alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Gempa Filipina Berdampak Gelombang Tinggi

NUNUKAN – Wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), cukup dekat dengan Filipina khususnya di Pulau Sebatik. Dengan kejadian gempa dengan kekuatan 7,1 skala richter (SR) di Filipina bagian tenggara membuat masyarakat di perbatasan harus waspada.

Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nunukan, Taufik mengatakan, gempa bumi yang terjadi di Filipina tidak memiliki dampak langsung ke wilayah Kaltara. Namun hanya terjadi kenaikan gelombang tinggi.

“Kenaikan gelombang pun tidak terlalu signifikan, masyarakat tetap tenang dan harus menerima informasi pasti, bukan hoax,” kata Taufik.

Lanjut dia, kejadian gempat bumi di bagian tenggara Filipina masih dalam tahap analisa. Karena akan diinformasikan data lengkap terkait kejadian gempa bumi tersebut. Agar masyarakat tidak terlalu panik, untuk mencari tempat perlindungan.

Dia menjelaskan, gempa bumi yang terjadi sesuai dengan rilis Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG di Jakarta, pada Sabtu (29/12) sekira  pukul 10.39.12 WIB terjadi gempa kuat dengan magnitudo  7,1 mengguncang wilayah tenggara Filipina.

Baca Juga :  Siap Maju, Jika Diberi Restu Partai

“Episenter terletak pada koordinat 5,85 LU dan 126,81 BT tepatnya di laut pada jarak 201 kilometer (KM) arah timur laut Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 69 KM,” ujarnya.

Ditinjau lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina yang menunjam ke bawah Pulau Mindanao, Filipina.

Gempa ini dirasakan di Provinsi Davao Oriental dan Davao Ocidental, Filipina dalam skala intensitas 5 modified mercalli intensity (MMI). Sementara, gempa ini juga dilaporkan masyarakat dirasakan di wilayah Indonesia seperti di Melonguane Kepulauan Talaud dalam skala intensitas 4 MMI, Tahuna, Kepulauan Sangihe intensitas 3-4 MMI, Siau Sitaro, Tobelo, Morotai intensitas 3 MMI, sedangkan Manado, Ternate, Jailolo intensitas 2 MMI.

Baca Juga :  Target Percepatan Vaksinasi, Bupati Bermohon Vaksin Sejak 12 Juli

“Untuk di Kaltara tidak ada yang dirasakan dari dampak gempa bumi yang terjadi di daerah tenggara Filipina,” tuturnya.

Sementara, salah seorang warga Sebatik, Ilyas mengatakan, terjadi gempa bumi di wilayah Filipina secara otomatis akan terkena dampak di Pulau Sebatik. Karena luar Pulau Sebatik hanya laut lepas, Filipina dengan Sebatik sangat dekat.

“Tetap waspada saja, karena kejadian bencana alam tak diketahui kapan akan tiba,” kata Ilyas.

Kondisi yang terjadi saat ini, tiap malam terjadi hujan deras dan angin kencang. Jika terjadi angin kencang gelombang akan ikut kuat. Masyarakat yang bermukim di bibir pantai. Selalu wasapada jika terjadi hujan lebat.

“Tidak pernah tidur dengan tenang, menjaga-jaga saja. Karena kondisi cuaca kurang baik untuk saat ini,” ujarnya. (nal/nri)

 

 

NUNUKAN – Wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), cukup dekat dengan Filipina khususnya di Pulau Sebatik. Dengan kejadian gempa dengan kekuatan 7,1 skala richter (SR) di Filipina bagian tenggara membuat masyarakat di perbatasan harus waspada.

Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nunukan, Taufik mengatakan, gempa bumi yang terjadi di Filipina tidak memiliki dampak langsung ke wilayah Kaltara. Namun hanya terjadi kenaikan gelombang tinggi.

“Kenaikan gelombang pun tidak terlalu signifikan, masyarakat tetap tenang dan harus menerima informasi pasti, bukan hoax,” kata Taufik.

Lanjut dia, kejadian gempat bumi di bagian tenggara Filipina masih dalam tahap analisa. Karena akan diinformasikan data lengkap terkait kejadian gempa bumi tersebut. Agar masyarakat tidak terlalu panik, untuk mencari tempat perlindungan.

Dia menjelaskan, gempa bumi yang terjadi sesuai dengan rilis Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG di Jakarta, pada Sabtu (29/12) sekira  pukul 10.39.12 WIB terjadi gempa kuat dengan magnitudo  7,1 mengguncang wilayah tenggara Filipina.

Baca Juga :  Satgas Penanganan Covid-19 Punya PCR Portable untuk PMI

“Episenter terletak pada koordinat 5,85 LU dan 126,81 BT tepatnya di laut pada jarak 201 kilometer (KM) arah timur laut Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 69 KM,” ujarnya.

Ditinjau lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina yang menunjam ke bawah Pulau Mindanao, Filipina.

Gempa ini dirasakan di Provinsi Davao Oriental dan Davao Ocidental, Filipina dalam skala intensitas 5 modified mercalli intensity (MMI). Sementara, gempa ini juga dilaporkan masyarakat dirasakan di wilayah Indonesia seperti di Melonguane Kepulauan Talaud dalam skala intensitas 4 MMI, Tahuna, Kepulauan Sangihe intensitas 3-4 MMI, Siau Sitaro, Tobelo, Morotai intensitas 3 MMI, sedangkan Manado, Ternate, Jailolo intensitas 2 MMI.

Baca Juga :  Target Percepatan Vaksinasi, Bupati Bermohon Vaksin Sejak 12 Juli

“Untuk di Kaltara tidak ada yang dirasakan dari dampak gempa bumi yang terjadi di daerah tenggara Filipina,” tuturnya.

Sementara, salah seorang warga Sebatik, Ilyas mengatakan, terjadi gempa bumi di wilayah Filipina secara otomatis akan terkena dampak di Pulau Sebatik. Karena luar Pulau Sebatik hanya laut lepas, Filipina dengan Sebatik sangat dekat.

“Tetap waspada saja, karena kejadian bencana alam tak diketahui kapan akan tiba,” kata Ilyas.

Kondisi yang terjadi saat ini, tiap malam terjadi hujan deras dan angin kencang. Jika terjadi angin kencang gelombang akan ikut kuat. Masyarakat yang bermukim di bibir pantai. Selalu wasapada jika terjadi hujan lebat.

“Tidak pernah tidur dengan tenang, menjaga-jaga saja. Karena kondisi cuaca kurang baik untuk saat ini,” ujarnya. (nal/nri)

 

 

Most Read

Roti Tawar ISi

UBT Siapkan Prodi Akuntan

Resep Mi Pizza

TGUPP Kejar Peningkatan PAD

Artikel Terbaru

/