alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Dihantam Angin Kencang, Susi Air Tergelincir

NUNUKAN – Pesawat Susi Air tergelincir saat akan mendarat di Bandar Udara (Bandara) Long Layu, Kecamatan Krayan Selatan sekira pukul 13.45 WITA, Jumat (28/12). Pesawat tersebut terbang dari Bandara Malinau. Kejadian kali ini merupakan kedua kali dalam bulan ini.

Camat Krayan Selatan Mafri Kornalius yang dikonfirmasi mengatakan, penyebab kejadian akibat cuaca buruk. Angin kencang menghantam pesawat sesaat akan mendarat. Sehingga tak mampu dikendalikan dan akhirnya tergelincir. Ban pesawat sebelah kanan masuk ke dalam parit bandara. “Tidak ada korban jiwa, pesawat tersebut mengangkut penumpang sebanyak 5 orang dari Malinau,” kata Mafri Konalius.

Ia menyampaikan, awalnya pilot beberapa mengitari bandara. Mencari waktu yang tepat untuk mendarat. Namun angin justru semakin kencang. Dan akhirnya mendarat.

Kondisi pesawat tidak dapat melanjutkan penerbangan kembali. Karena mengalami kerusakan, mulai dari sayap hingga baling-baling.

Sayap pesawat menyeret tanah, baling-baling pesawat semua bengkok. Penerbangan masih akan menunggu perbaikan. Dipaksakan, malah akan sangat berbahaya.

Menurutnya, kondisi Bandara Long Layu masih sangat memprihatinkan, sehingga pesawat yang ingin mendarat terkadang kesulitan. Berupa landasan tanah. Agar tidak terjadi kecelakaan lagi, maka perlu ada peningkatan bandara. “Harus ada perhatian pemerintah dengan kondisi landasan yang ada saat ini, mulai dari Pemerintah Kabupaten Nunukan hingga pusat,” ujarnya.

Baca Juga :  Anak di Bawah Umur Kedapatan Simpan Sabu

Lanjut dia, Kecamatan Krayan Selatan merupakan daerah pinggiran yang sangat jauh. Untuk transportasi yang ada hanya pesawat. Keluar dari Kecamatan Krayan Selatan masyarakat hanya bergantungan dengan pesawat yang ada. Ada dua pesawat Susi Air yang sering mengangkut penumpang.

Landasan Bandara Long Layu panjang 950 meter, dapat didarati pesawat berkapasitas 12 orang. Namun, kondisi bandara yang hanya berupa tanah ditumbuhi rumput itu terkadang sulit didarati. Sehingga yang dapat mendarat berpenumpang 5-6 orang. “Pesawat yang tergelincir sudah dua kali terjadi, dengan tempat yang berbeda. Untuk itu sangat perlu ada perhatian, agar tidak terjadi lagi,” harapnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara (Kaltara) Taupan Majid membenarkan kejadian pesawat Susi Air jenis Pilatus yang tergelincir di Bandara Long Layu, Kecamatan Krayan Selatan dengan mengangkut lima orang penumpang. “Lima orang penumpang dalam kondisi selamat, namun kondisi pesawat yang rusak,” kata Taupan.

Baca Juga :  Dampak Bencana, Butuh Anggaran Perbaikan

Menurutnya, landasan Bandara Long Layu yang kurang saat pesawat ingin mendarat agak kesulitan ditambah cuaca yang kurang baik. Bandara Long Layu berdekatan dengan Bandara Binuang, tempat kecelakaan pesawat yang terjadi baru-baru ini. “Pesawat yang tergelincir, adalah pesawat pengganti dari Papua yang baru dioperasikan di Kaltara,” tambahnya.

Pihak Susi Air yang dikonfirmasi mengenai hal ini belum memberi jawaban mengenai insiden di Kecamatan Krayan Selatan.

Seperti dikutip dari situs resmi Susi Air, sedikitnya pesawat Susi Air melayani penerbangan di 14 bandara di Kaltara. Paling banyak di wilayah Kabupaten Malinau.

