

Dalam kegiatan itu, aparat gabungan akan mengawal dan terus memantau kondisi di sejumlah tempat-tempat keramaian. Termasuk arus lalu lintas dan kejadian yang membutuhkan pertolongan cepat.

“Kami ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Khususnya dalam acara tahunan seperti ini. Karena, banyak masyarakat yang terlibat,” ungkap Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro SIK kepada media ini.

Baca Juga :  Sekretariat PPNS Terbentur Anggaran

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nunukan memprediksi cuaca pada malam pergantian tahun di wilayah Nunukan dan sekitarnya hujan. Kondisi itu terjadi sejak dini hari hingga keesokan harinya, atau 1 Januari 2018 mendatang. “Jadi, bagi masyarakat yang ingin merayakannya diimbau berhati-hati. Karena cuaca yang tidak bersahat,” ungkap Kepala BMKG Nunukan, Abdul Haris melalui Forecaster BMKG Nunukan, Taufik yang dihubungi belum lama ini.

Menurutnya, potensi hujan ringan hingga sedang diprediksi terjadi selama tiga hari sebelun malam Tahun Baru, yakni mulai 28 Desember 2018. Pantauan dari citra satelit diperkirakan cuaca pada pagi harinya cerah berawan. “Siang dan sore hari terdapat awan yang berpotensi terjadi hujan ringan, berlangsung hingga malam hari,” ujarnya. (oya/nri)

 

 

 

NUNUKAN – Tak berbeda dengan tahun sebelumnya, pesta malam pergantian tahun yang biasanya meriah dan menghadirkan artis ibu kota tak dirasakan masyarakat Nunukan. Sebab, malam pergantian tahun dari 2018 ke 2019 tak digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Nunukan Drs. Syafarudin membenarkan hal tersebut. Sebagai perangkat daerah yang menangani hal-hal hiburan berskala besar ini memilih tidak membuat acara secara besar-besaran. Penyebabnya, sudah pasti anggaran yang tak memungkinkan. “Khusus acara yang dikelola Disparpora tidak ada. Anggaran tidak ada makanya kegiatan juga tidak dapat dilakukan,” katanya saat dihubungi media ini kemarin.

Ia mengatakan, selain persoalan anggaran, adanya surat edaran (SE) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) nomor 045.41626/KESBANGPOL/GUB tentang pergantian tahun baru Masehi di Provinsi Kaltara juga melarang dilakukannya pesta dan menyalakan kembang api. “Untuk pesta kembang api saja itu ada imbauan untuk tidak melakukannya. Makanya, kami juga tidak mengadakan kegiatan,” jelasnya.

Baca Juga :  Sei Nyamuk Terpilih Jadi Desa Terbaik

Diungkapkan, beberapa opsi acara malam tahun telah dibicarakan sejak lama. Namun karena sesuatu dan lain hal akhirnya tertunda. Namun bukan berarti masyarakat dilarang membuat acara. Hanya saja, tetap menjaga keamanan dan ketertiban dan tidak melanggar aturan saja. “Artinya, kalau memang ada acara yang gelar pihak swasta itu hak mereka. Silakan saja selama tidak melanggar. Masyarakat pastinya dapat terhibur juga,” ungkapnya.

Seperti diketahui, perayaan Natal dan tahun baru 2019 ini bakal diamankan 250 personel gabungan dari aparat keamanan yang dimotori oleh Kepolisian Resor (Polres) Nunukan. Operasi ini diberi nama operasi lilin Kayan 2018.

Dalam kegiatan itu, aparat gabungan akan mengawal dan terus memantau kondisi di sejumlah tempat-tempat keramaian. Termasuk arus lalu lintas dan kejadian yang membutuhkan pertolongan cepat.

“Kami ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Khususnya dalam acara tahunan seperti ini. Karena, banyak masyarakat yang terlibat,” ungkap Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro SIK kepada media ini.

Baca Juga :  ASTAGA..!! Ternyata Pembunuh Pemilik Warung Bu Sum Bocah 16 Tahun

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nunukan memprediksi cuaca pada malam pergantian tahun di wilayah Nunukan dan sekitarnya hujan. Kondisi itu terjadi sejak dini hari hingga keesokan harinya, atau 1 Januari 2018 mendatang. “Jadi, bagi masyarakat yang ingin merayakannya diimbau berhati-hati. Karena cuaca yang tidak bersahat,” ungkap Kepala BMKG Nunukan, Abdul Haris melalui Forecaster BMKG Nunukan, Taufik yang dihubungi belum lama ini.

Menurutnya, potensi hujan ringan hingga sedang diprediksi terjadi selama tiga hari sebelun malam Tahun Baru, yakni mulai 28 Desember 2018. Pantauan dari citra satelit diperkirakan cuaca pada pagi harinya cerah berawan. “Siang dan sore hari terdapat awan yang berpotensi terjadi hujan ringan, berlangsung hingga malam hari,” ujarnya. (oya/nri)

 

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/