Selain Susi Air, satu maskapai lain yang melayani penerbangan ke daerah terpencil adalah Mission Aviation Fellowship (MAF). Maskapai yang didanai Yayasan MAF Indonesia ini mengoperasikan sedikitnya lima pesawat di Kaltara. (nal/lim)

 

 

NUNUKAN – Pesawat Susi Air tergelincir saat akan mendarat di Bandar Udara (Bandara) Long Layu, Kecamatan Krayan Selatan sekira pukul 13.45 WITA, Jumat (28/12). Pesawat tersebut terbang dari Bandara Malinau. Kejadian kali ini merupakan kedua kali dalam bulan ini.

Camat Krayan Selatan Mafri Kornalius yang dikonfirmasi mengatakan, penyebab kejadian akibat cuaca buruk. Angin kencang menghantam pesawat sesaat akan mendarat. Sehingga tak mampu dikendalikan dan akhirnya tergelincir. Ban pesawat sebelah kanan masuk ke dalam parit bandara. “Tidak ada korban jiwa, pesawat tersebut mengangkut penumpang sebanyak 5 orang dari Malinau,” kata Mafri Konalius.

Ia menyampaikan, awalnya pilot beberapa mengitari bandara. Mencari waktu yang tepat untuk mendarat. Namun angin justru semakin kencang. Dan akhirnya mendarat.

Kondisi pesawat tidak dapat melanjutkan penerbangan kembali. Karena mengalami kerusakan, mulai dari sayap hingga baling-baling.

Sayap pesawat menyeret tanah, baling-baling pesawat semua bengkok. Penerbangan masih akan menunggu perbaikan. Dipaksakan, malah akan sangat berbahaya.

Menurutnya, kondisi Bandara Long Layu masih sangat memprihatinkan, sehingga pesawat yang ingin mendarat terkadang kesulitan. Berupa landasan tanah. Agar tidak terjadi kecelakaan lagi, maka perlu ada peningkatan bandara. “Harus ada perhatian pemerintah dengan kondisi landasan yang ada saat ini, mulai dari Pemerintah Kabupaten Nunukan hingga pusat,” ujarnya.

Baca Juga :  10 Titik Api Terdeteksi, 21 Hektare Terbakar

Lanjut dia, Kecamatan Krayan Selatan merupakan daerah pinggiran yang sangat jauh. Untuk transportasi yang ada hanya pesawat. Keluar dari Kecamatan Krayan Selatan masyarakat hanya bergantungan dengan pesawat yang ada. Ada dua pesawat Susi Air yang sering mengangkut penumpang.

Landasan Bandara Long Layu panjang 950 meter, dapat didarati pesawat berkapasitas 12 orang. Namun, kondisi bandara yang hanya berupa tanah ditumbuhi rumput itu terkadang sulit didarati. Sehingga yang dapat mendarat berpenumpang 5-6 orang. “Pesawat yang tergelincir sudah dua kali terjadi, dengan tempat yang berbeda. Untuk itu sangat perlu ada perhatian, agar tidak terjadi lagi,” harapnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara (Kaltara) Taupan Majid membenarkan kejadian pesawat Susi Air jenis Pilatus yang tergelincir di Bandara Long Layu, Kecamatan Krayan Selatan dengan mengangkut lima orang penumpang. “Lima orang penumpang dalam kondisi selamat, namun kondisi pesawat yang rusak,” kata Taupan.

Baca Juga :  Ditinggal Kosong, Rumah Asmal Ludes Terbakar

Menurutnya, landasan Bandara Long Layu yang kurang saat pesawat ingin mendarat agak kesulitan ditambah cuaca yang kurang baik. Bandara Long Layu berdekatan dengan Bandara Binuang, tempat kecelakaan pesawat yang terjadi baru-baru ini. “Pesawat yang tergelincir, adalah pesawat pengganti dari Papua yang baru dioperasikan di Kaltara,” tambahnya.

Pihak Susi Air yang dikonfirmasi mengenai hal ini belum memberi jawaban mengenai insiden di Kecamatan Krayan Selatan.

Seperti dikutip dari situs resmi Susi Air, sedikitnya pesawat Susi Air melayani penerbangan di 14 bandara di Kaltara. Paling banyak di wilayah Kabupaten Malinau.

Selain Susi Air, satu maskapai lain yang melayani penerbangan ke daerah terpencil adalah Mission Aviation Fellowship (MAF). Maskapai yang didanai Yayasan MAF Indonesia ini mengoperasikan sedikitnya lima pesawat di Kaltara. (nal/lim)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/